NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:942.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: mamie kembar

Al tak pernah mengira pertemuan nya dengan Chelsea, gadis kecil yang duduk di sebelahnya saat di pesawat berbuntut panjang. Gadis kecil itu sepertinya hantu yang terus saja mengikutinya.

Chelsea jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria kaku, dingin dan dewasa. Entahlah daya tarik apa yang dia miliki, yang pasti Chelsea menyukainya.

Pertemuan demi pertemuan tak sengaja terjadi, namun Al justru menuduhnya sengaja membuntuti pria itu, hingga sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah.

Penasaran? ikutin kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan

Chelsea melangkah masuk dengan menenteng tas belanjaan nya. Sebelum bertemu dengan Al dirinya sempat membeli beberapa buah dress dan sendal. Gadis itu meletakkan tasnya begitu saja di sofa, Ratna datang menghampiri putrinya yang terlihat berbeda dari sebelumnya.

"Kamu kenapa sayang?" tanya Ratna penasaran.

"Nggak ada Ma, Caca cuma capek." jawabnya tentu saja berbohong.

"Kok lesu amat, jangan bohong Ca?" lagi mama bertanya penuh selidik.

"Beneran Ma, Caca nggak bohong, tuh lihat belanjaan Caca, Ririn juga banyak banget yang di beli, hingga kaki Caca ikutan pegal." omelnya Pura pura menyalahkan sahabatnya.

"Beneran Ma, Caca nggak bohong. Mama kok belum tidur?"

"Mama nungguin kamu sayang, Papa juga belum pulang ada meeting katanya."

"Assalamualaikum,"

"Tuh Papa pulang, Papa...." Chelsea berlari dan memeluk pria paruh baya itu, menciumi pipinya dan bergelanyut manja.

"Sayang, kapan kamu pulang? kenapa nggak ngabarin papa sebelumnya?" tanya Baskoro

"Ih...nanya borongan, satu satu donk. Caca sengaja Pa, buat kejutan!" jawabnya manja. Dia masih bergelanyut manja hingga akhirnya Baskoro membawanya duduk di sofa.

"Kamu itu, sudah dewasa, masih saja kayak anak kecil." dia mencubit pelan hidung putri kesayangannya itu.

"Ih..Papa, bisa pesek hidung aku nanti." omel Caca.

"Papa sudah makan?" Ratna memotong pembicaraan antara anak dan ayah yang sedang melepas rindu.

"Sudah, tapi Papa masih ingin makan masakan mama." ucapnya pelan dan menatap mesra istrinya.

"Mama siapin dulu, ya." Ratna ke dapur menyiapkan makan malam.

"Gimana kuliahmu, sayang? lancar?" tanya Baskoro pada Caca.

"Alhamdulillah baik dan lancar, papa tenang aja."

"Baguslah kalau begitu, Papa senang mendengarnya. Kamu memang yang terbaik."

"Pa, boleh nggak Caca ke kantor kak Reno, selama Kak Rasya nggak ada?"

Baskoro menyipitkan matanya, pertanyaan aneh, untuk apa putrinya datang ke kantornya.

Caca paham arti tatapan papanya, "Caca cuma mau lihat lihat aja, sekaligus belajar, Caca kan lagi kuliah, boleh donk lihat langsung dunia kerja walau hanya sebentar, karena liburan Caca cuma dua Minggu, boleh ya Pa! daripada Caca bosen di rumah aja."Rayunya.

"Ehm...boleh, tapi ingat jangan aneh aneh dan jangan buat Reno pusing, kamu hanya tamu dan datang untuk melihat bukan mengacau,"

"Siap Bos." jawabnya penuh bangga. Caca juga mendaratkan ciuman di pipi Papanya.

"Makanan sudah siap, Ca, Pa, ayo makan!" terdengar suara Ratna memanggil. Keduanya segera bergegas ke ruang makan untuk makan malam.

Selesai makan Caca masuk ke dalam kamarnya, dia membuka tas belanjaan nya, dan pada tas terakhir dia lagi lagi terkejut mendapatkan kemeja pria berwarna navy. "Kenapa ketukar terus sih!" ucapnya pelan.

