--Lebih baik menyinggung Raja Neraka, daripada menyinggung Feng Yaorao--
Dunia mengenal Feng Yaorao, putri sulung keluarga Feng, sebagai gadis yang pemalu, lemah dan tidak berpendidikan. Mereka menganggapnya sampah tak berguna yang bisa ditindas sesuka hati. Namun, mereka tidak tahu bahwa setelah sebuah kemalangan merenggut nyawanya, jiwa gadis lemah itu telah digantikan oleh seorang Top Assassin berdarah dingin dari Abad ke -24.
Licik, kejam, dan pendendam. Feng Yaorao yang baru tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya lolos begitu saja. Siapapun yang berhutang padanya, harus membayar dengan darah. Siapapun yang menghalanginya, akan berakhir di kuburan massal.
Mengandalkan insting membunuh yang tajam serta Ular Darah-- makhluk spiritual mistis di dalam tubuhnya yang bisa bertransformasi menjadi cambuk mematikan, dia siap membalikkan dunia kuno ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 - Kaisar Kerajaan Xia, Xia Wushang
"Ah!" Akhirnya Feng Yaorao tak sanggup lagi menahannya dan berteriak. Tenggorokannya terasa tersumbat dan dia memuntahkan seteguk darah berwarna hitam, lalu jatuh tersungkur ke tanah.
"Guk... guk..." Melihat itu, Xiao Bai segera mendekati Feng Yaorao, berjongkok di sampingnya seolah takut ada orang jahat yang datang dan menyakitinya.
Sedangkan tepat saat Feng Yaorao berteriak, lelaki tua itu sudah menarik kembali tangannya. Dia terengah-engah dan tubuhnya basah kuyup oleh keringat, jelas sekali dia telah mengerahkan seluruh energinya hingga kelelahan.
Feng Yaorao memejamkan mata sejenak untuk beristirahat, lalu perlahan membukanya kembali dan mencoba menegakkan tubuhnya untuk duduk.
Meski rasa lelah masih terasa melanda seluruh tubuhnya, bersamaan dengan itu tubuhnya menjadi sangat ringan dan rileks, disertai aliran rasa hangat yang menjalar ke setiap penjuru tubuhnya.
"Bagus sekali, kau berhasil. Ini adalah buku panduan cara mengembangkan energi dalam. Kau harus bisa menguasai isinya sampai tuntas dalam waktu satu bulan. Bagi orang biasa, biasanya akan memakan waktu tiga tahun lamanya, tapi aku yakin satu bulan sudah lebih dari cukup bagimu," kata lelaki tua itu sambil mengeluarkan sebuah buku tipis dari lengan bajunya, lalu menyerahkannya kepada Feng Yaorao.
Setelah itu, sebelum Feng Yaorao sempat bereaksi atau bertanya apa pun, lelaki tua itu tiba-tiba menghilang begitu saja.
Feng Yaorao tertegun. Orang tua itu benar-benar pergi secepat kilat. Kemampuannya sungguh luar biasa hebat. "Andai saja aku juga memiliki kekuatan sebesar itu," gumamnya pelan.
Dia menatap lekat-lekat buku panduan energi dalam yang dipegangnya, lalu senyum puas merekah di wajahnya. Mulai hari ini, dia akan memulai perjalanannya untuk menjadi kuat!
Gluk, gluk~
Tiba-tiba, suara perut keroncongan Feng Yaorao berbunyi lagi. Akibat segala keributan yang ditimbulkan oleh lelaki tua itu tadi, rasa laparnya kini semakin tak tertahankan. Untungnya, lelaki tua itu belum mengambil ikan-ikan yang dipanggangnya tadi.
Namun...
Melihat tiga ikan yang terpanggang hingga gosong hitam legam, Feng Yaorao hampir menangis. Dia benar-benar tidak tahu harus menyalahkan siapa.
Keesokan harinya...
Sinar matahari bersinar terik sekali, begitu panas hingga binatang sekalipun tak tahan menahannya, apalagi manusia biasa.
