NovelToon NovelToon
IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

Status: tamat
Genre:Poligami
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: mamaperi

Sebuah situasi mendesak membuat Rey dan Aya menerima pernikahan yang sangat mendadak bagi mereka.

"Saya terima nikahnya Aya Humaira bin Zaki Mubarak dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai!" Satu tarikan nafas Rey telah mengesahkan wanita bercadar yang sama sekali tidak ia kenal.

Setelah kata "Sah" akhirnya Ayahanda dari Aya menutup matanya untuk selama-lamanya.

"Ini Uang, ini kunci mobil, ini kunci rumah, ini kartu kredit. Aku telah menuntaskan tugasku sebagai suami. kini giliran kamu untuk melakukan tugas kamu sebagai istri!" ucap Rey tanpa sedikitpun melirik Istrinya.

Aya masih terpaku membisu.

Rey menatap mata Aya dengan intens.
"Ku peringatkan, tugas kamu adalah perintahku. Aku akan menikahi wanita yang ada disebelah rumahku, aku harap kamu tutup mulut dan jangan katakan apapun pada keluargaku. Apa kamu paham!?"

Rey keluar sembari membanting pintu dengan sekuat tenaganya.

Aya tersungkur tidak percaya. pria yang sudah mengesahkannya kini akan mengesahkan wanita lain yang bukan lain adalah tetangga mereka.
Akankah rumah tangga Aya dan Rey Sakinah mawadah warahmah. Yuk simak ceritanya.

JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN "LIKE, KOMEN DAN VOTE" 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamaperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prasangka ...

Bintang nan rembulan telah menjadi saksi bisu dengan dua kalimat syahadat yang telah diucapkan Yunhi. Dengan perlahan Aya membantu Yunhi untuk mengesahkannya menjadi seorang muslimah.

"Alhamdulillah, selamat ya Saudariku. Bagaimana perasaanmu? Adakah rasa penyesalan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat?"

Diatas balkon, Yunhi tersenyum dan beranjak dari tempat yang ia singgahi. Yunhi berjalan sembari menatap bintang, ia memegang pembatas dengan erat. Ia memejamkan matanya untuk meresapi segalanya.

"Selama ini hidupku tidak jelas kemana arah tujuannya. Namun, aku merasa bersyukur karena telah mengenal kak Rey dan mbk Aya," ucap Yunhi sembari tersenyum.

Aya mengerutkan keningnya, sebuah pertanyaan terbesit dalam benaknya.

"Maaf sebelumnya, jika boleh tahu, dimana kedua orang tua kamu, Yunhi?"

"Mama dan papa telah tiada, sejak lama."

"Lantas, apakah kamu masih memiliki saudara?"

"Punya, aku memiliki seorang paman. Tapi dia selalu sibuk dengan pekerjaannya. Setelah lulus sekolah, untuk menunjang kehidupanku, ia membelikan rumah ini untukku."

"Lalu, jika boleh tahu, sejak kapan kamu kenal dengan A'ak Rey?"

"Emm,, dua bulan yang lalu. Ketika aku pindahan kerumah ini. Semua terjadi begitu saja," jawabnya dengan senyum manisnya.

"Apa! Jadi kalian ternyata baru mengenal selama dua bulan!? Tapi, kalian terlihat seperti sudah bertahun-tahun mengenal," ucap Aya merasa sedikit terkejut.

"Dia pria yang sangat baik mbak," jawab singkat dari Yunhi.

"Maafkan aku yang telah masuk kedalam hubungan kalian," ucap Aya merasa sangat bersalah.

"Hahaha, mbk Aya ini bicara apa. Semua terjadi begitu saja mbk, aku sama kak Rey belum lama saling bercurah kasih. Jangan merasa sungkan, aku senang karena istri kak Rey adalah mbk Aya."

Aya benar-benar merasa sangat kagum dengan kedewasaan Yunhi. Aya menghampiri Yunhi dan memeluknya.

