NovelToon NovelToon
Plot Twist : I'M The Villainess

Plot Twist : I'M The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Fantasi
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Genre: Fantasi Modern, Romantis-Komedi, Isekai

Elia said : Gue boleh jadi antagonis, tapi minimal tetep punya akhlak lah ya!

Gimana jadinya kalau seorang gadis Gen Z super santuy bernama Elia tiba-tiba terbangun di dalam dunia webnovel romansa klise yang sering dia baca? Alih-alih jadi tokoh utama yang disayang semua orang, Elia malah apes tingkat dewa: dia masuk ke tubuh si villainess (tokoh jahat) yang punya nasib tragis dan bakal mati mengenaskan di pertengahan cerita!
Novel itu berjudul "Gadis Desa dan Sang Taipan" sebuah kisah cinta menye-menye tentang gadis kampung polos yang dicintai setengah mati oleh seorang taipan muda nan kaya raya. Masalahnya, si taipan kaya ini adalah tunangan Elia di dunia tersebut. Berdasarkan alur asli, Elia harusnya mati karena terlalu bucin dan terobsesi merusak hubungan mereka.
"Yang bener aja?! Masak gue harus jadi villain? Mana mati di tengah cerita lagi. Sial banget!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Lampu Sorot dan Garis Takdir

~ HAPPY READING ~

|

Pukul enam sore, atmosfer di kediaman megah keluarga Lauren terasa begitu pekat dan menekan. Sebelum bertolak menuju pesta ulang tahun Kakek Albert Veradoux, Meilin mengumpulkan seluruh anggota keluarga di ruang keluarga berinterior marmer nan mewah.

Elia duduk menyandar santai di sofa empuk di sebelah Meilin, memangku cangkir tehnya. Namun, ketenangan Elia berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dengan kedua orang tuanya. Mama Miler tak henti-hentinya memilin kain gaun malam mewahnya yang berenda, sementara Papa Michel berjalan bolak-balik di atas karpet Persia dengan raut wajah sekeras batu. Langkah kakinya berat, memancarkan kecemasan yang membuncah.

"Meilin, Mama mohon... katakan kalau ini bukan kabar buruk," bisik Miler dengan suara bergetar, matanya melirik tajam penuh selidik ke arah Elia. "Apa adekmu ini... membuat masalah besar lagi?"

Pertanyaan itu meluncur begitu saja tanpa ragu. Miler sangat mengenal tabiat asli Helena anak bungsunya yang selama ini menjadi pusat pusing keluarga. Helena yang asli terkenal angkuh dan pembuat onar; mulai dari menghina pekerja, mengamuk di tempat umum, hingga pernah secara sengaja menabrakkan mobil mewahnya ke kendaraan warga hanya karena tidak terima ditegur saat ugal-ugalan.

Papa Michel mendesah berat, memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Denyut pusing mulai menyebar ke kepalanya setiap kali nama Helena dikaitkan dengan sebuah masalah.

"Ayah, Ibu... ini bukan kabar buruk, tapi bukan juga sebuah kabar yang menyenangkan," sahut Meilin penuh kehati-hatian, berusaha memilih kata yang tepat.

Elia memutar bola matanya pelan, menghela napas panjang. "Ayolah, Kak... Jangan bikin Ibu sama Ayah makin berprasangka buruk tentang aku."

‘Gue bahkan belum ngomong sepatah kata pun, tapi asumsi mereka udah sejahat itu... Ya ampun, sebajingan apa sih Helena yang asli sampai orang tuanya trauma begini?’ batin Elia prihatin sekaligus merana.

"Meilin, cepat katakan! Jangan membuat kami mati penasaran!" desak Miler, dadanya kembang-kempis.

Meilin menarik napas dalam-dalam, menatap kedua orang tuanya lurus-lurus. "Helena dan Arton... sepakat untuk membatalkan pertunangan mereka. Secara resmi. Malam ini."

"APA?!"

Kata itu meledak bersamaan dari mulut Michel dan Miler.

"BATAL?! PERTUNANGAN KALIAN BATAL?!" Miler menjerit syok. Matanya membelalak lebar, wajahnya mendadak pucat pasi. "Helena! Kamu diancam sama Arton?! Atau pria itu main tangan padamu?!"

"Ma... napas, Ma. Tarik napas dulu, tenang..." potong Elia buru-buru, kaget melihat reaksi histeris ibunya.

"Bagaimana Mama bisa tenang?! Kamu diapain sama anak Veradoux itu?! Dipukul? Diintimidasi?!"

"Ibu, dengarkan dulu penjelasan Helena!" sela Meilin mencoba meredam suasana.

BRAK!

