WARNING🌶️🌶️‼️
"Kau tahu kelainan ku hanya bereaksi padamu, mana mungkin aku melepasmu Hazel. Seluruh tubuh dan semua yang ada pada dirimu, itu milikku."
"Aku sudah menikah dan aku juga adik tirimu, lepaskan aku. Mike!."
Bermula dari Mike yang harus menikah untuk melindungi menggunakan wajah palsu, hal tak terduga terjadi saat wanita yang dinikahinya Hazel mampu membuat impoten nya hilang, hanya kepada wanita itu seorang..
Tak lama pernikahan dan identitas palsu itu harus berakhir saat Mike harus pergi meninggalkan Hazel tanpa menceraikannya.
Hingga seiring berjalannya waktu, Mike kembali bertemu dengan Hazel dengan status tak terduga. Wanitanya, istri yang belum ia ceraikan, kini telah menjadi adik tiri dari keluarga baru ayahnya. Dan tanpa Hazel ketahui bahwa wajah itulah, merupakan sosok suami yang selama ini ia cari.
Bagaimana kah kelanjutan hubungan keduanya?
.
.
SIMAK KISAH LENGKAPNYA>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Keesokan paginya..
Sinar hangat mentari pagi menerpa lembut wajah cantik Hazel. Wanita itu memicingkan mata dan terbangun akan kilau cahayanya. Dengan mata setengah terbuka, Hazel menatap sekeliling kamar..
"Leonard?.."
Kosong..
Sunyi sekali..
Mata indah itu seketika terbuka lebar saat menyadari ia telah ketiduran, Hazel menoleh mencari-cari sesuatu. Ia bangun dan nampak terkejut saat menyadari tubuhnya masih telanjang sisa adegan panas semalam.
Walaupun terbiasa tanpa Leonard dan tidur terpisah, tetapi setelah apa yang terjadi semalam, semuanya telah berbeda. Hazel menatap sekeliling penuh tanda tanya, ia mengenakan pakaian santai untuk menutupi tubuhnya.
"Apa dia sudah berangkat kerja?.."
Jari lentik itu menarik gagang pintu keluar kamar. Hazel bergegas menuju kamar yang ditempati Leonard. Setibanya di sana, semua nampak berbeda.. Kosong, sunyi, tidak ada pakaian ataupun perlengkapan lain.
Terdiam sejenak dengan ekspresi yang sulit diartikan... pikiran Hazel kemana-mana namun hati masih membantah. Biasanya Leonard selalu memberikan jejak sebelum pergi mengurus pekerjaan, seperti sarapan ataupun perlengkapan rumah, tetapi kali ini tidak.
Dirogohnya handphone itu untuk menghubungi..
Hazel mondar-mandir sambil menunggu jawaban, namun sayangnya setelah menghubungi berkali-kali nomor itu tak menjawab malah tak aktif.
"Apa-apaan maksud semua ini??.." Protesnya tak terima. Hazel hanya ingin tahu dimana suaminya berada.
Namun seketika wanita itu terdiam saat mengingat ucapan Leonard semalam. Ya, dia sempat berkata ingin meninggalkan jejak padanya sebelum pergi. Dan kemungkinan hilangnya Leonard saat ini, karena pria itu memang sudah pergi tanpa berniat membangunkan nya terlebih dahulu.
Menyadari itu, Hazel tersenyum kecut seolah mengasihani diri. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, menatap langit-langit ruangan apartemen megah yang suaminya tinggalkan. "Kenapa tak memberitahuku dulu? Kenapa nomor mu tak aktif, Leonard!?.."
Perasaan Hazel begitu bergemuruh, suaminya tiba-tiba hilang tanpa meninggalkan jejak apapun setelah kemarin malam keduanya hampir menyatu dalam lingkaran gelora hasrat, dan kasih yang sama-sama mereka inginkan..
Wanita cantik itu meremas rambutnya kuat, rasanya benar-benar dipermainkan. "Cih.. Leonard, apa maksud semua ini?."
