NovelToon NovelToon
Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Misteri / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.8
Nama Author: wilia

Khusus 21+.. tidak dianjurkan untuk bocil baru tumbuh, ya?! 😂
........

Di khianati sang kekasih, terkenal dengan rumor menakutkan dan buruk rupa membuatnya tak ingin keluar dalam ruangan sunyi yang selalu ia tempati.

Tak pernah bertemu banyak orang karna Trouma, apalagi sang ayah dan saudari laki-lakinya begitu bernafsu pada wanita itu. ketika ia ketakutan dan sudah lelah tapi ia tak bisa meninggalkan tempat terkutuk itu karna sang Ibu tengah terbaring sakit bertahun-tahun membuatnya pasrah disiksa masa muda.

Namun, ternyata Penderitaan hidupnya tak berhenti sampai disitu saja. ia kembali diuji dengan dipaksa menikahi pria tempramental yang sangat Misterius.

"K..Kau siapa?"

Seringaian iblis itu muncul setiap malam membungkus luka tubuhnya, ia terus digagahi oleh pria tak ia kenal. jika mentari bercahaya maka dia seakan menghilang seakan menjadi angin.

Sebenarnya, siapa yang telah menikahiku? kenapa setiap malam dia selalu digagahi oleh sosok menakutkan membuat ia selalu takut.

...
Silahkan tinggalkan jejak dan Likenya ya😊 Love You..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit hiks!

Kemban hitam pekat yang sangat Kontras dengan kulit putihnya yang berkilau, tak ada kesan gersang dan berminyak tapi begitu segar menguarkan keharuman bunga yang sangat membuai indra penciuman.

Rambut panjangnya di urai dengan Pita yang mengikat kepalanya menyisakan separuh poni dikening mulus itu, wajahnya didandani Natural tapi berkesan sangat anggun bak Dewi kesempurnaan yang memukau mata semua orang yang sedang berdiri dibelakangnya.

"Memangnya aku mau diapakan?"

Pertanyaan Sofea terkesan kesal, sedari tadi tubuhnya dilulur hingga berkilau belum lagi dengan aroma parfum yang diyemprotkan menambah wanginya, namun, Sofea tak suka wangi ini karna menurutnya terlalu pekat.

"Bisa kau diam?"

"Maaf, tapi sedari tadi kalian hanya diam. apalagi aku tak tahu mau memanggilmu apa?"

"Fu!"

"Apa?"

Tanya Sofea saat mendengar suara datar wanita berambut pirang dengan kulit putih pucat ini, ia menyeringit menatap cermin dihadapannya dengan bingung.

"Nama yang bagus! tapi, apa nama panjangnya?"

"Hanya itu!"

Wanita yang bernama Fu itu mengarahkan dua wanita yang berpenampilan khas Pelayan merapikan rambut panjang Sofea yang sangat cerewet. mereka kadang bingung karna tak biasa wanita-wanita yang dibawa kesini bisa banyak bicara. biasanya mereka hanya diam gemetar dan menjerit takut melihat rupanya yang menyeramkan.

"Fu! kau tahu, disini sangat angker!"

Fu hanya diam membiarkan Sofea menelisik kamar, sepertinya ia selalu merasakan ada sosok yang ingin berkomunikasi dengannya atau bermain, itu sebabnya sedari tadi Sofea terus melihat kesamping.

Prank..

"Shitt!"

Umpat Fu menatap tajam kilapan bayangan menjatuhkan Vas disamping Sofea, ada bayangan hitam sepaha orang dewasa yang terlihat menghilang seperti angin.

Semua itu semangkin membuat Sofea bingung, sebenarnya apa yang terjadi? dan ia dimana sekarang, setiap bertanya pada Fu maka wanita ini hanya diam memberinya tatapan membunuh.

"Apa kau siap?"

"Untuk apa? aku tak suka dandananmu!"

"Jaga bicaramu!"