Sentuhan hangat dimalam yang indah, membuat dua wanita yang baru kenal serasa telah berabad-abad menjadi sahabat.

"Mbk, aku yang seharusnya meminta maaf. Aku telah hadir dan mengganggu pernikahan mbk Aya dan kak Rey."

"Tidak papa Yunhi. Insyaallah aku ikhlas. Semoga kita dapat menjadi istri yang baik untuk A'ak Rey."

"Amiin ... Terima kasih banyak mbk Aya. Emm, sekarang kita istirahat yuk, ini sudah larut malam."

"Ayok ..."

Pukul dua dini hari. Yunhi yang melihat Aya telah memejamkan matanya dan terlelap dengan nyenyak, perlahan beranjak dari tempat tidurnya.

Yunhi berjalan kearah balkon dan kembali menatap rembulan. Handphone yang selalu ia bawa kini berdering.

Sebuah nama yang tersamarkan dengan huruf XXX.

"Hallo .."

"Bagaimana kabarmu ponakanku?"

"Paman, Kiana sehat," jawab Yunhi sembari mengambil sebuah bungkus rokok yang ia selipkan dibalik pot.

"Kapan paman boleh berkunjung?"

"Setelah paman memberikan semua warisan papah kepada Kia!"

"Hahha, nanti jika usia kamu telah 20tahun. Kamu juga akan mendapatkan kebebasanmu. Sebelum itu, jadilah anak yang baik dan penurut," jawab sang paman sembari mengembangkan senyumnya.

"Sangat menjengahkan!" ketus Yunhi.

Yunhi memutuskan panggilan secara sepihak. Ia menarik ulur batang rokok yang akan ia ambil dari bungkusnya. Ada sebuah keraguan, namun kecuhannya membuat kebal hati.

Dimalam yang terang benderang ini, Yunhi menghisap sebatang rokok dengan dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.

"Uhuk.. uhuk .." karena tidak berhati-hati, Yunhi tersedak oleh asap rokok.

"Sialan, dasar tidak berguna!" umpat Yunhi sembari menginjak batang rokok dengan kakinya yang kosong. Seperti manusia kebal, Yunhi sama sekali tidak merasa kesakitan ketika menginjak batang rokok yang masih menyala.

Mendengar ada sebuah gerakan, Yunhi langsung menyembunyikan bungkus rokok itu dengan gesit.

"Yunhi ..?" panggil Aya.

"Ah, iya mbak?" jawab Yunhi sembari melemparkan senyum manisnya.

"Sedang apa? Apa kamu sedang batuk?" tanya Aya.

"Ah, iya mbk. Tenggorokan aku sedikit sakit," jawabnya berbohong.

"Emm,,,aku buatkan wedang jahe, mau?"

"Tidak perlu mbk. Mbak Aya istirahat saja. Aku juga akan istirahat," ucap Yunhi sembari menghampiri Aya dan menggandengnya.

Aroma asap rokok Yunhi adalah bau buah-buahan, membuat Aya tidak mencurangi sesuatu. Aya mengira bahwa wangi yang ada ditubuh Yunhi adalah parfum beraroma buah apel.

..

Tepat jam adzan subuh, handphone Aya mulai menujukan suaranya menandakan bahwa waktunya sholat telah tiba.

Aya melihat kearah Yunhi berniat untuk membangunkannya. Namun setelah Aya perhatikan, ternyata Yunhi tidak ada tempatnya.

Aya mencari keberadaan Yunhi, ia berencana untuk mengajak Yunhi untuk sholat subuh berjamaah.

Dikamar mandi, di dapur, di ruang tamu, di balkon, semua tempat itu tidak terdapat sosok wanita yang Aya cari.

Aya menghela nafas berat dan mencoba untuk berfikir.

"Apakah dia berada dikamar A'ak Rey. Hmm, jika begitu biar sekalian kami sholat berjamaah," gumam Aya sembari berjalan menuju kamar Rey.

