NovelToon NovelToon
Temptation

Temptation

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cintapertama / Tamat
Popularitas:642.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noah Arrayan

"Aku pernah membaca sebuah deretan kata yang mengatakan bahwa Menikahi laki-laki cuek adalah setengah dari penderitaan hidup.
Aku sepenuhnya setuju pada pernyataan itu" - Adhara Cellia.

Kehadiran cinta masa SMA nya semakin memperkeruh hidup Dara. Ia ragu mampu menahan diri dari godaan pria di masa lalunya dan mempertahankan pernikahannya yang memang telah rapuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Delapan

"Masak apa, wangi banget" tubuh Dara menegang saat Rey melingkarkan tangannya di perut dan meletakkan kepala di pundak nya yang sedang sibuk memasak mie instan.

"Le-lepasin Rey" Dara berusaha melepaskan diri dari kungkungan pria itu.

"Diam Cell, kamu kenapa ninggalin aku sih" Tadi mereka sempat tertidur, saat membuka mata Dara merasa lapar. Karena itu dia memutuskan pergi ke dapur meninggalkan Reynand yang masih terlelap.

"Aku lapar, kamu mau aku masakin mie juga?" Dara pasrah karena Rey sama sekali tak melonggarkan pelukannya.

"Mau" Dara meremang saat tiba-tiba Rey mencium lehernya.

"Tunggu di meja makan, aku nggak leluasa gerak kalo kamu nya kayak gini terus Rey" Dara takut Rey semakin tak bisa mengendalikan diri, lebih takut lagi jika ia tak mampu menolak apa yang akan Rey lakukan padanya.

"Jangan lama-lama" Reynand mendaratkan kecupan di pipi Dara sebelum pria itu melepaskan tangannya dan beranjak menuju meja makan.

Dara memegangi dadanya, ia berusaha mengatur nafasnya sebelum melanjutkan memasak satu bungkus mie instan lagi untuk Reynand.

Setelah selesai memasak, Dara berjalan membawa nampan yang berisi dua mangkuk mie instan ke meja makan. Melihat itu Rey dengan sigap mendekat dan mengambil alih nampan yang ada di tangan Dara. Terlalu lama diacuhkan Fabian membuat Dara begitu terpana dengan apa yang Rey lakukan, pria itu begitu peka dan peduli padanya.

"Loh kenapa malah diam di situ?" Reynand menatap heran pada Dara yang masih diam di tempat di mana ia mengambil alih nampan mie instan buatan Dara.

"Nggak apa-apa, aku cuma tiba-tiba kangen anakku" ucap Dara. Rey hanya tersenyum, ia menarik kan kursi untuk Dara duduki.

"Sabar ya, beberapa hari lagi kita pulang kok" Kening Dara mengernyit mendengar ucapan pria itu.

"Urusan kita uda hampir kelar kan Rey? lusa kita uda bisa pulang kayaknya. Besok tinggal survei terakhir" Dara tak ingin lebih lama lagi berada di sini, ia tau kontrol dirinya semakin menipis. Andai Fabian bisa lebih perhatian padanya mungkin Dara bisa membangun tembok yang kokoh agar Rey tak mampu mendekatinya. Namun sayang Fabian malah membuatnya semakin goyah, saat jauh begini jangankan untuk menelfon mengirimkan chat saja tidak. Hampir selalu seperti ini, Dara yang selalu menghubungi suaminya lebih dulu.

"Nggak Cell, kita di sini nggak cuma ditugaskan ngurusin proyek kantor. Masih ada yang harus kita lakukan" Rey terlihat begitu menikmati makanannya. Sementara Dara seperti kehilangan seleranya.

"Apalagi? kayaknya nggak ada perintah dari pak Hartono untuk kerjaan lainnya"

"Memang bukan pak Hartono yang minta, tapi aku?" Dara semakin dibuat bingung.

"Kamu?"

"Yah aku, lebih tepatnya permintaan dari seorang kekasih untuk bisa menghabiskan waktu berdua" ucap pria itu enteng.

"Sakit jiwa kamu Rey!" Dara menggerutu kesal. Reynand terkekeh, pria itu kembali menikmati mie instan buatan Dara dengan lahap hingga tandas.

"Abisin makannya Cell" Ucap Rey pada Dara yang hanya diam.

"Uda nggak selera, pokoknya besok sore aku mau pulang. Kalau kamu masih mau di sini terserah"

"Iya abisin dulu makanan kamu, setelah itu baru kita bahas lagi" Entah mengapa saat Rey sudah berbicara tegas seperti ini Dara tak berani membantah. Ucapan pria itu bagaikan mantra yang membuat Dara langsung patuh.

🍁🍁🍁

"Jadi beneran lusa mau langsung pulang? nggak mau beberapa hari lagi di sini? itung-itung liburan. Kita dikasih jatah 1 minggu loh Cell, masa cuma dimanfaatin 3 hari." Reynand mencoba membujuk Dara agar berubah fikiran. Sepertinya pria itu benar-benar ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan Dara.

"Aku nggak bisa ninggalin Dion terlalu lama Rey. Kalo bukan karena terpaksa juga aku nggak mau pergi, uda terlalu banyak waktu yang Dion lewati tanpa aku" Ucap Dara sendu.

