NovelToon NovelToon
Efisiensi Kaum Rebahan

Efisiensi Kaum Rebahan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

Pencapaian tertinggi setelah lulus kuliah bagi Kinan adalah bisa rebahan dengan tenang di kamarnya.

​Untuk apa hidup dibuat rumit dengan bekerja keras atau menikah kalau tidur siang saja sudah menjadi surga dunia? Menurut prinsip Work Smart-nya, energi harus dihemat seminim mungkin demi kedamaian jiwa.

​Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat sang ibu menjodohkannya dengan Arga, seorang CEO workaholic akut yang hidupnya diatur oleh Google Calendar dan target. Melihat Arga bekerja saja sudah membuat Kinan merasa kelelahan setengah mati.

​Di bawah satu atap, benturan dua dunia tidak terhindarkan. Arga menuntut disiplin, sementara Kinan selalu punya cara unik untuk memotong waktu pekerjaan rumah demi bisa kembali ke kasur.

​Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Arga yang terpaksa belajar cara melambat, atau Kinan yang akhirnya mengikuti ritme hidup suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 7

Pukul 07.55 pagi, sebuah mobil mewah berhenti di depan pagar rumah Kinan. Sang pengemudi, Arga Draken, turun dengan kemeja kasual. Sambil terus melihat ke arah jam tangannya. Sesampainya di depan pintu senyum lebar Ibu Rina langsung menyambutnya saat membukakan pintu.

​"Eh, Nak Arga! Ya ampun, tepat waktu sekali. Ayo masuk dulu, Nak, duduk bentar di ruang tamu. Ibu panggilin Kinan dulu, ya," ujar Ibu Rina dengan nada suara yang sengaja dibuat semanis mungkin, yang sebenarnya menyembunyikan rasa panik di baliknya.

​Arga hanya mengangguk formal, lalu duduk tegak di sofa dengan tablet yang langsung menyala di pangkuannya.

​Tepat sepuluh menit kemudian, suara derap langkah terdengar dari arah tangga, diikuti oleh omelan berbisik yang masih bisa ditangkap oleh pendengaran Arga.

​"Kamu sih, dari tadi Ibu suruh bangun malah tidur lagi! Jadi gak enak kan membuat Nak Arga menunggu di bawah? Malu-maluin Ibu saja kamu ini!" omel Ibu Rina sambil tangannya sibuk merapikan kerah baju yang dikenakan Kinan.

​Kinan, yang matanya masih sepet dan nyawanya baru terkumpul tiga puluh persen, mendengus pelan sambil membetulkan letak tas selempangnya. "Ibu sendiri bangunin Kinan dari jam enam pagi. Yang bener aja, Bu, jam segitu kan Kinan masih enak tidur. Lagian ini baru lewat sepuluh menit, Pak CEO juga pasti paham toleransi keterlambatan Jakarta."

​"Toleransi apa? Nak Arga itu orang sibuk! Sudah, cepat jalan sana!" Ibu Rina menyenggol lengan Kinan, lalu beralih memberikan senyum termanisnya kepada Arga yang kini sudah berdiri dari sofa. "Maaf ya, Nak Arga, Kinan-nya agak lama tadi."

​"Tidak apa-apa, Tante. Kami permisi dulu," jawab Arga datar, meski matanya sempat melirik sekilas ke arah Kinan yang melangkah di belakangnya dengan langkah terseret-seret seperti zombi.

​Begitu mobil mewah itu melaju di jalanan Jakarta yang mulai padat, keheningan di dalam mobil langsung terusik oleh suara berat Arga.

​"Keterlambatan sepuluh menit di pagi hari itu bukan perkara sepele, Kinan," buka Arga dengan nada bisnisnya yang dingin, matanya fokus menatap jalanan di depan. "Bagi saya, waktu bukan sekadar linier, melainkan variabel penentu efisiensi. Dalam dunia korporasi, sepuluh menit bisa berarti hilangnya momentum deployment sistem atau keterlambatan koordinasi. Kamu harus paham, setiap detik yang terbuang memiliki biaya peluang yang besar."

