NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kisah Legenda

Malam merayap masuk melalui celah jendela paviliun, membawa embun dingin yang kontras dengan kehangatan di dalam kamar.

Di atas meja kayu kecil, dua mangkuk bubur mengepulkan uap tipis.

​Xue Ling, dengan jemari yang masih sedikit gemetar, menyendokkan potongan daging dan sayur hijau segar ke dalam mangkuk Shan Luo. Ia memastikan porsi anaknya jauh lebih banyak daripada miliknya sendiri.

​“Makan yang banyak, Nak. Tubuhmu butuh kekuatan,” ucap Xue Ling lembut, matanya menatap Shan Luo dengan binar kasih sayang yang tak luntur oleh waktu.

​Shan Luo menggeleng pelan, mencoba menggeser potongan daging itu kembali ke mangkuk ibunya. “Untuk Ibu saja. Ibu yang baru saja melewati maut, Ibu harus makan lebih banyak agar meridian dan tenagamu cepat pulih. Aku sudah cukup kuat.”

​Xue Ling meletakkan sendoknya, wajahnya mendadak serius namun jenaka. “Tidak. Jika Shan’er tidak mau menghabiskan ini, maka Ibu juga tidak akan menyentuh makanan ini sama sekali. Biar saja kita berdua lapar malam ini.”

​Melihat ancaman "mogok makan" ibunya, Shan Luo hanya bisa menghela napas pasrah. Ia tahu, di balik kelembutan ibunya, tersimpan ketegasan yang tak bisa dibantah. “Baiklah, baiklah. Aku makan.”

​Namun, saat Shan Luo hendak meraih mangkuknya, Xue Ling justru menariknya menjauh. Ia menyendok sedikit bubur, meniupnya perlahan hingga suhunya pas, lalu mengarahkannya ke depan mulut Shan Luo.

​“Ibu yang suapi, ya?”

​Pipi Shan Luo mendadak memanas. Ia melirik ke arah pintu, memastikan tidak ada orang luar yang melihat. “Tapi, Bu ... aku kan sudah lima belas tahun. Aku sudah besar, aku sudah bisa membunuh monster ...”

​“Tapi bagi Ibu, kau tetaplah Shan’er kecil yang dulu sering menangis jika tidak disuapi,” sahut Xue Ling sambil tersenyum menggoda. “Ayo, buka mulutmu.”

​Dengan rasa malu yang tertahan namun hati yang terasa hangat, Shan Luo akhirnya membuka mulutnya.

Bubur itu terasa jauh lebih nikmat dari apa pun yang pernah ia makan di kediaman klan Shan.

Di sana, di kamar penginapan yang sederhana itu, mereka tertawa kecil, melupakan sejenak bahwa di luar sana dunia sedang memburu mereka.

​Di balik bayang-bayang batin Shan Luo, sebuah kesadaran gelap mengamati interaksi itu dengan rasa dingin yang menusuk.

​"Manusia memang makhluk yang tidak logis," bisik suara parau dari Sabit Jiwa Kegelapan.

​Kesadaran artefak itu merasa terusik. Seharusnya, seorang pendekar yang telah menyerahkan separuh jiwanya akan kehilangan kemampuan untuk merasakan kasih sayang yang begitu dalam.

Jiwa yang cacat seharusnya perlahan membeku, menjadi wadah kosong yang hanya berisi kebencian agar sang Sabit bisa mengambil alih tubuhnya sepenuhnya.

​"Jika dia terus mempertahankan kehangatan ini, lubang di jiwanya tidak akan pernah terbuka cukup lebar untukku masuk sepenuhnya ... Sialan. Cinta seorang ibu ternyata lebih menjengkelkan daripada segel mantra mana pun."

​Setelah makan malam yang singkat namun berharga itu, Xue Ling bersandar di bantal, menatap langit-langit dengan pandangan menerawang.

​“Kita ada di kota apa sekarang, Nak?”

​“Kota Linyi, Bu. Kota yang cukup ramai di pinggiran wilayah ini,” jawab Shan Luo sambil membersihkan sisa makanan.

​“Kota Linyi ya ...?” Xue Ling bergumam, suaranya mengandung nada nostalgia yang pahit.

​“Ada apa dengan kota ini? Apa tempat ini berbahaya? Apa musuh klan Shan sering berkeliaran di sini?” tanya Shan Luo waspada, tangannya secara refleks menyentuh tato hitam di lengannya.

