NovelToon NovelToon
TEROR LEAK (Jiwa Yang Tergadai)

TEROR LEAK (Jiwa Yang Tergadai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Mata Batin / Tumbal
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Putu Saraswati, seorang gadis yang tidak pernah percaya dengan mistis, harus dihadapkan pada sebuah kenyataan menyakitkan, dimana sepupunya Kadek Dwi, harus mengalami sakit keras setelah acara Metatah dan pernikahan yang dilaksanakan secara bersamaan.

Segala upaya di lakukan, dari dokter dan juga dukun, tetapi tidak ada yang sanggup mengobatinya...

Bagaiamana kondisi Kadek Dwi, dan perjuangan Putu Saraswati dalam mengungkap teror yang menimpa keluarga dan juga warga desanya...

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benda Berkilau

Komang Shinta bernafas lega, lalu melangkah mencari suaminya yang sedang berbincang dengan para orang tua dari peserta metatah.

Sebenarnya, Kadek Arya bisa saja membuat acara metatah sendiri untuk kedua anaknya, tetapi ia memilih untuk melakukan secara massal, dan menyumbang dana lebih banyak, agar para keluarga yang tidak mampu bisa ikut serta.

Komang Shinta menghampiri, dan memberi isyarat agar suaminya datang menghampirinya.

Kadek Arya mengangguk. "Ada apa, Sayang?

(Gek/Jegek\=cantik)

"Bli, kamu gak lihat apa ada kejanggalan yang sangat aneh sejak subuh tadi," bisiknya.

Kadek Arya menghela nafasnya dengan kasar. "Tenang saja, Mangku Gede sangat sakti, dia pasti bisa mengatasinya,"

"Tetapi, lawar belum matang, bagaimana nanti tamu mau makan? Bahkan nasi yang di tanak juga masih mentah, sudah berulang kali di masak,"

Kadek Arya terdiam. Ia melihat ke arah Mangku Gede, yang sepertinya sedang berkeliling Pura Banjar, untuk mencari gangguan lain yang terjadi.

Ia melihat Kadek Dharma yang sedang duduk di bale dengan wajah pucat ketakutan. Ia datang menghampiri remaja tersebut.

"Apakah kamu takut untuk di kikir?"

Dharma diam tak menjawab. Ia menundukkan kepalanya.

"Jangan takut," bisik Mangku Gede dengan suara yang pelan le Dharma dan Shinta yang sudah bersiap untuk melakukan ritual metatah. "Tetap duduk, jangan lihat keluar," pesannya.

Dharma menganggukkan kepalanya. Namun, air matanya tampak jatuh. Ia bukan takut sakit saat akan dikikir. Ia hanya takut dengan suara yang terdengar sedang menggaruk tembok Pura.

Upacara berjalan. Sepasang peserta metatah maju, dan setiap peserta yang akan di kikir mengenakan cincin pemberian dari Mangku Gede.

Putu Saraswati dan Kadek Dharma maju sebagai peserta pertama. Setelah selesai,mereka berkumur dan di tadah pada sebuah kelapa kuning yang sudah di lubangi bagian atasnya.

Akan tetapi, saat giliran peserta terakhir, listri Pura tiba-tiba langit mendadak mendung, dan...

Duaaar

Suara petir menggelegar dengan suara yang cukup keras.

Langit langsung menggelap.

Suasana mendadak hening. Dan yang terdengar hanya suara tetesan air diatas bale, padahal hujan sedang tidak turun.

Kadek Arya dan yang lainnya mulai merasa cemas.

"Bli, sepertinya ia tak menyerah, dan ingin membuat acara ini gagal," bisik Komang Shinta.

"Mangku Gede pasti dapat mengatasinya," bisik Kadek Arya. Ia tak ingin membuat wanita itu khawatir.

Mangku Gede yang melihat sebuah serangan ghaib, langsung membakar kemenyan dan juga dupa. Asapanya tebal dan menebarkan aroma wangi yang cukup kuat, tetapi bercampir aroma amis yang tidak tahu entah dari mana datangnya.

"Dia datang," gumam Mangku Gede dalam hatinya. "Tapi dia telat,"

Dari luar tembok Pura, terdengar suara wanita tua yang terdengar cukup berat, dan sangat pelan.

