karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelamatkan Kakek Han An
Setahun tak terasa Bintang tinggal di Rumah Juragan Tensin, hubungan pasangan Tenzin dan Thia Eng dengan Han zi semakin akrab, persahabatan yang sempat putus kini terjalin kian rapat apalagi semenjak Han Zi menikah .
Bintang kini semakin tinggi, dan menjadi remaja tampan, namun ia jarang keluar rumah perbedaan kulitnya yang sawo matang sering mendatangkan tatapan curiga
Pagi itu entah sejak kapan ada seorang pengemis tua yang duduk sambil memegangi perutnya, Bintang yang memang memiliki jiwa sosial menghampiri kakek itu
" Kakek, apa kau sakit?" tanya Bintang sambil melihat keadaan kakek itu
" Darah! kakek kau terluka" seru Bintang kaget karena ternyata kakek itu sedang memegangi perutnya yang berdarah, Bintang tanpa Ragu meminta tolong pelayan lain untuk membawa kakek itu ke kamarnya, urusan di izinkan atau tidak itu urusan nanti yang penting menyelamatkan kakek itu dulu
Dengan telaten Bintang mengobati kakek itu yang tak sadarkan diri saat sampai di kamar Bintang, berbekal dengan ilmu yang pernah di ajarkan oleh ayahnya yang memang menguasai ilmu pengobatan, kalau untuk luka luar ia masih bisa, lain halnya jika untuk luka dalam ia belum sampai ke sana mempelajarinya karena usianya yang masih kecil
di hari kedua kakek itu siuman, dan kebetulan saat itu Bintang sedang mengganti obat luka di perutnya
" terima kasih, siapa kah engkau?" tanya kakek itu menatap Bintang dengan penuh rasa syukur
" saya bintang kek, kenapa kau sampai terluka ?" tanya Bintang ,
" aku di bokong oleh musuhku, dan terkena sabetan pedangnya di perutku, sepertinya kau bukan berasal dari sini, namamu asing dan kulitmu berbeda" tanya si kakek , Bintang terdiam tak bisa menjawab
" Aku tahu setiap orang pasti mempunyai rahasia sendiri, jangan khawatir aku tak akan membocorkan indentitasmu" ucap kakek itu yang mengerti jika anak remaja yang menolongnya pasti mempunyai rahasia sendiri
" Terima kasih kek sudah memahami kesulitanku, " Ucap Bintang menarik napas lega
" Aku Han An, kau panggil aku kakek An saja," kakek itu mengenalkan dirinya
" Sepertinya kakek orang dunia persilatan?" tanya Bintang memberanikan diri
" Ya , orang orang memanggilku Pengemis selatan" sahut kakek itu sambil menatap ke langit langit kamar
Bintang terkejut karena kakek di hadapannya ternyata seorang tokoh besar, salah satu petinggi Kaypang saat itu.
" Kakek kan sangat sakti memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi, kenapa bisa sampai di bokong?" tanya Bintang heran
" Kau tahu aku?" giliran kakek itu yang kaget
" aku tahu kek, juragan Tenzin sering bercerita tentang tokoh tokoh besar, dan salah satunya kakek" sahut Bintang
" di atas langit masih ada langit, aku juga begitu masih banyak yang ilmunya lebih tinggi dariku, aku di undang oleh Para dalai Lama. ternyata minuman kami di beri racun pelemah" ucap Kakek An, mendengar dalai Lama Bintang mengepalkan tangannya emosinya tersulut
" Bukankah Dalai lama Aliran putih kek?" tanya Bintang penasaran
" ya, hanya saja saat ini Dalai Lama di kuasai oleh pengkhiatan" sahut Kakek An," sepertinya kau juga mempunyai dendam pada dalai lama?" lanjut kakek itu melihat perubahan pada sorot mata bintang saat mendengar Dalai lama
Bintang menghela napas
" Aku sampai kemari karena ulah mereka kek, aku berasal dari Jawa dwipa, aku di bawa ke mari , setahun yang lalu aku berhasil melarikan diri dan di tampung oleh Juragan Tenzin" tutur Bintang, ia merasa Kakek An musuh dari Dalai lama, musuh nya musuh berarti teman, ia tak ragu menceritakan tentang dirinya pada Kakek An, selain nama besarnya juga Pengemis Dari Selatan dari Kaypang, satu perkumpulan aliran putih.
