(REVISI)
Cerita ini mengisahkan seorang Wanita pintar,cantik dan sexy yang bernama Hara Pramaswari
Hara memiliki teman baru yaitu pria terpopuler dikampusnya,laki-laki ini menyukai Hara tapi kedekatan mereka membuat sahabat Hara membencinya,karena sahabat Hara juga menyukai laki-laki ini.
Pengusaha tampan dan kaya yang digandrungi banyak wanita,ialah Alexander Pranata pewaris pranata grup,pertemuannya dengan Hara sangat singkat,sampai akhirnya Alex memutuskan untuk menikahinya,akan ada banyak ujian yang akan dilalui mereka berdua,akankah mereka sanggup bertahan atau memilih untuk berpisah..?
Ingin tahu cerita selengkapnya silahkan dibaca😁mari kumpul dulu jangan jaga jarak di antara kita😆
JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN ===
😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulandari05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
First Kiss
Rangga memesan satu bungkus nasi kotak dan jus alpukat, dia membawa makanan itu ke atas dan menaruhnya di meja kerja Hara, jam istirahat hampir habis tapi Hara tak kunjung kembali Rangga sangat kawatir takut Hara mendapatkan masalah kenapa dia sampai berurusan dengan CEO pikirnya.
Rangga kembali duduk di meja kerjanya, dia masih gelisah menunggu Hara kembali.
"Hara kemana Ngga kok ngak kelihatan dari tadi..?" tanya Febby.
"Dia ada perlu dengan CEO." jawab Rangga sekenanya.
"Wahh mungkin Hara ncem-ncemannya Pak Bos.." ucap Febby duduk diatas meja sambil memakan cemilannya.
"Apa Feb maksudnya, bahasa planet mana itu?" tanya Rangga merasa lucu dengan bahasa planet Febby.
"Ncem-nceman itu artinya gebetan, ahh muda juga muda'an kamu kenapa aku yang lebih gaul, masa gitu aja ngak ngerti." cerocos Febby.
Rangga merasa terganggu dengan ucapan Febby tadi, apa benar bosnya menyukai Hara, Rangga tersadar dari lamunannya saat melihat seseorang di belakang Febby.
Dibelakang Febby berdiri seorang pria botak dengan bersendekap dada, Rangga yang tahu dia siapa memberi kode ke Febby dengan mengedip-kedipkan matanya.
"Ada apa dengan matamu? waah selain kurang bergaul kau juga genit ya, tak jauh beda sama atasan kita udah palanya botak suka genit lagi sama bawahan." ucap Febby masih sama duduk diatas meja dengan memakan cemilannya.
Rangga yang mendengar ucapan Febby melotot, dia tidak menghiraukan Febby yang masih mengomel dengan berpura-pura memeriksa berkasnya, terdengar suara deheman dari arah belakang.
"Ehem khem.." deheman itu sangat keras membuat Febby kaget dan menjatuhkan makanannya, dia menenggok kebelakang ternyata kepala staf yang sedang berdiri di belakangnya segera Febby turun dan memberi hormat.
"Hehehey Bapak." ucap Febby nyengir kuda.
"Siapa yang kamu bilang botak dan genit tadi..?" tanya Kepala Staf.
"Em itu Pak tukang bakso di depan kepalanya botak dia juga suka godain karyawan." jawab Febby sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
Rangga yang mendengar jawaban konyol Febby menahan senyumnya sebisa mungkin.
"Awas nanti kalau sampai saya mendengar kata botak lagi ,akan saya hukum kamu." gertak Kepala Staf segera bergegas masuk keruangannya.
"Dasar ABG tua udah tau kepala ngak ada rambut masih gak terima dibilang botak, kalau aku panggil tahu bulat mungkin gak bakal paham dia." batin Febby cekikikan sendiri.
Dari arah pintu masuklah Hara di susul wanita yang duduk di sebelah Rangga, Rangga yang melihat Hara langsung bertanya karena sangat penasaran.
"Kamu dari mana saja Ra? apa kamu sudah makan siang? itu tadi aku belikan makan siang untuk kamu." ucap Rangga membrondong Hara dengan banyak pertanyaan.
"Emm makasih ya Ngga, iya tadi CEO memintaku untuk memeriksa laporan keuangan kemarin." jawab Hara berbohong, tidak mungkin Hara bilang kalau tadi makan siang dengan bosnya, Hara senang karena Rangga perhatian pada dirinya.
Waktu jam kerja akan habis, semua karyawan sibuk membereskan meja kerjanya, Mita yang sudah tidak sabar dan ingin melihat ekspresi Hara saat dirinya pulang bersama Rangga, dia pun menghampiri Rangga di ruangannya.
