NovelToon NovelToon
Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:449.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rasti yulia

Dibuang bak sampah, dipungut bak berlian!!


****

"Jadilah pacarku! Jika suamimu bisa berselingkuh di belakangmu, kamu pun juga bisa melakukan hal yang sama. Aku akan membantumu."

****

Kehidupan Lingga Sari Andini seketika berubah setelah pertemuannya dengan seorang pemuda yang ia temukan terdampar di tepian sungai yang tidak jauh dari kediamannya. Ia yang baru saja pulang dari berkeliling berjualan jamu, terpaksa harus menyelamatkan pemuda itu terlebih dahulu.


Namun siapa sangka setelah pertemuannya ini justru menyeretnya ke dalam pusaran rasa dan peristiwa yang tidak pernah terbesit di dalam pikirannya.

Kehidupan seperti apakah yang sebenarnya dijalani oleh Lingga? Dan bagaimanakah akhir ceritanya dengan sang pemuda?


Ikuti saja ya ceritanya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Baru Pulang, Pergi Lagi

Lingga menurunkan tenggok yang berisi botol-botol jamu dari punggung. Meletakkannya di atas amben (balai-balai dari bambu yang biasa untuk duduk santai bahkan ada yang dipakai untuk tidur) dan mengeluarkan botol-botol jamu yang sudah tandas tanpa bekas itu. Berjalan ke belakang untuk mengangkat jemuran dan beberapa macam empon-empon mulai dari kunyit, jahe, sereh, kencur dan lain sebagainya. Empon-empon itulah yang nantinya akan ia gunakan sebagai bahan dasar untuk membuat jamu. Kunyit asam, beras kencur, pahitan, cabe puyang, kunci suruh, uyup-uyup, sinom, kudu laos, itulah variant jamu yang dijual oleh Lingga.

Lingga membuka tudung nasi. Terlihat ikan asin, tempe goreng dan sayur bayam yang pagi pagi tadi ia tinggal untuk sarapan sang suami masih utuh belum tersentuh sama sekali. Wanita itupun hanya bisa membuang napas sedikit kasar.

"Ternyata mas Heru tidak makan sama sekali masakanku ini. Hah, apa yang membuatnya tidak mau makan masakanku?"

Lingga sibuk bermonolog lirih. Ia ambil sendok makan, mencicipi sayur bayam yang ia masak dan mencicipi lauk yang tersedia. Dengan penuh penghayatan Lingga merasakan rasa masakannya ini. Mencoba mencari tahu, apa mungkin masakannya ini tidak enak sehingga membuat sang suami tidak sudi memakannya barang satu suap saja.

"Enak. Tapi mengapa mas Heru sama sekali tidak makan? Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa dia seakan tidak mau untuk menyentuh semua yang aku berikan?"

Lagi-lagi Lingga terjebak dalam pikirannya sendiri. Pertanyaan demi pertanyaan berputar di kepala seakan menuntut untuk ditemukan jawabannya. Namun tetap saja hanya kebuntuan yang ia dapatkan. Sepersekian menit Lingga nampak hanyut dalam pikirannya sendiri namun setelah itu kesadaran dapat ia rengkuh kembali saat teringat bahwa masih banyak yang harus ia kerjakan. Bersih-bersih rumah, memberi makan ayam dan mengisi bak mandi.

Lingga biarkan saja sayur dan lauk itu teronggok di atas meja. Ia lanjutkan pekerjaannya dengan memberi makan ayam dengan campuran nasi aking dan bekatul.

Riuh suara ayam terdengar saat Lingga memasuki sebuah lahan yang tidak terlalu besar yang sudah dipagari oleh jaring-jaring. Dengan cara seperti itu ayam-ayam peliharaan Lingga bisa bebas berkeliaran tanpa khawatir lepas ataupun melarikan diri. Sedangkan di sudut lahan ada pranjen yang memanjang dan diberi sekat sebagai tempat ayam betina mengerami telurnya. Seakan paham bahwa mereka akan diberi jatah makan oleh si pemilik, puluhan ayam mulai dari ayam jago, ayam betina dan ayam dere (masih remaja) berlarian ke arah Lingga. Tidak sabar untuk segera menikmati santap sore mereka.

"Sehat-sehat dan cepat besar ya kalian semua. Agar nanti aku bisa memiliki peternakan ayam kampung besar sekaligus menjadi pengusaha jamu tradisional yang bisa masuk ke pasar internasional."

