NovelToon NovelToon
I Love You, Mbak Kunti

I Love You, Mbak Kunti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

follow Instagram ku... @Picisan_Imut94.

Bukan sebuah cerita horor, Kunti hanya julukan seorang pria yang pernah menjadi adik tingkatnya.

mata Kunia melebar, saat membaca ulang surat kontrak kerja yang sudah ia tandatangani itu. ia pun menoleh cepat menghadap Devano yang tengah menyandarkan bahunya di kursi dengan santai membalas tatapan bengis Kuni.

"ini jebakan namanya!" hentak Kunia.

"entah jebakan atau bukan, yang pasti kau sudah menandatanganinya. dan kau tidak bisa keluar dari perusahaan ini sampai batas waktu yang tertera di surat kontrak itu. kecuali jika kau mau membayar uang dendanya."

"Sial...!!" tangannya mengepal geram, terlebih saat melihat pria itu menyunggingkan separuh bibirnya tersenyum licik.

"Show time–" bibir Devano bergumam tanpa suara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

niatan untuk bekerja

Di jalan Sebelum masuk kedalam rumahnya sendiri. Kuni mengeluarkan ponselnya yang bergetar, lantas menerima panggilan itu dengan suka cita.

"Ha– hallo."

📞 "kau dimana?"

"Aku di rumah. Kak, kau sudah tidak marah lagi?" Mata Kuni berkaca-kaca senang.

📞 "emmm... Hari ini, Aku mau mengajakmu bertemu."

"Benarkah, aku– aku mau."

📞 "kalau begitu bersiaplah. Aku akan datang sebentar lagi menjemput mu."

"Iya– aku akan?" Tut... Tut... Tut... panggilan terputus, namun hal itu tak di permasalahkannya ia tetap tersenyum senang. Lalu berlari masuk untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap.

Di depan lemari pakaiannya, ia sedikit tercenung. Padahal ada keinginan untuk menggunakan dress seperti yang sering di gunakan Reni. Namun ia tak memiliki dress satu pun, cukup lama ia mematung hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil setelan baju apa saja yang menjadi andalannya saat berkencan dengan pujaan hatinya itu.

.

.

.

Setelah menunggu beberapa menit bahkan hampir satu jam. Kini gadis itu sudah berada di dalam mobil kekasihnya, menikmati perjalanan dengan suasana hening. Karena Anwar sama sekali tak bersuara, Kuni pun menoleh sembari menyentuh lengan pria yang ia cintai itu.

"Kita mau kemana?"

Tatapan tidak suka Anwar tertuju pada lengannya sendiri.

"Ke rumah nenek ku."

"Wah– aku rindu nenek. Senangnya bisa ketemu lagi."

"Tapi kali ini kau ku tinggal." Anwar menggerakkan lengannya agar tangan Kunia bisa terlepas.

"Memangnya kau mau kemana?"

"Ada urusan. Jadi tolong jaga nenek ku sebentar ya? Kau tidak keberatan kan?"

Kuni mengangguk-angguk penuh semangat. "Tidak masalah, aku kan suka nenek Kasih. Apalagi dia punya banyak kucing peliharaan yang lucu-lucu."

Anwar hanya tersenyum tipis, mungkin jika di artikan saat ini ia tengah membodoh-bodohkan Kunia.

Hingga mobil pun sampai di depan rumah, mereka pun langsung masuk ke dalam rumah itu. Menghampiri sang nenek yang tengah terbaring sendirian di kamarnya.

"Nenek– apa kabar?" Kunia meraih tangan rentan yang sedikit lemah itu.

"Ku... Kuni kah itu?"

"Iya Nek."

"Kuni kenapa lama tidak datang?"

"Hehehe... Iya sudah dua Minggu kita tidak bertemu ya." Tutur gadis itu masih memegangi tangan keriput neneknya Anwar.

"Kuni, aku langsung jalan ya."

"Eh– langsung?"

