NovelToon NovelToon
Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sekar Laveina

Lara zavina, seorang owner cafe berperawakan tinggi, cantik, single. Suatu hari ia bertemu dengan seorang CEO berstatus duda beranak satu. Karena sebuah insiden, Lara yang nota bene seorang pengusaha cafe harus mau menjadi seorang pengasuh sang putri dari CEO itu.

Syahdan Azwar, sejak pertama melihat Lara, ia sudah jatuh cinta. Apalagi Serenia Azwar, putrinya, juga menyukai Lara. Syahdan pun menjadi berani mengejar cinta sang pengasuh cantik yang mengasuh putrinya. Karena Lara juga wanita penyayang dan baik, Syahdan merasa jika Lara pantas menjadi ibu dari anak-anaknya.

Apakah Lara mau menjadi ibu dari putri CEO yang dia asuh?
Saksikan kisah mereka disini ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Melihat yang tidak seharusnya

Lara tiba di rumah Syahdan dan segera mengetuk pintu. Syahdan membuka pintu sambil membawa Seren dalam gendongannya.

"Nah, itu pasti tante Lara. Yuk, kita bukain pintunya," ajak Syahdan pada Seren.

Saat Syahdan sudah membuka pintu, Syahdan menganga dan Seren yang tadinya masih terisak berubah tertawa.

"Haha .... Tante Lala lucu. Lambutnya acak-acakkan," ucap Seren dengan tawanya yang menggemaskan.

Lara ingat, jika dia baru bangun tidur, langsung lari tanpa cuci muka ataupun mandi. Rambutnya juga acak-acakkan. Saking khawatirnya pada Seren. Lara seketika menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

"Tante Lala, Selen mau bobo, tapi pengen dipeluk tante," pinta Seren pada Lara.

Lara membuka tangan yang menutup wajahnya dan meraih Seren dari gendongan Syahdan.

"Ayo, Sayang. Tante temenin Seren bobo, ya." Lara membawa Seren dan menemaninya sampai tertidur. Setengah jam kemudian, Seren sudah terlelap. Lara meninggalkan Seren dengan suara pelan agar tidak membuat gadis kecil itu terbangun.

Di ruang tamu, Lara melihat Syahdan sedang membaca majalah. Lara melihat dan memperhatikan pria itu dari atas sampai bawah. Dia memperhatikan wajah Syahdan dengan intens. Mata bulatnya memancarkan ketegasan dan bibirnya berwarna merah tua tapi tidak hitam. Sepertinya Syahdan bukanlah pecandu rokok.

Lara menghampiri Syahdan. "Mas, maaf, bolehkah aku pinjam baju ganti? Aku belum mandi dari siang, tadi aku lupa karena langsung bergegas kemari."

"Sesayang itu kamu pada Seren?" tanya Syahdan.

"Saya juga gak ngerti, Mas. Begitu mendengar Seren mencariku, aku tidak memikirkan hal apapun lagi," jawab Lara.

"Mandi dan gantilah bajumu di kamarku. Di sana ada baju almarhum mamahnya Seren," perintah Syahdan pada Lara.

"Baik. Saya permisi ke kamar kalau begitu, Mas." Lara berlalu ke dalam kamar Syahdan.

Setengah jam kemudian l, Syahdan baru sadar.

"Lara pasti tidak tau dimana aku menyimpan baju bekas Ranti. Sebaiknya, aku lihat ke dalam," pikir Syahdan.

Syahdan sampai di depan kamarnya dan membuka pintu. Syahdan terpana dengan pemandangan di hadapannya. Lara tidak memakai jubah mandi, tapi hanya memakai handuk. Dia berdiri membelakangi Syahdan, dia sedang mencari cari baju di lemari.

Syahdan menelan ludahnya. Dia melihat hal yang sangat menggoda imannya. Pundak putih Lara serta paha mulusnya membuat dia berpikiran liar.

*Syahdan mendekati Lara dan langsung memeluknya dari belakang, melingkarkan tangannya di perut Lara. Gadis itu terdiam dan bahkan membalas dengan mendekap tangan Syahdan di perutnya. Syahdan mencium pundak Lara.

Terdengar ******* kecil dari mulut tipis Lara.

Syahdan beralih mencium tengkuk Lara.

"Mas ...." ******* Lara semakin jelas.

