NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7: Pelantikan Sang Kilat Kuning dan Langkah Pertama di Garis Depan

Bab 7: Pelantikan Sang Kilat Kuning dan Langkah Pertama di Garis Depan

Waktu berputar dengan cepat di pusat desa Konoha. Satu tahun telah berlalu sejak pertemuan-pertemuan rahasia di halaman belakang kediaman utama Uchiha.

Kini, usia si kembar Veil dan Itachi telah menginjak empat tahun. Berkat latihan kecil yang terukur, pemahaman sains Bumi, serta kultivasi pasif Asura Soul Refining milik Veil, fisik mereka berdua tumbuh dengan sangat proporsional, padat, dan menyimpan cadangan chakra yang tidak masuk akal untuk balita seumurannya. Di saat yang sama, Uchiha Shisui yang telah menginjak usia tujuh tahun akhirnya resmi menyelesaikan ujian akhir Akademi Ninjanya dengan nilai tertinggi yang mutlak.

Hari itu, Konoha dipenuhi oleh lautan manusia. Atmosfer desa begitu meriah, dipenuhi sorak-sorai yang menggema hingga ke langit. Di atas atap gedung Hokage, berdiri seorang pria berambut pirang yang mengenakan jubah putih panjang bersendeng tulisan merah: Yondanme Hokage.

Minato Namikaze resmi dilantik menjadi Hokage Keempat.

Dari barisan klan Uchiha yang berdiri di area utama alun-alun desa, Veil menyaksikan prosesi tersebut dengan mata hitamnya yang tenang dan sedingin es. Di samping kirinya, Itachi berdiri tegak dengan tatapan fokus, sementara di samping kanannya, Shisui berdiri mengenakan ikat kepala ninja (Hitai-ate) Konoha yang baru diterimanya hari itu.

Akhirnya, plot utama dimulai, batin Veil kejam, menatap siluet Minato di kejauhan. Minato naik takhta. Ini adalah puncak kejayaan Konoha, sekaligus awal dari hitung mundur menuju malam tragedi Kyuubi yang harus kuhancurkan.

Setelah upacara pelantikan yang megah selesai, kerumunan perlahan membubarkan diri. Namun, faksi militer desa langsung bergerak cepat. Di dalam hutan perbatasan kompleks Uchiha, tiga sahabat itu berkumpul untuk terakhir kalinya sebelum Shisui berangkat menjalankan misi pertamanya sebagai seorang Genin perang.

Shisui menatap ikat kepala ninja di tangannya, lalu mengikatkannya di dahi dengan senyum tipis. Berbeda dengan plot asli di mana dia merasa bangga menjadi pelindung desa, tatapan Shisui kini jauh lebih dingin dan kalkulatif. Doktrin Veil selama setahun terakhir telah mengubah cara pandangnya secara total.

"Timku ditugaskan ke wilayah perbatasan barat untuk membersihkan sisa-sisa shinobi Iwagakure," ucap Shisui pelan, menoleh ke arah si kembar berumur empat tahun di sampingnya. "Tetua desa bilang ini adalah bentuk 'kontribusi berharga' klan Uchiha untuk menyambut masa jabatan Hokage baru."

Veil mengeluarkan dengusan dingin yang penuh penghinaan. "Kontribusi berharga? Istilah yang bagus untuk menutupi pengurangan jumlah petarung potensial klan kita oleh faksi Danzo."

Veil melangkah mendekati Shisui. Hawa sedingin es yang biasa memancar dari tubuhnya mengendur, menyisakan kehangatan yang tegas di depan kakak angkatnya itu.

"Dengar, Shisui. Di medan perang nanti, saat darah dan kematian menjadi pemandangan harianmu, jangan pernah biarkan emosimu mengaburkan logikamu. Jika komandan jendralmu memerintahkan misi bunuh diri atas nama 'Tekad Api', abaikan. Nyawamu adalah aset paling berharga bagi klan kita, bukan untuk gedung Hokage," ucap Veil, suaranya berbobot seperti seorang jenderal perang berpengalaman.

Itachi maju selangkah, mencengkeram lengan baju Shisui dengan erat. Matanya memancarkan rasa khawatir yang tulus. "Kembalilah dalam keadaan hidup, Kak Shisui. Aku dan Veil akan terus berlatih di sini sampai tubuh kami siap untuk menyusulmu di garis depan."

Shisui tertegun melihat perhatian dan kehangatan tersembunyi dari kedua adik kembarnya. Rasa cemas yang sempat mengusik hatinya mendadak sirna, digantikan oleh kobaran tekad yang murni. Dia berlutut agar tingginya sejajar dengan si kembar, lalu menepuk pundak mereka berdua dengan mantap.

"Aku mengerti, Veil, Itachi. Aku tidak akan menjadi pahlawan bodoh yang mati demi selembar kertas piagam desa," Shisui menyeringai, matanya memancarkan kilatan tajam yang belum pernah terlihat sebelumnya. "Mata dan tubuhku ini... adalah milik klan Uchiha. Aku akan membantai setiap musuh yang menghalangi jalan pulangku ke rumah ini."

Veil tersenyum tipis—sebuah senyuman kejam namun penuh kepuasan. Dia meletakkan tangan kecilnya di atas dada Shisui.

Sring.

Sebuah gelombang energi hangat dan samar mengalir masuk ke dalam sistem meridian Shisui. Itu adalah jejak dari Ninjutsu Medis: Penyembuhan Selular Instan yang ditanamkan Veil secara pasif sebagai pelindung darurat jika Shisui terluka parah di medan perang.

"Pergilah, Shisui," ucap Veil dingin namun bangga. "Tunjukkan pada dunia luar seberapa mengerikannya darah yang mengalir di tubuh kita, hingga suatu saat nanti, dunia akan gemetar mendengar namamu sebagai Shunshin no Shisui."

Shisui berdiri, memberikan hormat ninja terakhir, lalu menghilang dalam sekejap mata menggunakan teknik berkedip terbaiknya, meninggalkan kepulan daun hijau yang berputar di udara.

Sepeninggal Shisui, Veil berbalik menatap Itachi yang masih menatap ke arah hilangnya Shisui.

"Itachi," panggil Veil.

"Ya, Veil?"

"Fisik kita sekarang sudah berusia empat tahun. Struktur tulang dan jaringan meridian kita telah matang berkat persiapan tahun lalu," Veil mengaktifkan Sharingan satu tomoe-nya, memancarkan aura kegelapan yang menekan. "Mulai besok subuh... latihan kecil kita selesai. Aku akan membawamu masuk ke dalam neraka latihan ninja yang sesungguhnya. Apakah kau siap?"

Itachi menatap mata merah kembarannya, lalu dengan tekad yang membara, dia mengepalkan kedua tangannya. "Aku siap, Veil. Ke mana pun kau melangkah, aku akan selalu berada di sampingmu."

【Ding! Plot Utama: Era Hokage Keempat resmi dimulai!】

【Uchiha Shisui telah terjun ke medan perang dengan mentalitas 'Klan di atas Desa' yang mutlak. Risiko kematian konyol Shisui menurun sebesar 70%!】

【Anda mendapatkan 3.000 Poin Sistem atas perubahan riak takdir makro!】

Di bawah langit Konoha yang dipimpin oleh Hokage baru, dua iblis kecil Uchiha berdiri di dalam kegelapan hutan, siap menorehkan tinta darah mereka sendiri dalam sejarah dunia shinobi.

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!