Papa Michel mendadak menggebrak meja kaca di tengah ruangan dengan kepalan tangannya.

"Akkkhhh!" Elia terlonjak kaget dari sofanya, refleks memegang dadanya. "Papa! Ya ampun, untung jantung aku gak melompat keluar!"

Raut galak di wajah Michel seketika runtuh, digantikan rasa bersalah yang mendalam. "Maafkan Papa, Sayang... Papa membuatmu kaget," ujarnya dengan suara melembut instan.

"Papa ini bagaimana, sih?! Main gebrak saja, lihat anak kita jadi ketakutan!" protes Miler seraya mencubit lengan suaminya gemas.

"Aku kesal, Miler! Aku tidak terima Helena kita dipermainkan oleh keluarga Veradoux!" seru Michel dengan dada naik-turun menahan amarah yang membakar. Rasa bangga dan harga dirinya sebagai kepala keluarga Lauren terasa diinjak-injak.

"Papa, Mama, duduk dulu. Dengarkan penjelasan Helena baik-baik. Jangan berasumsi dulu," bujuk Meilin seraya menuntun keduanya untuk duduk.

Elia membenahi posisi duduknya, menatap kedua orang tua Helena asli yang ternyata sangat, sangat menyayangi putri mereka ini.

"Aku sama Arton emang udah setuju buat batalin pertunangan ini, Ma, Pa," ujar Elia dengan suara tenang dan rasional. "Setelah aku pikir-pikir pakai kepala dingin, pertunangan ini gak ada faedahnya sama sekali. Yang ada cuma bikin sakit hati berlarut-larut. Arton punya wanita lain yang mengisi hatinya. Menikah sama pria yang hatinya milik orang lain itu cuma bakal menyiksa ku, seumur hidup Itu waktu yang sangat lama, Ma. Aku gak mau mempertaruhkan masa depanku demi pria yang sama sekali gak punya perasaan buat aku. Lagian... Arton udah janji bakal kasih aku uang sepuluh triliun sebagai kompensasinya."

"Sepuluh triliun?!" potong Meilin terbelalak. "Hel, bukannya terakhir kali kamu bilang cuma satu triliun?! Kenapa mendadak membengkak jadi sepuluh triliun?!"

"Satu triliun terlalu sedikit buat harga diri keluarga kita, Kak," sahut Elia cepat dengan alasan yang dibuat-buat. "Jadi aku negosiasi ulang, dan dia langsung setuju deal sepuluh triliun tanpa penawaran sama sekali, hehehe."

‘Bohong dikit demi ngantongin uang 20 triliun pas pulang ke dunia nyata gak apa-apa kali ya?’ batin Elia membela diri.

[Perbuatan yang sangat bagus, Tuan Rumah! Berbohong dan memeras adalah karakter dasar dari seorang antagonis!]

‘Buset! Lu kalau mau nongol kasih aba-aba dulu napa?! Tiba-tiba bersuara di otak bikin kaget aja!’ omel Elia sengit di dalam hati. Bibirnya tanpa sadar komat-kamit mengeluarkan gertakan tak jelas.

"Helena? Kamu kenapa?" panggil Meilin heran melihat adiknya seperti sedang bertengkar dengan angin.

"Eh—iya Kak, hehehe. Gak apa-apa! Maaf... Oke, lanjut—"

"Helena, katakan jujur sama Mama," potong Miler dengan raut wajah luar biasa serius. "Kamu benar-benar yakin membatalkan pertunangan ini hanya demi uang sepuluh triliun?"

"Bukan demi uangnya, Mama," pangkas Elia tegas, menatap Miler dalam-dalam. "Uang itu cuma ganti rugi atas waktu, energi, dan rasa sakit hatiku selama ini."

"Sayang... apa kamu kekurangan uang jajan? Katakan sama Mama!" Miler rupanya sama sekali tidak menangkap intisari ucapan Elia.

"Mama, ini bukan masalah uang—"

"Mama tahu, Sayang! Kamu butuh berapa? Ratusan miliar? Triliun? Biar Mama transfer sekarang juga! Keluarga Lauren tidak pernah kekurangan uang untuk membahagiakanmu!" seru Miler panik.

Elia memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut. Ia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan. "Mama... dengerin aku gak sih dari tadi?" Suara Elia terdengar sedikit bergetar, menahan rasa frustrasi karena pembicaraannya terus berputar-putar.

‘Aduh, dia sama sekali gak nangkep poin utamanya!’ rintih Elia dalam hati.

"Mama mendengarkanmu, Sayang—"

"Mama tidak mendengarkan Helena!" potong Meilin tegas, berdiri memblokir pandangan ibunya. "Mama cuma fokus sama angka uangnya! Padahal poin paling penting dari ucapan Helena adalah tentang kebahagiaannya!"

