NovelToon NovelToon
Mencintai Istri Pria Lain

Mencintai Istri Pria Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

"Kenapa kau suka sekali ikut campur dengan urusan pribadiku?"

"Karena aku sedang mencari celah untuk mendekatimu dan merebut dirimu dari suamimu yang brengsek itu," jawab Hansel blak-blakan.

Jatuh cinta pada seorang gadis bukanlah hal yang memalukan. Tapi bagaimana jika ternyata kau jatuh cinta pada seorang wanita yang berstatus sebagai istri dari pria lain?

Hal inilah yang dirasakan oleh seorang Hansel Abraham. Hansel jatuh cinta pada Hanni, perawat pribadinya yang saat ini menyandang status sebagai istri dari Raymond Damara.

Langkah apa yang akhirnya akan diambil oleh seorang Hansel Abraham?
Apakah Hansel akan merelakan Hanni tetap bersama Raymond?
Atau Hansel akan menggunakan segala cara untuk merebut Hanni dari pelukan Raymond?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENJELASAN ALEX

Hanni mengekori Alex yang kini berjalan menyusuri sebuah lorong dengan banyak pintu di kiri dan kanan lorong.

Alex berhenti di pintu yang paling ujung, dan membukanya.

"Ini kamar kamu. Dan yang di depan itu adalah kamar para pelayan. Tugasmu disini hanya menjadi perawat pribadi untuk Hansel. Jadi kau tidak akan memasak, mencuci atau melakukan pekerjaan rumah lain. Jika kau butuh sesuatu kau bisa memanggil para pelayan yang ada di rumah ini," jelas Alex panjang lebar.

Pria itu sudah masuk ke dalam kamar yang berukuran cukup luas tersebut. Ada sebuah ranjang, lemari, dan beberapa meja kecil.

Dan ada juga sofa di sudut kamar.

"Duduklah, Han! Aku akan memberitahu beberapa hal mengenai Hansel kepadamu," ujar Alex seraya mengendikkan dagunya ke bagian sofa yang kosong di sebelahnya.

Hanni menurut dan segera duduk di samping Alex.

"Apa aku perlu mencatatnya?" Tanya Hanni khawatir. Wanita itu mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi notes.

"Hal pertama yang perlu kamu ketahui, Hansel sangat tidak suka jika ada yang menatapnya dengan tatapan iba, kasihan, dan sebagainya. Dia akan langsung mengamuk detik itu juga jika kamu ketahuan sedang menatapnya denagn tatapan-tatapan seperti itu," Alex mulai menjelaskan.

"Lalu aku harus menatapnya dengan tatapan yang bagaimana?" Tanya Hanni bingung.

"Pura-pura saja tidak peduli. Dia tak mau dikasihani, maka kau jangan mengasihani dia. Dia ketus kau harus lebih ketus dan selalu cuek dengan kata-kata pedas yang ia lontarkan," jawab Alex menjelaskan.

"Aku bukan manusia seperti itu, Al!" Hanni sedikit merasa keberatan.

"Kalau begitu, belajarlah menjadi manusia cuek mulai sekarang. Kau harus selalu disamping Hansel saat pria itu terjaga. Tapi kau juga harus bersikap pura-pura tak peduli kepadanya. Dia memberi perintah, kau laksanakan. Kalau dia tidak memberi perintah atau meminta bantuan, jangan coba-coba menjadi malaikat yang selalu ingin menolongnya. Dia akan langsung mengamuk," imbuh Alex panjang lebar.

"Kenapa sifatnya bisa aneh begitu? Apa dia mengidap kelainan jiwa?" Tanya Hanni tak mengerti.

"Tidak! Dia sebenarnya masih waras. Hanya saja dia sedikit tertekan dengan perubahan fisiknya yang drastis. Dulu dia pria sempurna, dan sekarang tiba-tiba dia menjadi seorang pria cacat yang harus bergantung pada kursi roda. Kau pasti paham bagaimana perasaannya," jelas Alex sekali lagi.

Hanni hanya manggut-manggut seolah paham.

"Tapi kau tenang saja. Hansel adalah pria yang baik, jika kau berhasil mengambil hatinya dan menjadi sahabat untuknya," imbuh Alex lagi yang seakan memberikan angin segar untuk Hanni.

"Baiklah aku paham," tukas Hanni pada akhirnya.

Alex sudah beranjak berdiri dan hendak keluar dari kamar Hanni.

"Oh ya, Al. Soal cuti dua kali sebulan itu..." Hanni sedikit ragu untuk melanjutkan kalimatnya.

"Kau akan mendapatkannya, Hanni. Tapi saranku kau jangan ambil cuti dulu bulan ini, mengingat kau baru mulai bekerja. Bulan depan aku akan membantumu bicara pada aunty Ira tentang cuti itu," ujar Alex yang seakan paham dengan pertanyaan dari Hanni.

