menceritakan tentang perjalanan seorang wanita yang mencari cinta sejatinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Elita Septiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
guru international
Dia seorang murid pandai di kelasnya daan dia menjadi favorit OSIS disekolah , cerita dihari itu dia menjadi pimpinan di organisasi sekolah, saat itu dy menginjak sekolah di SMA kelas 11 dan dy sangat pandai dalam mengatur organisasi nya
aqiq : " kamu hari ini ada kegiatan? "
Ridwan :" ya say, eh bro 🤜 siap bantu "
Celsintya :" hari ini kegiatan apa? kamu mau menjadi apa sekarang sekertaris, bendahara? manager? "
Ridwan :" iya hari ini saya menceritakan tentang kegiatan 17 Agustus, saya sebagai bendahara "
Aqiq : " saya mengatur jadwal pertandingan diadakan 1 bulan lagi, kamu atur proposal ya celsintya "
Ridwan :" iya kamu juga beli makanan, dan alat tulis "
pertandingan dimulai 17 Agustus, dan hari itu seperti biasa dy sekolah dan melanjutkan kuliahnya di binus
Dan dy menjadi mahasiswa cumlaude setiap melakukan jenjang pendidikan
Dua jam kemudian. aqiq masuk ke kamarnya. Erlan sudah lebih dulu masuk.aqiq bekerja dan dy belom menikah.
Setelah menikah, aqiq menjadi guru favorite di sekolah international......
Rania melihat suami suaminya yang sedang sibuk berkutat di depan laptop. Entah apa yang sedang dikerjakan Erlan? Rania cukup penasaran akan hal itu.
"Dih, ngapain juga gue kepo sama urusan dia? Mending gue scroll sosmed aja," gumamnya, lalu berbaring di atas tempat tidur. Memilih untuk tidak peduli dengan kesibukan yang dilakukan Erlan, walau sesekali dia melirik suaminya.
Rania menggerakkan layar ponselnya, membaca beberapa story random di sosmed yang membuatnya senyum-senyum sendiri, biarpun begitu matanya sesekali melirik Erlan yang masih sibuk dengan urusannya sendiri.
Rania melepaskan ponselnya, lama kelamaan dia merasa jengkel juga. Rasa penasaran, mendorong Rania untuk mencari tahu kesibukan suaminya, walau dia cukup hafal Erlan pastinya akan marah besar.
"Ehem ..." Rania mendehem di depan Erlan.
Suaminya tak bergerak, tetap fokus mengetik di laptop.
Rania merasa kesal. Sekali lagi dia mendehem.
Erlan mengangkat kepalanya. "Kenapa? Lu perlu sesuatu?" tanya kemudian kembali fokus pada kerjaannya.
"Gue pengen ngomong sesuatu," kata Rania ragu.
"Kalau mau ngomong, ya ngomong aja. Gue bakalan dengerin semuanya," jawab Erlan tanpa melirik.
"Sebenarnya, gue juga enggak tahu mau ngomong apa ..."
"tapi, gue ..." Rania menjeda kalimatnya, ragu untuk menuntaskannya.
"Gue pengen ..."
Rania tergagap, gugup dan bingung, bagaimana mengungkapkannya? Dia kesulitan.
Dia sedikit memalingkan wajahnya, "sebenarnya gue ...." Saat Rania berbalik badan, Erlan sudah berdiri di hadapannya.
"L-u ..." Matanya melebar, napasnya seolah ikut tertahan bersamaan dengan kalimatnya.
Erlan menatapnya penuh makna.
"Kenapa gugup? Tadi katanya mau ngomong?"
"Sekarang gue udah berdiri di depan lu. Ayo, ngomong!" Erlan mencecarnya dan Rania semakin mati kutu dibuatnya.
"So-al i-tu ..." Rania memalingkan wajahnya. Entah mengapa, sangat sulit menatap Erlan jika situasinya canggung seperti ini?
"Gue ..."
Erlan menarik pinggang Rania sebelum kalimat tersebut selesai. Alhasil, Rania terkejut dan hilang konsentrasinya.
"Gue tau, lu mau apa ..."
Kira-kira mau apa ya? 😉
Erlan dan aqiq pergi, rania ,cintya makan malam bersama di sebuah restoran
Kemudian menceritakan tentang schedule yang akan datang diacara sekolah
Saya lagi pusing 😵💫 besok masih harus menceritakan kisah yang sama perbincangan schedule itu dalam kegiatan ekstra kulikuler
Kemudian dia menjadi orang yang sangat populer di kalangan murid-murid mereka guru yang baik juga sopan
sampai kapan ya kamu bisa menjadi guru favorit dan mereka mendapatkan hadiah dari muridnya