Syahdan membalikkan tubuh Lara. Dan dengan segera, satu tangannya memegang pipi Lara, sedangkan tangan lainnya memeluk pinggang Lara.

Syahdan langsung mencium bibir basah Lara yang baru saja selesai mandi.

Lara melenguh sambil membuka mulutnya dan membalas ciuman Syahdan*

Dan ... lamunan nakal Syahdan buyar.

Saat Lara menoleh ke belakang dan menjerit membuyarkan imajinasi liar Syahdan.

"Ah! Dasar mesum! Cepat keluar!" teriak Lara.

Lara menghampiri dan mendorong Syahdan keluar. Gerakan mendorongnya membuat handuk yang dipakainya terlepas.

"Aah! Mas, balik badan sana!" Wajah Lara benar-benar merah seperti kepiting rebus.

Syahdan memutar badannya membelakangi Lara. Gadis itu segera memungut handuk yang terjatuh dan memakainya kembali.

"Mas ngapain masuk ke sini?"

"Saya cuma mau ngasih tau. Baju almarhum istri saya disimpan di koper, di lemari paling bawah," jawab Syahdan, memberitahu gadis itu sambil menunjuk ke arah lemari.

"Oh, maaf. Saya kira, Mas mau macam-macam," jawab Lara.

"Kalo diizinkan, boleh juga kalau macam-macam. Hahaha ...." Syahdan bercanda sambil berlari keluar kamar, lalu menutup pintunya

"Apa? Ikh! Mas mesum!" teriak Lara melihat Syahdan berlari keluar.

Syahdan bersandar pada pintu dan mengatur nafasnya. Hasratnya bangkit setelah melihat Lara tadi.

"Ah, sial! Si dede bangun lagi. Alamat olahraga di kamar mandi ini," gerutu Syahdan.

Lara selesai berganti baju, lalu membuka pintu. Syahdan yang masih bersandar di sana pun terjengkang, jatuh tertidur telentang di antara kedua kaki Lara.

"Mas!" teriak Lara. Kali ini ia benar-benar marah.

(Mampus, nih. Bakal runyam. Ah, mending saya pura-pura pingsan.) Syahdan bergumam dalam hati. Syahdan memejamkan matanya dan berpura-pura pingsan.

"Bangun, Mas. Saya, tau, Mas pura-pura. Cepat bangun." Sekali dua kali, Lara menyuruh Syahdan bangun, tapi Syahdan tetap diam. Lara mulai cemas, jangan-jjangan tadi, kepalanya menghantam lantai? "Aduh ... gimana ini?" Lara panik sendiri.

Karena para pembantu juga sudah tidur. Tidak mungkin, kan, Lara tega biarin Syahdan tergeletak di lantai. Meski masih sedikit kesal, akhirnya Lara membopong Syahdan ke kasur. Lara melingkarkan tangan Syahdan ke bahunya dan tangan Lara memeluk pinggang Syahdan. Ia membantu memapah laki-laki itu ke tempat tidur, lalu membaringkan Syahdan di sana.

Yah readers ternyata adegan muah muahnya cuma hayalan Syahdan haha

tunggu episode selanjutnya ta readers

hari ini aq up 3eps dulu smoga kalian suka

1
R'vina
Luar biasa
R'vina
loh ko .. 😶
R'vina
hayalan tingkat Dewa... kasian olahraga jari jariiii..😁😂
susi 2020
😂😂
susi 2020
🤣🤣
susi 2020
🙄🙄
susi 2020
😘😘
susi 2020
😎😎
susi 2020
🙄☺️🙄
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘
Umi Salsabilla
kok suster ikutan panggil mas si thort,harusx kan pak gitu panggilx ,g jelas banget suster itu
Umi Salsabilla
g usah becanda thort ntar ku santet online baru tau rasa
Umi Salsabilla
kenapa Asisten selalu gercep ya ketimbang Ceox ,,, rata2 pd lelet selalu yg dijadikan Andalan Asisten ajha terus ,,, Hheemmm 🤔
Umi Salsabilla
authort suka gt deh 😉
Tari Octora
sangat bagus
sendy kiki
bagus ceritanya
Novi Anjar
masa baru bertamu langsung disuruh masuk ke kamar tidur, enggak nunggu di ruang tamu
jusia ernita
akhirnya
jusia ernita
😭😭kok sedih
Sekar Laveina: siapin tisu, Kak 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!