"Kurang satu... Kurang satu.."

Shinta menoleh, dari celah bambu, ia melihat sosok dalam samar dengan tubuh membungkuk. Rambutnya panjang gimbal terurai, tetapi wajahnya tak terlihat, dan sedangkan kepalanya miring dan hampir terlepas.

"Siapa itu?" gumam Putu Saraswati yang sudah selesai di kikir, dan duduk di kursi peserta, sembari menunggu peserta terakhir selesai, agar mereka dapat mencicipi hidangan dengan 6 rasa secara bersamaan, merasa sangat penasaran, dan ingin melihatnya.

Saat ia akan beranjak dari duduknya, tiba-tiba saja, cincin perak di jari manisnya terasa panas. Cincin itu pemberian Mangku Gede sang balian saat sebelum upacara dimulai.

Konon katanya, cincin itu telah diisi oleh mantra pengusir Leak. Selama masih dipakai, maka ilmu hitam tidak akan bisa masuk.

Para peserta lainnya ternyata merasakan ketakutan yang luar biasa. Hanya saja mereka tidak melihat apa yang dilihat oleh Putu Saraswati barusan.

Mangku Gede yang melihat keadaan mulai tidak kondusif, langsung berdiri dan berbicara dengan cukup keras.

"Jangan takut! Upacara ini dijaga. Dia tidak akan bisa mengambil siapa-siapa hari ini!"

Mangku mengangkat cawan tirta, lalu memercikkan airnya keempat penjuru. Dan mengeluarkan keris di pinggangnya, dengan merapalkan mantra yang tanpa henti.

Seketika, suara tawa kekehan itu berhenti. Sosok di luar pagar yang tadi di lihat oleh Saraswati menghilang seperti asap yang ditiup oleh angin.

Langit mendadak kembali terang, awan hitam menghilang, dan suara petir tak lagi terdengar.

Listrik yang tadi padam tiba-tiba menyala lagi. Daging untuk lawar yang tadi tidak mau matang saat di masak, kini mendadak mendidih dan juga empuk.

Ketut Dewi dan juga Nyoman Rani bernafas lega, lalu mempercepat untuk menyiapkan masakan bagi para peserta metatah.

Belatung yang tadinya memenuhi freezer, juga mendadak menghilang, lalu berganti dengan daging segar.

Upacara ritual metatah telah selesai di lakukan, dan membuat para orang tua merasa lega.

Para peserta disuguhi enam rasa makanan. Dari pahit, manis, asin, pedas, asam, dan juga sepat, sebagai symbol kehidupan, dan para peserta akan dapat mengendalikan semua setiap permasalahan dalam kehidupan.

Upacara di tutup dengan prosesi sembahyang.

Akan tetapi, Putu Saraswati merasakan sesuatu yang tak biasa, ia merasa diawasi oleh seseorang dari kejauhan.

Saat akan sembahyang semua peserta sangat khusyuk.

Tiba-tiba saja, kembang kamboja yang terselip di telinga kanan Putu Saraswati terjatuh.

Ia melirik sejenak, lalu kembali memejamkan kedua matanya, dan membaca doa.

Saat doa selesai, ia ingin memungut kembang kamboja berwarna putih tersebut.

Akan tetapi, pandangannya tertuju pada sesuatu. Ia melihat sebuah benda di paving blok. Warnanya kuning berkilau, terbuat dari tembaga, dan hanya sebesar telapak tangan bocah usia tiga tahun.

Saat acara sembahyang selesai. Putu Saraswati mengambil kembang kamboja beserta benda tersebut dengan cepat. Ia yakin, jika tidak ada yang melihatnya, dan dengan terburu-buru, ia menyelipkannya di balik kebaya putih yang dikenakannya.

Para peserta lainnya sudah bubar, tetapi Putu Saraswati masih duduk bersimpuh.

"Putu, ayo kita balik," ajak Komang Shinta pada puterinya.

Saraswati tersentak kaget, lalu mengangguk. "Iya, Bu." sahutnya, kemudian beranjak dari tempatnya.

Kadek Arya menghampiri mangku Gede, karena acara berjalan dengan lancar.