"Hai Ngga, kamu udah selesai kan ayo kita pulang." ucap Mita menatap Hara dengan senyum mengejek.
Hara yang mendengar itu menoleh, ada rasa sedih di hatinya tidak tahu kenapa, ekspresi Hara tak luput dari Rangga sebenarnya ia ingin membatalkan janjinya kepada Mita tapi jika di pikir lagi Hara kan bawah motor, Rangga segera merapikan mejanya ketika melewati meja kerja Hara Rangga menghentikan langkahnya.
"Ra aku pulang duluan ya." pamit Rangga.
Hara hanya tersenyum dengan berat hati Rangga meninggalkan Hara di susul Mita di belakangnya, Rangga tidak tahu jika Hara tadi pagi berangkat menggunakan gojek.
"Kenapa kamu berubah Mit, bilang saja jika kamu menyukai Rangga aku akan menjauhinya." batin Hara sedih.
"Kamu kenapa Ra kok muka mu kusut gitu, ngak ada duit ya buat bayar gojek." gurau Febby.
"Iya yang banyak uang sombong." ucap Hara.
"Hehe kalau mau ngutang aku kasbonin dulu sama kepala botak uangku ada sama dia semua." ucap Febby tertawa.
Hara juga ikut tertawa, dia sedikit terhibur karena teman gesreknya ini.
"Nah gitu dong ketawa jangan cemberut mulu." ucap Febby.
Febby dan Hara segera keluar, tidak lupa Hara membawa nasi kotak yang di belikan Rangga tadi, di parkiran Hara melihat Mita berboncengan memeluk Rangga, tak tahu kenapa rasanya sakit seperti ada ribuan jarum yang menancap dihati nya.
"Aku duluan Ra." ucap Febby.
"Hati-hati Feb." ucap Hara.
Hara berjalan menuju trotoar dan memesan gojek, tiba-tiba saja berhenti mobil lambo di depannya membuat Hara menautkan kedua alisnya.
Alex membuka kaca mobilnya ,"masuk lah..!" suruh Alex.
Hara benggong dia menoleh kekanan dan kekiri, tidak ada orang lain pikirnya.
"Kenapa benggong ayo masuk akan aku pastikan kamu pulang dengan selamat." ucap Alex.
"Saya Pak." ucap Hara menunjuk dirinya sendiri.
"Jika bukan kamu siapa lagi." ucap Alex.
Hara mengangguk, dia membuka pintu belakang mobil." Apa kamu menganggap aku supirmu.." ucap Alex.
"Tidak Pak." ucap Hara menutup kembali pintunya dan berpindah kedepan, Alex masih diam menunggu Hara memasang seat bealtnya tapi gadis itu tak kunjung memasangnya.
Alex melepas seat bealtnya yang sudah terpasang di tubuhnya, ia mendekat membantu Hara untuk memasangnya, Hara tidak berani bergerak karena jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa senti, jantung Hara berdetak kencang dia tidak mengerti akan perasaannya ketika dekat dengan bosnya dia selalu merasakan hal itu tapi kenapa ketika melihat Rangga dan Hana hatinya juga terasa sakit
"Bernafaslah jangan ditahan." ucap Alex tersenyum posisinya masih sama, jika Hara maju sedikit saja mungkin mereka sudah berciuman.
Senyuman itu, Hara semakin salah tingkah melihat senyuman Alex.
Selesai memasang seat bealt Hara dan miliknya, Alex segera melajukan mobilnya, Hara memberi petunjuk pada Alex kemana arah jalan rumahnya saat Hara menyuruh Alex berbelok ke kiri, Alex malah membelokkan mobilnya ke arah kanan.
"Pak kita salah arah, harusnya belok kiri." ucap Hara.
"Jangan pulang dulu temani aku jalan-jalan." ucap Alex.
Hara hanya menurut, Alex membelokkan mobilnya dan berhenti di mall terbesar di kota B, Alex segera turun dan membukakan pintu untuk Hara, Hara yang diperlakukan seperti itu sangat tersanjung.
"Manis sekali.." batinya.
Setelah memarkirkan mobilnya mereka segera masuk tanpa Hara ketahui mall itu milik Alex, saat ini Alex memakai masker agar tidak ada satupun orang yang mengenalnya.
Hara melirik Alex, "Dasar orang aneh." batin Hara.
Dia merasa aneh melihat Alex yang memakai masker sendiri." Kita mau kemana Pak..?" tanya Hara.
