Rate 18+
Cinta hilang sebelum ada
Cinta mati sebelum tumbuh
Cinta pergi, dan tak tahu kapan cinta itu kembali
Di saat hati mulai berpaling, sang cinta kembali hadir dengan wajah yang sama, nama yang sama, tubuh yang sama, namun dengan sikap serta sifat yang berbeda.
Disaat cinta mulai berkiblat, di sanalah mereka mulai berjuang!
Berjuang mempertahankan cinta yang sempat hilang.
SEQUEL Dari 'PAK PENGHULU,NIKAHI AKU!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghantui
"Sialan!"
Cengkraman tangan di stir mobil mewah itu semakin erat, raut wajahnya terlihat sangat gelisah dan frustasi.
"Kenapa aku tidak bisa melihatnya menangis? ada apa denganku? bukannya aku tidak mengenalnya. Lalu kenapa aku-, aakhh sial sial sial!"
Umpatan demi umpatan terus saja keluar dari mulutnya, bahkan untuk menyadari sesuatu saja dia tidak mampu. Otak yang ada didalam kepalanya, sama sekali tidak mengingat masa lalunya. Hanya nama Arion Rimba Ranaspatih yang dia ingat saat tersadar dari komanya.
Koma selama 6 bulan lamanya membuat Arion seperti orang yang baru saja dilahirkan. Tidak ada memori di otaknya, selain nama Arion Rimba Ranaspatih yang secara tiba tiba terlintas disana.
Aisya
Nama itu tidak pernah ada didalam memori otaknya- namun Arion merasa tidak asing dengan nama itu.
"Aaakhhh!" erangnya, saat Arion merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.
Ini sering terjadi padanya saat Arion berusaha mengingat masa lalunya, kepalanya akan merasakan sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu seakan membuat kepalanya terasa pecah, berdenyut seperti tertusuk ribuan jarum tajam.
*C*iiitt...
Gesekan antara ban mobil dan aspal panas tidak dapat di hindari lagi, saat Arion menginjak rem mobilnya kuat. Pria berambut gondrong itu tidak kuat untuk menahan rasa sakit di kepalanya. Arion meremas rambutnya kuat, dia tidak peduli kalau nanti kulit kepalanya akan sakit.
Jalanan terlihat lenggang tidak ada satu kendaraan pun yang lewat, sedangkan Bisma dan Fariz sudah kekantor terlebih dahulu- atas perintah Arion sendiri. Meninggalkan Arion yang tengah merintih kesakitan didalam mobilnya- sendirian.
Hingga akhirnya, rintihan yang Arion keluarkan perlahan meredup. Sepertinya Arion tertidur, atau bahkan saat ini dia tidak sadarkan diri.
🦁
🦁
🦁
'Abang janji bakalan ngejagain Ais,'
'Kalau Shaka atau Bang Rimba belum jemput, jangan keluar dari kelas, oke,'
'Apakah aku harus menikahi mu terlebih dahulu, Aisya?'
'Bang Rimba jangan deket deket, nanti Ayah marah!'
'Bang Rimba lihat, Ais tadi bikin kue sama Bunda. Ais buatin khusus buat Bang Rimba, cobain ya,'
'Lepaskan! kalian mau membawa aku kemana?'
'Aisya, Maafin Bang Rimba,'
'Aisya, maafin Bang Rimba,'
'Aisya, maafin Bang Rimba,'
Kedua mata Arion terbuka, pria itu mengusap wajahnya kasar. Satu tangannya memijat kecil pangkal hidungnya- saat merasakan kepalanya sedikit berdenyut, tapi tidak separah tadi. Keringat dingin pun mengalir dari pelipis dan area lehernya.
Arion menghela napas kasar, dengan lemas dia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. Kepalanya semakin berdenyut kala Arion memaksa untuk mengingat mimpinya tadi. Mimpi yang selalu hadir menghantuinya selama 2 tahun belakangan ini.
"Aisya?" gumamnya.
"Siapa kamu sebenarnya? kenapa aku sama sekali tidak bisa mengingatmu." sambungnya.
Denyutan di kepala Arion mulai menghilang, membuat dia kembali menyalakan mesin mobil. Arion sempat berdecak saat melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 13. 15- berarti hampir satu jam lebih dia tidak sadarkan diri, dan itu sudah terbiasa untuknya- saat Arion berusaha untuk mengingat masa lalunya.
Tanpa menunggu lagi Arion segera melajukan mobilnya, tujuan utama dia saat ini adalah rumah Kakeknya. Orang yang pertama kali Arion lihat saat dia sadar dari koma, orang yang merawatnya dan memberikannya pendidikan tinggi, orang yang selalu mengatur alur hidupnya- walaupun Arion tidak suka tapi dirinya tidak bisa membantah. Orang yang mengaku sebagai Ayah dari Almarhumah Ibunya, orang yang membuat dia menjadi pria arogan, angkuh, otoriter, penuh obsesi dan tidak pernah mau dikalahkan oleh siapa pun.
Apa lagi setelah kematian cucu angkatnya- Sang Kakek semakin menjadikan Arion layaknya robot berbentuk manusia. Semua aspek kehidupan pria itu Sang Kakek lah yang mengaturnya, memanfaatkan keluguan serta kekosongan hati serta otak Arion.
**YANG KEMAREN KOMEN MAU YANG KEKAR MACHO, NAH UDAH KU SPIL GAMBAR VISUAL ARION AKA RIMBA YA
KURANG MACHO APA LAGI**
NOH MELEK MELEK TUH MATA WKWKWK
efek kebanyakan nonton anime
pas gk ada aja baru terasa...
merebut darimu? gk salah ngomong?
Rimba milik Aisya sedari zaman masih ingusan
yg dipikirin harta harta dan harta terus...
toh gk punya cucu lagi loh situ tuh 😜
jadi bang Shaka ngincer gadis berhijab temennya Aisya 🤭
dikekepin mulu