Kayla dan Arka terjebak dalam hubungan friends with benefits yang nggak pernah punya arah. Buat Arka, Kayla cuma tempat pulang saat lagi kesepian. Tapi buat Kayla, Arka adalah orang yang diam ia cintai selama bertahun tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahendra Andhika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7.
Pagi hari ini, setelah kejadian sore kemarin. Arka tiba tiba pergi menghilang begitu saja, udah dapet puas malah ditinggal gitu aja Kayla nya bang.
Semua hal yang berantakan sudah dirapikan Arka, termasuk cowok itu membersihkan, menggatikan baju Kayla sebelum ia pergi.
"Eunghh." Leguhan dari perempuan yang baru saja membuka matanya itu.
Sinar pagi menyinari ruang kamar 201 itu, cahaya masuk melalu celah jendela dengan tirai yang sudah terbuka.
Kayla menarik napas, langsung memikirkan kejadian semalam, ia membantu Arka membuatnya langsung memerah pagi pagi ini.
"Ka?." Kayla memandang sekitar, sangat sepi, Kayla memanggil nama Arka berharap akan ada cowok itu menemani paginya. Tapi tidak ada siapapun disini.
"Arka??." Kayla memanggil sekali lagi dengan sedikit menaikkan volume suaranya.
Kayla menghela napas, selalu saja begini gumamnya, setiap kali mereka melakukan hal intim begitu pasti Arka menghilang saat Kayla tertidur.
"Hum, emangnya aku berharap apa?." Kayla mendongakkan kepalanya keatas, menatap langit langit ruangan.
Krek
Kayla melihat saat pintu terbuka, seorang perawat datang membawakan troli berisi makanan pasien.
"Selamat pagi, saya periksa sebentar ya." Ucap Perawat itu ramah, sambil memeriksa bagian Kayla yang luka.
"Semua bagian yang terluka sudah membaik, luka tusuknya juga sudah pulih."
"Ini sarapannya, jangan lupa dimakan ya."
Perawat itu membalikkan badannya hendak pergi, namun suara Kayla menghentikannya.
Kayla mendengar bahwa tubuhnya belum pulih, lalu tersenyum senang ia tidak perlu menunggu rasa bosan disini.
"Kalau begitu saya sudah boleh pulang ya?." Kayla bertanya dengan senyum manisnya.
"Iya." Perawat itu menjawab singkat akhirnya pergi.
Mendengar jawaban tersebut Kayla kembali ceria, ia langsung saja memakan sarapannya. Kayla berpikir apa ia langsung pulang saja atau menunggu Arka disini, setelah lama berpikir lebih baik ia menunggu Arka kembali kesini saja.
Tidak banyak hal yang Kayla lakukan, berbaring, duduk diranjang kemudian memainkan ponselnya. Dering dari ponselnya membuat Kayla berhenti sejenak saat melihat feed lucu itu. Nama sang sahabat muncul di log panggilan telpon tersebut, dari pada suntuk lebih baik Kayla mengangkatnya.
Naya🦋
"Halo Nay?." Suara lembut Kayla menyapu pendengaran Naya.
"HALO KAY?! KOK LO GAMASUK SIH? NGGA NGABARIN LAGI?!." Diujung sana Naya suaranya kesal sambil menghentak hentakkan kakinya.
"Maaf ya Nay, aku kayaknya gaenak badan, izinin aku sama guru yang ngajar ya!." Kayla sedikit berbohong, kalau mengatakan sebenarnya entah apa yang akan keluar dari mulut Naya nanti, baru tidak masuk aja udah teriak apa lagi kalau tau ia ditusuk begini.
"Gaenak badan?! lo kenapa Kay? malem tadi kenapa?." Naya sedikit khawatir, ia menanyakan kondisi Kayla.
"A-aku mungkin kecapean aja, gara gara belajar terus nih kayaknya, iya gitu!." Kayla sedikit gugup, menetralkan suaranya agar tidak ketahuan berbohong.
"Tuhkan, apa gue bilang, hidup lo tuh belajar terus sih Kay. Makanya jangan rajin banget, sakit kan akhirnya." Naya berceloteh panjang lebar, mengatakan kalau Kayla kecintaan belajar
"Mana si Arka ngga masuk juga, gue sih mikir kalau dia bolos, tapi liat lo gamasuk. Apa lo berduaan sama dia ya??!!." Naya kembali melanjutkan kalimatnya membuat Kayla menepuk dahinya, kenapa sih Naya peka banget.
"Duh ini kenapa Naya nanya gini lagi sih?, jawab apa nih aku." Gumam Kayla ditengah lamunannya.
"Haloo?? hallooo Kay! kok diem sih! bener ya lo lagi sama dia?!." Naya kembali mengintrogasi Kayla.
"Eh mana ada!, m-mungkin dia bolos lagi tuh, dia kan orangnya pemales Nay, yakali aku sama dia pagi pagi gini hehe." Jawab Kayla dengan tawa canggungnya diakhir. Naya diujung sana diam ada benernya juga, akhirnya menghela napas percaya.