"Iya, aku buru-buru soalnya. Maaf ya?"

Ada perasaan sedikit sedih, karena seharusnya pria itu juga turut ada di rumah ini kan?

"Nanti pengasuh nenek akan datang sekitar lima jam lagi, kalau Dia sudah datang kau bisa pulang."

"Kau akan menjemput ku kan, Kak?"

"Aku tidak bisa menjemput mu lagi. Aku sibuk Kuni. Kau bisa pakai taksi kan?"

"Emmm... Baiklah."

"Ya sudah aku jalan dulu." Anwar langsung keluar dari kamar itu. Sementara Kuni pun segera menyusul dan menarik lengan Anwar seraya memeluknya. "Apa yang kau lakukan?"

"Aku Rindu, setidaknya kau kasih kecupan di sini." Kuni menunjuk keningnya.

"Hei– aku sudah terlambat."

"Ayo lah... Apa kau tak rindu aku."

Anwar dengan malas menurutinya, ia mengecup sedikit kening gadis itu yang tertutup poni.

Kuni pun tersenyum, ia sedikit menarik lengan kekasihnya itu lantas membalas kecupan di pipi Anwar.

"Aku mencintaimu."

Anwar yang sedikit terkejut hanya terkekeh aneh lalu melepaskan pegangan tangan Kuni setelahnya melenggang pergi sembari mengusap-usap pipinya yang di cium Kuni tadi tanpa sepengetahuan gadis yang tengah tersenyum girang di belakangnya.

Kuni pun kembali masuk ke dalam kamar sang nenek ketika mendengar benda terjatuh.

Ya– sebuah piring stainless steel terjatuh di lantai, bubur sisa makanannya tadi pun mengotori lantai.

"Nenek mau makan?"

"Nenek hanya mau minum."

"Kalau begitu biar ku ambilkan ya." Kuni meraih gelas di atas meja yang berisi air mineral, membatu nenek Kasih untuk menengguknya sejenak baru setelah selesai ia akan membersihkan bubur yang tercecer di lantai.

Dengan membawa beberapa alat bersih-bersih Kuni mencoba untuk membersihkan ruangan yang kotor itu.

"Kuni–"

"Iya Nek?"

"Nenek mau pipis, tapi tidak mau di dalam popok."

"Baiklah, Kuni ambil pispotnya ya." Kuni meletakkan sejenak alat pel-nya lantas berjalan ke kamar mandi. Setelah itu membatu nenek Kasih untuk buang air kecil.

Di rumah itu, Kuni amat sibuk menuruti segala keinginan nenek dari Anwar itu. Dengan membersihkan beberapa bagian tubuhnya yang kotor. Setelah itu membacakan surat kabar untuk neneknya. Bercerita kesana kemari sembari tertawa, dan nenek pun mengusap wajah Kuni lembut saking senangnya dengan anak itu.

Andai saja anak mantunya sebaik Kunia, mungkin dia akan merasa bahagia. Tidak seperti saat ini, yang hanya tinggal dengan seorang perawat. Karena ibunda Anwar tidak ingin ibu mertuanya itu turut tinggal satu rumah dengan mereka semenjak mengalami stroke.

Sementara itu di tempat lain, Anwar dengan Reni sedang pergi bersama. Menikmati acara siang mereka untuk menonton film, berbelanja baju dan sebagainya.

Bahkan ponsel Anwar pun sengaja di matikan, agar Kunia tidak terus-menerus mengganggunya. Menelfon dia tanpa henti.

***

Malam harinya...

Kuni tengah memijat-mijat kedua lengannya sendiri yang pegal. Ia tidak serajin itu saat di rumah, namun saat di rumah nenek kasih? Seolah semua pekerjaan ia pegang tanpa pamrih.

Gentar yang berada di sebelahnya menoleh. "Kau jadi melamar pekerjaan, Kak?"

"Emmmm..." Jawab Kuni lirih.

"Di mana?"