"Terimakasih, Bapa. Semuanya berjalam sempurna," ucap Kadek Arya, sembari menyelipkan amplop berisi uang kepada Mangku Gede sebagai imbalam dari jasa yang sudah di berikan.

Mangku Gede tersenyum tipis. "Terima kasih juga, sudah memberikan kepercayaan kepada saya, untuk menjaga acara ritual ini," sahut Mangku Gede.

Lembayung menggantung di langit senja. Putu Saraswati duduk di tepian ranjangnya. Ia baru saja selesai mandi. Rambut panjangnya tergerai dengan basah.

Ia teringat akan sesuatu yang tadi ia temukan. Tangannya dengan cepat mengambil benda yang terbuat dari kuningan tersebut.

Saraswati meletakkan benda tersebut diatas telapak tangannya.

Sebuah trisula yang merupakan benda pusaka khas Bali.

Ia tidak tahu siapa pemilik benda tersebut, hanya saja ia begitu sangat menginginkan trisula itu.

Sssshhh!

Terdengar suara orang seperti menghela nafas, saat ia mencoba membersihkan ujung trisula yang kotor karena debu.

1
Desyi Alawiyah
Semoga hati Kadek Arya terketuk, dan mau menerima Chandra sebagai menantu serta memaafkan Saraswati.. 😌

Karena bagaimanapun Saraswati anaknya.. 🤧
Desyi Alawiyah
Tuyul? 😯😯😯
neni nuraeni
semoga Kadek Arya cepat luluh hati nya agar merestui pernikhn Saras dan chandra
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
edan ini si arya
hadeh punya bapak kok bisa ya memlilih kasta dr anak
aq bgg deh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh aq mau si arya menyesal dengan sangat2
gila ya hany kasta yg di pandang nya gemblung

kyk keturunan ningrat ya kek gtu
tp skrg udah g sih hehehehe
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ggo opo kk 🤣🤣🤣
total 4 replies
Desyi Alawiyah
Udah deh Arya, jangan keras kepala... Gimanapun juga Saras kan anakmu.. masa kamu tega membenci anakmu sendiri.. 😥
Desyi Alawiyah
Kadek Dharma kali Kak 😄
neni nuraeni
iihhh seruuu lnjuttt
Anggita.🤗
mampir thor, lama gak baca jd kangen othor q. 🤭🤭
kmaren akun yg dulu khapus. 😌
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, Kak
total 1 replies
neni nuraeni
hadeeh si Komang Sinta mlh nylhin anak dan menantunya,,, pdhl mereka mati"an ingin menyelamatkan Kadek darma, kalau memang benci knp DTG,,, kalau sayang restui aja,,, toh anakmu ga knp",,, ih aku ya kasian ma Ketut Chandra ma saras
kinoy
emh..alamat alamat ni mah..Komang sints yg td y baik dah ni mah slh paham ke Saras JD nyalahin dah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh malah jadi incaran saras jadi sasaran kemarahan sang ibu pula
hadeh smownkapan itu akan berkahir kasiham saras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: hooh g cuma repot tp kuuues tenan
total 7 replies
Desyi Alawiyah
Wayan Ratri yah? 😫😫

Kayaknya Wayan Ratri nggak akan berhenti, sebelum mendapatkan apa yang ia mau.. 😌
Desyi Alawiyah
Waduh 🤣
kinoy
ea..ea..ea
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ini dadong nua si candra g abis2 bikin onar saja kapan matinya ya 🤣🤣
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: enak nya makan dong2 mbk ning kro di lutis
total 2 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
gas pol ndangak can alah cemen kau 🤭🤭🤭
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: wehhh jadi harus pa dlu inu
total 2 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apakah ayah nya saras g akan menoleh ke anak nya
masa iya air lebih kental dr darah
weeh piye iki
ada ya pepatah mantan anak

ini gila deh
neni nuraeni
weeh udah MLM pertamanya nih,, semoga mereka bisa mngtasi setiap mslh termasuk mslh si leak
neni nuraeni: 💪💪💪 kak thor😁😁😁lnjut
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Bilang aja sih ngga papa. Wayan Ratri juga tega kan, membunuh anaknya sendiri, istrinya pak Gantari.. 🤧
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: syok bapake😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!