Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetangga
Akhirnya Anna diajak oleh mantan komandan papanya Kolonel Marinir Doni Johanes bersama Ibu Reni Sulastri dan ketiga anaknya makan siang disebuah restoran di mall. Anna tampak canggung berada di dalam mobil. Diantara ketiga anak dari bapak dan ibu komandan. Mereka tiba di Solaria memesan makanan kesukaannya nasi goreng spesial. Namun oleh tante Reni, Anna dibeli menu tambahan ayam goreng.
"Terima kasih tante om."
"Sama - sama anak manis. Sudah berapa lama kamu di Surabaya??"
"Tiga tahun tante."
"Dan tinggal di kos itu yang dekat rumah kami."
"Iya."
"Berarti mama dan papa kamu sudah perna kesini?"
"Mama iya. Kalau papa, katanya tunggu sukses baru datang."
Dari cerita om dan tante ini, Anna tahu cerita masa kecilnya. Dan Anna hanya tersenyum.
"Kalau tante boleh tahu Anna ambil jurusan apa??"
"Kedokteran tante, tetapi dokter gigi."
"Semester??"
"Akhir, Anna lagi sementara susun skripsi. Mungkin jika Tuhan sayang minggu depan ujiannya."
"Amin. Tuhan pasti sayang."
Dari ketiga anak mantan komandan papanya, hanya kak David Johanes yang supel dan sedikit lucu. Kalau Kak Jefry Johanes anak pertama pendiam, namun ramah. Sedangkan adik mereka Daniel Johanes sangat kaku. Anna jadi takut melihat dirinya.
Selesai di traktir makan, Anna di antar pulang dan mereka baru tahun bahwa jarak lima rumah dari kosan Anna, rumah kediaman keluarga Johanes tempat dia di tabrak oleh laki - laki kaku. Sebelum turun tante Reni meminta nomor handphonenya Anna.
Hari senin, Anna di jemput oleh salah satu teman mahasiswanya Juan Ricardo, mereka akan menjemput Amelia, mau membelanjakan kebutuhan untuk ujian nanti. Pada saat Juan menjemput Anna dan bersamaan dengan Anna yang akan memasuki mobil Juan. Daniel lewat dengan motornya. Karena Anna kenal, dia senyum dan menunduk. Namun respon dari Daniel Johanes hanya biasa saja.
"Ternyata sudah punya pacar ya." Hati Daniel bertanya - tanya. Namun seperti biasa dia cuek saja. Sementara Anna sudah memamerkan deretan gigi bagusnya. Dibuat malu.
"Kamu kenal Anna??"
"Ngak kenal - kenal amat, kan tetangga jadi senyum boleh dong."
"Tetapi ngak direspon. Sombong amat."
"Sudahlah. Ayo kita kan harus jemput Lia."
Anna dan Juan langsung menuju ke rumah Amelia sahabat mereka. Dan langsung mereka ke mall membeli semua kebutuhan, karena besok jadwal yang keluar adalah ujian skripsi bagi mereka bertiga. Gelar sarjana kedokteran gigi akan mereka peroleh.
Tiga sahabat ini sampai sore di mall. Mereka sudah tidak memikirkan materi skripsi mereka lagi. Yang mereka tahu harus siap. Satu bulan penguasaan materi sudah cukup. Waktu mau mengantar pulang, mobil Juan mengalami mogok ada mesinnya yang rusak. Akhirnya mereka bertiga menunggu di luar mobil sampai orang suruhan papanya Juan datang menjemput dan melihat mobil.
"Kenapa mobilnya??" Anna kaget ternyata yang bertanya adalah Daniel.
"Anna itu tetangga kamu yang bertanya."
"Tidak tahu, Juan apa yang rusak."
"Aku juga ngak tahu. Aku tahunya pakai."
"Terus pulangnya gimana??"
"Ooo kalau itu orang kerja papanya Juan sudah dalam perjalanan."
"Kamu mau pulang Anna??"
"Iya kak."
