NovelToon NovelToon
Penjahat Kelas Tertinggi

Penjahat Kelas Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:815
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Di dunia di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, di mana kemampuan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, ada seorang pemuda yang namanya perlahan mulai menancapkan akarnya dan menimbulkan getaran di seluruh wilayah. Dia adalah Xiao Xuan—pria yang tenang, penuh perhitungan, dengan tatapan mata yang tajam yang bisa menilai setiap situasi dalam sekejap, namun menyimpan kelembutan dan perlindungan yang hanya terlihat bagi orang-orang yang dia sayangi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.Jejak Sang Penjaga Agung dan Pertemuan Dua Generasi

Uhuk..

Xiao Xuan bertumpu pada lututnya, napasnya memburu berat di tengah keheningan Pegunungan Leluhur Suci yang baru saja luluh lantak. Ia perlahan menyeka tetesan darah segar di sudut bibirnya dengan punggung tangan yang masih terbalut zirah emas.

Setelah sensasi panas dari pertempuran mereda, ia mulai merasakan dampak nyata pada tubuh fisiknya. Beberapa organ dalamnya bergeser akibat benturan energi murni, dan telaga Kekuatan Jiwa di dalam dirinya kini terkuras hebat, menyisakan kurang dari tiga puluh persen.

"Hampir saja batas kesabaranku habis," gumam Xiao Xuan rendah, suaranya sarat akan nada swakritik yang tajam. Pria dewasa sepertinya tidak suka berspekulasi dengan nyawa. Jika Kera Raksasa Badai Salju tadi memiliki kultivasi yang sedikit lebih tinggi atau kecerdasan yang lebih licik, kemungkinan dialah yang saat ini terbaring kaku di atas tanah membeku ini.

Memulihkan ketenangannya sejenak, ia mengalihkan fokus ke dalam ruang kesadaran. "Sistem, hitung nilai daur ulang yang tertanam pada bangkai Kera Raksasa Badai Salju ini."

[ *Ding! Deteksi selesai. Nilai esensi spiritual dari kera raksasa peringkat Emas Hitam ini setara dengan 400.000 Poin Penjahat. Cukup menggiurkan, bukan?* 💅😏 ]

"Lakukan daur ulang sekarang. Jangan menyisakan apa pun," perintah Xiao Xuan taktis.

Empat ratus ribu poin bukanlah jumlah yang kecil. Dikombinasikan dengan perburuannya selama beberapa hari terakhir di pegunungan ini, simpanannya kini kembali menyentuh angka 500.000 Poin Penjahat. Namun bagi Xiao Xuan, keuntungan terbesar dari pertarungan barusan bukanlah sekadar angka di panel sistem, melainkan asahan intuisi bertarung dan akumulasi pengalaman tempur nyata yang membuat mentalitasnya kian matang.

Ia menegakkan tubuh, mengedarkan tatapan tajamnya ke sekeliling. Dalam radius beberapa kilometer, lanskap hutan purba itu telah berubah total menjadi hamparan puing-puing yang mengerikan. Lusinan binatang iblis peringkat Perunggu dan Perak yang kebetulan berada di sekitar area pertempuran ikut binasa, hancur tercabik oleh gelombang kejut yang dihasilkan dari benturan kekuatannya.

Tepat di bawah kakinya, sebuah kawah raksasa berdiameter seratus meter dengan kedalaman lima meter menganga lebar seolah memamerkan daya hancur dari teknik pemungkasnya: *Ramalan Naga Leluhur*.

Meskipun teknik tempur tersebut menguras Kekuatan Jiwa dalam jumlah yang sangat mengerikan, daya hancur murninya terbukti luar biasa. Tebasan napas naga yang memadatkan enam elemen alam—emas, kayu, udara, api, tanah, dan petir—secara paksa itu memiliki intensitas serangan yang setara dengan seorang Ahli Roh Iblis peringkat Emas Hitam bintang 3. Sebuah pencapaian yang gila untuk ukuran kultivator di tingkatannya.

Namun, keheningan di pegunungan itu tidak berlangsung lama. Bau anyir darah segar dari bangkai monster yang berserakan segera mengundang kehadiran sekelompok pemangsa tangguh yang paling dihindari oleh para petualang: **Kawanan Serigala Lapangan Es**.

Mata angin berdesir tajam saat puluhan pasang mata sewarna biru es perlahan muncul dari balik semak-semak yang membeku. Serigala Lapangan Es jarang bergerak sendirian; mereka bertindak dalam kawanan terorganisir dengan rata-rata kultivasi peringkat Perak. Di tengah lingkungan pegunungan yang dingin, makhluk-makhluk ini mampu menyerap elemen es di sekitar mereka untuk mendongkrak kekuatan fisik dalam waktu singkat. Ditambah dengan indra penciuman mereka yang teramat tajam, mereka adalah mimpi buruk yang nyata.