Setelah berjalan hampir seharian, melintasi tempat yang sunyi dan jauh dari pemukiman, Feng Yaorao yang masih mengenakan pakaian compang-camping penuh lumpur benar-benar terlihat seperti pengemis yang baru keluar dari tempat kumuh.
Terpapar sinar matahari dari pagi hingga sore, seluruh tubuhnya basah oleh keringat, bau yang ditimbulkannya begitu menyengat hingga membuat dirinya sendiri merasa mual dan ingin muntah.
Tiba-tiba, terdengar suara dentingan logam yang beradu nyaring.
Di kejauhan, tampak seorang pria berjubah ungu sedang bertarung mati-matian melawan lima orang berpakaian serba hitam.
Orang-orang berpakaian hitam itu menyerang dengan gerakan yang kasar dan kejam, jelas sekali mereka adalah pembunuh bayaran yang telah terlatih secara profesional. Pria berjubah ungu itu pun ternyata memiliki kemampuan bela diri yang sangat mahir, namun tidak peduli seberapa kuat dirinya, satu tangan tetap tidak bisa mengalahkan banyak tangan, apalagi jumlah lawannya lima orang sekaligus. Akibatnya, pria itu perlahan terdesak dan berada dalam posisi yang kurang menguntungkan.
Feng Yaorao tentu saja tidak ingin terlibat masalah, jadi dia segera mencari tempat tersembunyi untuk bersembunyi, lalu diam-diam mengamati pertarungan itu dari jauh.
"Xia Wushang, sekalipun kau memiliki sayap, kau tidak akan bisa lolos hari ini. Lebih baik kau menyerah sekarang!" ucap seorang pria berjubah hitam dengan dingin.
"Aku adalah Penguasa sejati di dunia ini. Biarpun kalian semua mati terkapar di sini, aku akan tetap hidup dan berdiri tegak di puncak dunia ini. Jika kalian berani menginginkan nyawaku, coba saja buktikan apakah kalian mampu melakukannya!" Pria berjubah ungu itu, Xia Wushang, menanggapi dengan nada penuh cemoohan, lalu mengangkat tinggi pedang di tangannya dan menerjang kembali ke arah para pembunuh berpakaian hitam itu.
Aku adalah Penguasa sejati di dunia ini...
Feng Yaorao yang bersembunyi di balik pepohonan terkejut mendengar ucapan itu. Penguasa sejati. Dia tidak menyangka pria berjubah ungu itu adalah seorang Kaisar dari salah satu kerajaan. Ya, karena hanya Kaisar yang berani menyebut dirinya sebagai penguasa sejati.
Xia Wushang, dengan nama keluarga Xia, pasti adalah penguasa Kerajaan Xia.
Kilatan tajam tampak berkelebat di mata Feng Yaorao, seperti sepasang mata serigala yang menemukan mangsanya. Pria berjubah ungu itu adalah seorang penguasa yang memegang kekuasaan atas sebuah negara. Jika dia melewatkan kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan, maka dia sungguh bodoh, hehe...
Setelah mempertimbangkan untung ruginya dengan cermat, Feng Yaorao melangkah maju dan berjalan menuju kerumunan orang yang sedang bertarung itu.
Saat dia mendekat dan melihat wajah Xia Wushang dengan jelas, detak jantungnya seolah terhenti sejenak.
Kulit pria itu sangat halus, raut wajahnya sangat tegas serta sangat tampan.
Alisnya yang tebal sedikit melengkung seolah menyimpan sifat keras yang tidak mudah tunduk pada apapun, di balik bulu matanya yang panjang dan melengkung, sepasang matanya yang tajam secara tak sadar memancarkan tekanan yang kuat. Seluruh sosoknya memancarkan wibawa tertinggi yang mampu menggucang seluruh dunia.
Inilah aura agung yang seharusnya dimiliki oleh seorang Kaisar!
Tentu, Feng Yaorao tidak terlalu peduli pada penampilan Xia Wushang, karena dia memiliki tujuan tersendiri untuk menyelamatkannya.
"Hei, aku bisa membantumu dan menyelematkan nyawamu. Tapi sebagai gantinya, kau harus menyetujui tiga syarat dariku. Bagaimana?" ucap Feng Yaorao dengan nada santai, seperti sedang menawar harga sayuran di pasar.