Tok ... Tok .. "Ak, Yunhi ,,,, kita sholat subuh berjamaah yuk?" panggil Aya dengan lembut.

Rey menggeliat mendengar suara yang dari balik pintu kamarnya.

Dengan malas Rey membuka pintu kamar.

Rambut yang acak-acakan membuat penampilan Rey sangat menggemaskan.

"Ada apa?" tanya Rey.

"Ah,?" Seketika Aya menundukkan pandangannya.

"Ada apa, ini masih sangat petang?" tanya Rey kembali.

"Emm, kita sholat subuh berjamaah ya, Ak? Tolong bangunkan Yunhi. Aku akan mengajaknya mandi taubat terlebih dahulu," ucap Aya.

"Yunhi? Bukankah dia tidur denganmu semalam?" tanya Rey.

"Loh, eem,,, awalnya memang iya, tapi setelah aku bangun dia tidak ada dikamar dan aku cari kemana-mana tidak ada. Aku pikir dia tidur bersama dengan A'ak," jawab Aya menjelaskan.

"Tidak! Dari semalam aku tidur sendirian," ucap Rey yang mulai merasa cemas.

"Astaghfirullah, lalu kemana perginya Yunhi?"

"Apa kamu sudah cari ke sudut rumah ini? Kita cari lagi," ucap Rey yang langsung mencoba untuk mencari keberadaan Yunhi.

Namun baru akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba Yunhi muncul dari belakang Aya.

"Sayang? Kamu darimana?" tanya Rey yang langsung memeluk istrinya.

"Aku tidak kemana-mana kak, aku ada diatas balkon tadi," jawab Yunhi dengan senyum manisnya.

Aya menatap intens ke arah Yunhi. Sudah jelas-jelas jika ia tadi tidak melihat siapapun diatas balkon.

"Ah, syukurlah, aku pikir kamu hilang. Oya, Aya akan mengajak kamu untuk mandi besar," ucap Rey.

"Apa itu mandi besar kak?" tanya Yunhi.

"Mandi besar ataupun mandi wajib adalah, untuk mensucikan tubuh dari hadast kecil maupun hadast besar. Karena kamu adalah seorang mualaf, maka dari itu sangat disarankan untuk kamu mandi wajib," ucap Aya.

"Apakah itu harus?" tanya Yunhi.

"Sebenarnya ini tidak wajib. Hanya saja selama ini kamu pasti belum pernah mensucikan diri dari hadast besar seperti, haid kan. Supaya lebih afdhol, kita sebaiknya melakukan mandi wajib."

"Tapi aku tidak tahu caranya?"

"Aku akan mengajarkan kamu, caranya sangat mudah. Seperti mandi pada umumnya, hanya saja dengan tatacara yang sedikit teratur dan ada niat didalamnya," jawab Aya dengan lembut.

"Baiklah, mbk Aya ajari aku ya."

"Dengan senang hati Saudariku ..."

Rey tersenyum lega. Ternyata beristri dua tidak serumit yang ia bayangkan. Rey merasa beruntung memiliki dua istri yang bisa saling mengerti dan memahami.

..

Kini barisan berjamaah telah tersusun rapi.

Aya menatap Rey yang terlihat sangat elok dengan sarung dan kopiahnya.

Aya yang masih setia dengan cadarnya, menggigit bibirnya karena perasaan cemas.

"Allaaaahu Akbar." Suara takbir telah Rey ucapkan pertanda sholat telah dimulai.

Yunhi hanya mengikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh Aya.

Suara Al-fatihah telah Rey lantunan dengan sangat merdu dan fasih.

Mendengar suara yang sangat damai, membuat Aya tidak dapat mendukung air matanya.

Aya beristighfar disela-sela bacaan doa sholat. Ia merasa berdosa karena telah berburuk sangka pada suaminya.

Ia mengira jika suaminya tidak terlalu pandai menjadi imam. Tak tahu cara melafalkan ayat-ayat Allah.

Nyatanya, suaminya terlihat seperti seorang yang sudah lama mendalami ilmu agama.

