NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan Arvin

Pernikahan Rahasia Tuan Arvin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Demi menyelamatkan nyawa adiknya yang kritis di ICU, Dania Kirana terpaksa menerima syarat gila dalam surat wasiat seorang konglomerat: menikah dengan Arvin Dirgantara, CEO dingin yang penuh prasangka.
Arvin menganggap Dania wanita matre yang memanfaatkan kakeknya demi harta dan 51% saham perusahaan. Sementara Dania bertaruh harga diri demi bertahan dalam pernikahan rahasia berdurasi satu tahun.
Di balik pernikahan penuh ancaman dan perjanjian kertas ini, bahaya besar mengintai dari Dion—sepupu Arvin yang haus kekuasaan. Mampukah Dania membuktikan dirinya di tengah kepungan musuh, ataukah pernikahan rahasia ini justru menjebak mereka dalam benih cinta yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Sandiwara di Atas Lapisan Es

Keesokan paginya, penthouse di lantai 45 terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Sejak pukul tujuh pagi, Rian—sekretaris Arvin—sudah berdiri di ruang tamu dengan tumpukan map tebal dan sebuah tablet berisi berkas audit perusahaan.

"Pak Arvin, audit dewan komisaris dimajukan menjadi hari Senin depan," Rian melapor dengan raut wajah tegang seraya menyerahkan berkas pada Arvin yang baru selesai mengenakan jasnya. "Pak Dion secara khusus meminta auditor independen memeriksa keabsahan pendaftaran pernikahan Bapak di catatan sipil dan keabsahan dokumen perwalian."

Arvin menerima berkas itu tanpa perubahan ekspresi di wajahnya. Matanya yang tajam meneliti lembaran angka di depannya. "Dion panik karena proyek Grand Dirgantara Tower lolos dari sabotase. Dia mencoba mencari celah hukum lain."

Tepat saat itu, pintu kamar tamu terbuka. Dania melangkah keluar mengenakan blouse krem yang rapi dan celana kain hitam. Rambut panjangnya diikat rapi, memberikan kesan profesional sekaligus anggun.

Arvin menghentikan gerakan jemarinya di atas berkas, menatap Dania sejenak sebelum beralih pada Rian. "Semua dokumen pribadi Dania sudah bersih?"

"Sudah, Pak," jawab Rian patuh. "Riwayat pendaftaran nikah di catatan sipil sudah terkunci rapat di sistem internal, dan seluruh tagihan rumah sakit adiknya terdaftar atas nama dana perwalian resmi keluarga Dirgantara."

Dania mendekati meja makan, menuangkan air putih ke dalam gelasnya. "Jadi, apa rencana Anda untuk menghadapi audit Senin depan?"

Arvin melangkah mendekati Dania, mengikis jarak di antara mereka. Rian yang paham situasi langsung berdehem pelan dan melangkah mundur ke area selasar pintu keluar untuk memberikan privasi.

"Bukan rencana ku, Dania," bisik Arvin rendah, matanya menatap manik mata Dania lurus. "Tapi rencana kita. Mulai malam ini, dewan komisaris akan mengadakan gala makan malam pra-audit di Hotel Mulia. Dion akan ada di sana, begitu juga para pemegang saham veteran yang ragu padaku."

Dania menelan ludah. "Anda mau saya ikut ke gala makan malam itu?"

"Kamu bukan cuma ikut," tegas Arvin seraya menyelipkan sehelai rambut Dania ke belakang telinganya—sebuah gerakan refleks yang membuat jantung Dania berdesir halus. "Kamu akan hadir sebagai Nyonya Dirgantara. Wanita yang memikat hatiku hingga aku memutuskan mempublikasikan pernikahan ini secara terbatas."

Dania menyilangkan tangan di dada, berusaha menutupi kegugupannya di bawah tatapan intens Arvin. "Perjanjian kita bilang pernikahan ini rahasia, Arvin."

"Memang rahasia dari pers," balas Arvin cepat. "Tapi di depan dewan komisaris, kamu harus bertingkat seperti wanita yang sangat mencintaiku—dan aku akan bertindak seolah aku akan melakukan apa saja untuk melindungi mu. Dion akan menggunakan segala cara untuk memancing emosimu malam nanti."

"Saya bukan wanita lemah yang gampang terpancing gertakan," potong Dania dengan dagu terangkat bangga. "Saya sudah biasa menghadapi klien-klien arogan. Sepupu Anda itu cuma versi lebih licik dari mereka."

Untuk pertama kalinya, sebuah senyum tipis yang tulus terukir di bibir Arvin. "Aku tahu kamu bisa diandalkan. Tapi ingat... Dion tidak bermain bersih."

Malam harinya, Ballroom Hotel Mulia diselimuti lampu gantung kristal yang megah dan alunan musik klasik dari grup orkestra. Ratusan pengusaha kelas atas dan jajaran komisaris Dirgantara Group berkumpul dengan gaun dan tuxedo mewah.

Pintu ganda ballroom terbuka, dan seketika pandangan puluhan pasang mata tertuju ke arah pintu masuk.

Arvin melangkah masuk dengan balapan tuxedo hitam yang sangat pas di tubuh tegapnya. Namun yang membuat seluruh ruangan berbisik-bisik adalah wanita yang menggandeng lengannya dengan anggun.

Dania tampil memukau dalam balutan gaun malam berwarna emerald green berpotongan simpel namun sangat elegan. Polesan make-up tipis menonjolkan kecantikan alaminya, sementara perhiasan kalung berlian simpel di lehernya memberi kesan mewah yang tidak berlebihan.

