Hidupku penuh liku-liku
berawal dari jatuh cinta semasa sekolah menengah atas yang berakhir tanpa jelas, lalu aku jatuh cinta kembali namun aku kehilangan calon suamiku sehari menjelang pernikahan kami.
calon suamiku meninggal dunia karena kecelakaan.
Sampai suatu ketika aku bertemu dengan seesorang yang mengubah duniaku bagai di neraka, hidup bergelimang harta, namun aku tak pernah bahagia
Kamar ini menjadi saksi betapa tersiksanya aku menjalani hidup dengan nya.
Bukan cuma sekali ini suamiku berselingkuh,tapi sepanjang pernikahan kami.
Udara di kamar ini seakan membuatku sesak, hanya suara detak jam yg menemani hatiku yang hancur.
"cerai" hanya kata-kata itu
saja yang ada dalam pikiranku.
"Ya Robb, selama ini aku bertahan karena aku tahu bercerai adalah perbuatan yang kau tidak suka, tapi batin ku sakit untuk kesekian kali. Sabar ku sudah habis...., ampuni hambamu ini...."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Best friends
"....ciye ciye......
Suit-suitan serta siulan anak-anak bebek
gaduh dan tertawa keras
Merah padam muka Sofie karena tak menyadari ternyata mereka sudah duduk manis di dekat kami.
" Apaan sih ih norak tau " saut Sofie sewot
" lah kalian yang ngapai. peyuk-peyukan gitu akyu mau juga di peyuk Sofie "Ucap Ipan manja
"Gue juga mau Sof, kapan lagi ya kan "tambah Juki
" Ehemmm " Ido hanya berdehem sambil menatapku tajam
" Apaan sih kalian gila, siapa yang pelukan coba" sanggah Sofie
" Kalian kenapa kesini sih?? ganggu aja
gue lagi indehoy sama bebeb Sofie" ujar Andi cengengesan mengompori
" Sial loe Ndi, nanti di kira kita ada apa-apa lagi, dasar cowo sinting " ucap ku kesel
" Trus kamu ngapain tadi ma Andi " tanya Ido dengan tatapan dingin
aku tau Ido sedang cemburu, tapi kami tidak punya hubungan apa-apa, sehingga dia gak punya hak ikut campur urusan ku .
" Aku lagi ada masalah , Andi cuma membantuku, kalian jangan berfikir macam-macam" tandasku tegas dengan intonasi tinggi
" Ya udah Sof. yang penting loe udah gak sedih lagi kan. kita-kita kwatir banget sama loe" timpal Andre
"Iya Sof.pan biasanye ye loe tuh kaya burung gereja ngoceh bae. lah ini diem kaya orang kesambet" timpal Juki
"Yuk kita masuk kelas udah bel masuk pelajaran olah raga. ****** kita belom ganti baju kena hukum dah " celoteh Aziz sambil berlari
kami pun ikut berlari dan keluar kelapangan pelajaran olah raga,hari ini pengambilan nilai
untuk volly
"aih ****** gue paling males banget volly" ucapku pada Juki
"Males apa loh gak bisa ?
bola bekel ketimpa bola volly ahahahha" Juki menggodaku
" sialan gie enggak sekecil itu.
gue cuma takut kepala gue peyang kena smash orang " sanggah Sofie membela diri
" Tenang, ada babang Andi. siapa berani sama bebeb Sofie gue gibas" teriak Andi yg di jawab sorakan teman-teman sekelas ku
tiba-tiba
"Tuck"
Sebuah sentilan mendarat di kuping Andi
"awww"teriak Andy
"jadi kamu berani juga sama saya? tanya pa Dimas entah dari mana, tau-tau sudah mendaratkan sentilan di kuping Andi
"Eh hehehe gak pak. peace cuma becanda"
jawab Andy cengegesan
membuat seluruh teman-temanku tertawa, tidak terkecuali aku
Tanpa sengaja mataku bertemu dengan mata Ido yang ternyata sejak dari tadi memperhatikanku dengan pandangan tajam dan dingin.