Michel mengangguk setuju, mengelus bahu istrinya lembut. "Meilin benar, Miler. Kamu harus mendengarkan putri kita. Helena setuju membatalkan pertunangan ini bukan semata karena uang, tapi karena dia sadar kebahagiaannya sedang dipertaruhkan. Putri kita berhak dicintai, Miler. Dia layak mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Arton, pria yang akan menyayanginya dengan tulus tanpa menyembunyikan wanita lain di hatinya. Helena berhak bahagia."

Miler tertegun. Kata-kata suaminya perlahan menembus kesadarannya. Matanya berkaca-kaca menatap Elia. "Aku... aku paham, Michel. Kalau begitu, malam ini saat pengumuman itu dibacakan, kita jangan pernah tinggalkan Helena sendirian. Cintanya pada Arton tidak mungkin padam begitu saja dalam semalam. Kita harus menjaganya."

"Mama gak perlu khawatir, aku baik-baik aja kok," ujar Elia mencoba menenangkan.

‘Plis lah, jangan khawatirin gue... Gue justru lagi seneng banget dapet sepuluh triliun! Sedih sedikit pun gak ada nempel di hati gue!’ batin Elia berteriak gembira.

"Huh..." Miler menghapus sudut matanya, lalu tatapannya mendadak berubah penuh tekad. Ia menatap Meilin tajam. "Meilin! Malam ini, dandanin adikmu secantik mungkin! Pakai gaun terbaik dan perhiasan paling berkilau! Bikin si anak Veradoux itu lihat dengan mata kepalanya sendiri, secantik apa putri keluarga Lauren yang sudah dia buang!"

"Tenang aja, Ma! Malam ini spotlight seluruh ruangan bakal tertuju sepenuhnya ke Helena!" sahut Meilin penuh semangat membara.

Elia menghembuskan napas pasrah, bahunya merosot. ‘Duh... gue gak mau jadi spotlight. Gue cuma mau pembatalan pertunangan ini kelar, terus gue bisa rebahan sambil ngitungin duit tanpa drama...’ gumam Elia meratapi nasibnya.

Sementara itu, tepat pukul tujuh malam di Hotel Azure...

Atmosfer di grand ballroom hotel bintang lima paling megah di pusat Kota A itu terasa sangat megah dan mengintimidasi. Lampu-lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit, memantulkan cahaya keemasan ke atas lantai marmer yang mengilap. Alunan musik klasik bergema lembut, mengiringi derap langkah para tamu undangan bergaun mewah dan bersetelan jas mahal.

Di balik kemewahan itu, Leila sibuk setengah mati di area backstage dan refreshment bar. Ia bergerak cepat, merapikan deretan gelas kristal, menata hidangan canapé, hingga membantu staf lain angkat beban. Gerakannya sigap, rapi, dan sangat efisien jauh melebihi standar pekerja harian biasa.

Sikap kerja Leila itulah yang beberapa jam lalu menarik perhatian Arumi, kepala pengawas operasional acara malam ini. Wanita tegas berwajah dingin itu sempat berdiri lama di sudut ruangan, memperhatikan Leila bekerja tanpa henti tanpa sekalipun mengeluh.

‘Gadis ini... kelihatannya sudah sangat terbiasa dengan kerja keras. Pengerjaannya cepat, teliti, dan bersih,’ batin Arumi terkagum-kagum, memberikan nilai sempurna untuk Leila. ‘Anak ini punya potensi besar, dia harus dipertahankan.’

Tanpa ragu, Arumi langsung memanggil Leila ke ruangannya dan menawarkan posisi sebagai karyawan tetap. Tak hanya itu, saat Leila dengan malu-malu menceritakan bahwa ia baru tiba di kota dan belum punya tempat tinggal, Arumi yang hidup sebatang kara sejak ibunya wafat dua bulan lalu dan ayahnya kabur entah ke mana saat ia berusia 15 tahun langsung berempati. Tanpa ragu, Arumi mengajak Leila untuk tinggal di rumahnya.

Kembali ke hiruk-pikuk ballroom...

"Lei, semua beverage dan hidangan utama sudah aman, kan?" tanya Arumi menghampiri Leila dengan papan jalan di tangannya.

"Sudah aman semua, Mba Arumi," jawab Leila mantap, mengusap peluh tipis di dahinya.

"Bagus. Tamu-tamu VIP sudah mulai memasuki ruangan. Saya minta dengan sangat, malam ini jangan sampai ada kesalahan sekecil apa pun. Ingat, acara malam ini adalah perayaan ulang tahun kakek dari pemilik utama Veradoux Group," tegas Arumi memberikan instruksi akhir.

