Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7. Nama Untuk Ariel
Ariel yang sendirian didalam kamar, dia menelisik ke setiap sudut kamar, matanya berhenti pada sebuah bingkai foto yang terpajang didinding.
Ariel tidak mengenal siapa sosok yang ada di figura itu, apa lagi sosok itu memakai cadar, jadi Ariel tidak bisa melihat wajah sosok yang ada di foto tersebut.
Tidak lama kemudian, Pak Imran masuk kekamar itu, Pak Imran membawa segala air dan juga nasi yang sudah dicampur dengan sayur dan ikan.
Ariel ingin bertanya pada Pak Imran siapa wanita yang ada di figura yang terpajang didinding, namun Ariel tidak tidak jadi, karena keduluan Pak Imran yang bersuara.
"Makan dulu ya, Bapak sudah membawakan mu makanan, kamu pasti lapar," Ujar Pak Imran sembari menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan lauk pada Ariel.
Ariel menerima piring yang berisi nasi itu, sebelum makan dia termenung melihat makanan ditangannya, entah apa yang Ariel pikirkan tidak ada yang tau.
"Kenapa, apa kamu gak suka, maaf, Bapak hanya punya makanan seperti ini saja." Ujar Pak Imran sedikit malu kalau dia memberikan Ariel tumis kangkung.
"Tidak apa-apa Pak, aku suka," jawab Ariel langsung menyuapi dirinya.
Pak Imran tidak beranjak dari dari kamar yang sekarang ditempati Ariel, dia setia menemani Ariel makan.
Ariel juga tidak mengatakan apapun, dia sangat menikmati makan ditangannya, maklum Ariel sudah tidak makan dari tadi malam.
Ariel menghabiskan makanan itu hingga tandas. "Terimakasih Pak, sudah menolongku, dan memberiku tempat tinggal seperti sekarang ini." Ujar Ariel tidak mungkin lupa dengan bantuan Pak Imran.
"Tidak usah sungkan, kamu boleh tinggal disini sampai ingatanmu kembali lagi."
"Terimakasih Pak, kalau Bapak berkenan untuk cerita, tolong ceritakan bagai mana Bapak menemukan aku dan menolong ku?" tanya Ariel.
Pak Imran menarik nafas, sebelum memulai cerita tentang Ariel yang dia temukan ditepi sungai.
Seperti kemauan Ariel, dia menceritakan tentang dirinya pertama kali bertemu arie disungai dan berlanjut kerumah sakit dan juga sudah ada dirumah saat ini.
Ariel terdiam mendengar cerita Pak Imran, dia tidak mengingat apa-apa, dia hanya bisa berterimakasih pada Pak Imran orang baik yang sudah menolongnya.
Kemudian Ariel mengalihkan matanya menatap bingkai foto lagi, Pak Imran yang melihat kalau Ariel sedang menatap foto Putrinya, Pak Imran segera berkat.
"Difoto itu Putri ku, namanya Safira, kami memanggilnya Fira, sekarang dia sedang belajar di pondok pesantren, tapi tidak lama lagi dia akan pulang." Ujar Pak Imran.
Ariel mengangguk, kemudian dia bertanya. "Apa Bapak hanya tinggal sendiri diruang ini?" tanya Ariel karena tidak melihat ada orang lain, dan tidak mendengar suara orang lain di rumah ini.
Pak Imran tersenyum pada Ariel sebelum menjawab pertanyaan Ariel.
"Tidak, Bapak tidak seorang diri, Bapak tinggal bersama dengan istri Bapak,dan kadang-kadang Safira juga pulang sebentar." Pak Imran memberitahu Ariel kalau dia juga tinggal dengan istrinya dirumah ini.
Tapi dari tadi aku tidak melihat istri Bapak, ataupun mendengar suaranya, makanya saya pikir Bapak hanya tinggal seorang diri.
Disaat kedua lelaki itu sedang asyik mengobrol, Terdengar suara perempuan mengucap salam.
"Assalamualaikum." Terdengar suara Ibu Siti mengucap salam.
"Walaikumsalam." Jawab Pak Imran didalam kamar serentak dengan Ariel.
"Nah, Panjang umur itu orang, baru kita omongin sudah muncul pula, Bapak tinggal sebentar ya." Pak Imran segera keluar dari kamar Putrinya itu.