Arga terus mengoceh dengan ucapan yang Kinan sendri tidak pahami, sambil terus menatap lurus ke arah jalan di depannya.

Kemudian ​Arga menjeda kalimatnya. karena suasana di dalam mobil yang tetap hening tanpa ada sahutan atau pembelaan sedikit pun dari kursi sebelah. Arga pun memanfaatkan momen mobil yang berhenti karena lampu merah untuk menengokkan kepalanya.

​Kalimat yang sudah siap Arga sambung langsung tertelan kembali di tenggorokan, saat melihat wanita di sebelahnya.

​Kinan tertidur pulas.

​Gadis itu sama sekali tidak menyimak. Kepalanya terkulai pasrah menyentuh kaca jendela mobil. Kedua matanya terpejam rapat, dan yang paling membuat Arga syok adalah bibir Kinan yang sedikit terbuka tanpa rasa malu, disusul suara dengkuran halus yang terdengar di sela-sela embusan napasnya.

​Arga tertegun, menatap pemandangan di sebelahnya dengan pandangan tidak habis pikir.

​Bagaimana bisa ada manusia yang tertidur pulas tanpa rasa bersalah setelah membuat orang lain menunggu? batin Arga menjerit frustrasi. Gadis ini benar-benar seperti spesies manusia tanpa tujuan hidup, yang fungsi utamanya di bumi hanya menghabiskan pasokan oksigen.

​Arga mengembuskan napas berat, memilih untuk kembali menginjak pedal gas saat lampu berubah hijau.

​Tiga puluh menit kemudian, mobil akhirnya memasuki pelataran parkir studio. Arga mematikan mesin mobil, lalu mengetuk dasbor dengan jari telunjuknya beberapa kali.

​"Kinan. Bangun. Kita sudah sampai."

​Kinan mengerjap-ngerjap lambat, berusaha mengumpulkan kesadaran. Begitu tangannya bergerak hendak membuka pintu mobil, suara Arga kembali terdengar.

​"Hapus dulu air liurmu, Kinan."

​Mendengar kalimat jujur yang terkesan kejam itu, Kinan sama sekali tidak marah atau malu. Dengan santai, dia justru menyeka sudut bibirnya menggunakan punggung tangan, lalu menguap lebar di depan wajah Arga tanpa beban.

​"Ah, makasih infonya, Pak CEO," sahut Kinan lemas. "Jok mobil dan pendingin di mobil Anda memang juara bikin saya ngantuk."

​Arga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu keluar dari mobil lebih dulu.

​Proses persiapan di dalam studio.​Arga hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit untuk berganti pakaian menjadi kemeja putih yang dipadukan dengan celana kain abu-abu. Sambil menunggu Kinan, pria itu mondar-mandir di ruang tunggu dengan ponsel menempel di telinga.

​"...Pastikan tim IT melakukan testing akhir sebelum Senin. Saya tidak mau ada bug saat sistem diintegrasikan," tegas Arga pada bawahannya di telepon.

​Sementara itu, di dalam ruang rias, Kinan sedang mengalami siksaan batin. Dia harus menahan napas karena gaun pre-wedding berpotongan ketat mengikat pinggangnya, ditambah lapisan bedak yang tebal dan sanggul modern yang membuatnya merasa kepalanya menjadi sangat berat.

​Hampir satu jam berlalu, pintu ruang rias akhirnya terbuka.

​Arga yang sedang berbicara di telepon mendadak memelankan suaranya, hingga akhirnya terhenti total. Pria itu menurunkan ponselnya dari telinga dengan pandangan terpaku.

​Di depan ruang rias, Kinan berdiri dengan postur tubuhnya yang tinggi dan proporsional. Gaun putih berbahan brokat itu jatuh dengan sangat anggun di tubuhnya. Rambut hitamnya yang biasa dicepol asal-asalan kini ditata dengan sanggul rendah yang modern, membuat wajahnya tampak jauh lebih feminin dan berkelas.