"Yaudah aku tutup dulu ya, aku ada urusan lain bye!." Kayla berucap cepat langsung mematikan telpon tanpa menunggu jawaban dari Naya.
...---...
Sementara itu, disisi lain setelah meninggalkan Kayla kemarin, kini Arka berada di room di sebuah cl*b dengan keadaan berantakan, rambut acak acakan, tubuhnya penuh kissmark, punggungnya banyak bekas cakaran, kini Arka berada di balkon merok*k disana, menghembuskan asapnya ke udara, di ranjang sana perempuan juga sama berantakannya bangun dengan tidak mengenakan sehelai benangpun, tapi Arka sudah mengenakan celananya, bagian atasnya tidak.
Perempuan itu melangkahkan kakinya, bergerak menuju Arka, memeluk Arka dari belakang dan sengaja menempelkan dadanya kuat ke punggung Arka, setelah malam panas mereka membuat perempuan nakal itu mau lagi, siapa yang tidak mau dengan cowok tampan seperti Arka, dengan fisik sempurna membuat wanita dengan cepat mengangkangkan kakinya. Privilege orang ganteng mah enak atuh Arka.
Perempuan itu sebut saja namanya, Yasmin Anita. Yasmin mulai membalik tubuh Arka dan menjijit akan mencium bibir Arka, membuat Arka melepaskan rok*knya dan menghembuskan asap rok*k itu ke wajah Yasmin membuat cewek itu terbatuk.
"Do you want to have morning sex?." Yasmin menggoda Arka, memeluk Arka dan mencium bibir Arka. Melupakan bahwa ia tidak malu dengan keadaannya yang telanj*ng.
Namun Arka tidak membalas, ia menjauhkan Yasmin, mendorongnya dan mematikan rok*knya bergegas mengenakan kembali bajunya.
"Gue pergi." Hendak Arka menuju langsung tangannya ditahan Yasmin membuatnya terhenti.
"Kok pergi?, setelah semalem gitu aja??!." Terdengar Yasmin sedikit emosi, baru semalem gituan malah ditinggal pergi
"Terus lo mau apa hah?! gue bosen sama lo. Kita putus." Arka mencengkram kuat tangan Yasmin yang menahannya, suaranya juga meninggi
Ya kalian tidak salah dengar kalau mereka pacaran, Arka itu sering gonta ganti pasangan, kini ia merasa bosan dengan Yasmin, kini setelah puas mencicipi tidak salahkan bagi Arka untuk memutuskan cewek yang membosankan.
"PUTUS?? PUTUS?! NGGA! AKU GAMAU ARKA! KAMU JANGAN MAIN MAIN YA SETELAH SEMUA YANG AKU KASIH!." Yasmin tidak terima, ia langsung marah dan membentak Arka.
Plak.
Bunyi tamparan kuat langsung memecah suasana, Arka baru saja menampar pipi Yasmin kuat, membuat perempuan itu terdiam, pipinya memerah bebercak telapak tangan orang.
"Lo jangan mancing emosi gue anj*ng!." Arka langsung keluar dari room tersebut meninggalkan Yasmin yang terdiam.
Perempuan itu berlutut, ia menggertakkan giginya
"Arka liat aja lo, lo milik gue. LO MILIK GUE ARKA!." Yasmin teriak tidak waras dengan tertawa mengerikan, ntah rencana apa yang akan dibuatnya.
...---...
Kayla yang sedang merasa suntuk mondar mandir keliling kamar rumah sakit menunggu kapan Arka pulang, kerjaannya mengintip pemandangan dari jendela, memainkan ponsel.
Kayla duduk disofa, menghela napas.
"Hahh, membosankan." Kayla memainkan ponselnya, membuka aplikasi lalu keluar beralih ke aplikasi lain lalu keluar lagi, dan akhirnya membuka galeri melihat banyak sekali foto Arka yang ia curi diam diam.
Sedang asik memandang pujaan hatinya, suara notifikasi mengalihkan perhatian Kayla.
Ting Bunyi notifikasi pesan masuk
Celine
Celine mengirimkannya pesan membuat Kayla mengerutkan dahinya, merasa aneh.
Kayla membuka chat, dan mulai membaca pesan pelan hingga melototkan matanya takut.
Gue ingetin mending lo jauhin Arka! atau gue yang bertindak duluan Kayla Anindya!.
Arka itu pacar gue, dan lo pengganggu hubungan kami.
Nurut atau lo celaka.
Setelah membaca pesan dari Celine membuat jantung Kayla berdetak kencang, ia takut, apa ini benar?
Ponsel Kayla jatuh, ia duduk lemas merasa takut.
Hingga
Krak
Pintu kamar terbuka, Arka datang membawa bungkus makanan, Arka menatap Kayla dengan aneh tak biasanya ekspresi Kayla ketakutan begitu, apalagi ini daerah rumah sakit, harusnya aman tidak ada pencuri lagi kan?.
...---...
TO BE CONTINUE