Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.
nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?
saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Terobosan Baru
Sisa waktu menjelang seleksi menjadi neraka tersendiri bagi Xiao Lin. Seperti yang telah direncanakan oleh Wang Chen, Pengawas Liu menggunakan kekuasaannya untuk menyiksa Xiao Lin dan Ah Gou secara tidak langsung.
Tugas mereka dilipatgandakan. Jika biasanya Xiao Lin hanya memotong satu bukit kecil kayu bakar, kini dia harus memotong tiga kali lipat jumlah tersebut, ditambah dengan tugas membersihkan seluruh anak tangga Gunung Pedang Surgawi yang jumlahnya ribuan. Sementara Ah Gou dipaksa memikul puluhan ember air dari dasar lembah ke puncak tanpa henti hingga bahunya lecet dan berdarah.
"Xiao Lin... aku tidak kuat lagi..." gumam Ah Gou suatu malam, ambruk di lantai kayu barak yang dingin. Tubuhnya yang kurus gemetar hebat karena kelelahan ekstrem.
Xiao Lin menatap sahabatnya dengan rasa bersalah yang mendalam. Dia tahu semua penindasan yang tiba-tiba memberat ini adalah karena dirinya. Namun, kepribadian polosnya tidak membuatnya mengeluh. Dengan lembut, Xiao Lin membantu Ah Gou berbaring di tempat tidur dan memijat otot-otot kaki sahabatnya itu.
"Maafkan aku, Ah Gou. Ini semua karena aku," bisik Xiao Lin pelan, matanya berkaca-kaca menahan rasa sedih melihat sahabatnya menderita.
"Jangan bicara bodoh..." Ah Gou memaksakan sebuah senyuman tipis, meskipun bibirnya pecah-pecah karena dehidrasi.
"Kita harus bertahan. Dua hari lagi seleksi dimulai. Kau harus... harus menang, Xiao Lin."
Setelah Ah Gou tertidur karena kelelahan, Xiao Lin berjalan keluar barak. Alih-alih beristirahat, dia langsung menuju hutan belakang. Tubuhnya sendiri sebenarnya terasa sangat lelah, namun tekad bajanya mengalahkan rasa sakit fisik tersebut.
Ketika dia mulai duduk bersila di atas batu datar dan menarik napas dalam-dalam, aliran hangat di Dantiannya kembali berputar. Anehnya, semakin keras dia bekerja di siang hari, semakin cepat energi Qi di dalam tubuhnya mengalir di malam hari untuk memulihkan otot-ototnya yang rusak. Tubuhnya seolah menjadi wadah yang semakin kuat setiap kali ditempa oleh kelelahan.
"Anak bodoh. Tubuhmu sudah mencapai batas fana. Jika kau terus memaksa menyerap Qi dengan cara kasar ini, meridianmu akan hancur sebelum kau sempat naik ke atas panggung," sebuah suara dingin tiba-tiba bergema di dalam kepala Xiao Lin.
Xiao Lin tersentak, matanya langsung terbuka lebar. Dia melihat ke sekeliling hutan yang sepi.
"S-siapa itu? Siapa yang berbicara?"
Tidak ada jawaban. Keheningan malam hanya diisi oleh suara jangkrik.
Xiao Lin mengusap kepalanya yang terasa sedikit pening. Dia mengira itu hanyalah ilusi akibat kelelahan yang luar biasa. Namun, di dalam ruang jiwanya, sosok kejam itu mendengus kesal.
"Benar-benar merepotkan. Jika wadah ini hancur, jiwaku juga akan kehilangan tempat bernaung."
Dengan enggan, sisa jiwa kuno itu kembali melepaskan sedikit energi hitam murninya. Kali ini, energi tersebut mengalir ke meridian utama Xiao Lin, menambal bagian-bagian yang hampir robek akibat kelelahan, sekaligus memperlebar jalur meridian tersebut agar bisa menampung lebih banyak Qi.
BOOM!
Rasa hangat yang luar biasa tiba-tiba meledak dari dalam tulang belakang Xiao Lin. Sensasi itu begitu kuat hingga membuat matanya memancarkan cahaya keemasan sesaat. Energi Qi di sekitar hutan belakang seolah ditarik paksa, berputar membentuk pusaran kecil dan masuk melalui ubun-ubun Xiao Lin.
Aliran energi di Dantiannya yang tadinya hanya seukuran kolam kecil, kini meluas dan bergolak seperti danau kecil yang berombak. Tubuhnya terasa seringan kapas, dan kelelahan yang menyiksanya selama seminggu terakhir lenyap tanpa bekas dalam sekejap.
Xiao Lin mengepalkan kedua tangannya. Dia bisa merasakan kekuatan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya merayap di setiap serat ototnya.