​Jantung Arga memberikan reaksi yang cukup mengejutkan. Di dalam kepalanya, Arga selalu menyukai tipe wanita karier yang anggun, rapi, dan mandiri dan visual Kinan saat ini benar-benar memenuhi seluruh kriteria wanita idealnya.

​Kinan yang merasa tidak nyaman dengan gaun ketatnya langsung merusak momen terkesima Arga dengan ocehannya. "Pak CEO, tolong bilang ke fotografernya untuk cepat. Muka saya berasa ketiban bedak sekilo, ini gaunnya juga nggak nyaman banget."

​Arga langsung tersentak kembali ke realitas. Dia buru-buru membetulkan letak kacamatanya yang sebenarnya sama sekali tidak bergeser. "Ya. Ayo cepat masuk ke set foto," ucapnya ketus.

​Sesi foto dimulai, dan semuanya berubah menjadi komedi situasi yang konyol. Karena ini adalah pertama kalinya mereka berada dalam jarak sedekat ini, suasana studio langsung berubah canggung.

​"Oke, Mbak Kinan, silakan tangannya menyentuh dada Mas Arga. Dan Mas Arga, tolong pinggang Mbak Kinan dirangkul, ya. Agak merapat!" seru sang fotografer memberi arahan.

​Kinan melangkah mendekat, telapak tangannya mendarat di dada Arga yang mendadak menegang. Di sisi lain, Arga mengulurkan tangannya dengan ragu. Ia berniat merangkul Kinan dengan romantis sesuai arahan, namun jari-jari Arga yang terasa kaku justru tidak sengaja menusuk bagian pinggang Kinan yang sangat peka terhadap rasa geli.

"Aww! Pfftt... Astagaa, Pak CEO!"

Kinan refleks meloncat mundur sambil tertawa kegelian, merusak pose anggunnya dalam sekejap.

​Arga melotot bingung, dengan wajahnya yang terlihat canggung. "Saya tidak bermaksud... tangan saya hanya mengikuti instruksi."

​"Jari Anda menusuk pinggang saya, Pak CEO. Rileks dikit, jangan kaku kayak patung begitu," protes Kinan sambil mencoba menahan tawanya.

​Melihat calon istrinya malah menertawakannya, Arga kembali salah tingkah. Kupingnya yang tadi sempat meredam kini kembali memerah hingga ke pangkal leher.

​Fotografer di depan mereka hanya bisa menepuk jidatnya dengan pasrah. "Aduh, Mbak, Mas... Yang serius ya... Tolong posisinya dirapikan lagi, jangan kaku-kaku banget!"

1
Alyaaa_Lryyy.
apa sih danu kepo amat sama yang udh nikah😒😒
Alyaaa_Lryyy.
cemburu nih cerita nya si argaa🤭
Alyaaa_Lryyy.
danu lo ganggu banget sih😭😒
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
nyesel pasti. enak banget malam malam makan martabak hangat
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
aku ngiler Thor
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
dah nan makan sendiri aja
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah enggak jadi seneng deh
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Surga dunia ya nan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah mirip rumah aku dong.
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
hua aku rindu suasana bandara Soekarno Hatta. udah bertahun-tahun enggak ke sana
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
enggak penasaran kah kamu Ga?
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kasih gps ga
Alyaaa_Lryyy.
serah kamu kinan yang penting kmu bahagia🤭🤭
Alyaaa_Lryyy.
arga seperti nya ada dendam pribadi deh, kinan di skat mulu😭🤭
RahmaYesi
gak cemburu kan kamu Kinan? gak lah ya. toh kamu juga kan yg dinikahi Arga. mantan mah apa, masa lalu yg gak penting juga 🤣
RahmaYesi
gak apa-apa Bik, buka aja semuanya 😅
RahmaYesi
oh ada barang peninggalan mantan juga toh....
RahmaYesi
kurir ternyata yg datang syukur deh 😅
Hs Mochi
wkwkwk.. sini bi, aku bantuin. aku tarik yaa bibirnya
Hs Mochi
iiish si bibi. nyeplos aja dah ah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!