​Xue Ling menggeleng pelan. “Tidak, Nak. Ibu hanya teringat dengan sebuah kisah legenda yang pernah terjadi di sini. Legenda tentang seorang pemuda yang kini telah menjadi pemimpin tertinggi di Benua Binghuo, tempat asal Ibu.”

​“Siapa dia, Bu?” Shan Luo duduk di tepi tempat tidur, rasa penasarannya bangkit.

​“Namanya adalah Tuan Yan Bingchen. Dia adalah legenda hidup di Benua Tiandi ini, di Benua Binghuo, dan banyak benua lainnya. Kekuatannya konon bisa membekukan lautan hanya dengan satu lambaian tangan.”

​Xue Ling tersenyum tipis, teringat saat ia masih kecil dan melihat sosok agung itu dari kejauhan. “Wajahnya ... luar biasa tampan. Begitu mempesona hingga setiap wanita yang melihatnya pasti akan tertegun, bahkan jatuh hati dalam sekejap.”

​“Sampai segitunya?” Shan Luo menaikkan alisnya, merasa sedikit skeptis.

​“Iya. Tapi, kau tahu apa yang menarik? Beliau dijuluki oleh banyak orang sebagai 'Pria Brengsek yang Mematahkan Hati Banyak Wanita'.”

​Shan Luo mengerutkan kening. “Dia jahat? Apa sifatnya seperti bajingan itu?” Ia merujuk pada ayahnya, Shan Feng, dengan penuh kebencian.

​“Salah besar,” potong Xue Ling cepat. “Tuan Yan Bingchen sama sekali bukan pria seperti ayahmu. Beliau sangat setia dan baik hati. Julukan itu didapatnya bukan karena dia bermain wanita, tapi karena saat dia memutuskan untuk menikah, seluruh wanita di berbagai benua merasa hancur hati. Kesetiaannya pada istrinya begitu mutlak sehingga wanita lain merasa tidak punya harapan lagi. Banyak yang memilih untuk tidak menikah seumur hidup karena tidak bisa melupakan bayang-bayang ketampanan dan kehebatannya.”

​Shan Luo terdiam, mencoba membayangkan sosok pria yang begitu kuat namun sangat setia itu. Sebuah kontras yang sangat tajam dengan pria yang disebutnya "Ayah".

​“Dan ada satu hal lagi yang harus kau tahu tentang kota ini, Shan’er,” lanjut Xue Ling, suaranya merendah. “Ratusan tahun yang lalu, Kota Linyi ini adalah bagian dari Kekaisaran Shan yang agung. Kakekmu adalah pemimpin di sini.”

​Shan Luo tersentak. Ia tidak pernah tahu bahwa klannya dulu adalah sebuah Kekaisaran.

​“Ayahmu ... Shan Feng, dia mungkin memang memanfaatkanku untuk memperkuat posisinya. Tapi kebenciannya padaku bukan hanya karena aku dari Klan Es. Dia membenciku karena ayahnya, kakekmu mati dalam perang melawan pasukan Benua Binghuo yang dipimpin oleh Tuan Yan Bingchen. Baginya, setiap orang dari Benua Binghuo adalah musuh darah yang harus disiksa.”

​Mata Shan Luo berkilat dingin. “Jadi dia melampiaskan dendam kekalahan kakek padamu? Benar-benar pengecut yang menjijikkan.”

​Xue Ling menghela napas panjang, matanya mulai terlihat sayu karena kelelahan. “Dunia ini penuh dengan rantai kebencian yang tidak ada habisnya, Nak. Ibu menceritakan ini agar kau tahu ... bahwa kekuatan tanpa kebijaksanaan hanya akan melahirkan monster seperti ayahmu.”

​Ia perlahan memejamkan mata, napasnya mulai teratur. “Ibu ingin istirahat sebentar ... Shan’er, jangan terlalu memaksakan diri berlatih malam ini.”

​Shan Luo tidak menjawab, ia hanya menyelimuti ibunya dengan lembut. Namun di dalam kepalanya, semua informasi itu mulai tersusun. Linyi bukan sekadar kota persinggahan; ini adalah tanah leluhurnya yang telah jatuh.

​Sambil menatap tangannya yang kini dipenuhi aura gelap, Shan Luo berbisik pelan, “Jika Yan Bingchen bisa mematahkan hati dunia dengan kekuatannya, maka aku akan mematahkan takdir dunia dengan sabit ini. Tidurlah, Ibu. Besok, aku akan mulai menempa diriku di bawah matahari Linyi.”

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!