Geram Fu mencengkram bahu Sofea yang meringis, seketika Sofea diam sesaat tapi mulutnya tak akan bungkam jika rasa penasarannya belum jua terungkap. apalagi ranjang itu kembali dihiasi melati dengan Seprey ranjang diganti menjadi Putih kembali, terkadang ia bosan memandangnya.

"Kau harus rela melepas jiwamu untuk Yang Mulia!"

"A..Apa maksudmu?"

"Dia akan datang! persiapkan tubuhmu."

Ucap Fu lalu mengisyaratkan dua pelayan itu untuk mengikutinya keluar kamar, pintu itu tertutup sendiri saat mereka sudah pergi dengan Gorden Balkon terseret rapat tak ada cela untuk melarikan diri.

"Ya..Yang Mulia, apa?"

Gumam Sofea tak mengerti, ia masih duduk diatas kursi riasnya menatap lurus kedepan. tak tahu apa hari sudah malam atau masih menyengat karna tak ada satu cahayapun yang masuk setelah kepergian manusia-manusia aneh itu.

Setelah beberapa lama bergelut dengan pemikirannya, Sofea mulai merasa pegal terus duduk diatas sini hingga kaki jenjangnya yang pulen melangkah menuju ranjang empuk dan nyaman itu.

"Apa Mama baik-baik saja?"

Gumam Sofea sendu, bagaimana keadaan Mama Netty sekarang? Juand dan Tuan Edgar pasti sangat murka karna Mamanya telah membantu untuk melarikan diri namun, terlalu disayangkan nasip Sofea tak seindah yang ia bayangkan. Sofea malah terperangkap dalam sebuah Dimensi aneh atau bisa disebut Suasana yang tak bisa ia tebak.

Whuss..

Angin kencang itu lansung masuk entah dari mana membuat Tirai bergejolak berguncang kuat, lampu juga mulai tersendat hidup mati membuat Sofea meneggang ditempatnya.

"Ke..Kenapa begini?"

Gumam Sofea mencengkram kuat selimutnya untuk membalut tubuh indah Sofea yang mulai dingin, mata Sofea liar mencari sumber angin yang memberontakan kamarnya.

Namun, tiba-tiba bunga melati dan di atas ranjang terhempas begitu saja dengan ringan kesembarang arah membuat tubuh Sofea gemetar beringsut kekepala ranjang.

"S..Siapa?"

Pangil Sofea beberapa kali menatap ke pinggir ranjang, ia mencium aroma Maskulin seseorang yang sangat harum dan segar membuatnya terdiam sejenak, aroma ini seakan membawa sebuah Keperkasaan dan Ketampanan yang bisa ia rasakan.

Brakk..

"Aaaa!!!"

Sofea melempar bantalnya ke Meja rias yang terjungkal kedepan sana tepat dihadapan mata Sofea, peralatan yang tadi digunakan untuk mempercantik diri seketika tergeletak jatuh kelantai dengan pecah.

Rasa takut Sofea meningkat derastis sehingga membuat ia kaku, ia merasakan tubuhnya tak bisa bergerak seakan dibelenggu oleh rantai tapi tak ada yang terlihat hanya kosong melompong saja.

"K..Kau siapa, hiks? aku..aku mohon jangan mengusikku!"

Grett..

"Uhukk!"

Sofea terbatuk saat lehernya ada yang mencengkram dengan kuat membuat tulang tengkuknya seakan mau patah, wajah cantik Sofea lansung pucat pasih berusaha memberontak tapi tubuhnya seakan ditanam keranjang ini.

"M..Maa hiks!"

Bayangan hitam yang berdiri didepan ranjang sana tampak hanya diam dengan aura keberadaan yang kuat sampai membuat Sofea sesak, kelam, dendam dan rasa marah bisa Sofea rasakan hingga kembali membuat hidungnya berdarah.

"K..Kau..Kau siapa?"