Seakan mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Lingga, ayam-ayam itu mengeluarkan suara dan terdengar bersahut-sahutan. Hal itulah yang membuat Lingga tersenyum lebar. Mungkin dengan cara seperti ini ia bisa mengusir rasa lelah dan sepi. Ayam-ayam peliharaannya ini sudah seperti sahabat setianya yang selalu ada dikala ia kesepian karena sering ditinggal pergi oleh sang suami.

Sayup-sayup terdengar deru suara mesin motor yang berhenti depan rumah. Lingga yang memang sudah begitu menantikan kepulangan sang suami, ia tinggalkan begitu saja aktivitasnya memberi makan ayam dan bergegas ke halaman depan untuk menyambut kepulangan Heru.

"Mas, baru pulang? Mas Heru bersih-bersih dulu setelah itu aku bikinkan kopi ya."

Lingga mengulurkan tangannya untuk meraih telapak tangan Heru seperti seorang istri yang menyambut kepulangan sang suami dengan mencium punggung tangannya. Namun sayang seribu sayang, Heru justru menepis uluran tangan Lingga.

"Tidak perlu. Aku hanya pulang sebentar untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Setelah ini aku akan pergi lagi."

Dengan ketus dan memasang wajah jengah, Heru menanggapi ucapan Lingga. Hal itulah yang membuat Lingga sedikit terperangah.

"Sampeyan mau kemana lagi? Bukankah baru saja tiba di rumah? Apa tidak ingin bersih-bersih badan dan makan terlebih dahulu?"

Heru hanya tersenyum sinis. "Tidak, masakanmu tidak enak. Lebih baik aku makan di tempat lain."

Tanpa banyak bicara lagi, Heru mengayunkan tungkai kakinya untuk bersegera meninggalkan Lingga. Terlihat, ia masuk ke dalam kamar dan mengambil sesuatu dari dalam lemari. Setelah itu ia kembali naik ke atas motor, menyalakan mesin dan pergi begitu saja meninggalkan halaman depan.

Sedangkan Lingga hanya bisa menatap punggung sang suami yang semakin lama semakin hilang ditelan oleh jalanan dengan tatapan nanar. Seakan tidak mampu untuk berucap, hanya ada senyum getir yang seakan menjadi sebuah isyarat bahwa ucapan Heru sungguh sangat melukai hati dan perasaannya.

Baru pulang, pergi lagi. Apakah rumah ini hanya sekedar tempat untuk menyimpan pakaian dan menyimpan uang?

.

.

. bersambung...

1
Nggenk Topan
kurang panas thorr 😀
Nggenk Topan
Luar biasa
......Maiko.....
makin seruuuu lanjut
......Maiko.....
mungkin anunya Heru bermasalah 🤭GK mau tanggung malu,jdi nyalahin isterinya bau ikan asin 👻🥴
Evi
setuju thoor tikungan sepertiga MLM itu sangat dahsyat
karena aq mengalaminya
Sulaiman Efendy
LO HIRUP DLU AROMA KWANITAAN NYA LINGGA, BAU IKAN ASIN NGGAK SEPRTI KATA HERU...😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
ANAK HERU. ATAU ANAK GENDERUWO TUHHH....
Sulaiman Efendy
KASIH SE CENG AZA, USH TULIS NMA, TULIS AZA DARI HAMBA ALLAH...🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
MSKI LINGGA JANDA, TPI JANDA BRSEGEL....
Sulaiman Efendy
BRRTI SAPTO NORMAL NYU...😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
TERLAMBAT, SAPTO GERCEP LAMAR AMBAR...
Sulaiman Efendy
JANDA SEMAKIN TERDEPAN, PERAWAN MMG MENAWAN, TPI JANDA SANGAT BRPENGALAMAN...😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
NIKAH DLU, BRU KAWIN NYU😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
WAHHHH, GK NYANGKA, GENTLEMEN JUGA SI SAPTO...
Sulaiman Efendy
BANYU KOQ JDI PRIA BODOH, KNP LO GK HAJAR TU SAPTO, KECEWA NYA SIH SAMA LINGGA, KNP GK TEGAS SAMA SAPTO..
Sulaiman Efendy
KLO KTELAN TU CINCIN KN BAHAYA....
Sulaiman Efendy
LO CIUM AZA TU LINGGA DIDEPAN SAPTO..
Sulaiman Efendy
OSKADON, PARAMAEX, BODREX MANA, KASIKN KE SAPTO TUHHH...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA HAK SAPTO DGN LINGGA, APA LINGGA PERNH MNERIMA SAPTO, ATAU MNERIMA LAMARAN ORTU SAPTO...
Sulaiman Efendy
SEK ASEKKKKK... SEMOGA HUBUNGN MREKA DIRESTUI YG MAHA KUASA HINGGA KE PRNIKAHAN KELAK..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!