Sejak kejadian kebakaran itu, Arga Mahendra jatuh cinta pada gadis yang menyelamatkan hidupnya. Amira, gadis belia yang masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas XII SMA.
Keduanya kemudian terlibat dalam hubungan terlarang, dimana Amira diam-diam menikahi Amira tanpa sepengetahuan Stella yang tak lain adalah istri sahnya.
Lantas bagaimana kehidupan mereka ? Siapakah yang akan Arga pertahankan dalam hidupnya ? Amira atau Stella ? Disaat Stella sudah sembuh dari penyakit gangguan mentalnya.
Simak ceritanya di novel "Istri Simpanan Guruku" karya Dewi KD, jangan lupa berikan like dan komentar kalian untuk mendukung author 🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
“Selamat pagi semuanya !”
Para siswa tentu saja terkejut melihat kehadiran guru baru di sekolah mereka.
Ya, Arga benar-benar menjadi guru di sekolah Amira. Amira yang tengah menulis pun langsung menghentikan pergerakan tangannya dan mengangkat kepalanya menuju ke sumber suara.
“Dia…” lirih Amira
“Perkenalkan nama Ku Arga Mahendra dan mulai saat ini Aku akan mengajar mata pelajaran Ekonomi mulai saat ini di kelas kalian !”
Arga mulai memperkenalkan dirinya, beberapa siswi cantik di kelas itu mulai tersenyum-senyum dan tebar pesona melihat Arga yang tentu saja wajah guru mereka itu sangatlah tampan.
“Jangan kecentilan !” bisik salah satu teman mereka pada siswi di kelas itu.
“Biarkan saja ! Aku harus mendapatkan nomor ponselnya !” jawab siswi itu tanpa rasa malu.
“Apa ada yang ingin bertanya mengenai biodata Saya ?” tanya Arga tersenyum ramah pada siswa siswinya.
“Lulusan ! Pak Arga lulusan dari universitas mana ? Dan juga bagaimana dengan status Bapak ? Apakah Bapak sudah menikah ?” tanya ketua kelas.
“Oh baiklah ! Aku akan memberi tahu kalian ! Aku lulusan ilmu bisnis di oxford university dan Aku sudah menikah !” jawab Arga apa adanya yang membuat para siswa dan siswi di kelas itu terkejut mendengarnya.
“Hah ? Oxford ?”
Mereka terkejut mengetahui ternyata Arga lulusan dari kampus luar negeri yang begitu terkenal dimana mereka memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan kesana.
"Hah...Dia sudah menikah rupanya !" salah satu dari mereka langsung lesu mendengar status Arga yang sudah menikah.
“Kenapa Bapak menjadi guru disini ? Kenapa tidak bekerja di perusahaan besar saja ?” tanya salah satu siswa di kelas itu.
Arga tersenyum mendengar pertanyaan itu.
“Kecintaan Ku terhadap pendidikan begitu besar, lagi pula hidup adalah pilihan bukan ? Dan Aku sudah memilihnya, Aku ingin mentransfer ilmu pada kalian !” kata Arga dengan entengnya.
Mereka pun terpukau dengan jawaban yang diberikan oleh Arga. Setelah beberapa menit sesi perkenalan dan tanya jawab itu selesai, Arga mulai membuka laptopnya dan memberikan materi pada para siswanya di kelas itu.
Sembari memberikan materi mata pelajaran, mata Arga sesekali melirik pada Amira yang sejak tadi sepertinya tak tertarik sama sekali melihatnya.
“Silahkan kalian kerjakan, waktu kalian 15 menit dari sekarang !”
Arga memberikan tugas pada mereka yang membuat para siswa dan siswi di kelas itu langsung bersorak karena waktu yang diberikan oleh Arga sangatlah sedikit.
“Astaga !”
“Ternyata dia tipe guru yang killer !”
Beberapa siswa dan siswi mulai membicarakan Arga secara diam-diam karena Arga tidak seperti yang mereka pikirkan, mereka pikir mereka akan menjadi guru yang humble dan sangat di sukai oleh para siswa dan siswinya di sekolah, ternyata mereka salah besar.
“Tugas ini mudah kan Amira ! Ayolah beri Aku contekan !” bisik salah satu teman Amira yang duduk di depan Amira.
“Baiklah ! Tapi Kau harus mentraktir Ku satu mangkok bakso dan es teh manis siang hari ini !” jawab Amira tersenyum manis.
“DEAL !” jawab teman Amira dengan cepat tanpa basa-basi.
Lima belas menit kemudian,
Seluruh siswa mengumpulkan tugas mereka pada Arga. Arga memeriksanya dengan cepat dan memberikan hasilnya pada para peserta didiknya. Namun ada yang membuat Arga heran dengan dua lembar jawaban milik siswanya itu. Karena jawaban Amira sama dengan hasil jawaban Fiona yang membuat nilai mereka hasilnya pun sama.
“Amira dan Fiona ! Kalian berdua datang ke ruang kerja Ku saat jam istirahat nanti !” ucap Arga dengan tegas yang membuat Fiona langsung berlonjak kaget.
“Kenapa ada apa ?” ucap Fiona panik sekali.
“Kau pasti mengcopy paste seluruh jawabannya ! Astaga, Fiona ! Kau ceroboh sekali !” kata Amira menggelengkan kepalanya.
“Maafkan Aku Amira ! Aduh bagaimana ini !” Fiona menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Kau pasti mencontek jawaban dari mascot aneh itu ! Dasar bodoh !” maki Jenny dari tempat duduknya.
“Apa yang Kau bicarakan ?!”
Fiona merasa tak terima ketika Jenny mengatainya seperti itu.
“Sudah Fiona ! Jangan di dengarkan !”
Amira mencoba menenangkan teman dekatnya itu.
“Ya seperti itu lah kalian, yang satu aneh dan yang satunya dungu !”
Jenny semakin memancing kemarahan Fiona dan tanpa rasa bersalah sama sekali ia tertawa bersama teman-temannya di kelas.
“Hei apa masalah Ku, padamu ?!”
Amira langsung memegangi tangan Fiona dan menggelengkan kepalanya, agar Fiona tak meladeni Jenny.
“Kita lihat saja nanti ! Teman Ku yang Kau bilang aneh ini di ujian semester nanti pasti akan selalu menjadi yang utama, dan Kau akan selalu jadi penonton setiap semesternya !”
Ucapan Fiona membuat Jenny menatap tajam pada Fiona dengan mengepalkan kedua tangannya.
...****************...
bukan seorang ibu yang baik.
napsu jadinya....
gimana rasanya posisi Dia menjadi Amira.
nanti juga akan ada balasannya.
tetep Amira pertahankan..Libas saja jalang mah. jangan kasih ampun.
apa sekama ini pura2 sakit jiwanya.
jadi aja jiwanya bener2 sakit.