Pernikahan mereka memang sebatas kontrak, Hazel tahu bahwa suaminya akan pergi, tetapi entah kenapa ia seperti digantung.. Setidaknya jika ingin pergi, Leonard harus menyelesaikan semua dan memberi kejelasan.
Cklek..
"Leonard??." Reflek Hazel.
"Selamat pagi nona Hazel, ini sarapan yang sudah kami siapkan.." Ramah seorang asisten perempuan mendorong meja berisi makanan, ia datang dengan bodyguard yang khusus menjaga Hazel. Masih anak buah Mike.
Hazel yang mendapati itu segera mendekati bodyguardnya. "Katakan.. Kemana tuanmu pergi!?.. Aku harus tahu."
Bodyguard itu tampak sedikit resah dan tak menyangka jika Hazel nampak cukup frustasi. "Nona.. tuan tidak memberitahukan kemana ia akan pergi, tugasku di sini hanyalah menjaga dan mengawasi nona."
"Cih.." Decak Hazel. Leonard seperti sengaja menutupi semuanya.
"Ah sial... Akhirnya aku merasakan sisi bajingan mu itu, suamiku." Hazel benar-benar tak terima. Ia mempertanyakan perasaan Leonard yang semalam terungkap, baginya jika pria itu menginginkannya, Leonard tidak akan tega tiba-tiba hilang dan pergi tanpa izin.
Bukannya sarapan, Hazel malah mengambil kunci mobil dan bergegas keluar.
"Nona mau kemana!?." Cegat dua bodyguard di sana menahan.
Hazel menatap sinis dan datar. "Kemana lagi? Minggir!.. aku tak butuh diawasi kalian, aku hanya ingin suamiku yang melakukannya!."
Mereka nampak terkejut, Hazel nampak berontak untuk memancing Leonard keluar sendiri. Ya, itulah tujuannya saat ini.
"Kalian pastinya masih terhubung dengan Leonard, tapi kalian sama-sama tidak mau membantuku menemukannya. Aku bukan orang yang bisa dipermainkan ya! Katakan itu pada tuan kalian juga!.." Sergah Hazel yang menolak dicegat dan berlalu pergi.
"Nona!.." Keduanya menepuk jidat akan ulah Hazel, setelahnya mereka tetap mengikuti kemanapun istri tuannya itu pergi.
~
Hari-hari berlalu...
Selepas perginya Leonard, Hazel dibuat tak beraturan. Ia frustasi.. Rasa rindu itu kini malah kalah menjadi luapan kejengkelan yang tak berujung. Ia tak terima dipermainkan oleh suaminya itu..
Sangat tak terduga ia seperti budak cinta yang menginginkan kejelasan.
Setiap ia melakukan hal nekat untuk memancing kedatangan Leonard, pria itu tetap tak muncul bahkan mungkin tidak akan pernah lagi. Sialnya Hazel tidak tahu keberadaan Leonard dimana, dan anak buahnya tetap menjaganya tetapi tetap bungkam.
Hingga akhirnya, dua bulan pun berlalu..
Hazel berusaha tak peduli, walaupun dari lubuk hati yang paling terdalam ia berharap bisa bertemu kembali dengan Leonard. Namun faktanya? sudah dua bulan berlalu pria itu tak pernah menunjukkan batang hidungnya lagi.
Mengetahui fakta bahwa sosok Leonard merupakan komandan elit militer, pikiran Hazel kemana-mana, posisi itu mengingatkan ia pada ayahnya Arthur yang sedang menyelesaikan misi rahasia. Kemungkinan Leonard tiba-tiba meninggal dalam bertugas.
"Ah.. aku tak mau memikirkannya lagi, dia juga tak peduli padaku." Lirih Hazel sudah cukup pasrah walaupun tak terima.
"Nona.." Panggil si bibi dengan membawa handphone.
Hazel menoleh.
"Kenapa?."
"Ini, handphone nona dari terus berdering.."
Hazel menatap layar handphone itu cukup lama. "Mama..."
.
.
New York..
Di sebuah mansion besar
Setelah membicarakan beberapa hal penting dengan sang ayah, Mike melangkah untuk kembali ke kediaman pribadi. Namun, pria itu menghentikan langkah saat seseorang menghubungi.