"gleeekkk
ku telan air ludah ku.Sejak kapan Ido jadi serem gitu? biasanya manis banget, apa salah gw ya" batin ku dalam hati
Setelah pengambilan nilai berakhir lalu sesi bebas
Aku menuju pohon rindang dan duduk sambil menyeruput air putih yang ku bawa
Tiba-tiba aku di kaget kan oleh sebuah suara yg menyapa ku
Ido, entah sejak kapan dia tau-tau sudah di sebelahku
"Sof.boleh aku duduk di sini" tanya Ido
" uhmm iyah duduk aja bebas kan bukan punya gur" jawabku asal tanpa menoleh
"Sofie.... gw mau ngomong penting" tambah Ido
"ya udah ngomong aja"
"Aku mau minta maaf tadi aku bersikap dingin sama kamu, kamu tau gak kalo apa yang kamu lakukan sama Andi, bikin aku cemburu" ucap Ido pelan
aku terkejut, aku tau Ido suka dengan ku,
tapi penyataan jujur nya membuat ku jadi serba salah
dag dig dug jantung ku
ku tatap wajah Ido menunduk.
ada guratan kesedihan dan emosi yang tertahan di sana
"kamu sama Andi ada hubungan apa? aku suka kamu Sof, sudah lama aku suka kamu. aku hanya tunggu waktu ungkap kan perasaan ku sama kamu.
apa kamu gak peka selama ini?
perhatian aku hanya buat kamu" ucap Ido lirih hampir tak terdengar. suara ido bergetar
" klo kamu sudah dengan Andi. aku akan jaga jarak. tapi kita tetap temen ya Sof,
aku gak mau hubungan kita rusak hanya karena perasaan kita" ucap Ido pelan
aku jadi serba salah. ya tuhan aku telah nyakitin perasaan Ido. orang yang tulus sayang sama aku. maafin aku do. gumam ku dalam hati
aku tak bisa berkata apa-apa. ku mengeleng. ingin aku berkata tidak dan menjelaskan semua, tapi bibir ku keluh,perasaan ku campur aduk jadi satu.
entah sejak kapan, ada getaran aneh saat dekat dengan Ido.
rasanya aku mau menangis melihat Ido sekarang,tapi aku tak tau kenapa?
apa aku sudah jatuh cinta dengan Ido?aku bingung.
Ido yang memperhatikan ku terlihat putus asa dan mengela nafas dalam
"Sofie diam kamu aku artikan kamu ada hubungan dengan Andi.
selamat ya,kita tetap temen ok." ucap Ido dengan senyum yang di paksakan.
lalu ido bangkit
"Yaudah Sof lanjut deh. maaf ganggu ya" ucap nya sambil berdiri dan melangkah
ku panggil dan kutarik tangan Ido,
ia terlihat bingung dengan tingkah ku.
" Do, maafin aku ya,
aku gak tau mau ngomong apa,
tiba-tiba mulut ku keluh,
aku sama Andi gak ada hubungan apapun
hanya teman. kamu bisa percaya sama aku"
"hah ****** kenapa kesannya kaya gw meyakinkan pacar sendiri. hati ada apa nih ma loe? "tanyaku dalam hati
Aku lihat senyum Ido mengembang
"Beneran Sof ??? " tanya Ido meyakinkan
ku jawab dengan anggukan cepat.
sial gak sinkron nih otak sama kepala gue
kenapa juga gue ngangguk cepet gini kaya burung pelatuk kepala gue ngangguk-angguk sue lah
"Seneng banget aku dengernya. terus kenapa kamu tadi kami lihat pelukan ma Andi?" tanya Ido penuh selidik
"aku lagi ada masalah di rumah. Andi hibur aku, trus aku nangis Andi tenangin.
nah nasehat Andi ngena di hati.
aku bersyukur punya temen kalian. gitu loh" cerocosku menerangkan
" oh gitu , kenapa klo sama aku kamu gak bisa manja ? apa kurangnya aku sama kamu? " tanya Ido membuat aku gelagapan dan menjawab lirih
" karena aku malu" aih ****** kenapa gue jawab gitu?
mulut gue ya bikin malu,mau di taro mana nih muka??