Salam akhir..

Rey mengangkat kedua tangan untuk meminta doa keselamatan.

Semakin Rey khusyuk berdoa, maka semakin deras pula air mata Aya.

Setiap hentakan dalam kalimat doa, Rey seperti faham dimana kalimat itu harus dipertinggi dan dimana hentakan yang harus selaras dengan sendu.

"Amiin allahuma amiin ..." Rey membalikan tubuhnya dan memberikan tangannya.

Rey memberikan tangannya kepada Yunhi, dan Yunhi dengan senang hati menyambut tangan suaminya dan menciumnya.

Kini giliran Aya. Seperti biasa, Aya akan menyibakkan cadarnya agar bibir dapat menyentuh punggung tangan suaminya.

Kali ini, cara Aya lebih lama. Ia membolak balikan tangan Rey secara bergantian, dari punggung tangan lalu telapak tangan dan lalu mencium punggung tangan kemabli.

Respon Rey terlihat biasa saja, seolah-olah ia sudah mengerti bersalaman dengan cara seperti itu.

..

Aya meminta izin untuk pulang kerumah Rey mengingat ia tidak membawa salin.

Aya keluar dari rumah Yunhi dengan perasaan yang tidak jelas.

Aya senang karena akhirnya madunya seiman dengan ia dan suaminya. Ia senang karena madunya begitu sangat polos dan baik, ia sangat senang karena ternyata suaminya adalah imam yang sangat baik dan bertanggung jawab. Namun, entah mengapa ada sebuah perasaan yang sangat mengganjal dalam hatinya.

Aya merasa ada sesuatu dirumah besar itu. Tapi entah apa itu.

Tak ingin berburuk sangka, Aya hanya bisa menyerahkan segalanya kepada sang pencipta.

..

..

..

.

...

..

Cerita ini hanyalah fiksi belakang. Tidak untuk menyingung siapapun dan agama apapun. Mohon maaf jika terdapat beberapa kata yang kurang berkenan. 🙏🙏

..

Jangan lupa dukungnya dan menangkan hadiahnya 💓💓

1
Marleni S
Aya cerai aja SM Rey br nikah SM Wisnu
Marleni S
semakin seru ceritanya 🤗
Titik Martiyah
ya Allah....sakir banget hati ini....semoga aya diberi kesabaran dan keiklasan.....aamiin....
Lina Suwanti
ga sah donk pernikahan Rey sm Yunhi karena dia Kiana kembarannya
Elok Pratiwi
buruk
Elok Pratiwi
cerita buruk
kavena ayunda
dasar jalang si.axelin
Diana Susanti
cerita bagus kak,,,emang benar tetap saja mereka berzinahnamanya kak
Puriah
cerai aja Aya
Puriah
yunhi wanita iblis,,
Yunerty Blessa
Saya sangat suka cerita nih..cerita nya berbeza dari yang lain.. sungguh terharu dan menitiskan airmata..tahniah kak thor 👍👍😘❤️
Yunerty Blessa: ya sama kasih 😘😘
total 2 replies
Yunerty Blessa
cerita nya sungguh mantap 👍👍 akhirnya Rey dan Aya kembali bersatu dan hidup bahagia..😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya Rey dan Ayah bersatu kembali.. tahniah buat kalian berdua
Yunerty Blessa
pasti Rey....
Yunerty Blessa
makin seru selanjutnya..
Yunerty Blessa
baca pun ikut terharu.. sampai menitiskan airmata.. sungguh sedih sekali Wisnu
Yunerty Blessa
Mora..kau juga penyebab mengapa sampai Wisnu begitu..Wisnu sudah mengatakan bahwa dia sudah menikah tetapi kau terlalu nekad
Yunerty Blessa
sedih sekali dengan keadaan Wisnu.. begitu tegar hati nya 😭😭
Yunerty Blessa
moga berjodoh ya Axe
Yunerty Blessa
kasian Wisnu.. moga cepat sembuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!