NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh

Warung bu Soraya sudah buka sejak satu minggu yang lalu, dan alhamdulillah.... warungnya lumayan ramai pembeli, setiap dagangannya jarang tersisa, karena bu Soraya menerima saran dari tetangganya, minta menu setiap hari di ganti ganti, biar nggak bosan, bahkan sekarang bu Soraya sudah membuat grup pelanggan, yang akan memberi tahu menu yang dia masak setiap hari.

Pak Galih tidak mengetahui ke giatan anak dan istrinya di rumah, selain bu Soraya yang memang tidak pernah membawa kerjaannya kerumah, dan di tambah sikap tak perduli dari pak Galih dengan kegiatan hari hari sang istri dan anak anaknya, jadi dia tidak tau klau sekarang istri dan anaknya sudah memulai usaha masing masing, bu Soraya sibuk dengan warung sederhananya yang pelan pelan mulai ramai, dan sang anak sulung mulai hidup mandiri dengan bekerja ikut orang, tapi di sela sela kesibukannya Ares selalu menyempatkan membantu sang ibu.

Seperti saat ini, Ares pulang bekerja lansung mencari sang mama ke tempat usahanya, dan turun tangan membantu sang mama menyiangi cabe bawang dan sayuran, padahal bu Soraya sudah menyuruhnya untuk istirahat, namun anak laki laki itu tidak membiarkan mama dan adik adiknya sibuk sendiri.

"Kamu ini, sudah mama bilang nggak usah di bantuin, kasihan abang pasti sudah capek pulang sekolah dan kerja." omel bu Soraya.

"Nggak capek kok ma, abang masih kuat, lihat nih, otot abang kan besar." kekeh Ares memperagakan otot yang lumayan berbentuk itu.

"Abang bantu mama, supaya kerjaan mama cepat selesai, kita bisa sama sama beristirahat." ucap Ares tersenyum lembut.

Bu Soraya tersenyum lembut, dia terharu dengan anak sulungnya itu, selalu mengerti keadaan sang mama.

"Mama pasti capek ngurus rumah dan warung setiap hari." ucap Ares.

"Mama nggak capek sayang, apa lagi melihat jualan kita selalu habis, tanpa bersisa, yang ada mama semakin semangat." ucap bu Soraya tersenyum bahagia.

"Abang tenang saja, kami nggak akan membiarkan mama kerja sendirian, setelah pulang sekolah, kami selalu bantu mama kok." sahut Laras.

"Iya benar, aku juga bantu mama sepulang sekolah." seru Gibran tidak mau kalah.

"Adik adik abang memang hebat, abang makin sayang sama kalian." ucap Ares memeluk ke dua adiknya.

"Kita harus selalu membantu mama ya, jangan biarkan mama capek sendiri." ucap Ares.

"Siap abang." kompak adik kakak itu.

"Bagus, nanti klau abang gajian, abang akan traktir kalian jajan apa pun yang kalian suka." ucap Ares lagi.

"Asikkk.... " sorak adik kakak itu bertepuk tangan.

*Bahagia selalu anak anakku, senyum kalian adalah obat sekaligus penyemangat untuk mama.* gumam bu Soraya menatap anak anaknya penuh senyum haru.

"Ayo kita pulang, sebentar lagi papa kalian pulang." ajak bu Soraya, karena kerjaan mereka sudah rapi semua, besok pagi bu Soraya tinggal memasak saja.

"Ayo" ajak Gibran dan Laras.

Sementara di tempat lain, di rumah orang tua Galih, mereka sedang asik bercengkrama, bahkan Galih tidak sama sekali ingat istri dan anak anaknya, entah sudah makan atau belum, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keponakan dan orang tuanya, pulangnya nanti klau sudah lewat jam sebelas malam, apa lagi sejak sang istri mulai membangkang, dia semakin jarang saja di rumah, dan tidak pernah bertanya kabar ke dua anaknya, butuh sesuatu atau tidak.

"Om, hari minggu besok kita ke mall yukk... Aku ingin main di Timezone." ajak Alika.

"Iya om, kita main di Timezone yuk.... Sudah lama kita nggak jalan jalan." Roy pun ikut bersuara. Padahal minggu lalu mereka baru pulang main di Timezone.

"Baiklah.... Kita hari minggu main ke Timezone." ucap Galih mengiyakan permintaan keponakannya, bahkan dia tidak pernah terfikir untuk mengajak anak anaknya main ke Timezone , malah membahagiakan anak anak yang bukan anak kandungnya.

"Asiiikkk.... Om terbaik." ucap ke dua bocah itu memberikan empat ibu jari untuk Galih.

"Tapi mama dan papa nggak ikut ya, kami mau menghabiskan liburan berdua." ucap Tia bergelayut manja di lengan sang suami.

"Terserah kalian." ujar pak Galih yang tidak merasa keberatan untuk menjaga ke dua keponakannya itu.

"Abang ku memang terbaik, selalu ngerti klau adiknya itu butuh berduaan sama suami." ucap Tia manja.

"Kalian akur begini mama sangat bahagia loh, mama berharap kalian selalu akur sampai tua nanti, jangan pernah berantem berantem, apa lagi kalian hanya bersaudara berdua, gimana pun kalian punya masalah, saudara mu tetap lah saudara sampai mati, lain cerita dengan istri hanya akan jadi mantan." ucap bu Hindun.