"Jangan panggil Pak kita tidak sedang dikantor, panggil saja aku Alex atau Kakak." pinta Alex.
"**-tapi." ucap Hara gagap.
"Tidak ada tapi-tapian ." kata Alex memaksa.
"Baiklah aku panggil Kak Alex saja ya, kita mau kemana?" tanya Hara gugup.
"Kamu mau kemana? apa kamu mau beli sesuatu ambil saja biar aku nanti yang bayar." ucap Alex.
"Ada apa dengan orang ini, loyal sih tapi nada bicaranya sombong amat." batin Hara.
Alex yang melihat Hara hanya diam melamun langsung menarik tangan Hara berjalan menuju gedung bioskop, Alex membeli dua tiket, satu popcorn dan dua minuman dingin.
Alex memilih film bergenre romantis, dia memilih kursi paling belakang karena Alex hanya ingin duduk berdua saja dengan Hara, film pun dimulai mereka sangat serius hingga terbawah suasana, saat itu film sedang beradegan ciuman tangan kanan Alex mengenggam tangan Hara, Hara tidak menolak karena ia tidak sadar.
Hara yang baru sadar melepas tangannya dengan paksa, saat tangan itu sudah terlepas Alex menyuapi Hara popcorn.
"Aaaa buka mulutmu!" suruh Alex, Hara tersenyum dia memakan suapan demi suapan popcorn dari tangan Alex, mereka sudah seperti sepasang kekasih saja.
Akhirnya film pun selesai mereka bergegas keluar dari bioskop.
"Sekarang kita kemana lagi..?" tanya Alex.
Jam menunjukkan pukul 19.00, untung saja Hara tadi sudah mengirim pesan pada ibunya.
"Kita pulang saja Kak ini sudah malam." jawab Hara.
"Kita makan dulu." ucap Alex mengenggam tangan Hara menyusuri mall untuk mencari resto.
Alex memilih resto yang menjual berbagai makanan jenis seafood dia memesan ruang VIP.
"Ra ada yang ingin aku tanyakan." ucap Alex.
"Apa itu..?" tanya Hara.
"Apa hubunganmu dengan Rangga..?" tanya Alex to the point.
Hara mengernyitkan dahinya, kenapa bosnya menanyakan hal yang sangat privasi.
"Kita hanya teman, memang kenapa..?"tanya Hara balik, Alex yang mendapat jawaban memuaskan langsung mengembangkan senyumnya.
"Yess yess aku masih punya kesempatan.." batin Alex girang.
Makanan pun datang tersaji dimeja Alex memesan udang asam pedas, kepiting saus tiram dan kerang hijau saus padang dengan minuman dingin.
Mereka menyantap makanan dengen nikmat, apa lagi Hara yang tidak pernah makan-makanan resto, dia makan dengan sangat lahap tanpa merasa malu sedikit pun pada Alex sampai-sampai mulutnya penuh dengan saos, Alex yang gemas mendekat dan langsung memakan sisa saos di mulut Hara dengan mulut nya.
"Sangat manis." ucap Alex tersenyum menatap Hara, jantung Hara sudah seperti orang lari maraton saat ini dia hanya mematung.
"Kenapa melamun, apa mau lagi..?" tanya Alex tersenyum mengoda.
Hara yang di tanya seperti itu langsung menggeleng dengan cepat.
"Astaga first kiss ku.." batin Hara.
Ini adalah ciuman pertama Hara, dia merasa aneh kenapa tadi tidak menolak.
Disisi lain Rangga gelisah karena Hara belum membaca pesannya, masih centang satu sudah beberapa kali juga Rangga menelponnya tapi tetap saja operator yang menjawab, tidak biasanya Hara seperti itu.
"Kemana anak itu." monolog Rangga yang saat ini berada di kamarnya.
Saat ini ponsel Hara kehabisan baterai, dia tidak tau kalau Rangga menghubunginya.
Acara jalan-jalan selesai, Alex pun mengantarkan Hara pulang sampai kerumahnya, Alex keluar lebih dulu dia membukakan pintu mobil untuk Hara, Hara yang diperlakukan manis seperti itu tersenyum malu.
"Terima kasih kak sudah mengajak ku jalan." ucap Hara.
"Masuklah, sampai jumpa besok." ucap Alex mengusap kepala Hara.
Hara mengganguk dia segera masuk, Alex yang melihat Hara sudah menghilang di balik pintu segera menjalankan mobilnya.
_____________________________________
JANGAN LUPA VOTE LIKE DAN KOMEN😘
_____________________________________
lgian sii vera udh d bilang udh slesai masih ajj ngejar",,