Melihat kepungan serigala yang kian rapat, sepasang mata Xiao Xuan meredup, memancarkan kilat dingin yang berbahaya. Tangannya kembali mencengkeram gagang Tombak Naga Suci. Ia bersiap untuk pertarungan hidup dan mati berikutnya. Pria anti-naif seperti dirinya selalu menyiapkan rencana cadangan; jika situasi benar-benar memburuk hingga mengancam keselamatannya, ia tidak akan ragu untuk mengaktifkan Gulungan Teleportasi Ruang—salah satu kartu truf penyelamat jiwa yang telah ia tebus dengan harga mahal dari Paviliun Sistem.

Namun, tepat sebelum kawanan serigala itu melompat menerjang, sebuah gumpalan energi spiritual yang teramat masif mendadak bergolak di langit atas.

"Hujan Panah Bulu Surgawi!"

Sebuah seruan bariton yang sarat akan wibawa menggelegar menembus awan. Detik berikutnya, langit di atas Pegunungan Leluhur Suci seolah tertutup oleh ribuan anak panah cahaya sewarna perak yang melesat turun bagai badai meteor. Setiap anak panah melesat dengan presisi yang mengerikan, menancap dan meledakkan tubuh kawanan Serigala Lapangan Es hingga hancur berkeping-keping dalam hitungan kejap, memaksa sisa kawanan yang selamat melarikan diri dengan lolongan ketakutan.

Xiao Xuan membalikkan tubuhnya dengan waspada, menatap lurus ke arah sumber serangan di mana seorang pria tua perlahan turun dari langit bagai dewa yang turun ke bumi.

Orang tua itu memiliki rambut dan janggut yang memutih sempurna seputih salju, namun pembawaannya begitu agung, tegak, dan memancarkan tekanan spiritual yang teramat berat. Aura dingin dari elemen angin salju yang murni menyelimuti wilayah ratusan meter di sekelilingnya, menciptakan kontras yang tajam dengan sisa energi naga milik Xiao Xuan yang masih berbekas di udara.

Dua pasang mata dari generasi yang berbeda itu saling mengunci, melakukan penilaian dalam diam yang menegangkan.

Otak analitis Xiao Xuan bekerja dengan kecepatan penuh, membedah setiap detail visual yang ada di hadapannya. *Teknik serangan elemen angin salju berskala masif, manifestasi samar dari Roh Iblis Burung Suci Bulu Surgawi, dan otoritas mutlak di Pegunungan Leluhur Suci...* Hanya ada satu nama yang cocok dengan seluruh variabel ini di dalam peta kekuatan dunia ini.

Dia adalah legenda hidup, pilar tertinggi dari Keluarga Angin Salju, sekaligus salah satu penjaga paling agung dari Kota Glory—**Kakek Ye Mo Peringkat Legenda**.

Di saat Xiao Xuan berhasil menyimpulkan identitas sang penyelamat, Ye Mo pun tengah mengamati pemuda di hadapannya dengan keterkejutan yang disembunyikan rapat di balik wajah tuanya yang tenang.

Dengan ketajaman persepsi seorang ahli peringkat Legenda, Ye Mo dapat melihat dengan jelas bahwa fluktuasi Kekuatan Jiwa di dalam tubuh pemuda ini sebenarnya baru menyentuh peringkat Perak bintang 3. Namun, hal yang membuat kelopak mata orang tua itu sedikit berkedut adalah zirah emas yang dikenakan Xiao Xuan. Guratan energi kuno dan perlindungan absolut yang memancar dari Zirah Pertempuran Naga Suci serta tombak di tangannya jelas-jelas berada di peringkat Legenda!

Bahkan seorang tokoh besar seperti Ye Mo pun tidak bisa menahan rasa kagum sekaligus sedikit riak cemburu di dalam hatinya melihat peralatan perang semewah itu melekat pada seorang remaja. Namun, sebagai seorang tetua yang dihormati dan memiliki integritas tinggi, ia tidak akan pernah merendahkan dirinya untuk merebut harta milik generasi muda. Sebaliknya, melihat bakat mengerikan yang tersembunyi di balik ketenangan pemuda ini, Ye Mo justru merasakan secercah harapan baru bagi masa depan Kota Glory.

Dengan lambaian jubahnya yang anggun, Ye Mo menonaktifkan sayap spiritual dari Roh Iblisnya dan menapakkan kakinya di atas tanah berbatu, tepat beberapa langkah di depan Xiao Xuan.

Saat matanya menyapu kehancuran total di sekeliling tempat itu, melihat kedalaman kawah raksasa di belakang Xiao Xuan, dan merasakan sisa-sisa aura mengerikan dari Kera Raksasa Badai Salju Peringkat Emas Hitam yang baru saja tewas, sebuah guncangan hebat yang tak terbendung melanda batin sang legenda peringkat Legenda.

Meski logika warasnya mengatakan bahwa sangat mustahil bagi seorang remaja peringkat Perak untuk menumbangkan penguasa Emas Hitam, insting tajamnya berbisik bahwa pemuda tenang di hadapannya ini memegang jawaban atas anomali yang luar biasa ini.

1
HiaTus
amazing
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!