Caca terus membongkar dan mencari lingeria berwarna hitam yang sengaja dia beli untuk dia berikan kepada Akila sebagai hadiah pernikahan darinya, karena dia pikir dia tidak mungkin menemukan kembali kopernya.

Caca terduduk lesu, kenapa aku selalu saja sial,ada aja yang terjadi saat bertemu dengan om Gi. Hem...

Caca membaringkan tubuhnya di kasur, pikirannya kembali menerawang saat pertama dia bertemu dengan Gibran.

Kamu tampan om, tapi kok jutek sih! kamu tahu nggak sih Om, aku tuh sakit hati dengan kata katamu, kau pikir aku mengejar ngejar dirimu, dan apa tadi om bilang aku wanita murahan yang sedang mencari om-om diluaran sana,

apa dia tidak tahu siapa aku! padahal banyak cowok yang ngantri buat jadi pacar aku..

akan aku tunjukkan padanya siapa aku sebenarnya, akan aku buat kamu tergila-gila pada pesona seorang Chelsea.

Tapi...

Om Gi sudah menikah belum? jangan-jangan dia sudah punya istri!

Apa jadinya seorang Chelsea suka sama suami orang, Oh No!!!!

Caca langsung bangkit, dan meraih benda pipih dari dalam tas Selempang nya.

Langsung membuka ponselnya dan mencari tahu siapa Gibran Al Habsi, dia ingat nama tersebut setelah membacanya di dalam map tersebut.

Namun dia harus kecewa karena dia tidak menemukan apapun. tampaknya aku memang harus minta bantuan kak Reno.

Caca langsung men dial nomor ponsel Reno.

"Ya, halo."

"Malam kak, ini Caca. Kak aku mau minta tolong, bisa nggak?" tanya Caca sedikit ragu.

"Ada apa Ca?" masih menjawab dengan suara datar.

"Ehm..Tapi kakak janji ya, jangan bilang ke kak Rasya."

"Tergantung, apa dulu masalahnya."

"Gini kak, temenku, si Ririn pengen tahu tentang Gibran Al Habsi, kakak bisa nggak bantu Carikan datanya, please ya kak. Dia minta bantuan ku, dan aku sudah menyanggupi nya." rayu Caca.

"Dimana kamu mengenalnya?"

"Aku hanya melihatnya di photo yang di tunjukkan Ririn, aku belum pernah bertemu dengannya." bohong Caca.

"Baguslah, kakak pikir kamu yang mengenalnya. Sebaiknya lupakan saja. Kakak sibuk. Selamat malam." Reno memutuskan panggilannya.

Huh!!! Caca menghembuskan napas kecewa. Usahanya gagal, dia tidak bisa merayu Reno.

Apa aku cari saja seorang detektif dan aku sewa. Ya... itu lebih baik. Jadi kakak tidak akan tahu, kenapa nggak kepikiran dari tadi sih! Besok aku akan menanyakannya pada Ririn.

Caca bangkit menuju kamar mandi, mengganti baju dengan piyama dan tidur.

...****************...

Al sudah tiba di apartemennya, dia langsung masuk ke dalam kamar dan tidur.

Matahari semburat muncul di ufuk timur. Al sudah selesai mandi, dia juga baru selesai menjalankan ibadah seperti yang selalu diajarkan mamanya dulu.

Sehebat apapun kita, setinggi apapun pangkat kita, semua akan terlihat sama dihadapanNya.

Pesan Zahra ini begitu melekat dihatinya dan selalu mendorongnya untuk sholat tepat waktu.

Hari ini Al akan mengunjungi neneknya, sebelum sore pergi menemui gadis menyebalkan itu.

Al akan mengunakan mobil nya yang sudah lama tersimpan.

Sebenarnya dia malas, karena dia merasa nyaman menggunakan taksi, apalagi dia hanya satu minggu disini. Tapi hari ini dia harus ke rumah nenek dan menemui Chelsea, siang ini dia juga akan menemui kliennya untuk meeting tahap awal rencana kerjasama mereka.

