NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 Yang Pertama

Tawa di kamar pengantin baru itu berderai. Malam pertama setelah pasangan menikah paksa itu mengubah panggilan mereka.

"Lucu banget ya, Mas, tadi liat ndak muka Gus Yasa dan Ning Sarah waktu Umi bilang aku nanti jadi MC kalau ada acara akhwat di Ndalem. Ijo keruh gitu, hahaha...”

Santaka terkekeh. “Adek hebat, ndak tersinggung dibegitukan sama mereka. Maaf ya, sayang. Harusnya mereka ndak begitu.”

Mereka sedang menertawakan aksi polisi Ndalem oleh Abyasa dan Sarah, saat makan malam bersama. Seperti biasa, pasangan tertua itu melakukan intimidasi terhadap pasangan termuda di Ndalem.

Setelah Lastri mengutarakan ide, Nandini menjadi MC di acara akhwat atau khusus perempuan di Ndalem, Sarah mengatakan pada Lastri agar sebaiknya Nandini di belakang layar saja. Santaka tak tinggal diam. Ia membela istrinya.

Sang gus mengatakan kalau sosok selucu Nandini sebaiknya menjadi ujung tombak acara. Menggaet jamaah muda, yang suka malas datang ke kajian. Dan itu diamini oleh Lastri dan Mansur.

“Terima kasih ya Mas, selalu bela aku.” Nandini menatap Santaka sambil tersenyum manis. Sesaat Santaka tersihir melihat senyum itu.

Sekeliling kamar jadi terlihat buram, hanya sosok Nandini yang terpindai jelas di mata Santaka. Bibir yang sedang tersenyum itu merekah sempurna. Santaka menggelengkan kepalanya.

“Sudah kewajiban aku, sayang” Santaka mengembuskan napas. Ia merasa udara kamar agak pengap malam ini. Ia berdeham.

“OK, kita setor hafalan dulu. Sebelum nanti disetor ke Umi besok pagi.”

Nandini mengangguk. “Siap Pak Ustad.” Nandini mengulum senyum. Santaka tersenyum simpul. 

Mereka terduduk di pinggir kasur. Nandini di dekat kepala ranjang. Keduanya saling berhadapan.

Nandini memulai setorannya. Satu surat. Al Insyiqaq. Bagian dari surat pendek Juz Amma. 

Mata Nandini melirik ke arah kiri tengah. Bibirnya membulat saat menghafal. Santaka menelan ludah.

“Alhamdulillah... Yey, lancar...” seru Nandini saat menyelesaikan tugas setorannya.

“Alhamdulillah. Pinter banget, istrinya siapa sih?” Santaka mengulum senyumnya.

“Siapa ya? Tau tuh, suami aku sih kalem-kalem gitu. Bukan om-om genit kayak situ.” Nandini mengerlingkan matanya.

“Genit? Kapan aku genit?” Santaka mengerutkan hidungnya.

“Ngaca Mas, tuh gede di tembok.” Nandini menunjuk cermin di dinding dengan dagunya. Santaka tergelak. Ia menjawil hidung bangir istrinya.

"Mas, untung idung aku asli. Kalau hasil oplas, udah penyok dipencet terus sama Mas." Nandini mengelus hidungnya.

Santaka terkekeh. Matanya tak putus menatap sang istri. "Kalau yang lain, ada yang hasil oplas ndak?" Santaka memindai Nandini atas sampai bawah.

Nandini mendelikkan matanya. "Asli lah. Garansi seratus persen. Boleh test drive." Gadis itu tertawa tapi kemudian terdiam. Giliran Santaka yang tergelak.

"Kenapa diem? Takut ya diajak test drive?" Santaka masih terkekeh geli melihat wajah gusar Nandini.

Gadis itu tersenyum malu. "Iya..." Nandini tertunduk.

"Kamu lucu, kalau bahas begituan, malah malu-malu. Biasanya garang, bahas menjurus langsung meleyot." Santaka kembali terkekeh.

Nandini menonjok pelan lengan Santaka hingga tubuh sang suami miring. Tanda-tanda salah tingkah.

Santaka tangkap tangan sang istri, ia genggam erat. Ia mengayun-ayunkan tangan mereka. Nandini membiarkannya.

Tiba-tiba Santaka mencium tangan Nandini, cukup lama. Istrinya itu terkesiap. Wajahnya memerah.

“Maaf, aku refleks. Sudah lama pengen cium tangan kamu.” Suara Santaka mencicit. 

Nandini tersenyum. “Kalau ngulang kayak akad nikah, boleh ndak?” Nandini mengerutkan alis mendengar pertanyaan Santaka.

“Cium jidat...” desis Santaka.

“Oh... Hhmm... boleh...” Nandini menunduk.

Santaka memajukan duduknya. Kini lutut mereka saling menempel. Dada sang gus berdegup kencang.

Jantung Nandini bergoyang heboh. Ia menggigit bibir. Detaknya makin menggila saat Santaka mengangkat dagunya. 

Wajah teduh itu kemudian mendekat ke arah Nandini. Bibir hangat nan tipis mendarat di dahi mulus sang istri.

Santaka dan Nandini sama-sama memejamkan mata. Menikmati sensasi yang berbeda dibanding saat mereka akad nikah. Santaka membiarkan bibirnya berlama-lama menempel di jidat Nandini.