"Entahlah, aku sendiri belum ada gambaran."

"Bagaimana sih kau ini?"

"Mau bagaimana lagi. Aku kan belum ada pengalaman."

"Tadi kalau tidak salah dengar, di perusahaan tempat saudara dari ayah ku itu bekerja sedang ada lowongan."

"Perusahaan apa?"

"Emmm... Sepertinya masih masuk Diamond's corporation. Milik keluarga Atala."

"Apa, Diamond's?"

"Aku tidak yakin bisa masuk sih."

"Coba saja, buat CV mu. Setelah itu aku akan mencoba untuk bicara pada sepupu ku itu."

"Ah... Baiklah. Coba-coba saja, kali saja beruntung."

"Nah, entah mengapa aku melihat mu lebih waras saat ini Kak."

"Sialan. Aku memang waras tahu."

"Ya tapi kali ini lebih waras. Kau sudah punya pikiran untuk bekerja."

"Iya ku akui, ada banyak hal yang membuat ku sadar." Jawab Kuni yang mulai memasang kabel konsol game ke perangkatnya. "Ayo kita tanding."

"Siap!" Gentar bersiap. Dan mereka pun memulai pertandingan bola itu dengan semangat membara.

Bersambung...

1
Dhika Ahmad
tadinya aku sempat kepikiran andre bakal kenapa kenapa,soalnya di BABnya tertulis hari naasnya andre....untung cuma segitu doang
Rubiyanti
Luar biasa
White Chocolate
thor kabar reni gimana?
penasaran nih
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
࿐, ꧁𒆜Hani Queen𒆜꧂
up trs kk
RithaMartinE
luar biasa
Sintia Dewi
masih aja gk sadar2 kunia woi lu otaknya apa sihhhhhhb lu tu diporotin sama si mekondo anwar woiiiii capek bgt gw baca ini novel/Cry/
Sintia Dewi
gila bodo bagt entah brapa kali gw ngetik bodo buat si kunia itu uangny bonus yg mau ditabungin sm bapklu akhirnya lu kirimin jg sama si mekondo anwar itu...gila/Angry/
Sintia Dewi
kukira tokoh kunia ini tipe pekerja keras wanita karir dan tdk tau diduakan sm pacarnya yg mekondo itu taunya jauh dr ekspektasi...sudh dibodohi pacarnya, pemalas, jorok kasar uragan apa lg hah jauh lah intinya/Sweat/
Sintia Dewi
kunia2 km udh dibutakan cinta gk ada pikirpun bantu ibumu udh syukur diksik jajan sama ayah dimsakin makanan enak2 sama ibu, berubah dikit napa/Smug/
Sintia Dewi
good looking doank tp sompet kosong mulu
Sintia Dewi
kok bisa mantan secara lu denger td kuni blng anwar lg sibuk msk klok udh putus ngarep ngajak mantan ngesate atau mash ada gitu mantan minjem duit ke mantan...ada yg aneh sih di 2024 mantan mintak mantannya buat jd baby siter anaknya karna istrinya punya baby lg krna si cwok tau mantannya suka anak2 dan dia bercayakan anaknya buat diasuh mantanya...GILA GK SIHHHHH OTAKNYA DIMANA/Puke/
Sintia Dewi
gila si anwar sama rani kyk lintah ke kunia tega bgt bgt bgt kalian, anwar si mekondo rani si gk tau malu
Janah Husna Ugy
apakabar Reni dan anwar
Janah Husna Ugy
untung belum dikasih hadiah nya, udah ketahuan
Janah Husna Ugy
kpn tau anwar selingkuh thor
Janah Husna Ugy
anwar bohong klo udah putus sama kunti😁😁😁,, Reni kena jebakan
jika bleh meminta tlong adakan seasson 2 nya thor please
Wi Na'ndi Luvluv
Luar biasa
Neneng Hodijah
kirain novel Mbak Kunti season 2 nya hehheee
picisan imut: nggak, Kak 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!