"Aku... aku menerobos lagi?" gumam Xiao Lin dengan mata terbelalak tidak percaya.
Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, dari seorang pelayan fana yang tidak memiliki Qi sama sekali.
Xiao Lin kini telah resmi melangkah ke ranah
Qi Gathering Tingkat 2!
Bahkan, fondasi energinya jauh lebih murni dan padat dibandingkan murid luar biasa yang berada di tingkat yang sama, berkat pembersihan meridian oleh energi hitam misterius di dalam jiwanya.
Dua hari berlalu begitu cepat.
hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.
Pagi itu, suasana di arena utama Sekte Pedang Benua sangat luar biasa meriah. Arena batu raksasa yang terletak di tengah-tengah sekte dikelilingi oleh ribuan murid. Di panggung kehormatan yang tinggi, beberapa penatua sekte berpakaian mewah duduk dengan anggun, mengamati jalannya acara.
Hari ini adalah hari pertama Seleksi Besar Murid Dalam.
Di area tunggu khusus peserta, ratusan murid luar berdiri dengan angkuh, memegang senjata mereka masing-masing. Di sudut lain yang paling pojok, sekitar lima puluh murid pelayan berdiri dengan cemas, mengenakan jubah abu-abu mereka yang usang. Kehadiran para pelayan ini langsung menjadi bahan tertawaan dan cibiran bagi para murid luar.
"Lihat para sampah itu. Mereka benar-benar berpikir bisa menjadi murid dalam hanya karena sekte memberi mereka kesempatan?" cemooh seorang murid luar bertubuh jangkung.
"Haha, paling-paling mereka hanya akan menjadi samsak hidup di babak pertama!" timpal yang lain.
Xiao Lin berdiri diam di antara kerumunan pelayan, menggenggam erat sebuah pedang kayu tua yang biasa dia gunakan untuk berlatih. Di sampingnya, Ah Gou terus memberikan kata-kata penyemangat meskipun wajahnya sendiri pucat karena gugup.
Tiba-tiba, kerumunan murid luar di depan mereka terbelah.
Seorang pemuda tampan dengan jubah putih bersih yang mewah berjalan mendekat. Di pinggangnya, tergantung sebuah pedang dengan gagang berukir naga yang indah. Sorot matanya yang dingin langsung mengunci sosok Xiao Lin.
Itu adalah Wang Chen.
"Kau rupanya benar-benar berani datang, sampah," ucap Wang Chen dengan nada suara yang sangat tenang namun dipenuhi aura membunuh yang dingin.
Xiao Lin menatap Wang Chen dengan polos, tidak menunjukkan rasa takut meskipun dia tahu siapa pemuda di depannya ini dari cerita pelayan lain.
"Senior Wang Chen, saya hanya ingin mencoba yang terbaik untuk mengubah nasib saya."
"Mengubah nasib?"
Wang Chen tersenyum sinis, sebuah tawa meremehkan lolos dari bibirnya. Dia melangkah mendekat, mendekatkan wajahnya ke telinga Xiao Lin dan berbisik dengan sangat kejam.
"Hari ini, aku akan memastikan nasibmu berakhir di atas panggung ini. Aku akan memotong tangan dan kakimu, lalu membiarkanmu merangkak di bawah kakiku seperti anjing peliharaan. Berdoalah agar kau tidak bertemu denganku di babak pertama."
Setelah membisikkan ancaman itu, Wang Chen berbalik dan pergi bersama pengikutnya yang tertawa mengejek.
Ah Gou yang mendengar itu langsung gemetar hebat. "Xiao Lin... dia... dia benar-benar ingin membunuhmu!"
Xiao Lin menarik napas dalam-dalam, menatap punggung Wang Chen yang menjauh. Di dalam Dantiannya, kolam energi tingkat 2 miliknya berputar dengan tenang. Tekad bajunya tidak goyah sedikit pun oleh ancaman tersebut.
"Jangan khawatir, Ah Gou. Aku tidak akan kalah semudah itu," jawab Xiao Lin dengan senyum tulusnya yang khas, matanya memancarkan ketenangan yang luar biasa.
Saat itu juga, suara gong raksasa bergaung keras di seluruh penjuru arena, menandakan babak pertama seleksi resmi dimulai.
Bagaimanakah jalannya pertarungan pertama Xiao Lin di babak penyisihan? Apakah dia akan langsung berhadapan dengan lawan yang kuat, ataukah dia akan mengejutkan semua orang dengan kekuatan Qi Gathering tingkat 2 miliknya?
Katakan Lanjut untuk memulai pertarungan pertama Xiao Lin!
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
wuss
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉
fgjkitrcv
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
uh
kejam
kejam
7
🐉🐉🐉
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
🐉👻🐉👻🐉
10
🐉
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
9
🐉👻
8
🐉
12
🐉