Mendengar itu, Xia Wushang melirik ke arah Feng Yaorao. Dia melihat wanita itu berpakaian compang-camping, penuh lumpur, dan berjalan bersama seekor anjing. Keseluruhan penampilannya seperti seorang pengemis yang sangat menyedihkan.
Terlebih lagi, wanita itu tidak memiliki energi dalam sedikitpun, namun berani-beraninya mengaku bisa menyelamatkannya. Jelas sekali wanita itu tak sadar akan keterbatasan kemampuannya sendiri.
Berpikir seperti itu, rasa jijik terlintas jelas di mata Xia Wushang.
Selain itu, hal yang paling dia benci adalah diancam atau dipaksa berjanji oleh orang lain.
Tak hanya dia, para pembunuh berpakaian hitam juga terkejut. Mereka berpikir dalam hati: Apa yang sanggup dilakukannya hingga berani berbicara sesombong itu?
"Hah! Kau pikir kau bisa mengalahkan kami semua?" tanya salah satu dari mereka dengan nada mengejek. Dia berhenti sejenak, lalu menambahkan. "Jika kau masih ingin hidup, sebaiknya kau pergi dari sini."
Kalimat terakhir diucapkan bukan karena rasa kasihan, melainkan sebagai peringatan.
Mendengar itu, Feng Yaorao sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia justru tersenyum lalu berkata, "Tapi aku ingin sekali menyelamatkannya! Sayang sekali jika pria setampan dia harus mati sia-sia di sini."
Ucapannya tidak diragukan lagi godaan, godaan yang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa malu-malu.
Memang sayang sekali jika pria setampan Xia Wushang mati, namun bagi Feng Yaorao saat ini, alasan utamanya adalah karena Xia Wushang memiliki kedudukan dan kekuasaan yang sangat tinggi. Sungguh sangat disayangkan jika membiarkannya mati tanpa memanfaatkannya terlebih dahulu.
Apa artinya menjadi seorang Kaisar?
Artinya, penguasa sebuah negara dapat berbuat dan memerintah apa saja sesuka hatinya, serta menikmati kekayaan dan kemewahan yang tak terbatas, memiliki harta emas dan perak yang tak akan habis tujuh turunan.
Bibir Xia Wushang berkedut menahan emosi saat mendengar kata-kata Feng Yaorao. Sialan, wanita ini berani sekali menggunakan kata-kata seperti itu untuk merayuku!
Para pembunuh berpakaian hitam juga merasa sangat tersinggung dengan ucapan Feng Yaorao. Namun mereka tidak mau membuang waktu untuk mengurusi hal itu. Karena wanita ini sudah melihat wajah dan tindakan mereka, mereka sama sekali tidak berniat membiarkannya pergi hidup-hidup.
"Tidak semudah itu menyelamatkannya. Bukan hanya dia, kau juga tidak akan bisa pergi dari tempat ini hidup-hidup."
Sambil berbicara demikian, salah satu pembunuh berpakaian hitam langsung menerjang ke arah Feng Yaorao dengan cepat...
"Benarkah begitu?" Feng Yaorao tersenyum dingin.
Tanpa menunggu orang itu mendekat, dia melesat maju dan menendangnya dengan keras. Dalam sekejap, pembunuh yang berlari ke arahnya itu terpental jauh ke belakang dan jatuh tertunduk di tanah.
Pemandangan itu mengejutkan semua orang. Tak ada satupun dari mereka yang menyangka bahwa wanita yang tampak begitu kurus dan lemah ternyata memiliki tenaga sebesar itu.
Tatapan lembut Feng Yaorao berubah seketika menjadi dingin dan tajam. Dia menatap lurus ke arah Xia Wushang dan berkata dengan tegas, "Sebaiknya kau pikirkan tawaranku baik-baik. Berdasarkan kondisimu sekarang, kau tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi. Jika kau ingin hidup, setujui saja syaratku. Jika tidak, aku akan pergi sekarang juga dan membiarkanmu mati disini."
semangat selalu up nya🙏💪💪🥰