Ada yang lo pengen banget, itu bisa lo liat, tapi gak bisa lo gapai, itu gimana sih rasanya?
***
S1—
Diary Of Jane.
Jane terpaksa kok buat sama Ares, karena dia Ares cuma punya dia. Bahkan sama sekali gak cinta dengan Ares, tapi Ares selalu berusaha, selalu ada di samping Jane, berharap cewek itu pada akhirnya akan jatuh cinta sama dia.
Pahit di awal, manis di akhir. Pada akhirnya Jane jatuh cinta dengan Ares.
S2—
I love you Bramasta.
Kisah bagaimana Bramasta juga ingin di cintai.
——— 🌟
ig. @sindipaulia_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sindi putri aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#7. Today Banyak Halu :)
Diary of Jane 7
"Jane, berangkat kuy!"
"Gue kayak biasa aja bang, gue lebih enak naik bis, lo sendiri aja, kalo gak, lo sama kak Vera aja," Jane mengikat tali sepatunya dan membersihkan roknya. Naik bis itu seru, kalo naik bis itu berasa kayak di drama Korea gitu -—Otak Jane error.
Enakan juga naik mobil pribadi, apalagi yang ngantar itu cowok ganteng macam Kay, tapi Jane gak mau, dia lebih memilih buat naik bis umum.
"Yaudah, terserah lo," Kay memperbaiki posisi tasnya dan melenggang pergi keluar.
Jane aneh, Kay menggeleng melihat Jane berlari ke halte bus sambil menggigit roti tawarnya. Ia masuk ke dalam mobil dan terkejut melihat makhluk disampingnya, "lo ngapain?"
"Gue nebeng ya," Arka mencengir.
"Gak!"
Syuth...
"Tega lo bang." Arka menatap mobil Kay yang berjalan menjauh, ia ditinggal, "gue dibodohi!" Arka memukul kepalanya sendiri.
—sekian menit lalu.
"Please bang." Ujar Arka berkaca-kaca. Kay menghela nafas panjang lalu menatap Arka, "yaudah, cepet lo ambilin buku gue yang ketinggalan di sofa." Kay tersenyum.
"Oke." Bodohnya Arka sehingga menuruti kata-kata Kay, ia turun, baru saja menutup pintu, Kay menghidupkan mesin mobil dan melesat pergi.
Sial kali kau Arka.
📝📝📝
Bayangin,
Lo ada di posisi gue sekarang,
Apa yang bakal lo lakuin?
Memandang wajah dia sampai sekolah.
Grogi dan garuk-garuk kepala.
Malu malu sendiri.
Bodo amat.
Ya, benar sekali,
Gue lagi sama Arka, bedua.
Duduk sebelahan, di dalam bus.
Sepersekian detik lalu, gue duduk sendiri.
Kayak biasa gue bakal dengerin lagu lewat hands-free, sambil liat jendela.
Biar kayak drakor, hehe.
But, tiba-tiba muncul dia
-- Arka Bramasta Hardika
📝📝📝
Hening.
Rame sih, banyak orang dalam bus. Tapi kata hening tadi diperuntukkan buat dua manusia yang duduk sebelahan, itu lho, Arka sama Jane.
"You look so good, yeah, you look so sweet, hey, baybe you deserve a treat," Jane mengalunkan lagu ice cream chilin chilin milik black pink, "..." Ia menoleh ke kiri saat menyadari Arka sedang menatapnya. Itu natap kan?
Apaan tuh?
"Lo heboh banget sih." Arka menaikkan sebelah alisnya.
"..." Jane melepaskan headset nya, "ekhem, kita dah sampai." Jane berdiri diikuti oleh Arka. Sebenarnya dia malu banget itu ya Tuhan, dari tadi dia nyanyi gak jelas di tatap sama Arka.
Beberapa hari lalu juga sama, dan sialnya dia, emak emak di sampingnya lagi sakit gigi, dia auto di tampuoool pemirsah.
📝📝📝
Ini first gue,
Jalan berdua sama cowok ke sekolah, lebihnya dia top five cogan SMA, gue rasa kehidupan memang gak bisa di ubah, tapi bisa berubah, lo tau kan maksudnya?
Kehidupan lo udah 100 persen di atur sama Tuhan, dan lo gak bisa mengubah takdir tuhan,
Tapi takdir lo bisa berubah, juga atas kehendak tuhan.
Apa yang digarisin tuhan, gue jalanin.