Santaka akhirnya mengakhiri aktivitas di dahi. Ia tersenyum. Mereka saling menatap dalam. 

Mata Santaka mengarah ke bibir Nandini. Ia menipiskan bibirnya. Nandini menunduk.

“Kamu pernah ciuman?” Netra Santaka tak lepas dari organ berwarna merah alami milik istrinya.

Nandini menggeleng. Walaupun pernah berpacaran dengan Alex, ia tak mengizinkan sang mantan melakukannya. 

Padahal Alex dulu kerap meminta. Mungkin itu salah satu penyebab sang mantan tak mau mengakui Nandini sebagai pacar ke hadapan publik. Merasa rugi, tak mendapat apa-apa.

“Mas pernah? Eh, ndak mungkin pernah ya?” Nandini terkekeh.

Santaka juga tertawa kecil. “Aku masih gres. Kamu bakal jadi yang pertama coba.” 

Santaka menaik-turunkan alisnya. Nandini kembali tertawa. Menutupi tegangnya juga.

“Mau coba?” Suara Santaka berubah lebih berat. Nandini bergeming. Ia mau, hanya malu. Haruskah ia menjawab? Hajar sajalah Santaka.

Mendapati sang istri tak menjawab, Santaka menipiskan bibirnya. “Ndak apa-apa, aku masih bisa sabar kok.” Santaka membalikkan badannya.

Belum sempat lelaki itu bangkit dari duduknya, tangannya ditahan oleh Nandini. “Mau ke mana?”

Santaka kembali ke posisinya. “Ya, mau nanam sabar lagi, seperti biasa. Kan kamu belum mau. Ndak apa-apa.” 

Nandini mengulum senyum. “Kata siapa ndak mau? Tapi... cukup sampe sini ya Mas. Aku belum siap lebih.”

Mata Santaka membulat, berbinar-binar. Dadanya kembali jumpalitan. 

Sang Gus semakin merangsek ke arah Nandini. Ia tarik tubuh Nandini ke atas pangkuannya. Tak mau jika hanya berhadapan.

Mereka melakukan rekonstruksi adegan saat digerebek di mobil. Kali ini tanpa kecoa, tanpa telur, dan statusnya halal.

Santaka menarik jarum pentul di kerudung Nandini. Ia tusukkan sembarang di kasur. Ia lemparkan kerudung istrinya. Nandini terkikik.

Jari telunjuk besar Santaka menempel di bibir Nandini. “Sstt...” Nandini terdiam. Ia menelan ludah. Degup jantungnya sungguh berisik.

Santaka membelai rambut istrinya. Tangannya terus merambat ke arah rahang Nandini. Ibu jarinya membelai lembut bibir sang istri.

Bibir yang kerap Santaka elus jika sedang menyuapi sang istri. Sebentar lagi ia akan mengetahui derajat manisnya lengkung itu.

Kedua tangan Nandini mengelus dada Santaka. Ia salurkan tegang, ragu dan takut lewat sentuhan itu.

Wajah mereka saling mendekat. Setelah hidung mereka beradu, keduanya refleks memiringkan wajah. Mereka mengandalkan insting alami.

Akhirnya keduanya merasakan sensasi ciuman pertama. Bersama pasangan halal. Halal yang awalnya dipaksa. 

Namun kini mereka tak lagi terpaksa, terutama dari sisi Santaka. Nandini sudah semakin menerima, sangat nyaman. Walau belum bisa lebih jauh.

Tautan mereka terlepas. Napas mereka terengah. Dahi mereka saling menempel. 

Tak tahu siapa yang memulai, mereka mengulang tautan tadi. Menjadi pengalaman yang kedua.

Ketika tangan Santaka terprovokasi oleh bibir dan menyentuh kulit di balik kaus tangan panjang sang istri, Nandini langsung menarik diri. Santaka menurunkan tangannya.

“Maaf Mas, aku belum bisa. Maaf, jangan marah....”

Santaka mengembuskan napas. “Ndak apa-apa....”

“Besok malem bisa kita coba lagi....” Nandini memeluk leher sang suami. Tak tega memandang wajah Santaka. "Maaf, aku jahat ya...."

Santaka memejamkan mata. Mengatur gejolak dalam dirinya. "Iya sayang, ndak apa-apa. Aku ngerti. Kamu ndak jahat. Tapi kalau minta yang tadi lagi boleh? Aku janji tangan aku ndak akan maen jauh lagi."

Nandini melepaskan pelukannya. "Dasar genit!" Mereka tertawa. Nandini kemudian menarik tengkuk Santaka dan mengabulkan permintaan sang suami.

Sepanjang malam sang gus dan sang montir saling mencecap manisnya lengkung senyum pasangannya. Manis yang meledakkan hati mereka. Membuai rasa yang tertunda hampir dua bulan lamanya.

Malam itu, untuk pertama kalinya mereka tidur berpelukan. Nandini melabuhkan kepalanya di dada Santaka, seperti saat bulan madu. Kali ini dengan penuh kesadaran dan kerelaan.

1
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
Aisyah Virendra
huhhhh akhirnya nongol juga..
Inna Kurnia: sip, insyaa Allah malem ❤️❤️😘
total 3 replies
Nanik Arifin
baby blues ini Ning Rini. harusnya Gus Agam berperan agar baby blues g berlanjut, kasihan bayinya
Inna Kurnia: betul bgt Kak Nanik, ning rini depresi abis lahiran ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!