"Veradoux...?" gumam Leila pelan.

DEG...!

Suara itu seolah menghentikan detak jantung Leila seketika. Seluruh persendian tubuhnya mendadak kaku. Nama yang selama lima tahun ini ia kubur rapat-rapat, kini dihantamkan tepat di depan wajahnya. Sensasi sesak yang membakar mendadak memenuhi dadanya.

‘Tenang, Leila... Tenang! Di kota sebesar ini, nama Veradoux pasti merujuk pada keluarga besar mereka. Belum tentu dia ada di sini...’ bisik Leila membujuk hatinya yang mulai panik setengah mati.

"Paham semuanya?!" seru Arumi memecah lamunan Leila.

"Paham, Mba!" sahut para staf serempak.

Melihat Leila yang mendadak memucat dan meremas ujung apronnya, Arumi melangkah mendekat. "Leila? Kamu kenapa? Wajah kamu pucat banget, kamu sakit?"

Leila tersentak, buru-buru menyunggingkan senyum paksa. "E-enggak kok, Mba. Aku cuma... sedikit kaget dan gugup. Gak nyangka aja kalau tempat kerja pertamaku ternyata melayani keluarga sekelas Veradoux," jawab Leila berbohong.

Arumi menghela napas lega, meremas pelan bahu Leila. "Wajar kalau gugup. Ini pertama kalinya kamu berhadapan langsung dengan kalangan high society."

"Iya benar Mba, kami juga gemetaran banget dari tadi, takut salah tumpuk gelas," timpal Franda, pekerja baru di sebelah Leila. Gadis itu lalu menoleh pada Leila dan tersenyum ramah. "Nama kamu Leila, kan? Aku Franda, tapi ibuku dari kecil biasa panggil aku Farah."

Arumi menyipitkan matanya heran, batinnya bergumam sendiri. ‘Dari Franda ke Farah... jauh banget. Ibunya dulu pas ngasih nama lagi ngidam apa coba?’

Namun Arumi segera menguasai keadaan. "Sudah, sudah. Waktu terus berjalan! Puncak acara sebentar lagi dimulai. Ayo kembali ke posisi masing-masing! Tetap fokus, dan kalau ada kendala langsung panggil saya. Semangat semuanya!"

"Semangat!"

Para staf segera menyebar ke posisinya masing-masing. Leila menghela napas panjang, merapikan seragam pelayannya. Di balik senyum profesional yang mulai ia sunggingkan, dadanya bergemuruh hebat menunggu takdir yang sebentar lagi akan mempertemukannya dengan masa lalu yang paling ingin ia hindari.

Bersambung 🫰🏻🤗

1
Wahyuningsih
dtnggu upnya kmbli thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 upnya thor tk iiinaaak menunggu 😅😅 sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Tamaa
polos banget ya tuhan
Tamaa
sebenarnya agak sama si Alex ini tapi ya gimana ya, dia sendiri yang pengen bertunangan.
Aquarius97 🕊️
pukul tengkuknya aja biar pingsan . 🤭
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
janji pra nikah kalau dia pengusaha itu bantu banget kalau sewaktu waktu bangkrut dan ada hutang piutang, seenggaknya nya bisa nyelametin aset
Myz Pena
baguslah menantu dan mertua saling kompak menangkap penjahat yang menyiksa sosok perempuan yang disayanginya 🤧
Myz Pena
calon papa mertua ya... wkkwk 🤣
Myz Pena
aduuub sakit kepala... 🤧
Myz Pena
orang kaya mah bebas bisa beli apapun termaksud mengalihkan berita 🤭
Myz Pena
wkwkwkkw bukan sedekah tapi rugi bandar ini 🤧
Myz Pena
perkara uang ,nyawa jadi taruhannya 🤧
Putry Chan
Elia / Helena karakter asyik panggil Alex paman ganteng padahal chat malam malam , dinamika chat mereka lucu
Kartika Candrabuwana
begitukah rencana indahmu? tapi tuhan yang menentukan. lets see whats happen next
Kartika Candrabuwana
oh alex merasakan perubahan helena..mau jawab apa tuh elia..jadi penasaran
ginevra
akhirnya ada yang berpikir kritis.... ayo cepetan!!!
ginevra
aduh.... bikin ketar ketir... ayo Alex cepetan bantuin Elia nya huhhu
Arni Arlinawati Pratiwi💃
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/ di setrum ama anak buah.. kok ngenez kali hidup mu.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
orang kaya baru kena mental luar dan dalem.. /Scare/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
heh.. teriak, /Scare/ orgil baru... /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
anda pelayan di sebut setan ama elia.. salahin elia.. jangan salahin emak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!