Al meraih paper bag yang tergeletak diatas meja, hari ini Al akan menggunakan kemeja itu, kemeja yang dia beli kemaren. Satu persatu tas dia buka namun belum juga menemukan kemeja biru yang dia pilih kemaren, hingga saat paper bag terakhir dia lagi lagi harus menahan kesal dan amarahnya.

Matanya nyaris keluar melihat benda yang dia pegang, seketika dia merasa jijik dan aneh. Cepat dia membuangnya dan memaki."Sial, lagi aku harus memegang benda sialan itu."

Al terduduk dengan wajah merah padam, Apa anak itu sengaja mengikuti ku dengan tujuan menggodaku. Ya, bisa jadi. Karena sejak di dalam pesawat dia terus menatapku, dan aku tahu itu hanyalah trik untuk menggodaku.

Berarti pertemuan kemaren dia sengaja, sial!!!

Al memungut kembali lingeria tadi dan memasukkan ketempatnya.Setelah itu dia membuka koper dan memasukkannya lalu mengunci koper tersebut dan membawanya menemui Chelsea.

...****************...

Kondisi nenek sudah membaik dan Al juga sudah bertemu papanya. Al memberanikan diri menyapa namun Zein tidak menjawab, dia seperti tidak menganggap Al ada disana. Bahkan dia segera pergi ke kantor dan meninggalkan sarapannya.

"Nek, Al pulang dulu ya, nenek cepatlah sembuh. Al janji akan segera mengenalkan nenek dengan Cintya."

"Nenek tunggu, jaga dirimu dan ingat pesan nenek, carilah istri yang bersedia mendampingimu dalam situasi apapun."

"Iya Al akan ingat nek."

Al berpamitan pada mamanya, hari ini Mikayla tidak datang berkunjung. Usia kandungan sudah memasuki bulan ke delapan dan dia sedikit kesulitan untuk banyak bergerak.

Mobil Al melaju menuju kafe tempatnya bertemu dengan gadis menyebalkan itu.

Al langsung memarkirkan mobilnya dan turun. Dia tidak membawa kopernya, nanti saja setelah ketemu aku akan mengembalikannya.

"Siang Om" Chelsea duduk di depan meja Al. Al bahkan tidak mengetahui kedatangannya karena sejak tadi dia memikirkan Cintya. Gadis itu tidak memberinya kabar apapun dan ponselnya juga tidak bisa di hubungi.

"Duduk."

"Mana koper saya?" tanya Al to the point.

"Om sebelum saya kembalikan kopernya, om harus minta maaf dulu pada saya. Karena Om sudah menuduh saya, Om salah, Saya ini gadis baik-baik, tidak seperti yang om tuduhkan. Saya tidak terima, pokoknya om harus minta maaf." omel Chelsea.

"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa, bocil?" ucap Al mengejek.

"Kopernya nggak akan aku kembalikan," ancam Chelsea.

"Terserah, kamu cuma buang buang waktu ku. Lagian isinya juga nggak penting lagi." Al bangkit dan berdiri.

"Tunggu Om, balikin kado saya. Sekaligus belanjaan saya kemaren."

"Tidak mau!" jawab Al dengan nada sedikit tinggi dan penuh amarah.

"Om, saya bisa melaporkan om ke kantor polisi dengan tuduhan pencurian."

Al berbalik, dia menatap jengah. "Lapor, saya tidak takut!" balas Al.

Caca menghentakkan kakinya menahan kesal. Dia mengikuti Al yang berjalan keluar dan saat Al membuka pintu mobilnya, chelsea berlari dan menahan tangan Al.

"Om, balikin kado saya. Jika Om mau isi koper saya yang lain nggak masalah, tapi balikin kado saya, itu jam tangan limited edition yang susah payah saya beli dengan uang tabungan saya, lagipula itu kado untuk kakak saya, please balikin!" mohon Chelsea.

"Bodo!"

"Om, please." ucap Chelsea memohon

Namun Al masa bodoh, dia memilih masuk dan duduk dibelakang kemudi, namun Chelsea nggak kehabisan akal, dia ikut masuk ke dalam mobil Al.