"Ya udah kalo gitu, lusa kita pulang" Reynand menyerah. Melihat kesedihan di wajah wanita yang ia cintai selalu melemahkan nya.

"Bener ya Rey?" Dara berharap Reynand tak mencoba mengulur waktu.

"Harusnya kamu nikah sama aku aja Cell." Dara membuang nafas kasar karena Rey malah mengubah topik pembicaraan mereka.

"Aku capek banget bahas ini terus Rey, please jangan ungkit masalah ini lagi ya? Nggak akan ada habisnya. Mari berteman baik Rey, lupakan perasaan yang tak seharusnya. Tuhan tak menyatukan kita pasti ada maksudnya, mungkin aku dan kamu terlalu sempurna untuk bersama. Fabian dan Alexa lebih butuh kita untuk menyempurnakan hidup mereka" ucap Dara sambil tertawa di akhir kalimat.

"Pemikiran macam apa itu Cell. Sama sekali nggak masuk akal buat aku" Jika Dara bisa tertawa berbeda halnya dengan Reynand. Pria itu berulang kali menghela nafas seolah ia tengah dirundung sesak yang teramat menyiksa.

"Kamu yang salah Rey, kamu yang membuat semuanya jadi rumit seperti ini. Jadi sekarang nikmati saja buah kebodohan kamu di masa lalu" ucap Dara. Ia tak menyangka bahwa mengumpati Reynand seperti ini rasanya sangat membahagiakan.

Dara terkesiap karena tanpa ia duga Reynand meraih tengkuknya dan menyatukan bibir mereka. Pergerakan pria itu begitu cepat hingga Dara tak bisa mengelak. Dara memukuli dada Reynand, dan berusaha melepaskan diri. Saat-saat seperti ini Dara merasakan lelah yang berkali lipat. Ia lelah menghadapi sikap Reynand yang semaunya saja, ia lelah pada dirinya sendiri yang harus menolak sentuhan Reynand karena sadar akan statusnya sebagai istri Fabian, sementara hatinya diam-diam menikmati sentuhan dan menginginkan pria itu dengan amat besar.

"Itu hukuman karena kamu seenaknya mengatai ku tanpa perasaan Cell" Ucap Reynand sambil menyeringai. Pria itu begitu puas melihat bibir Dara yang memerah dan sedikit basah belum lagi tatapan tajam Dara dengan nafasnya yang terengah terlihat begitu seksi di matanya.

"Aku mengatakan yang sebenarnya Rey. Nggak perlu marah, kamu emang brengs*k." Balas Dara sengit.

"Aku suka kalo kamu lagi kesal kayak gini Cell, menggairahkan" Bisik Reynand dengan seringai mengerikan. Dara memundurkan tubuhnya menyadari bahwa dirinya sedang dalam bahaya.

"Jangan gila Rey" Ucap Dara dengan suara yang nyaris tak terdengar.

"Nyatanya memang aku tergila-gila padamu sayang" Reynand terus mendekat hingga Dara kian terdesak.

Dara mengutuki kebodohannya yang selalu saja terperangkap. Harusnya ia bisa menghindari Reynand sebelum pria itu menakutinya seperti ini.

"Reynand lepasin!!" Dara meronta ketika ia sepenuhnya berada dalam kungkungan lengan kekar pria itu. Reynand menggendong tubuh Dara dan meletakkan tubuh mungil itu ke atas pundaknya.

"Rey udahan becanda nya, kamu jangan gila. Lepasin aku takut jatuh!" Dara terus berteriak dan memukuli punggung pria itu.

"Sebentar lagi kamu akan merasakan pembalasan dari kekasihmu ini sayang!"

🍁🍁🍁

1
Sonia Putri
Dara..Daffa dan Raffa
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dysha♡💕
sukses buat author nya👍🏼
vicka luvasta
aku selalu suka karya karya mu Thor, alurnya bagus, sayang ini pendek episodenya
aryuu
rame
💟노르 아스마💟
serunya
💟노르 아스마💟
VANGKE!!!
💟노르 아스마💟
seriusan kh itu ...atau rencana alexa aja
ahhh mumet
💟노르 아스마💟
keterlaluan banget
Dewa Nara
terima kasih atas ceritanya Thor
Dewa Nara
makanya Rey, kamu mesti tegas sama Alexa
Dewa Nara
kayaknya Dara mau kabur nih
Dewa Nara
baru kali pasangan selingkuh dapat dukungan pembaca 😃😃
Dewa Nara
luar biasa...6tahun hanya dikasih nafkah batin
Dewa Nara
maunya apa sih si Rey ini
Dewa Nara
Rey kok gak tau diri ys
Fina Fitriani
bagus banget Thor..... sampai sedih bacanya,,perjuangan cinta yg berat dan endingnya memuaskan pembaca...... sekali LG aku suka ceritamu thor.singkat jelas dan padat tidak muter2 dan banyak bab💪💪👏👏😍
Kristina Veronica
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Rani Anggraeni
entahlah sesama wanita aq merasa lebih baik pergi dan mengurus anak sendiri meski ttp pakai baby sister dr pd hidup dgn lelaki menyengsarakanspt fabian
Dewa Nara: setuju, mending Dara cerai dari Fabian yg gak pedulian
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Suka ama Karya mu Thor, makasih ya.. Semoga sehat selalu dan sukses selalu ya thor..⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!