Novel ku kali ini menceritakan mengenai percintaan dan persahabatan,tapi bukan cinta dengan sahabat atau sahabat yang rebutan cinta.
Penasaran kan....yuk mampir diceritaku
Warning
tolong bijak dalam membaca ya,karena nantinya akan ada sedikit adegan +21
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 07
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
"heh....enak ya bisa ngerayu tuan muda,jangan harap tuan muda bakalan jadiin kamu istrinya "jelas pelayan itu
Darmi tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh pelayan wanita itu,dia sudah berpikir akan pulang hari ini. Mungkin liburannya akan dia habis kan di desa saja,daripada harus dimakan oleh tuan muda mesum seperti yoga.
"memang baik dan ramah,tapi tangannya juga ramah. Aku rasa sama semua wanita dia seperti itu"gumam Darmi sambil mengambil air minum dan meneguknya hingga habis
Darmi benar-benar merasa haus dan juga lapar,ciuman yang panas yang dibuat tuan muda ramah itu membuatnya kehilangan oksigen dan kelaparan. Darmi membuat makanan dengan segera,saat sedang membuat makanan. Sepasang tangan kekar melingkar diperutnya,karena kaget Darmi menarik tangan kekar itu dan membantingnya.
"aaaww.....sssstth"teriak suara seorang pria
Darmi membulatkan matanya,dia benar-benar tidak tau kalau yang dibantingnya itu adalah tuan muda ramah yang mesum. Bik Lastri yang tadi berada dibelakang dapur mendengar teriakkan,dia langsung berlari dan melihat yoga yabg sudah meringis memegangi pinggangnya
"tu ...tuan muda,kenapa anda berada dilantai?"tanya bik Lastri panik
bik Lastri membantu yoga untuk duduk dikursi makan,tapi bik lastri tidak bisa mengangkat tubuh yoga sendirian. Sedangkan Darmi hanya memperhatikan saja,dia sangat malas membantu yoga
"Darmi....cepat tolong bibik"ucap bik Lastri yang masih memegang lengan yoga
Mau tak mau Darmi pun ikut membantu yoga untuk duduk dikursi makan,bik Lastri menatap Darmi setelah yoga sudah duduk sambil memegang pinggangnya
"Darmi ,bisa kamu jelaskan ada apa?"tanya bik Lastri
Darmi Hanya diam saja,dia menatap tajam pada yoga yang sedang menahan senyumannya. Saat Darmi menatap yoga,yoga pun mengedipkan sebelah matanya,membuat Darmi terkejut.
"bik....tolong telponkan dokter Arya saja,kemudian panggilkan pak Deni untuk membantu saya ke kamar"ucap yoga sambil meringis kesakitan
"tuan...sebenarnya ada apa?"tanya bik Lastri,dia benar-benar merasa bersalah dengan kelakuan keponakannya itu
"iitu....anu....bik"jawab Darmi gugup,dia takut kalau bik Lastri akan marah jika dia mengatakan kalau dia membanting yoga
"ngak apa-apa bik,saya yang salah. Tadi saya ingin mengejutkan Darmi ,tapi tiba-tiba dia membanting saya"jawab yoga
"apa?tuan dibanting?"tanya bik Lastri tidak percaya
Mata buk Lastri sudah membulat sempurna, begitu juga dengan Darmi. Dia tidak menyangka kalau yoga akan mengatakan seperti itu,padahal tadi dia lah yang memeluk Darmi dari belakang makanya Darmi membantingnya dari belakang
"kamu....besok kembali ke desa saja"ucap bik Lastri
"baiklah bik,maaf sudah merepotkan kalian. Sore ini juga Darmi akan kembali,tadi Darmi sudah pesan tiket bus nya "jelas Darmi sambil tersenyum kecil
Darmi bersyukur karena bibik nya menyuruhnya pulang,sementara yoga merasa kesal. Dia tidak ingin membuat Darmi pulang,dia masih ingin bersama dengan Darmi. Perasaannya sangat senang karena melihat Darmi,capek ditubuhnya terasa hilang. Yoga masih memikirkan cara agar Darmi tidak pulang ke desa nya.
Bik Lastri berjalan ke arah depan,dia ingin memanggil pak Deni sekalian menelpon dokter Arya untuk melihat keadaan yoga. Sementara Darmi masih menemani yoga didapur sambil menunggu bik Lastri juga pak Deni
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘😘