NovelToon NovelToon
GAMAN JULANG DAN SERIBU TIRAKAT

GAMAN JULANG DAN SERIBU TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pemain Terhebat / Keluarga
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: bungdadan

Perjalanan hidup Gaman julang yang tidak pernah tuntas menyelesaikan pendidikan di sekolah maupun di pesantren.

Ia tidak bisa mengimbangi waktu dengan hobinya bermain musik, sehingga sekolahnya terbengkalai.

meski demikian, dia seorang yang cerdas. Dia selalu punya sejuta akal untuk menghadapi setiap masalah yang datang.

Hingga suatu ketika dia harus bergelut dengan problematika hidup dan beban moral, menghadapi gunjingan keluarga dan tetangga.

Semua sepupunya terbilang telah hidup sukses dan sudah punya keluarga sendiri, tinggal ia seorang yang masa depannya tak tentu arah.

Ditengah kehidupannya yang relatif carut marut secara ekonomi, dia jatuh cinta dengan putri seorang Kyai besar pengasuh pondok pesantren.

Tantangan terberatnya harus bersaing dengan dua orang lain yang juga ingin melamar putri sang Kyai.

Keduanya mapan secara ekonomi dan punya gelar akademik S2 lulusan Universitas Al-azhar Kairo, Mesir.

Upaya apa yang akan dilakukan Jul untuk menghadapi tantangan tersebut ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungdadan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERKENALAN INDAH

Dengan hati berbunga-bunga, jantung berdebar bahagia, aku menengok ke arahnya.

"Iya gimana bu ? Eh...maaf, gimana mbak ?"

"Tuh kan, bu lagi panggilnya..., udah ah...nggak jadi !" ; dengan wajah cemberut dia menyilangkan tangannya di dada, lalu bersandar ke kursi dan membuang muka dariku.

"Iya iya, cantik - cantik kok gampang marah, kan udah minta maaf, lagian aku belum tau nama mbaknya juga, perkenalkan ! Namaku Gaman Julang dari Purbalingga Jawa tengah, biasa dipanggil Jul."

Aku mencoba merayu dan memperkenalkan diri lebih dulu.

Dia tidak langsung menjawab, masih tetap memalingkan muka dariku.

Aku menunggu, kira - kira sudah ada satu menit lebih tiga detik, namun dia belum menjawab.

"Hmmm....ya udah" ; Aku ikutan buang muka ke arah berlawanan dan bersandar di kursi.

"Namaku zian" ; dia berbisik lirih namun terdengar sangat merdu.

Seneng banget rasanya, Ku dengar suara itu, dengan sigap, aku berbalik memandang, lalu tersenyum ke arahnya ; "Gitu dong..., kalau udah kenal kan enak ngobrolnya, lengkapnya siapa ? asli mana mbak ? "

"Feidrica zianayu pramesthi ,asli Kediri" ; dia membalas senyumanku, serta kedua telapak tangannya diadu ber isyarat memberi salam.

Aku pun melakukan hal yang sama ; "Bagus banget namanya, gitu dong..., kalau senyum kan enak dilihat, ngomong-ngomong tadi ada apa manggil ?"

"Makasih..., ini...cuma mau minta tolong bukain botol minuman, susah banget " ; pintanya sambil mengulurkan botol minuman.

Dengan sigap, tangkas dan cermat langsung ku ambil dari tangannya ; "Sini...!"

"Krek...", sekali putar langsung terbuka tutup botolnya. Untung menguasai metode buka tutup botol dengan cepat.

Dia kembali melempar senyum manisnya ; "Wah...kok gampang banget ya..., makasih mas Jul...."

"Sama - sama, ngomong -ngomong itu yang duduk di samping kamu siapa ?" ; ku lihat perempuan paruh baya yang tengah tertidur pulas, duduk bersebelahan dengannya.

"Ooh..., gak kenal, aku..., cuma bareng dari Jakarta tadi, Jarene rep nyang Kertosono."

Zian sudah mulai terlihat enjoy, dengan logat Jawa timurnya ngobrol denganku.

"Kalau kamu sendiri, mau ke mana ? ; tanyaku kembali.

"Aku mau ke tempat pak dhe dulu di Jombang, abis itu pulang ke Kediri."

Zian menjawab sambil kembali membuka buku yang dari tadi dia baca.

"Ooh...kebetulan aku juga mau ke Kediri."

Walaupun dia tidak bertanya tujuanku ke mana, namun aku berinisiatif mengatakan, untuk memperpanjang perbincanganku dengannya.

"Oh...nggeh..."

Hanya itu responnya, sangat singkat sesingkat singkatnya. Jauh lebih singkat dari text proklamasi dan lebih pendek dari celana pak Bob sadino.

Bisikan jiwaku terus memacu, ruang laboratorium di kepalaku, meramu racikan strategi dalam pikiran, agar Perbincangan kali ini harus membuahkan hasil yang maksimal serta optimal.

Obrolan tak boleh terputus, jangan sampai terhempas menjadi ampas yang tak punya arti.

Dia sama sekali tidak kepo sedikitpun terhadapku.

"Oh Tuhan, Gimana ini caranya agar koneksi dua hati terbangun ?". Sebagai orang beriman, ku gunakan senjataku, yaitu berdoa.

Berhubung kelihatannya dia suka membaca, Aku mencoba membuka perbincangan kembali, dengan menanyakan tentang buku yang sedang ia baca.

Ku lirik dengan sedikit mengangkat kepala, menyamping ke arahnya ; "Ngomong-ngomong, lagi baca buku apa tuh ?"

Tanpa menengok ke arahku, dia menjawab sambil terus membaca ; "Eh..., Ini lagi baca buku filsafat, 'The Republic' - Plato."

"Wah keren tuh The Republic, aku suka."

Dengan sok tau, aku menanggapinya, padahal aku belum pernah baca bukunya sama sekali.

Begitu membahas tentang buku, Zian tampak langsung responsif dan bersemangat ; "Kamu suka baca filsafat juga ?"

Ini nih kesempatan, untungnya aku sedikit banyak pernah dengar.

"Wah, bagus tuh. Aku lagi suka baca buku-buku filsafat juga, tapi lebih ke eksistensialisme. Misalnya, Sartre, Camus... kamu pernah baca?"

Dengan cepat zian langsung merespon ; "Pernah, tapi belum mendalam. Aku tertarik sama konsep-konsep seperti kebebasan, tanggung jawab, dan makna hidup yang mereka bahas. Kalau Plato, lebih ke arah konsep negara ideal, keadilan, dan bagaimana seharusnya manusia hidup."

Saatnya jurus sok tau namun selalu akurat ku keluarkan, itulah kelebihanku. Kecuali kalau lagi apes, barulah akurasinya kadang-kadang meleset jauh.

Bismillah, mudah-mudahan akurat. Sambil berdoa dalam hati, dengan Percaya diri ku jelaskan ; "Iya, beda aliran memang. Tapi keduanya punya daya tarik sendiri. Kalau Plato, aku suka cara dia berpikir sistematis, membangun argumen yang kuat. Kalau Sartre, aku suka cara dia bikin kita mikir tentang pilihan dan konsekuensi dari pilihan itu."

Zian kelihatan tambah bersemangat ; "Betul, filsafat itu kan cara berpikir, cara melihat dunia. Buku-buku ini kayak ngajak kita untuk mempertanyakan segala sesuatu, termasuk diri sendiri."

Aman nih, seneng banget rasanya bisa ngobrol agak panjang.

Keberuntungan sedang berpihak kepadaku, sok tau ku kali ini lagi pas ; "Ngomong-ngomong, kamu lagi baca 'The Republic' bagian mana sekarang ?"

Sorot mata bahagia dan senyum manis zian semakin merekah ; "Baru sampai bagian yang bahas tentang alegori gua. Kamu tahu kan yang tentang orang-orang yang terpenjara di dalam gua dan hanya melihat bayangan, lalu ada yang keluar dan melihat dunia nyata ?"

Gas terus ini, lancar jaya, bebas hambatan.

Aku keluarkan jurus lagi...

"Iya, aku tahu. Itu filosofi yang menarik banget. Tentang bagaimana kita bisa terikat pada ilusi dan bagaimana kita bisa mencari kebenaran."

Sorot matanya tampak berbinar-binar, kelihatan sangat bahagia.

"Tepat sekali, kadang-kadang aku merasa kita semua terjebak dalam gua kita masing-masing, dengan ilusi-ilusi yang kita ciptakan sendiri. Buku ini bikin aku mikir, bagaimana caranya bisa keluar dari gua itu" ; Zian tampak begitu serius dan antusias.

Bisikan misterius, motivator tak kasat mata dalam hatiku mengatakan ; "Jilbab putih jangan sampai lepas, Lanjut terus broooo....!"

Aku terus menyambung pembicaraan ; "Mungkin dengan terus membaca, terus belajar, dan terus berpikir. Filsafat itu kan proses yang berkelanjutan."

Hanya dalam waktu nol koma sekian detik si cantik Zian langsung merespon.

"Setuju...,eh...ngomong-ngomong, kamu punya rekomendasi buku filsafat lain yang bagus untuk dibaca ?"

Dalam benakku berkata ; "Mudah - mudahan ini tidak salah, beberapa waktu lalu aku pernah mendengarnya."

Kembali lagi dengan percaya diri tingkat dewa, aku sarankan kepadanya ; "Ada, coba deh baca 'Being and Nothingness' - Sartre. Atau 'The Myth of Sisyphus' - Camus. Tapi, siap-siap aja mikirnya lumayan berat."

Raut wajah sumringah, senyum manis dan tatapan mata indahnya menusuk jantung hatiku ; "Oke, siap...nanti aku cari. Makasih ya!"

"Iya sama - sama mbak Zian, seneng rasanya bisa diskusi dengan sampean."

"Aku juga..." ; jawabnya singkat, namun diiringi senyum manis, yang mana madu dan gula kualitas terbaik dan termahal di dunia, tak mampu mengalahkannya.

Sungguh jiwa ini telah terperangkap dalam jerat tali cintanya. Aku ingin lebih lama di kereta ini bersamanya, aku tidak ingin cepat sampai .

Semoga perjalanan terasa lebih lama lagi, aku masih betah berada di sampingnya.

Akhirnya, bisa ku lihat senyum manisnya. Seneng banget lumayan lama berbincang-bincang dengan bidadari dari Kediri.

1
Xlyzy
wkwkw yang nama nya hari sial itu ga ada yang tau ya
@dadan_kusuma89: iya😁😁😁
total 1 replies
Iqueena
Terimakasih juga sudah mau jadi bantal untuk aku membuat pulau di bajumu🤣
@dadan_kusuma89: hmmm.... sembarangan bangat tuh😁
total 2 replies
Ranti Lestari
mungkin ibunya mas jul blm siap jauh² sama jul, karna kan jul anak kesygan ibunya bgt. tpi apapun pilihanmu mas jul semogaa itu yg terbaik🤗
@dadan_kusuma89: persis, memang begitulah
total 1 replies
Afriyeni Official
awalnya indah namun terpuruk oleh kenyataan itu mah jul /Facepalm/
@dadan_kusuma89: kirain lembaran merah gambar Soekarno hatta 😁
total 1 replies
Afriyeni Official
pede amat sih jul /Facepalm/ ciri ciri punya byk istri nih kamu /Chuckle/ jago ngegombal /Joyful/
@dadan_kusuma89: satu aja dong😁
total 1 replies
sjulerjn29
penasaran lagunya kaya apa ya?
jangan-jangan judulnya mengejar cinta sang pujaan hati🤭
@dadan_kusuma89: platform digital pemutar musik
total 2 replies
Dewi Payang
Ecieeee yang dibilang pacar sama.Rahma.... deg²an gak tuh bang Jul🤭
@dadan_kusuma89: he he, tau aja😁
total 3 replies
Nurika Hikmawati
Adegan ini langsung tergambar di kepalaku Thor... Ting
@dadan_kusuma89: langsung muncul gambar yang sama ya?😁
total 1 replies
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻
aku dftr ya, nnt aku bertugas bwa gecrek😂😂😂
@dadan_kusuma89: Nyonya besar ya cukup jadi bosnya aja di belakang😁
total 1 replies
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻
iya bang, santri limited ini wkwkwk
@dadan_kusuma89: Santri mbeling iya😀
total 1 replies
bluemoon
jangan Jul yang ada kamu malah kena gampar/Facepalm/
@dadan_kusuma89: gk mungkin dong, malah dia klepek-klepek malu-malu kucing😁
total 1 replies
Ceyra Heelshire
keren, salah dikit malunya 7 turunan tuh /Chuckle/
@dadan_kusuma89: untungnya selalu pas😁
total 1 replies
Dasyah🤍
ihh jadi lapar nih😭
@dadan_kusuma89: ya makan dong😁
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
Alhamdulillah, Amannn.. hahaha
@dadan_kusuma89: minimal ada perubahan, walau sedikit😁
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
Ceramahin Jul, kasih paham! siapa tahu mau berubah
@dadan_kusuma89: mesti pelan-pelan ngadepin orang dengan hati yg luka😁
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
otaknya mulai encer keknya hehe
@dadan_kusuma89: sepertinya begitu😁
total 2 replies
Avalee
Gaman julang dan mindsetnya, yang menurutnya udah mateng bgt, semangat ya, aku ikuti kisah hidup dari jaln yg udah kamu pilih 🤭
@dadan_kusuma89: siap sahabatku
total 1 replies
Avalee
Jadi inget temenku dulu waktu sma manggung sana sini sampe ditegur guru gara2 ga masuk kelas 🤣🤣
@dadan_kusuma89: wah, sangar tuh temennya
total 1 replies
Rambutin
🤣 kata2nya enggak asing nih, pernah denger juga dunia nyata, walaupun ga sampe dikeluarin sekolah sih
@dadan_kusuma89: tentu sahabatku, itu sering terjadi
total 1 replies
Drezzlle
wah beneran jadi Sholeh dan pribadi yang lebih baik ya jul
@dadan_kusuma89: Alhamdulillah sahabatku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!