Gue akan selalu bersyukur kalo tuhan mulai sayang sama gue.
hehe—
📝📝📝
Jane menyusuri lorong perpustakaan yang sangat sangat sangat dan sangat sepi, "Mana sih bukunya?" Jane frustasi, siapa juga yang mau di hukum gara-gara batuk waktu guru menerangkan? Bukan Jane, tapi dia kena imbas, atau lebih tepatnya terkena sial.
Again dan again, Jane sial. Hidup gue kenapa gini-gini amat dah, ia meraih satu buku yang amat tebal, perkiraannya, itu buku sejarah, kan biasanya buku sejarah tebalnya segunung.
"Akhirnya tuhan," Jane memeluk buku itu. Tak mau berlama-lama, Jane melesat pergi kembali ke kelasnya. Tapi di tengah jalan, ia melihat sosok Ares Junior bin iblis sedang berlari keliling lapangan, makan tuh, pasti lo kena hukum.
Tapi kok ganteng?
Ah! Jane, otak lo isi cogan semua deh! Jane menepuk-nepuk jidatnya, tapi asli deh, Ares itu ganteng waktu lari gitu, keringetan, tambah machonya, aihhhh.
"Misi buk," Jane melangkah masuk, ngapain tuh bocah? Siapa sangka ada Arka, didalam kelasnya, yakin deh, pasti Jane gak salah liat.
"Ini bukunya buk," Jane meletakkan buku itu ke atas meja guru. "Buk, pinjam Jane nya sebentar." Arka menarik tangan Jane setelah guru yang mengajar mengangguk setuju.
"Gue bisa jalan sendiri." Ujar jane datar, bukannya nolak buat di tarik-tarik sama cogan, tapi itu jantung Jane udah hampir terbang, melepaskan diri dari raganya.
"Oke." Arka melepaskan tangan Jane, "lo temuin gue di atap, nanti."
"Buat?" Jane kan penasaran.
"Pokoknya lo datang yah, ada sesuatu nanti."
Jane tuh gak bisa dikasih kata kata ber kias, dia gak paham, yang ada dia salah paham dan penyakit ngarep plus halu nya kumat. Ah jangan ge'er deh, "Oke." Jane mengangguk, "gue balik ke kelas, bye."
"Hmm." Arka mencium tangannya, yang tadi ia gunakan untuk menarik tangan Jane.
***
Udah, santai aja.
Santai, selow bae lah.
Jane berjalan ke atap sekolah, dia beberapa kali membalik badannya tapi yakin lagi untuk benar benar di atap, "Gue mau di apain yah?" Jane menggigit bibirnya.
"Gue balik aja deh!" Perintah Jane pada dirinya sendiri, ia berbalik, "Jane!" Yah, Jane sial. Perlahan ia menoleh dan mencengir.
"Sini!"
"Oke!" Jane memajang senyum, yang pasti itu adalah sebuah senyuman yang sangat aestetic dan berwibawa. Anggap aja gitu.
"Kenapa?"
Arka yang semula duduk langsung berdiri menghadap Jane. Ih kok kayak yang di drakor yah? Jane mengedip-ngedipkan matanya, pikiran langsung berpijar pada salah satu drakor kesukaannya.
"Will you marry me?" Berlutut dan memberikan bunga yang semula disembunyikan di punggung.
"Yes, i want!"
Ah! Halu!
Jane menggaruk rambutnya, "Ini mau ngapain yah?" Tanyanya polos.
"Coba lo cium almater gue."
What? Jadi, gue di suruh ke sini karena buat nyium almater Arka? Jane mengerjap, "lo kan punya hidung sendiri, kenapa harus gue yang cium?"
"coba aja,"
Dih! Kalo dia bau keringat kan nanti wanginya seperti anda menjadi Ironman, but emang orang ganteng keringatnya bau yah? Jane berfikir sangat sangat sangat dan amat lama, "Ok." Ia mendekatkan hidung, mata, serta membawa wajahnya mendekati jas almater dongker milik Arka.
Shith...
Jane gak mimpi kan? Jane makan apa semalam? Jane kurang tidur yah? Apaan ini astaga!
Arka meluk dia sampai yang di peluk melongo sendiri, halu gue udah melampaui batas!
Jane menutup matanya, halu, pergilah halu, wahai halu, pergilah engkau dari pikiran suci ku ini! Ia membuka mata, jen-jeng, ini bukan halu.
