NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 7.

Tiga puluh menit kemudian, Kiara sudah berdiri di depan pintu apartemen Kenan. dia menekan bel dengan tidak santai. begitu pintu terbuka dia langsung nyerocos.

​"Pak Kenan tahu tidak ini jam berapa? ini namanya eksploitasi asisten! 24 jam dalam satu minggu itu berarti menyuruh anak gadis orang keluar malam dari rumah begitu?"

​Kata-kata Kiara terhenti saat dia melihat Kenan sedang duduk di meja makan dengan bungkusan makanan yang tadi diberikan ke sopir sudah terbuka di depannya.

​"Duduk," perintah Kenan.

​"Mana berkasnya?" Kiara mendekat dan matanya menyipit curiga.

"Dan... itu kan makanan buat bapak sopir. kenapa ada di sini?"

​"Saya beli kembali," jawab Kenan santai. dia menggeser sebuah kursi di sampingnya.

"Makan lagi. saya tidak suka makan sendiri."

​Kiara melongo lalu tertawa menggoda.

"Ya ampun Pak Kenan... bapak beneran cemburu kan sama sopir sendiri sampai beli balik makanannya? bapak benar-benar laen!"

​Kenan tidak menjawab dia hanya menatap Kiara dengan tatapan yang sedikit lebih datar.

"Cepat makan, kerjaannya banyak."

​"Kerjaan atau Pak Kenan cuma kesepian?" goda Kiara sambil duduk dan mulai mengambil sendok.

'Apa itu kentara sehingga dia menyadarinya?' Batin Kenan.

"Tapi ini makan malam ketiga kali saya loh pak, tadi sempat makan dikit di rumah dan sekarang harus temani Pak Kenan makan." Ucapnya.

​Kenan hanya terdiam namun dia membiarkan Kiara terus mengoceh sambil mereka makan bersama.

***

Kiara mengetik beberapa kata di laporan audit sambil terus berceloteh. sepertinya energi dari makanan yang dia lahap tadi berubah menjadi tenaga untuk mulutnya yang tidak bisa diam.

Kenan yang duduk di hadapannya sesekali hanya mengangguk kecil dan mencoba fokus meski telinganya panas.

Meski terganggu, entah kenapa dia suka mendengar Kiara berbicara.

Tiba-tiba pembahasan itu mengarah ke yang lain.

​"Tapi serius Pak. dulu waktu aku masih belasan tahun dan sering diajak ibu liburan ke luar negeri, aku pernah loh ketemu cowok di paris. matanya hazel, royalnya minta ampun. dia sampai mau bayarin semua belanjaanku di Chanel hanya karena aku membantunya menunjukkan jalan." Kiara tertawa kecil mengenang masa itu.

"Tampannya bukan main pak kenan. kalau pak kenan lihat mungkin pak kenan merasa punya saingan berat."

​Kenan mengerutkan kening. penanya berhenti menari di atas kertas. "Yang mau saingan siapa?"

​"Iya juga sih tapi bukan cuma itu. ada juga cowok di Italia, wajahnya kayak model majalah. orangnya sopan, romantis, pokoknya tipe idaman semua wanita lah. aku juga pernah kenal pria yang tampannya biasa saja tapi kharismanya... wowww mematikan!"

​Kenan meletakkan berkasnya dengan sedikit hentakan. rasa tidak nyaman yang sedari tadi dia pendam mulai meluap.

"Lalu kenapa kamu masih jomblo kalau kenalanmu sebanyak itu?" Tanya Kenan.

​"Ya... karena saat itu aku cuma mau liburan bukan cari pacar. lagipula mereka tidak menantang." Kiara mengerling nakal.

Kenan terdiam sejenak. dia menatap Kiara lurus-lurus, seolah sedang membandingkan dirinya dengan deretan pria yang baru saja disebutkan Kiara.

"Antara mereka semua... denganku. mana yang lebih tampan?"

​Kiara menghentikan aktivitas mengetiknya. dia menopang dagu, menatap Kenan dari atas sampai bawah dengan tatapan menyelidik.

"Hmm sebentar. memangnya umur Pak Kenan berapa sekarang?" Tanyanya seolah itu penting untuk penilaian.

​"Tiga puluh satu," jawab Kenan singkat.

​Kiara menjentikkan jarinya.

"Nah! berarti Pak Kenan yang paling tampan. soalnya bapak awet muda banget untuk ukuran pria berkepala tiga yang fokus kerja tiap hari, bapak masih kelihatan kayak umur dua puluh lima, serius." Kata Kiara.

​Kenan mendengus sombong, mencoba menyembunyikan rasa bangga yang tiba-tiba muncul.