"Pas Anna kan kakak ini sama kamu searah, biar aku nanti antar Lia saja. Barang belanjaan kita aman dimobil. Besok pagi di kampus baru kalian berdua atur. "
"Kamu ngak mau antar saya pulang."
"Ngak begitu. Kan biar aku ngak terlalu repot Anna bawel nan cantik."
"Kan belum tentu kakak ini mau mengantar saya."
"Aku mau kok. Sini pulang aja sama aku. Kan kita searah."
"Anna ganteng, spek idolaku ini non."
"Stop non. Please kurangi kadar alaynya ya."
Kali pertama Daniel membonceng Anna. Mereka berdua hanya beda dua tahun usianya. Daniel membantu Anna mengenakan helm. Dan membantu Anna naik ke motor. Adegan ini membuat Amelia tersipu - sipu. Waktu motor sudah bergerak. Mata Amelia tetap tertuju.
"Sweet banget. Tipe suami idaman deh."
"Siapa suami idaman??"
"Tuh yang bonceng Anna."
"Halu kamu."
Lima menit kemudian orang kerja papa Juan datang dengan mobil penganti. Setelah semua barang mereka di pindahkan. Juan langsung mengantar Amelia ke rumahnya. Sementara itu Daniel sudah tiba di depan kosannya Anna.
"Terima kasih ya kak." Hanya balasan deheman yang dikeluarkan oleh Daniel. Dan dia pun bergerak menuju rumahnya. Meninggalkan Anna yang hanya melihat.
"Orang jahat pun pasti masih mempunyai hati. Orang ini kaku amat ya. Jangan - jangan dia berpikir aku ke ge - eran padanya..... Ihhh mimpi kali." Anna langsung masuk ke kosannya. Dia langsung mandi dan menyiapkan baju jas berwarna hitam punya nya dengan rok untuk ujian besok pagi jam sembilan.
"Mama kira kamu tidur di asrama dek."
"Ngak ma, aku di rumah saja... Ma sepertinya anaknya kenalan mama besok ujian skripsi."
"Siapa??? Ooo Anna Josep."
"Tahu dari mana kamu dek??"
"Tadi adek antar pulang karena mobil temannya mogok."
Mamanya Daniel langsung menghubungi Anna. Dan benar atas pengakuan Anna, bahwa besok dia ujian skripsi.
"Dek, besok kamu bisa tolong mama tidak??"
"Besok???"
"Iya besok pagi dek jam sepuluh."
"Oke, jam segitu di besok hari adek tidak ada kegiatan."
"Kalau begitu kamu belikan mama bunga dan hadiah coklat buat Anna, dan kamu bawa ke kampusnya."
"Mama saja yang kasih pas dia sudah di kosannya."
"Ngak seru dek. Kamu tolongi mama ya."
"Oke ma."
Anna sudah bangun pagi - pagi. Dia sudah bersiap - siap mau ke kampus. Dia berencana akan jalan kaki saja lewat pintu belakang. Karena ujiannya masih jam sembilan. Jadi Anna berencana mau jalan jam tujuh pagi ke kampus. Daniel juga sudah bagun, biasanya dia akan berolah raga baru siap berangkat jam tujuh sebelum apel pagi jam delapan.
Anna sudah siap jalan denga payung kecilnya. Daniel yang melihat langsung berinisiatif mengantar Anna.
"Ayo naik, aku antar biar energi kamu ngak habis di jalan kaki."
"Dekat aja kok kak."
"Naik jangan cerewet. Kita lewat pintu belakang kampus aja ya."
"Iya. Terima kasih."
"Nanti aja terima kasihnya kalau sudah tiba di kampus."
Kebetulan, Daniel sengaja mengantar agar dia tahu Anna akan ujian skripsi digedung yang mana, sehingga memudahkan dia membawa hadiah mamanya jam sepuluh.
"Fakultas kedokteran gedung yang mana kamu ujian."
"Gedung F itu kak, lantai satu."
" Oke. Ini kan gedungnya."
"Iya kak terima kasih."
Daniel langsung menuju ke kesatuannya pangkalan marinir.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan