cerita ini adalah cerita seorang anak gadis tere yang tinggal dengan ibu tirinya, semua yang dilakukannya salah, karna terpaut beberapa taun dengan ibu tirinya, ibu tirinya yang sebenarnya baik tidak pernah harmonis dan selalu menganggap salah tere, hingga pada akhirnya ada laki2 yang umurnya jauh lebih tua, dia seorang camat didaerah xxx dia tampan, gagah, postur tubuhnya sangat bagus,sebutlah namanya adlan, bapak adlan lebih tepatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arbeiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 8
tiba dirumah orang tuanya.
"ayo turun!!!"Adlan mengajak Tere turun
" Tereee, tenanglah percaya padaku, semua akan baik-baik saja!!! "Adlan menenangkan Tere yang masih terdiam terpaku karena gugup
sesampainya di rumah orang tua Adlan, ibu dan ayahnya menyambut hangat Tere, Tere tersenyum menyembunyikan raut wajah masam tadi seolah olah tidak terjadi apa-apa.
Tidak banyak basi-basi Adlan langsung menanyakan apakah maksud ibu dan ayahnya menyuruhnya pulang dengan membawa Tere juga, saat itu juga mereka berbicara serius.
Adlan duduk bersebelahan dengan Tere, kemudian ibundanya menyodorkan sebuah pilihan kartu undangan, Adlan dan Tere terperanjat kaget karena kedua orang tuanya tidak minta persetujuan Tere dan Adlan mengenai rencana ini.
"kalian pilih mana yang cocok, biar kami persiapkan semuanya secepatnya, dari pada tinggal satu atap tanpa status!! " ucapan ibu Nanda yang langsung mengena pada Tere.
adlan hendak ingin menjawab perihal tingkah kedua orang tuanya itu, dengan sigap menahan tangan Adlan menandakan bahwa tetap duduk tenang, mengisyaratkan agar tidak menolak perjodohan yang mereka lakukan.
Tere tetap memaksa tersenyum dan mengambil undangan yang terletak di atas meja di depan matanya itu, dia menatap lekat undangan itu lama,
"ya Allah jika ini memang sudah ditetapkan olehmu, hamba akan menerimanya, kalau hamba menolak, bagaimana perasaan ibu dari orang yang telah banyak membantu hamba, akankah hamba akan tega melihat raut wajah mereka karena satu kata tolakan dariku, hamba bingung ya Allah, kenapa hamba harus berada diposisi ini!! gumam Tere pelupuk matanya mulai basah.
Adlan mengetahui air mata Tere menggenang di pelupuk matanya Adlan tidak tega kemudian, Adlan meraih undangan ditangan Tere.
"Bu, apakah secepat ini Bu keputusannya, biar kami bicarakan dulu!!"ujar Adlan dengan nada halus.
"ya Ndak bisa to le, ibu sama bapak ini sudah tua, kamu tega Sampek kami meninggal Ndak ngeliat kamu menikah!!"ibunda Adlan memasang wajah memelas.
"tolong beri kami waktu Bu bukann....!!"ucapan Adlan terhanti lagi karena Tere menggenggam tangan Adlan memberi kode untuk tak melanjutkan.
Adlan semakin bingung dengan sikap Tere, bisa - bisanya Tere tak memberi kesempatan Adlan berbicara masalah yang dihadapinya itu, Adlan merasa tidak enak hati pada Tere, Tere tetap memasang wajah tersenyum sopan pada orang tua Adlan.
ibu dan ayah Adlan tersenyum bahagia mengira Tere dan anaknya itu tak menolak permintaan mereka.
"untuk undangan saya rasa bagus semua bu, saya pasrahkan sama ibu saja,mana yang bagus!! " ucap Tere tersenyum menyembunyikan hatinya yang tertekan, dan dilema.
hari semakin larut, setelah makan malam bersama, Adlan dan Tere berpamitan pulang, ibu dan ayah Adlan merasa bahagia terlihat dari pancaran wajahnya karena anak semata wayangnya akan menikah.
"Tere, kenapa kamu tidak membiarkan saya menjelaskan semuanya, kamu punya masa depan, harusnya kamu biarkan saya menolaknya, " ucap Adlan tetap dengan gagah dan tenangnya
"kita jalani saja pak semuanya!!!"jawab dingin Tere air matanya menggenang di pelupuk matanya.
"bagaimana dengan Putra??"Tanya Adlan lagi.
"mungkin ini yang dinamakan balas budi pak!!! " ucap Tere tertunduk karena air matanya sudah jatuh.
"cyiiiiiiitttttt" Adlan mengerem dan memutar memutar balikkan mobilnya.
"pak,mau kemana ini pak!! " Tere bingung dengan Adlan mengerem tiba-tiba mobilnya kemudian putar balik.
"jangan seperti ini, aku tidak mau kamu melakukan semua ini karena membalas budi kepadaku, aku melakukan semuanya dengan iklhas lillhita.ala, aku tidak mau merenggut masa muda mu, kamu sudah cukup menderita dulu, aku tidak mau menjadi beban dan tekanan dalam hidup kamu Tere!! " ucap Adlan menyetir mobilnya dengan wajah kesal mendengar pernyataan Tere.
"pak, tolong hentikan mobilnya pak, saya mohon dengan sangat dengarkan saya,maaf kalau kata-kata saya menyinggung pak Adlan, tapi tolong hentikan mobilnya!! " Tere merasa bersalah dan tidak mau sampai Adlan menyampaikan semua kepada orang tuanya untuk menolak permintaan orang tuanya.
"orang tuaku tidak boleh egois seperti itu,mereka harus menerima apa yang menjadi keputusanku dan keputusanmu!! " ucap Adlan tetap terlihat tenang dengan wajah kesalnya.
"oke, kita bicarakan baik-baik pak, tolong hentikan dulu mobilnya!!pinta Tere dengan mata sembab.
setelah menghentikan mobilnya Adlan keluar dari mobil sambil menghidupkan batang rokoknya akibat kelakuan orang tuanya dan merasa kesal karena ucapan Tere yang menghentikan Adlan untuk berterus terang.
Tere turun dari mobil lalu menghampiri Adlan yang membelakanginya.
"tolong jangan kecewakan mereka, mereka berharap pada kita pak!! "menyusul Adlan dan memeluk Adlan dari belakang sambil menangis.
"tidak bisa seperti ini Tere!! " ucap Adlan mengabulkan asap rokoknya dengan kesal tapi terlihat tetap tenang
"biarkan saja seperti ini dan kita ikuti alurnya pak, mungkin semua berawal dari balas budi saya pada bapak, saya tidak mau mengecewakan orang tua bapak, tapi saya cuma minta jangan suruh saya berhenti kuliah pak!! " ucap Tere yang masih memeluk Adlan dari belakang
"tapi pernikahan itu bukan hal yang main-main Tere, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup saya, dan saya juga tidak berhak atas kehidupan kamu, saya juga sadar diri, pantasnya kamu adalah menjadi anakku, bukan istriku!!"Adlan membalikkan badannya dan mengahadap Tere yang menangis.
"sudahlah kita pulang dulu,besok kita bicara pelan - pelan saja pada orang tuaku, aku yakin mereka mengerti!! " ucap Adlan sembari menghapus air mata Tere kemudian masuk kedalam mobilnya dengan menarik tangan tere lembut.
"tidak pak, biarkan kita jalani saja, saya minta tolong dengan sangat,biarkan saya coba jalani pernikahan ini, jangan dibatalkan!!" ucap Tere dengan raut wajah sedih dan dilema.
"sudahlah naik!!! " membuka pintu mobil
Tere dan Adlan bergegas pulang ke rumah pribadinya, Tere selama perjalanan tak bergeming sedikitpun, memikirkan Putra lelaki yang dia cintai harus dia tinggalkan, bahkan menunggu momen kelulusan nanti Tere dan Putra akan berencana untuk tunangan, sebenarnya bisa saja Tere mengiyakan permintaan Putra untuk dilamar tapi Tere menolak, karena Tere pikir tidak enak rasanya apabila dia tidak belajar dengan sungguh - sungguh, Tere ingin membuktikan bahwa dia tidak ingin mengecewakan orang yang telah membantunya.
keesokan harinya.
"tere kenapa chatku gak pernah kamu bales??? " tanya Putra
"gak papa, seharian aku gak pegang HP Putra, aku lagi sibuk, bisa minta tolong kamu tinggalin aku sendirian? " ucap Tere dingin
"hmmm,tumben pendekku kayak gini, ada apa?, gak pernah kamu sedingin ini, cerita donk sayang?? “tanya Putra dengan sikap Tere
"gak papa kak, aku masuk ke kelas dulu ya kak!!"pamit Tere ingin menangis.
"maafin aku Putra, sekali lagi maafin aku, aku sayang sama kamu!!"Tere terus berjalan dan Putra mengejarnya
"Tere tunggu, kamu kenapa sich, hei kamu nangis, kamu kenapa??"tanya Putra khawatir dengan sikap Tere.
"Putra, please jangan ganggu aku dulu!!"berusaha menjauh lagi.
"gak, aku gak mau, kamu kenapa sich sayang, gak ada angin gak ada hujan kamu gini, bukannya kemarin kita baik- baik aja, tapi sekarang kenapa kamu gin, Kareen yang ngancem kamu buat ngejauhin aku??"tanya Putra tambah khawatir dengan sikap Tere.