Tanya Sofea lirih dan sesak saat melihat seulat bayangan dengan tubuh kekar yang berdiri tepat lurus dengannya. mata sendu perlu perlindungan Sofea menusuk mata semerah darah itu dengan lama hingga membuat Pria itu melepas kepalannya membuat Sofea lansung terbatuk.

"Uhukk!!!"

Wajah pria itu masih terlihat meradang menatap Sofea murka tapi tak berlansung lama mata merah itu lansung berubah menjadi padam dengan kesadaran Sofea yang telah dikurung ke alam bawah sadarnya.

Whusss..

Angin itu kembali membelai membuat Visual Misteri tadi perlahan terbentuk, mata biru setajam Singa serta hidung mancung dengan khasnya. ada tatapan aneh saat melihat wajah pucat Sofea yang sudah tumbang diatas ranjang karna telah ia kunci disebuah ruangan kegelapan miliknya.

"Siapa?"

Gumam pria itu saat merasakan tak asing dengan wanita ini, apalagi ia tak seperti biasa yang selalu murka setiap memenggal nyawa para korbannya.

Namun, amarahnya kembali meruak saat mengingat penghianatan seseorang. ia sangat membenci yang namanya wanita yang pernah menjatuhkan hidupnya hingga sekarang Spesies itu sudah asing baginya.

"Kau pasti mempunyai sihir seperti Bangsa kawananku!"

Gumamnya mendekati Sofea dengan pelan penuh waspada, wajah Sofea ditutupi helaian rambutnya yang ditiup angin saat Tubuh gagah dan kekar itu mendekat dengan aura membunuh yang keras.

"Manusia hina, wanita tak ada yang memberi Cinta dengan tulus. Kau hanya racun di Duniaku!"

Pria itu kembali mengepal tangannya membuat raut wajah Sofea kembali menyeringit, gejolak angin kembali berputar ganas menerbangkan semua barang di kamar ini sementara Sofea ia mulai mencengkram sepreynya saat kembali merasakan ada yang menggerayainya.

"M..Ma hiks, Maa!!!"

Jerit Sofea keras menahan *******, **** ************* terasa dihisap oleh sesuatu dan sangatlah nikmat tapi Sofea masih setengah sadar tak ingin larut dalam semua ini.

Namun, ia juga wanita normal karna rasa, dan belaian ini sangatlah mencumbu titik terawan tubuhnya. gerakan erotis Sofea yang gelisah menghapit pahanya menahan gairah membuat Pria itu tak fokus dalam mengambil semangat wanita ini, ia berusaha fokus dalam ritual pengambilan roh tapi sayang suara Sofea mulai meresakan.

"Akhh, mmm!"

"Shittt!"

Ia melepas kepalannya seraya membuka mata, seketika wajahnya berubah kosong saat melihat Kemban Sofea yang tak lagi terikat sempurna membuat separuh dadanya menyembul sekal menyesakan.

Pesona tubuh wanita ini membuatnya mulai kehilangan akal sehat, matanya hanya tertuju menelisik lekuk tubuh Sofea yang mulai membelai dirinya sendiri karna tak tahan akan aura Keperkasaan yang ada didalam alam bawah sadarnya.

Air mata Sofea terus mengalir, ia ingin keluar dari semua ini tapi seakan ia dikendalikan oleh sesuatu sampai Sofea merasa jijik dengan mulutnya yang terus mendesah.

Whuss..

"Engahhmm!"

Sofea mencengkram lengan kekar pria itu karna hembusan angin itu mulai menggerogoti tubuhnya, wajah tampan pria itu lansung merah meradang panas dengan deru nafas yang menguat.

"Kau ingin aku membantumu melepas ini?"

"T..Tolong hiks!"

Lirih Sofea gelisah terus menarik lengan pria itu mendekatinya, tanpa pikir panjang sesosok misterius itu lansung mengungkungnya dengan raut wajah terpesona tapi bercampur kemurkaaan. ia akan menghancurkan semangat hidup wanita ini sampai tak ada yang bisa memberinya kehidupan.

