Di sebuah hutan yang sangat lebat terdengar suara merdu bunyi seruling yang mengalun lembut membius semua hewan-hewan penghuni hutan.
Seorang gadis bergaun merah bersandar di sebuah batu tepian jurang, jari-jarinya dengan lihai membelai lubang-lubang seruling giok di tangannya.
Mulutnya terus meniupkan udara kedalam seruling hingga tercipta nada-nada indah dari sana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orchid15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kau terlalu meremehkan ku nona Lu
Wei tian menghindari setiap serangan dari akar-akar pohon yang muncul dari dalam tanah. Ia segera menggunakan sihir mata ilahi miliknya, Wei tian melihat benang-benang tipis mana sihir yang mengalir kepada pohon-pohon yang menyerang dirinya dan anak buahnya.
Wei tian mencari dari mana pusat mana sihir berasal. Dan ia menemukan seruling giok milik Lu ming yue terus menerus mentransfer mana sihir ke pohon-pohon di hutan bunga persik. Dengan cepat Wei tian berlari ke arah lu ming yue yang tengah mengamati pertarungan dari jauh.
Lu ming yue yang sadar akan kedatangan Wei tian segera memberikan serangan, kombinasi serangan lu ming yue sangat cepat dan sulit di tebak. Beberapa kali Wei tian terkena pukulan dan tendangan, sambil bertarung Wei tian menggunakan sihir mata ilahi miliknya untuk menemukan titik lemah lu ming yue.
Wei tian akui Lu ming yue bukan gadis biasa, karena itulah lu ming yue dengan percaya diri menyinggung kaisar Qin dan melawan dirinya bertarung. Akhirnya Wei tian menemukan kelemahan lu ming yue yang berada di paha kirinya.
Saat lu ming yue melakukan serangan menendang dengan sigap Wei tian menangkap kaki kiri lu ming yue, ia segera menotok titik lemah lu ming yue di susul menotok saraf motoriknya di leher lu ming yue. Dengan sekejap mata pohon-pohon di hutan bunga persik berhenti bergerak dan menyerang anak buah Wei tian.
Lu ming yue jatuh lemas tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Ia menatap tajam wajah Wei tian, Lu ming yue merasa dirinya terlalu meremehkan kemampuan Wei tian dan lupa jika Wei tian bisa melihat titik lemah musuhnya.
Wei tian tersenyum penuh kemenangan, dirinya segera menggendong tubuh lu ming yue yang tidak bisa bergerak. Hal yang paling utama Wei tian amankan adalah seruling giok milik Lu ming yue, Wei tian melihat jika seruling giok itu sangat unik.
"Bawa tandu pengantin kesini..! perintah Wei tian kepada anak buahnya.
Wei tian berjalan di samping tandu sedangkan lu ming yue duduk seperti patung di dalam tandu, dirinya sama sekali tidak dapat bergerak. Andai Wei tian tidak mengambil seruling giok miliknya lu ming yue masih memiliki harapan untuk bisa kabur dari Wei tian, kini lu ming yue hanya bisa pasrah karena kecerobohannya sendiri.
Rombongan Wei tian tiba di luar hutan bunga persik, di sana sudah ada lebih dari seratus tentara terlatih bawahan Wei tian yang menunggu kedatang jendral mereka. Tandu pengantin segera di letakan di atas kereta kuda.
Wei tian segera ikut naik kedalam tandu pengantin yang kini di tarik oleh 4 ekor kuda gagah. Awalnya Wei tian ingin membawa tandu dengan kuda-kudanya memasuki hutan bunga persik , namun ketika sampai di pinggiran hutan kuda-kudanya meringkik keras bergerak gelisah seolah-olah ada yang menakuti mereka untuk masuk kedalam hutan bunga persik.
Jadinya Wei tian meminta sepuluh orang prajurit terbaiknya untuk membawa tandu secara manual menuju kediaman lu ming yue.
Wei tian duduk di sebelah lu ming yue, dan kereta tandu segera bergerak menuju kekaisaran Wei.
"Jadilah istri penurut, heemmmmmmm..' Wei tian menepuk pelan kepala lu ming yue.
Wei tian menyukai bau tubuh lu ming yue karena itu ia bergerak semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh lu ming yue. Aroma mu harum ucap Wei tian sambil menghirup aroma rambut lu ming yue yang kini berada di dalam genggamannya.
Lu ming yu sangat ingin memukul wajah tampan Wei tian , melihat tatapan mata lu ming yue Wei tian terkekeh geli. Dengan sekali totokan di leher lu ming yue, lu ming yue bisa bergerak dan segera berusaha menyerang Wei tian.
Wei tian menahan kedua tangan lu ming yue yang akan memukulnya. Lu ming yue memang sudah bisa bergerak tapi dirinya tidak bisa menggunakan sihir, titik sihirnya masih di segel oleh Wei tian dan lu ming yue tidak bisa menghancurkan segelnya tanpa seruling giok miliknya.
Posisi kedua orang itu terlihat ambigu dengan lu ming yue yang duduk di pangkuan Wei tian. Wajah lu ming yue dan Wei tian saling berhadapan, membuat Wei tian dengan leluasa memandangi wajah cantik lu ming yue. Lu ming yue berusaha menarik kedua tangannya dari genggaman tangan besar Wei tian. Wei tian hanya memerlukan satu tangannya untuk menahan kedua lengan kecil lu ming yue , tangannya yang lain masih bebas untuk melakukan hal lain yaitu menyentuh wajah cantik lu ming yue.
Wei tian mengelus lembut wajah cantik lu ming yue, bulu mata lu ming yue yang begitu tebal dan lentik membuat Wei tian penasaran. Bagai mana bisa ada orang yang begitu cantik dan sempurna seperti lu ming yue.
"Jendral Wei, sebaiknya hentikan tanganmu untuk menyentuh wajahku. Seru lu ming yue dengan suara yang dalam penuh ancaman, Wei tian sama sekali tidak merasa terancam. Sebaliknya justru ia mulai berani menyentuh bibir lu ming yue menggunakan ibu jari yang sedikit kasar akibat terlalu sering memegang pedang.
Warna merah memang sangat cocok untukmu nona lu, puji Wei tian saat mengelus lembut bibir lu ming yue . Dalam hatinya Wei tian juga memuji penampilan lu ming yue saat ini.
Lu ming yue