Hanni mengangguk cepat.

"Baiklah, terimakasih untuk semuanya, Al!" Ucap Hanni tulus.

"Sama-sama. Istirahatlah! Besok kau baru mulai bekerja," pungkas Alex sebelum benar-benar keluar dari kamar Hanni.

Hanni menutup pintu kamarnya, dan segera melepas cardigan yang sedari tadi ia kenakan.

Hanni merebahkan sejenak tubuhnya yang lelah diatas kasur. Wanita itu meraih ponselnya dan membuka beberapa pesan yang masuk.

Hanya ada pesan dari perawat yang menjaga bu Halimah. Perawat tersebut mengirimkan foto terbaru dan semua hal mengenai perkembangan kondisi bu Halimah.

Setidaknya Hanni bisa bernafas lega dan bekerja dengan tenang disini. Sudah ada orang baik yang akan menjaga sang ibu enam bulan ke depan.

Tapi Hanni tetap berharap kalau si tuan muda Hansel tersebut akan pulih dari kelumpuhan lebih cepat, jadi Hanni juga bisa lebih cepat pulang dan berkumpul kembali dengan sang ibu.

Mata Hanni terasa berat sekarang. Semalaman Hanni tak dapat memicingkan matanya. Dan sekarang Hanni benar-benar mengantuk. Sebaiknya Hanni tidur dan beristirahat sekarang.

****

Menjelang sore, Hanni terbangun karena mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.

Buru-buru Hanni membuka pintu kayu kokoh tersebut. Ada seorang pelayang yang membawa setumpuk baju ditangannya.

"Selamat sore, Nona. Saya mengantar seragam untuk anda," ujar pelayan tersebut dengan senyuman ramah.

Hanni balas tersenyum dan menerima tumpukan baju seragam berwarna merah muda tersebut.

"Terima kasih banyak," jawab Hanni ramah.

"Saya juga membawakan makan siang untuk anda, Nona. Sedikit terlambat sepertinya," ujar pelayan itu lagi sedikit terkekeh.

"Jangan memanggilku Nona. Bukankah kita sama-sama pelayan di rumah ini?" Ujar Hanni dengan nada sungkan.

"Siapa namamu?" Tanya Hanni lagi.

"Saya Wanda. Dan maaf, kata Nyonya kami harus memanggil Nona Hanni karena Nona adalah perawat pribadi untuk Tuan muda," jawab Wanda seraya menunduk.

"Begitu, ya? Baiklah, terimakasih, Wanda," Hanni mengambil alih troli berisi makanan dari tangan Wanda dan membawanya masuk ke kamar.

"Saya permisi, Nona Hanni. Selamat makan," pamit Wanda seraya berlalu dari hadapan Hanni.

Hanni kembali menutup pintu kamarnya dan segera menyantap makanan yang tadi dibawakan oleh Wanda. Perut Hanni memang sudah keroncongan sedari tadi.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir hari ini.

Jangan lupa like dan komen.

Untuk yang ingin vote karya ini, bisa klik pita ungu bertuliskan "lomba update tim" agar vote kalian masuk dan terhitung sebagai dukungan untuk othor. Terima kasih 😙

1
lantol
raymon serakah
syh 03
Luar biasa
inayah machmud
Hanni ga inget kalo sudah lepas kb.
inayah machmud
😭😭😭😭😭
Titik Novrianti
emang bodoh bin goblok lh si hanni ini
sintesa destania
sumpah ku menangisssss
sintesa destania
dan kenapa aku manengis tersedu sedu sekali😭😭😭
sintesa destania
kok aku sakit hati ya
Sri Wahyuni
💪💪💪👍👍👍💐💐🌼🌼🌻🌻💗💗❤💐🌼💐💐
minarni 0714
Luar biasa
inayah machmud
calon anak mu lagi protes Hansel karena kelaparan. 🤭😂😂😂😂😂
inayah machmud
gimana Hani gak hamil orang kamu garap sampai pagi.
Vien Habib
Luar biasa
Lilisdayanti
nyimak dulu 🤭🤭 aahhhh apa ya judul nya ko aqu ga perhatikan tadi 🤭🤭
Lilisdayanti
iyakah,,ber alibi kebanyakan tipu daya 🤭
ayu nuraini maulina
Hans bego
ayu nuraini maulina
ap Hans g ingat pas anu2 sama hani
ayu nuraini maulina
11 12 Kaka beradik sama2 keras
ayu nuraini maulina
tensi naik hans
ayu nuraini maulina
elo ng suami goblok yg masih d ketek ortumu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!