Ternyata wanita tua itu lah yang membuat pak Galih lupa akan keberadaan anak anak dan istrinya, membuat jarak yang semakin hari samakin dalam, terhadap istri dan anak anaknya.

"Nggak boleh gitu dong ma, sesekali bang Galih harus punya waktu luang juga untuk keluarganya, jangan terus menerus memanjakan Alika dan Boy." sela Rian mengingatkan Galih juga mempunyai anak.

"Ck, mereka itu cukup di kasih uang, pasti mereka sudah senang." sewot bu Hindun yang tidak suka sang menantu membicarakan anak anak pak Galih, apa lagi dengan menantu perempuannya itu, karena dari awal bu Hindun tidak suka dengan bu Soraya yang di anggap wanita kampung yang hanya bisa menadahkan tangan sama anaknya.

Rian hanya bisa bungkam klau sudah melihat wajah tidak suka mertuanya itu, ada rasa tidak enak hati Rian terhadap keponakan dan ipar istrinya itu, tapi mau gimana lagi, di sini mertuanya lah yang berkuasa, bahkan abang iparnya tidak dapat berkutik klau bu Hindun sudah berkoar.

"Ya sudah, aku pulang dulu, sudah larut malam, besok aku juga mau kerja." ucap pak Galih melihat pergelangan tangannya, yang terpasang arloji yang lumayan mahal di sana.

"Kenapa nggak nginap aja, di luar gerimis loh, nanti kamu masuk angin loh." ujar bu Hindun rasa tak rela anak sulungnya itu pulang ke rumah keluarga kecilnya.

"Nggak lah ma, aku harus pulang, besok juga aku ke sini, dan sekalian mau anak anak main di timezone." ucap pak Galih melangkah kan kakinya keluar rumah.

"Ya, terserah kamu aja lah, tapi mobil mu nggak usah di bawa, nanti mereka ingin naik lagi ke mobil. baru mu itu, ibu nggak suka bau mereka." ketus bu Hindun.

Ternyata laki medusa itu habis membeli mobil, dan hal sepenting itu anak dan istrinya tidak tau sama sekali.

"Mmm.... " angguk pak Galih pasrah, dan merogoh kunci motor di dalam kantong celananya, walau gerimis, tapi pak Galih tetap menjalankan motor menuju rumah anak istrinya.

Sesampai di rumah, lampu sudah berganti dengan lampu temaram, pertanda penghuni rumah itu sudah berada di alam mimpi.

"Ck.... selalu begitu, saya pulang semua sudah tidur, apa salahnya menunggu saya pulang, bikin males pulang aja." gerutu pak Galih tanpa tau salahnya, malah menyalahkan anak dan istrinya.

Bersambung.....

1
JasmineA
udah kuduga...ngak kasi dia duit anaknya bakal ditendang🤭
Adi Sudiro
sendirinya ibu yg gak berguna cih... semoga pulang dari rumah sakit.. eeh ketabrak mati dehhh🤭🤭🤭🤣🤣
Erna Fkpg
punya orang kok durhaka banget sama anaknya ni anaknya lagi sekarat masih mikir uangnya
Erna Fkpg
emang minta dikarungin tu nenek lampir hindun👍👍👍
Shee_👚
setidaknya dalam keadaan terpuruk Bu Soraya di kelilingi orang² baik dan sayang sama dia.
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya perusahaan bertanggung jawab.
Shee_👚
lah di lawan aja mulutnya begitu, apa lagi gak dilawan semakin menjadi aja itu nenek lampir😏
Shee_👚
bagus kalau ada rasa bersalah, setidaknya kamu masih punya rasa empati Tia, jangan kaya ibumu dah mati hati nuraninya😭
Shee_👚
astaghfirullah denger anaknya sakit dan pulih lama dia malah gak da simpatinya sma sekali😩
Shee_👚
bener² ibu gak da hati, anaknya sedang sakit ko masih sempet² mikirin jatah uang bulanan😤
tenang jangan kawatir duwitmu di minta, bu soraya lebih dari mampu untuk mengobati pak galih😏
Shee_👚
nah disini kita liat seberapa peduli ibu yang selalu di turutin maunya. apa kah akan merawat seperti meminta uang dama galih yang terus menerus
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya pak galih selamat, walau luka di kaki parah tapi bisa pulih kembali
Ariany Sudjana
nah kelihatan kan si Mak Lampir ga peduli sama galih, hanya peduli sama uangnya galih. sekarang kecelakaan, pasti Soraya sama anak-anak yang urus, mana mau tahu si Mak Lampir uang dari mana buat RS
Ariany Sudjana
puji Tuhan, bos pa galih berbaik hati. benar sekali, untung si Hindun sudah pulang, kalau ga, pasti di ambil tuh uang dari bos pa galih
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
Shee_👚
dih gak tau malu, tadi menghina sekarang mau minta makan😏
Shee_👚
dih sirik aja, bilang aja kamu lapar😂
sana beli sendiri🤣
Shee_👚
lope lope sama gibran, walau masih kecil dia bisa menempatkan diri dengan baik🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!