" hei Sof kenapa malu. kamu tau kan aku suka kamu. kenapa harus malu ma aku? aku sayang kamu Sof" Ido menatap kedua mataku dalam-dalam.
" apa kamu gak merasakan apa yang aku rasakan Sof ? tanya Ido lirih
ku jawab dengan gelengan
"trus ? apa kamu merasakan apa yang kurasa? tanya Ido lagi
entah mengapa aku menjawab dengan mengangguk. apa yang terjadi
apa gue bener-bener suka Ido?
kenapa kepala gue nganggung gini?
fix lah gue oon
" Sofie bisa gak kamu jangan hanya geleng dan nganggung. kamu bikin aku serba salah"
Ido mengacak2 rambut nya
" apa kamu suka juga sama aku Sof? tanya Ido lagi
dan lagi-lagi kepalaku mengangguk
"sial kemana suara gue?bibir gemeteran gini"
" Sof serius? Sofiiiie?" Ido histeris menggoncang tubuh ku sambil menatap penuh harap
"iya" jawab ku malu-malu
" iya apa? iya kamu suka sama aku juga? tanya Ido tidak percaya
"uhmm. jawab ku di sertai anggukan
Ido langsung memegang tangan ku dan mencium nya
" Sofie I love u" ucap Ido
" love u too" jawab ku entah setan apa yg ada di otak ku, hingga ku jawab begitu.
hanya yang kurasa bahagia dan debaran jantung yang tak beraturan saat ini
" sofi hari ini kita jadian ya. aku sayang kamu Sof" ucap Ido berbinar yang ku jawab anggukan
bel pelajaran selesai. kami bergegas ganti
pakaian dan bersiap pulang
ku lihat Ido memperhatikan ku dengan senyum mengembang
God ,sejak kapan manusia itu jadi manis banget sih.
masih gak percaya klo hari ini kami resmi pacaran
aku masih membereskan buku dan anak bebek menghampiri ku
" Cepet Sof. mulut gw dah sepet mau ngerokok " ucap Juki
"
yoi sama" tambah Aman
"Kalian duluan aja ntar gue nyusul mau ke kantin dulu beli es teh manis haus bener " jawab Sofie sambil merapihkan bukunya
Tak ku perhatikan jika Ido masih di kelas menungguku.Ido masih duduk manis di bangkunya,setelah anak -anak bebek keluar
kelas sudah sepi, hanya ada aku dan Ido,
ia menghampiriku
" kok kamu msh di sini? tuh anak-anak udah duluan"
" aku kan nunggu kamu sayang. jawab Ido dengan senyum mengembang
"aih manis banget cwo gw, bisa diabet nih lama-lama di senyumin dia trus" batin Sofie dalam hati
Ternyata ku perhatikan lebih jelas, Ido punya sepasang mata yag tajam dengan bulu mata lentik, (gue aja kalah ahahhah) , hidung yang mancung, bibir tipis yang merah karena dia gak merokok , serta lesung pipit yang menghias senyumnya. serta tubuh yang tinggi tegap (maklum doi hobby basket)
aku di samping nya hanya sedadanya. serasa jalan sama bodyguard
"jangan mandang wajah ku terus, nanti kamu tambah cinta loh" godanya
"ups sial lupa... ngapain gue liatin muka dia gak berkedip bikin malu.tapi asli muka nya ganteng banget" Sofie memaki dalam hati
"sayang kan katanya haus?ayok nanti kantin keburu tutup" ucap Ido menyadarkan ku
eh dia panggil sayang
seeeerrrr jantung gw langsung loncat-loncatan kaca bola bekel
selaw jantung duh seneng banget denger nya
" Yank ayo kamu malah bengong" tegor Ido
" Eh iya... yoookk jawab ku sambil setengah berlari yang di ikuti Ido dari belakang