"Jason?.." Sahutnya sambil menuruni anak tangga.
Sementara tas kerja Mike sudah dibawakan oleh pelayan di sana menuju mobilnya.
"Kau tak akan mendatangi Hazel lagi?." Tanya Jason cukup serius meyakinkan. Ia bahkan menghubungi Mike lebih awal.
Sudut bibir Mike terangkat, ia teringat bagaimana Hazel selalu berusaha menembus mencari keberadaannya selama ini. "Apa dia kembali berulah?.. Ah.. setelah seharian sibuk, aku belum melihat wajahnya lagi. Kirimkan hasil pengawasannya hari ini.."
"Sudah ku kirimkan.. Tapi tolong jawab dulu pertanyaanku yang tadi." Pinta Jason serius.
Mike tak langsung menjawab. "Tentu saja, aku akan ke sana untuk menemuinya kembali, tetapi setelah proyek besar perusahaan ini selesai."
"Tak perlu, Mike!.." Sergah Jason serius.
Mike mengerutkan kening dengan sorot mata penuh selidik. "Apa ada sesuatu?.."
"Kau tak perlu ke Italia untuk kembali menemuinya, jawaban mu sudah di depan mata.."
Bersamaan dengan itu Mike menoleh saat sebuah mobil memasuki pelataran mansion keluarga Scott.
Adam Scott, selaku ayah Mike nampak menyambut dengan istri barunya. Seolah tamu itu begitu penting bahkan tadi Adam sempat meminta Mike untuk tidak pulang terlebih dahulu.
Pintu mobil itu dibuka, perlahan kaki jenjang turun membiarkan bodyguard membantu langkahnya.
"Selamat datang putriku, di rumah baru kita." Ujar Adam menyambut.
Pupil mata tajam Mike seketika membulat, ia melotot. Satu alisnya terangkat dengan mulut menganga nyaris tak percaya. Hidup memang suka becanda tapi apakah harus se-absurd ini!?..
Wanita itu...
Wanita itu tidak lain..
"Hazel..."
Mama Diana menunjuk pada Mike selaku putranya dari Adam. "Dia sekarang kakakmu, tolong perkenalkan diri yang sopan sayang."
Melihat putranya yang membeku dengan ekspresi begitu aneh, Adam mengerutkan kening. Ekspresi layaknya terinjak gajah itu, sangat tak pantas ia perlihatkan sekarang..
"Mike, apa ada sesuatu?." Ujar Adam serius.
Kini Hazel beralih menatap pada sosok yang merupakan kakak tirinya. Rumor itu tak salah, rupanya ia begitu tampan menawan.. Pahatan pada wajahnya terstruktur rapi bak lukisan. Tidak, semua yang ada pada dirinya nyaris sempurna.
Tapi ada apa dengan ekspresi itu? Sangat sulit dijelaskan, seolah Hazel begitu menakutkan bagi dirinya.
Namun Hazel memilih tak peduli, ia memilih memasang wajah cantiknya yang ramah. Mungkin kakak tirinya itu belum bisa beradaptasi tiba-tiba memiliki seorang adik.
"Hallo kak.." Sopannya sengaja menunduk. "Senang bertemu denganmu.. Aku Hazel.."
"Hah!??.."
.
.
Here we go!😍😋🤩
Semuanya dimulai..
Sebelum itu, jangan lupa dukung thornim dengan penuhi like, komen, dan vote nya yaa. Dukungan kalian begitu berarti buat pompa semangat othor untuk update xixi, thank u and sehat selalu..
Terimakasih sudah mampir, semoga ceritanya menghibur ya.. Bahagia selalu semuanya😍🥰💌
ini membuat ku tak puas jika hanya sehari membaca satu bab saja🤭
gitu dong suami , gak tahan juga akhirnya😂
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
kancingnya jinjit kalo aku bilangnya sele genje 🤣l
mike sih pake acara nyamar segal sebagai leonard...
awas jangan sampai kepergok daddy adam ya kalian berdua🤣🤭tapi sah-sah aja sih mereka berdoa pasutri....