"Pak, kok tumben Bapak sudah dirumah siang-siang begini?" tanya Buk Siti karena tidak biasanya suaminya pulang siang-siang seperti ini.
Pak Imran tidak tau harus menjawab apa, dia tidak tau bagaimana harus menjelaskan pada istrinya itu, jadi Pak Imran hanya bisa garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Kenapa Bapak bingung?" tanya Buk Siti karena melihat suaminya seperti bingung.
"Anu Buk, anu," Pak Imran benar-benar tidak tau bagaimana menceritakan pada istrinya.
"Anu apa Pak, kenapa Bapak gugup seperti itu?" tanya Buk Siti lagi, dia juga heran kenapa suaminya jadi seperti ini.
Pak Imran akhirnya mengajak istrinya duduk disofa sederhana diruang tamu rumahnya, setelah itu Pak Imran mulai bercerita kalau dia pulang membawa seorang pemuda tampan.
"Bapak, menemukan seorang pemuda disungai, sepertinya dia hanyut, dan mungkin seseorang membunuhnya." Jelas Pak Imran dan berlanjut hingga dia membawa pemuda itu kerumah sakit dan berakhir cerita membawa pemuda itu kerumahnya.
"Astaghfirullah, lalu dimana dia sekarang, apa dia baik-baik saja?" tanya Buk Siti, dia tidak bisa mendengar kalau ada orang yang mengalami seperti yang di alami oleh Ariel, jiwa penyayang dan peduli Buk Siti langsung meronta-ronta.
Pak Imran menunjuk kamar Safira yang sekarang ditempati Ariel. Pak Imran merasa lega karena istrinya tidak marah saat dia mengatakan kalau Ariel dia bawa pulang kerumah.
"Syukurlah, ternyata dia tidak marah, bahkan dia juga sangat khawatir." Gumam Pak Imran lega.
Setelah diberitahu oleh Pak Imran, Buk Siti langsung kekamar, tapi sebelumnya dia tidak lupa memberi salam terlebih dahulu.
Buk Siti terpaku saat melihat wajah tampan Ariel yang seperti oppa Korea.
"Dia sangat tampan, mirip dengan Drakor yang aku nonton di tv." Gumam Buk Siti mengagumi ketampanan Ariel.
Sedangkan Ariel menatap bingung, kenapa tiba-tiba istri Pak Imran terpaku dan matanya tak beralih menatap dirinya.
Namun dibelakang Buk Siti masuklah Pak Imran, dia langsung mengenalkan istrinya pada Ariel.
"Nak, ini istri Bapak, namanya Siti, terserah kamu mau manggil dia apa, panggil Ibuk juga bisa." Ujar Pak Imran.
"Buk, ini yang Bapak ceritakan tadi." namun Buk Siti masih terpaku, dia tidak mendengar Pak Imran memanggilnya.
"Buk, Buk," Panggil Pak Imran melambai-lambaikan tangan didepan wajah Buk Siti.
"Eh, iya Pak." Buk Siti tersentak dari lamunannya yang mengagumi ketampanan Ariel.
Pak Imran mengulangi perkataannya tadi dan mengenalkan Ariel pada Buk Siti istrinya.
Buk Siti menghampiri Ariel dan mengobrol hingga beberapa menit, Pak Imran juga sepakat memberi Ariel nama karena Ariel tidak tau namanya sendiri.
Buk Siti merasa kasihan pada Ariel, karena Ariel hilang ingatan, namun Buk Siti tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa mengutuk orang yang sudah membuat Ariel terluka dan hilang ingatan walaupun dia tidak pernah mengenal Ariel.
"Ibuk setuju kamu tinggal disini sementara waktu, dan Bapak dan Ibu juga akan memberikan kamu nama karena kamu juga tidak ingat siapa nama kamu." Ujar Pak Imran dan disetujui oleh Ariel.
"Bagaimana kalau Ibuk kasih nama kamu Nazriel, apa kamu setuju?" tanya Buk Siti meminta persetujuan yang punya nama.
Ariel tidak menolak, dia terima saja, Ariel merasa kehangatan berada dikeluarga Pak Imran walaupun baru beberapa jam, tapi Ariel merasa sangat nyaman.
Bersambung.
Ternyata orang" kampung g' prnh liat wajahnya fira,,klo si reza liat pasti dia mau jga ma fira..
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..