"Kamu baru sadar?" Balasnya.

'Kenapa aku merasa dia sedang berbangga diri?' Batin Kiara menyelidik.

​"Iya aku sadar kok. tapi masalahnya pak Kenan juga keturunan bule kan? wajah bapak ini bikin orang malas kedip. makanya jangan heran aku betah lembur kalau pemandangannya begini," goda Kiara lagi.

​Kenan merasa telinganya memanas. dia segera membuang muka kembali ke laptop.

"Lanjutkan pekerjaanmu. jangan bahas pria lain lagi."

​"Kenapa? Pak Kenan cemburu ya kalau aku cerita masa remajaku yang penuh cogan di luar negeri? ada satu lagi di Yunani, dia----"

​"Kiara Theodora! diam atau bonusmu aku potong sekarang." Kata Kenan dengan nada dingin yang lebih tajam dari biasanya.

​Kiara langsung bungkam sambil terkikik pelan. dia tahu sang CEO sedang memendam rasa tidak suka yang amat sangat.

Keheningan pun kembali menyelimuti ruangan. hanya suara ketikan keyboard yang terdengar cepat.

​Satu jam berlalu. suasana menjadi sangat hening.

​Kenan baru saja menyelesaikan bagiannya dan hendak bertanya sesuatu pada Kiara. namun, dia mendengar suara napas yang teratur dia mendongak dan menemukan Kiara sudah dalam posisi miring, kepalanya berbantalkan lengannya sendiri di atas meja.

Laptopnya masih menyala menampilkan laporan yang belum selesai direkap.

​Kenan berdiri, melangkah mendekat dengan sangat pelan. dia berhenti di samping meja Kiara lalu mengamati wajah wanita itu.

Bulu matanya yang lentik, hidungnya yang bangir dan bibirnya yang sedikit terbuka.

​"Tidur lagi." gumam Kenan pelan.

'Bonus satu miliar? kerjaannya suka tidur tidak seperti Robi.' Batin Kenan.

Entah dorongan dari mana. Kenan membungkuk sedikit ingin menyingkirkan sehelai rambut yang menutupi wajah Kiara.

Namun baru saja tangannya hampir menyentuh, Kiara terusik. dia mengerang pelan lalu matanya terbuka perlahan.

​Keduanya terpaku dengan jarak wajah mereka hanya sekitar sepuluh sentimeter. Kiara mengerjapkan mata. mencoba mengumpulkan nyawa sementara Kenan mematung dengan tangan yang masih menggantung di udara.

​"Pak Kenan... mau cium aku ya?" bisik Kiara dengan suara serak khas bangun tidur, matanya langsung berubah jahil begitu kesadarannya pulih.

​Kenan langsung tegak berdiri secepat kilat, wajahnya berubah merah padam meski dia berusaha tetap terlihat galak. dia panik setengah mati mencari alasan.

​"Jangan percaya diri!" bentak Kenan kaku.

"Itu... itu air liurmu! menetes ke mejaku yang mahal! kamu benar-benar wanita jorok!"

​Kiara spontan meraba sudut bibirnya, wajahnya ikut memerah. "Hah? serius?! masa sih?" Paniknya.

​"Iya! cepat lap! dasar jorok!" Kenan berbalik memunggungi Kiara, jantungnya berdegup kencang.

​Kiara sibuk mengelap bibir dan mejanya dengan tisu, namun sedetik kemudian dia sadar kalau tisunya kering. tidak ada noda apa pun di meja. dia menatap punggung Kenan yang kaku.

​"Pak Kenan... bohong ya? meja ini bersih kok!" seru Kiara.

​Kenan tidak menoleh.

"Mungkin sudah meresap ke pori-pori pipi kamu. bersihkan lebih keras!"

​Kiara tertawa nakal.

"Ya ampun pak! kalau mau lihat wajahku dari dekat bilang saja. jangan bawa-bawa air liur! alasan Bapak jelek banget... asli!"

​"Diam Kiara! cepat pulang sana!" Usir Kenan.

​"Ciyee pak Kenan salting ya? wajah bapak sampai ke leher-leher merah semua lho!"

​"KIARA!"

"Ciyee ciyee... yaudah saya tidur di kamar tamu pak, makasih." Ucapnya melangkah masuk ke kamar tamu setelah merapikan berkasnya.

​Usai itu... suara tawa Kiara yang meledek di kamar tamu membuat Kenan merasa sangat terhina seumur hidupnya, bahkan dia menyuruh Bibi untuk menyuruh Kiara diam atau dia akan dilempar ke jalanan tengah malam begini.

Bersambung...

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!