"Tetap rileks," bisik Arvin pelan di samping telinga Dania seraya menggenggam jemari wanita itu, menyelipkan jarinya di antara jari Dania dengan erat. "Sentuhan ini untuk kamera dan komisaris."

Dania merasakan kehangatan telapak tangan Arvin yang kokoh. "Saya tahu. Jangan sampai tangan Anda berkeringat, Tuan CEO."

Arvin terkekeh pelan—sebuah tawa lepas yang jarang sekali disaksikan oleh para petinggi perusahaan di ruangan itu. Beberapa komisaris senior yang melihat interaksi itu saling berpandangan dan mengangguk-angguk terkesan.

Namun, suasana hangat itu mendadak pudar saat sesosok pria memotong jalan mereka seraya membawa gelas sampanye.

Dion.

Pria itu mengenakan setelan jas merah hati dengan senyum miring yang terukir penuh ejekan. Di samping Dion, berdiri seorang wanita paruh baya berpenampilan serba mewah dengan tatapan menilai yang sangat dingin—Ibu Helen, salah satu komisaris paling berpengaruh sekaligus bibi Arvin yang berpihak pada Dion.

"Selamat malam, Arvin," sapa Dion dengan nada manis yang dibuat-buat. "Dan... selamat malam untuk 'istri rahasia' yang sangat fenomenal ini."

Ibu Helen melangkah maju, memandang Dania dari ujung rambut hingga ujung sepatu dengan tatapan merendahkan.

"Jadi ini gadis yang membuat almarhum Kak Wijaya sampai mengubah draf wasiat di detik-detik terakhir?" ujar Ibu Helen dengan suara tajam. "Latar belakang keluarga biasa, tidak punya rekam jejak di bisnis properti, dan mendadak memegang kendali atas saham utama keluarga Dirgantara?"

Dania merasakan genggaman tangan Arvin mengencang. Arvin hendak bersuara untuk memotong, namun Dania mendahuluinya.

Dania tersenyum tenang, menatap lurus ke dalam mata Ibu Helen tanpa ada getaran takut di wajahnya.

"Selamat malam, Ibu Helen," sapa Dania dengan bahasa tubuh yang begitu santai dan berkelas. "Latar belakang saya mungkin sederhana, tapi kakek Arvin melihat nilai kejujuran dan dedikasi kerja yang tidak bisa dinilai dengan angka saham. Dan soal rekam jejak bisnis... draf efisiensi Grand Dirgantara Tower yang disetujui investor Jepang kemarin adalah bukti nyata dedikasi saya untuk perusahaan ini."

Wajah Ibu Helen mendadak berubah kaku. Jawaban Dania yang tenang namun penuh fakta tepat menyasar telak.

Dion mengepalkan tangannya di balik gelas sampanye, matanya berkilat marah melihat ibunya dibungkam oleh Dania.

"Jangan berlagak suci, Dania," bisik Dion maju satu langkah, menundukkan kepala mendekati Dania dengan nada mengancam. "Aku tahu persis berapa ratus juta dana perwalian yang mengalir ke rekening rumah sakit adikmu minggu ini. Kamu cuma benalu yang—"

TAK!

Sebelum Dion menyelesaikan kalimatnya, Arvin mencengkeram kerah jas Dion dengan kuat, mencabut kedamaian di sudut ballroom tersebut dalam satu gerakan cepat dan berbahaya.

"Jaga mulutmu, Dion," desis Arvin dengan suara bariton yang begitu dingin hingga sanggup membekukan seluruh udara di sekitar mereka. Matanya memancarkan ancaman yang sangat mematikan. "Satu kata hinaan lagi untuk istriku... dan aku pastikan namamu dihapus dari seluruh jajaran direksi sebelum pesta malam ini berakhir."

1
sunaryati jarum
Tetap waspada dan cinta kalian saling mengustkan
sunaryati jarum
Cinta yang datang alami tanpa paksakan, semoga manis
sunaryati jarum
Akhirnya Arvin kan yang memulai menjadi pasangan tanpa kontrak
sunaryati jarum
Arvin berani merangkul pinggang Dania di tempat umum yang penuh tokoh pebisnis kalangan eksekutif dan penuh jurnalis
Rhea Vey: terima kasih banyak atas dukungannya, selalu memberikan komentar dan like🥰🙏. bikin author tambah semangat 🤗🤗
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah baru berpisah sebentar sudah rindu, pilihan kakekmu kok ditolak
sunaryati jarum
Nah harus ada penjelasan seperti itu agar tidak terjadi salah paham
sunaryati jarum
Karena pemaparan kamu seolah kamu tidak mau berinteraksi dengan Dania,seakan kau malu dengannya
sunaryati jarum
Dania terperangkap maksud terselubung CEO yang mulai jatuh cinta padanya 🥰🥰
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Arvin mulai menyadari perasaannya
sunaryati jarum
Ternyata Ny Helen dan Dion, hanya perusak perusahaan dan menginginkannya uangnya
sunaryati jarum
Arvin mulai perhatian dan peduli pada Dania
sunaryati jarum
Nanti kamu makin lama terpesona dengan kepiawaian Dania, Arvin
sunaryati jarum
Apa Arvin meminta seluruh pakaian Dania di bawa ke kamarnya
sunaryati jarum
Itu kan dinding yang kau buat,emak sumpahin kamu jatuh cinta duluan
sunaryati jarum
Wow sandiwara sempurna Arvin
sunaryati jarum
Dion membuat pernikahan kontrak jadi pernikahan sesungguhnya
sunaryati jarum
Yang kamu benci akan menyelamatkan kamu,Arvin
sunaryati jarum
Mantap tekatmu Dania
sunaryati jarum
Emak suka karakter Dania yang tidak lemah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!