Diceritakan pada season “Their Love Story” bahwa pak Lutfi memiliki 2 orang anak perempuan bernama Lucy dan Kayla Azahra. Namun saat pulang dari acara pernikahan anak-anaknya Ai dan pak Chandra, pak Lutfi sekeluarga mengalami kecelakaan. Korban yang selamat dari insiden itu hanyalah anak-anak mereka yaitu Lucy dan Kayla.
Dalam novel ini mengkisahkan lika-liku perjalanan anak-anak pak Lutfi...
Kayla Azahra, gadis remaja berusia 19 tahun. Terpaksa harus berpisah dari kekasihnya yang juga merupakan gurunya sendiri (Rico) dan saat itu pula, Kayla bertemu dengan Jimmy, seorang Direktur muda nan sukses yang ternyata juga adik dari Rico.
Tak disangka-sangka ternyata jimmy juga sangat mencintai kayla dan menginginkan kayla untuk menjadi istrinya
Namun 3 tahun kemudian, Kayla dipertemukan kembali dengan Rico.
Rico yang sudah tahu semua jalan cerita yang sebenarnya, tiba-tiba ingin mengajak Kayla kembali berhubungan wlo Rico juga sudah tahu klo Kayla sudah menikah dengan Jimmy.
Lalu bagaimana Kayla menanggapinya? Apakah dia akan berpisah dari Jimmy dan kembali pada Rico? Kira-kira kepada siapa Kayla akan memberikan cintanya?
Kita baca yuk ceritanya..😙
Mohon maaf jika ada kesamaan nama dan tempat. Itu semua karena faktor ketidaksengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Beberapa saat setelah sampai di dalam kantor...
‘tok.. tok.. tok..’ pintu di ketuk dari luar
“Ya masuk.” Ucap pak Jimmy
“Pak, Rapat akan segera dimulai 5 menit lagi.” Ucap Bu Nia sekretaris pak Jimmy
“Baik bu. Saya akan segera ke sana sekarang.” Sahut pak Jimmy
“O ya bu, sebelum saya ke sana, saya minta tolong panggilkan Pak Doni ke sini.” Perintah pak Jimmy
“Baik pak.” Sahut bu Nia
Setelah menunggu beberapa saat, pak Doni pun datang..
“Hai Jim, ada apa kamu nyuruh aku ke sini?” tanya pak Jimmy
“Oh begini, aku mau minta tolong ke kamu, tolong jagain calon istriku ini ya sampai aku selesai rapat.” Ucap pak Jimmy
“Calon istri? Sejak kapan kamu punya calon istri?” tanya pak Doni penasaran
“Udah, nanti aja aku ceritain. Aku buru-buru. Tolong ya.” Ucap pak Jimmy tanpa memberi kesempatan pada pak Doni untuk menjawab
“Ni orang satu kebiasaan banget sih. Main pergi gitu aja.” Gerutu pak Doni sementara aku sedang serius nginput data yang tadi disuruh pak Jimmy
“Eh, maaf, aku boleh kenalan ga?” tanyanya padaku tapi aku tidak menghiraukankannya
“Hallo... Aku boleh tau namanya ga nih?” tanyanya lagi tapi aku masih saja tidak menghiraukannya
“Lha buju buset dah ni cewe’ satu. 11 12 dah sama si Jimmy. Klop, cocok. Ga heran kalo mereka berjodoh.” Gumamnya tapi aku masih bisa dengar
“Eh, maaf, tadi bapak ngomong sama aku ya?!” tanyaku yang baru sadar klo di ruangan itu ada orang lain yang sedang ngajak ngomong
“Gubrak.. Hadeuh...” gumam pak Doni
“Iya tadi aku nanya ke kamu, nama kamu siapa?” tanya pak Doni
“Oh, namaku Zahra. Bapak sendiri siapa?” tanyaku
“Kenalkan, namaku Doni. Aku sahabat sekaligus wakil Direktur di kantor ini.” Jelasnya
“Oo... Eh tunggu.. Tunggu.. Tunggu... Bapak wakil Direktur?” tanyaku dan diapun mengangguk
“Trus apa Direktur tidak marah klo bapak ada disini?” tanyaku polos
“Ngapain juga dia marah. Kan yang nyuruh aku disini tuh dia.” Sahut pak Doni
“Yang nyuruh pak Direktur?” tanyaku yang masih saja oneng
“Iya. Emangnya kenapa?” tanya pak Doni
“Berarti pak Jimmy juga deket banget ya sama pak Direktur?” ucapku polos
“Gubrak..” Tiba-tiba pak Doni yang tadinya duduk di bangku, sekarang jadi duduk di lantai
“Pak, bapak kenapa?” tanyaku heran
“Hadeuh Jimmy.. Jimmy.. Apa kamu ga salah pilih cewe buat jadi istri?! Kenapa oneng begini sih?!” gumamnya dalam hati
“Pak, bapak kenapa? Sini aku bantu bapak berdiri.” Ucapku sambil menolongnya berdiri
“Terimakasih.” Ucapnya setelah berdiri dan duduk di bangku lagi
“Kamu memang benar-benar ga tahu ya siapa Jimmy dan juga siapa Direktur disini?!” tanyanya
“Ga.” Sahutku singkat
“Oh ya ampun Jimmy.. Jimmy.. Anak orang tega lo mainin kaya begini.” Ucap Pak Doni
“Maksud bapak tadi apa ya?” tanyaku bingung
Saat aku sedang menunggu penjelasan dari pak Doni, tiba-tiba...
“Maksudnya kamu itu hanya dibuat mainan saja oleh Jimmy.” Ucap bu Wendy yang tiba-tiba saja masuk
Aku yang mendengar hal itu tiba-tiba sangat down dan frustasi.
“Jadi selama ini, apa yang dilakukan pak Jimmy itu hanyalah sebuah kebohongan saja?!” gumamku dalam hati
“Awalnya memang dia selalu seperti itu dengan wanita manapun yang dia mau. Tapi saat dia sudah puas dengan wanita itu, dia langsung membuang wanita itu jauh-jauh dari kehidupannya.” Tambah bu Wendy lagi
“Cukup..!! Aku bilang cukup..!!” teriakku dan pergi sambil menangis
Aku sudah ga peduli lagi. Aku sungguh sudah ga peduli lagi
“Nona Zahra, anda mau kemana?” teriak bu Nia namun tidak aku hiraukan
Mengetahui hal itu, bu Nia langsung melaporkannya pada pak Jimmy
“Pak, maaf mengganggu. Nona Zahra pergi, pak, sambil menangis keluar dari ruangan bapak.” Ucap bu Nia
“Apa?” tanyanya terkejut
“Ya sudah. Rapat hari ini kita akhiri dulu.” Ucap pak Jimmy yang langsung keluar dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Lanjut...👇