"Kau memang mengujiku!"

Tiba-tiba Kemban itu lansung terlepas begitu saja membuat tubuh polos Sofea lansung membakar kejantanan sang Dewa Penguasa itu, ia lansung melepas pakaiannya tanpa menyisakan satupun helai yang menutupi hingga aura kedua tubuh itu menyatu tapi belum padu satu sama lain.

Cetasss...

Suara petir diatas sana menggelegar saat tubuh Pria itu mengungkung Sofea yang lansung mencengkram kedua lengan kekarnya, wajah Dewa kesempurnaaan itu lansung mencengkram kuat dada sintal Sofea membuat suara pekikan keras kesakitan. Permainana kasar pria itu seakan menyiksa batin Sofea yang menjerit sakit disetiap cumbuan yang diberikan.

Seakan pria ini mencumbunya penuh kemarahan sampai melakukan penyatuan tanpa persetujuan Sofea sekali hentakan saja.

"Sakittt!!! hiks!!"

Sofea memberontak saat pria ini tanpa rasa iba mengagahinya dengan kasar, darah itu keluar membasahi seprey dengan isak tangis pasrahnya yang meredam sakit.

Sakit hiks, aku..aku mohon hentikan!!!

Tapi sayangnya pria itu sudah larut dalam pertempuran kasarnya, ia tak sadar kuasa tubuh Sofea malah menghisap semua kesadarannya hingga ia hanya menikmati tanpa tahu kalau wanita itu sudah menjerit kesakitan.

....

Vote and Like Sayang..

Maaf ya sayangku.. Author mulai nggak teratur Up soalnya banyak Tugas😩

1
Faa Ra
semangat author teruskan lah karya" kmu jgan dengerin para haters yg nga pahaman
Iyhen Asmara waruwu
demi tuhan kalo si ard mati beneran aku ga mau lagi baca ini novel ke 2 kalinya😭😭😭
Zana Putri Zakhira
walaupun di awal cerita membingungkan kn.. tpi kerreen di akhir tk lupa Heppy ending nya...❤️❤️❤️
Zana Putri Zakhira
aaaa.... akhir nya Heppy ending..
padahal awal nya..
aku kurang ngerti dengan jalan cerita nya, serta penulisan yg agak kacau..
tpi tetap di teruskan sbb sangat suka dengan karakter sofiea..
aaah smangat othor untuk menulis karya baru... 😍😘
Zana Putri Zakhira
ya Allah.. aku pikir otak ku yg cetek , hingga ngk ngerti cerita dng alur tingkat tinggi..
ternyataaa banyak yg Ra muddengggg...😂😂😂😂
Gladys Aira
good
jojo
Luar biasa
Lidya Yolanda
cerita dan kata" nya membingungkan ..
Amelia Harianja
kok sudah tamat?
Amelia Harianja
ard butuh meditasi di tempat lain untuk penyembuhan dirinya untuk beberapa lama
makanya dia tidak bisa bebas bertemu istrinya
Amelia Harianja
wow lord of the ring.. terkait karena nama anak sofea
Amelia Harianja
cints yg sangat bagus..
Amelia Harianja
😊 sedih nya. tpi ard kembali kok
Amelia Harianja
waduh.. bucin banget seh pasangan ini
Amelia Harianja
bagus banget ceritanya
Amelia Harianja
venelove. menjadi budak klan black cover
Amelia Harianja
authord Nya Masih SMa.. tpi bisa menulis cerita yg sangat luarbiasa..
kren habis
Amelia Harianja
inilah Yg Di takutkan ard Dia Yakut kehilangan Istri Nya.. Karena kehamilan Sofia
nebula portal Kuasa kegelapan
Amelia Harianja
mengulang kembali.. sangat bagus
Amelia Harianja
Sudan Dua... Kali back.. Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!