"Eh, apa yang kamu lakukan? Turun!' bentak Al

"Tidak, aku tidak akan turun sebelum om balikin kadonya."

Al menggeram kesal. Pria itu turun untuk membuka bagasi mobilnya, kemudian dia berjalan kebelakang dan mengeluarkan koper Chelsea. "Nih, sekarang jangan ganggu saya lagi." tutur Al kesal.

"Tunggu, saya mau lihat dulu, isinya ada nggak? bisa jadi om membohongi saya." tuduhnya lagi.

"Terserah, awas saya mau pergi." Usir Al. Lelah berdebat dengan anak kecil nyebelin ini.

"Tunggu, saya mau pastikan dulu, jika om tidak bohong. Buka Om" perintahnya tanpa ras canggung. Tangannya tanpa sadar memegang lengan Al.

Dan lagi Al harus menahan amarahnya, bisa-bisanya gadis kecil ini memerintah dirinya. Namun Al menahan emosinya, dia membuka koper tersebut.

"Sudah puas!" bentaknya saat kopernya terbuka dan jelas terlihat kado yang di sebutkan Caca tadi.

Chelsea tersemyum sumringah, "Ok, aku percaya. Tapi satu lagi, mana tas belanjaan aku semalam!" tanyanya lagi.

"Ada di dalam, sebaiknya kau periksa semua. Aku tidak mengambil apapun disana." tambahnya.

"Siapa lagi pria yang akan kau goda dengan lingeria seksi itu, tak ku sangaka masih bocil tapi kau sudah!'

Plak..

Chelsea menampar Al. "Om Jangan asal nuduh ya, memangnya salah seorang gadis beli lingeria. Apa om pikir semua yang pakai pakaian itu wanita murahan, dasar picik. Atau jangan jangan justru otak Om yang sudah korslet. Dan membayangkan apa yang ada dibalik lingeria itu. Oh ya, Kalau om yang pakai baru keren."

Chelsea meraih tas dan mengambil lingeria hitam itu lalu dia memasukkannya ke kepala Al. Setelah itu dia berlalu pergi dengan berlari tak lupa mengambil kotak kadonya.

Al sempat tertegun, seorang gadis kecil menamparnya, dan apa ini dia....

Al membuang lingeria di kepalanya dan menggeram kesal, bahkan jari jari tangannya mengepal dengan kuat. Dia benar-benar marah. Saat dia berbalik, Chelsea sudah masuk ke dalam mobilnya. Dan dengan santai dia masih sempat membuka kaca mobilnya serta menjulurkan lidah mengejek Al."Dah Om mesum" ucapnya mengejek.

"Sial, dia mengerjaiku! awas aku akan membalas mu gadis kecil. Seumur hidup belum pernah ada orang yang berani menghina ku seperti ini." ucap Al kesal.

Dia masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.

1
Juke Maria Lengkong
Luar biasa
Ana Botto Sekali
good
@ni
ceritanya gantung 😔
Astrid Rico
Luar biasa
Rae Shita Hp
Biasa
Rae Shita Hp
Kecewa
Aurora
Luar biasa
Aurora
takutnya randi nanti memberi minuman ke Caca di campur obat perangsang
Nazwah Nazwah
aku br mampir THN 2024, ni novel udh ada THN 2022🙈
sikepang
dh lama ditunggu2 up y.makasij mommy 🙏
🌹🪴eiv🪴🌹
hais, digantung sama author 😭
Mefri Yanti
ceritanya gantung🤔
erlin
aaaa😁AQ juga bahagia ca,,
mau tau gimana rasa nya,,sini Aq bisikin ca😅
juha Naning
lanjut tor
ibeth wati
kok ceritanya nggantung
ibeth wati
cerita yg bagus banget
siah
bgus
Sinar Mentari
bukan nya rendi itu yg ngejebak caca ya
uty
ceritanya bagusss dan ada greget nya jd ga terasa saat bacanya karena ceritanya ringan dan ga bertele tele
Kurnianovi
lah iya kok gada lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!