" Coba ceritakan dari awal?" pinta kakek An, yang penasaran akan keadaan Bintang
Bintang mulai menceritakan tentang kedatangan Kalingga satu kerajaan di Nepal, bersama mereka Para Dalai lama turut serta, alasan mereka adalah Pusaka Pedang Pelangi milik ayahnya, mereka mengklaim jika pedang itu milik kuil mereka yang telah lama hilang karena di curi orang, mereka mengalahkan kedua orang tuanya, dan terkena luka bakar dari jurus gabungan Naga Surya
" hmm, ternyata mereka sudah lama berencana memberontak" gumam Kakek An
" Kakek, apa kakek tahu cara mengobati luka bakar ?" tanya Bintang, ia yakin kedua orang tuanya pasti selamat, hanya saja luka bakar yang mereka alami pasti menimbulkan bekas luka
" seingatku ada tapi susah di carinya, buah Ling Ce namanya, akar dan daunnya bisa di jadikan obat lulur" sahut Kakek An setelah merenung sejenak.
" susah di cari kek?" tanya Bintang,
" Iya , hanya ada di gunung yang di selimuti salju biasanya buah ling che ada, tapi itu juga kita harus berebut dengan orang orang persilatan yang mengetahuinya" sahut Kakek An.
" Iya juga, benda langka seperti itu pastinya menarik para pendekar" gumam Bintang " Tapi aku harus tetap akan mencarinya!" lanjut Bintang penuh semangat, walau bagaimanapun keadaan orang tuanya lebih penting dari apapun ia akan tetap mencari buah itu walau banyak rintangannya.
" Aku mempunyai ilmu merubah wajah, kau mau mempelajarinya?" tanya Kakek An,
" untuk apa kek,?" tanya Bintang heran
" kulit dan wajahmu akan menarik perhatian orang lain, ada baiknya kau menyamar dan mengganti namamu jika nanti kau akan bepergian" ucap Kakek An
" ya kek, aku mengerti, " sahut Bintang mengerti.
selama beberapa hari Kakek An mengajarkan cara merias wajah dan kulit, ia juga mengajarkan cara membuat topeng tipis dari lemak Beruang yang di keringkan
satu bulan belajar ilmu penyamaran Bintang berhasil menguasainya, ia juga di ajarkan ilmu tongkat oleh Kakek An.
Setelah merasa tubuhnya sehat, dan tak ada lagi ilmu silat yang akan di ajarkan kakek An berpamitan
" Bintang, jika kau bepergian jauh pakailah nama Han Le, mengikuti margaku, " pinta kakek An saat akan pergi
" Ya kek, oh iya jika aku ingin mencarimu bagaimana aku bisa menemukanmu kek?" tanya Bintang
" Kau pakailah ini, bilang saja kamu cucu Han An , pada pengemis yang memakai tongkat di cat hijau, nanti ia akan memberitahu keberadaanku" Sahut kakek An sambil menyerahkan plakat tipis pada Bintang
" Terima kasih kek hati hati" ucap Bintang saat melihat kakek An melesat pergi.
setelah kepergian kakek An, setiap malam Bintang merasa kegelisahan yang mendalam. Setiap kali ia memejamkan mata, ia melihat wajah ayah dan ibunya yang terluka, dan hanya buah Ling Ce yang bisa mengembalikan kondisi kedua orang tuanya seperti semula, ia memutuskan akan mendaki Gunung Himalaya untuk mencari buah itu, juga mencari kesaktian demi membalaskan kelakuan Dalai Lama
selama beberapa bulan Bintang terus berlatih, dan memperdalam jurus yang ia miliki, agar ia memiliki bekal kanuragan yang cukup untuk mencari buah Ling Ce
ia berniat saat berusia 15 tahun ia akan mendaki gunung Himalaya