Tere terus menjauhi Putra, dengan harapan Putra akan menjauhi Tere, Tere ingin sekali berterus terang pada putra, tetapi kata-kata itu tidak sampai keluar dari mulutnya, karena perasaan Tere yang begitu menyayangi Putra.
putra yang bingung dengan sikap Tere terus saja mencari tau, meskipun akhirnya putra harus bertamu ke rumah Adlan langsung untuk menemui Tere, tetapi usaha itu tetap nihil karena Tere terus menghindar.
hingga suatu saat Putra bersikukuh tetap berdiri di depan pintu rumah Adlan apapun yang akan terjadi.
" Tere, aku gak mau pulang kalo kamu terus giniin aku!!!"teriak Putra dari luar
"maafin aku Putra, aku gak mau kamu kecewa mendengar semuanya, aku belum bisa menjelaskan semuanya, sedangkan tinggal beberapa hari lagi aku harus nikah sama pak Adlan!! " Tere menangis dibalik pintu setelah melihat Putra sudah 2 hari di halaman rumah Adlan.
"nooon, kasian mas putranya, bukakan pintu non, jelasin pelan-pelan!!! " ucap mbak Sani merasa kasihan dengan Tere dan Putra
"mbak, aku g bisa ngejelasin mbak, lidahku kaku mbak, ngeliat mata dia, aku gak tega!! " Tere menangis.
"sudah 2 hari non,kasian belum makan apa-apa, tadi mbak keluar orangnya pucat!! " ungkap si mbak.
selang beberapa menit mobil Adlan masuk ke halaman melihat Putra sudah berdiri lemas dengan sisa tenaganya, Adlan menghampiri Putra tetapi tidak sempat bertanya langsung meraih tubuh Putra yang jatuh pingsan, akhirnya Adlan meminta supir untuk membopongnya ke dalam.
"mbak sejak berapa lama Putra didepan??? " tanya Adlan.
"sudah 2 hari tuan, non Tere ndak mau nemuin!! " ucap si mbak
"sekarang Tere dimana??? " tanya Adlan.
"di kamarnya tuan!!" tunjuk si mbak.
Adlan bergegas menuju kamar Tere dan mengetuk pintu kamarnya, Tere yang sembap membuka pintunya dan langsung menghapus air matanya.
"aku mau bicara, masuklah ke kamarmu!! "ajak Adlan
" kenapa kamu tidak menemui Putra, apa salahnya??? "tanya Adlan.
" saya tidak mau mendekatinya lagi, saya tidak ingin memberikan harapan lebih padanya, sedangkan saya sebentar lagi akan menjadi istri bapak!! "ucap Tere menangis.
" Tere setelah kita menikah tetaplah jaga hubungan kita, rahasiakan hubungan kita, saya sudah bicarakan pada ayah ibu, saya mau menikah asal pernikahan itu hanya keluarga dekat saja tidak mewah, tujuannya agar kamu tetap bisa menikmati masa muda mu!! "ucap Adlan dengan nada halus
" tidak bisa seperti itu pak, egois saya jika saya mementingkan kebahagiaan orang lain, sedangkan harus mengorbankan perasaan bapak yang akan menjadi suami saya nantinya!! "Tere menunduk .
"sudahlah kesampingkan semuanya dulu, sekarang kamu pikirkan Putra dibawah dia pingsan, rawat dia, ingat jangan katakan apapun!! " ucap Adlan.
Tere mengiyakan dan turun untuk merawat Putra, dokter pun sudah dipanggil Adlan, adlan juga melihat dari CCTV rumahnya, Adlan berpikir betapa teganya dia harus memisahkan 2 insan itu.
adlan akhirnya berencana menghubungi untuk membatalkan pernikahan mereka, hendak mengambil ponselnya Adlan mendapat pesan di ponselnya.
(ibundamu jantungnya kumat, segera ke RS. harapan kamar vvip)
Adlan tersentak kaget dan bergegas meraih kunci mobilnya, padahal belum sempat dia melepas seragamnya.
Tere melihat Adlan terburu-buru merasa bingung, karena se pelik apapun masalah yang dia hadapi dia mampu tetap tenang.
Adlan beranjak keluar rumah dan mengebut.
hatinya bertanya-tanya, ada apa dengan Adlan.
"tere!!! " ucap Putra suaranya serak
"iya Putra,kamu sudah bangun!! "ucap Tere
"tere tolong jangan hindari aku, aku shynk kamu, jadi tolong jangan siksa aku, dengan kamu ngejauhin aku gini!! Putra langsung memeluk Tere
"ia, aku janji, tapi dengan 1 syarat suatu saat jangan tanya apapun tentang kehidupanku kelak!!" ucap Tere tetap memeluk Putra
"maksud kamu apa Tere??? “Putra bingung
" sudahlah, ayo makan buburnya, kamu kelelahan!! "menyuapi Putra sambil memikirkan Adlan yang tergesa - gesa pergi, "tidak biasanya pak Adlan se gelisah itu, se pelik apapun masalah yang dia hadapi tidak pernah sampek tergesa-gesa seprti itu!! " pikir Tere
Mohon bantuannya kak🙏