"Apaan sih lo." Jantung gue mau terbang tauuu! Jane menjauh, "lo sakit meluk gue?" sebenarnya sakit buat bilang ini, tapi kan kenyataan, sedangkan bang Kay aja gak pernah meluk Jane, lha Arka ngapain meluk Jane tanpa sadar, atau? Arka sadar?
"gue pengen aja, lo gemesin."
WHOAAAT? GEMESIN?
itu senyum kenapa manis banget?!
astaga dragon....
Muka Jane pucat pasi, "lo sakit?" Kayaknya iya, Jane sakit, Bruk...
📝📝📝
Apa yang terjadi hari ini?
Gue percaya,
Gue iman.
Kalo Arka habis meluk gue!
Kalo Arka habis bilang gue gemesin!
That's very, very, very, IMPOSSIBLE
Very impossible!
Once again! Very impossible!
📝📝📝
Raya memakan lontong milik Jane yang dari tadi memenung sambil menulis diary, "Lo kenapa sih?"
"Dia kesambet siluman raja ular pantai selatan." Seloroh Riko tanpa saringan, tajem amat itu mulut. Seharusnya posisi Riko sekarang ada di kantin belahan lain, yang isinya cowok semua, but dia lagi pengen gratisan jadi dia ngeracau di kantin cewek biar di beliin makan.
"Ngaco!" Raya menonyor mulut Riko, "mulut gue masih suci, jangan lo nodai!" mulai deh Riko.
"Nyet, lo sakit apaan sih?"
"Nyet?" Jane menoleh sarkas, "gue itu lagi mikir."
"Eh, ternyata lo bisa mikir juga ya." Sepertinya mulut Riko perlu di amplas atau sekalian di potong pake gerinda biar halus kata katanya.
"So? Lo kata gue gak bisa mikir gitu?" Jane memakan lontongnya yang mulai dingin.
"Astaga!" Jane berdiri, dia lupa jika menaruh roti sandwich di tas kecilnya pagi tadi, dan sekarang masih disana, "gue ada urusan penting!" Jane membayar lontongnya dan meninggalkan kantin untuk ke lokernya.
"Huh!" Jane membuka lokernya, seperti biasa, lokernya sepi, kosong, hanya ada beberapa barang miliknya, hiasan sarang laba-laba murni sudah ia bersihkan beberapa hari lalu, "masih ada."
Setelah mengambil sandwich dan menutup lokernya, Jane masih mengingat kejadian tadi, Arka itu kan punya cewek, kok dia meluk Jane sih, "Ceweknya siapa yah?" Pasti beruntung banget.
Jane menaiki anak tangga menuju ke atas, ia menyusuri lorong koridor kelas IPS, "Jane!" Ia menoleh saat di panggil.
"Oh, lo bang, kenapa bang?"
"Lo ngapain disini? Lo biasanya masih di kantin." Kay melirik buku dan sebuah kotak makan di tangan Jane, "lo bawa bekal?"
"Iya." Jane membuka kotak sandwich itu, "lo mau bang?" Ia rela berbagi separoh sandwich miliknya, gak apa-apa, nanti juga bisa bikin lagi dirumah, waktu udah pulang sekolah.
"Gak, buat lo aja." Tolak Kay sopan. Sejak kapan bang-ke ini jadi halus dan beraturan gini? Biasanya juga main tengkreng di pundak gue, Jane mengerucutkan bibirnya dan memakan sandwich itu, "yawudhyah, guwe makwan." Ujarnya muluk muluk.
"Hati-hati gemuk lo entar." Ujar Kay berlalu pergi, mata Jane mengikuti kepergian Kay, kenapa gue bisa gemuk karena sandwich?
"Bodo ah!" Jane mengunyah sandwich nya, dan masuk ke kelas, setelah sampai dikelas, ia memasukkan buku diary miliknya di laci lalu duduk dan menikmati sandwich nya dengan tentram dan damai tanpa gangguan.
"Kalo gue pikir, bang Kay makin kurus." Jane baru kepikiran. Ia mengeluarkan ponselnya dan melihat berita terbaru seputar BTS, so pasti.
"Aw, ganteng!"
***
Bersambung
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya y
sebulan ga buka noveltoon, ceritanya dah end🥺🥺🥺🥺
di tunggu karya barunya thor
maaf ya aku lm baru mampir, dh boom like smua_<
akhirnyaa
selamat thir karyamu kereen
feedback to yokk ka🤗