Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
..."Hidup itu sebuah pilihan dan jawaban itu sesungguhnya ada dalam dirimu sendiri namun yang lebih tau tentang dirimu sesungguhnya adalah penciptamu jadi mintalah petunjuk...
...kepadanya atas segala pilihan yang...
...akan diambil nantinya"...
...♡♡♡...
Hampir tiga hari aku memikirkan apa yang disarankan oleh ayah dan bunda namun lagi lagi itu masih membuat ku bingung, tiga hari bukanlah waktu yang cukup untuk mengambil keputusan seumur hidup bukan? Aisyah, Sandra, dan Nesa juga sudah mengetahui tentang tawaran perjodohan yang diberikah ayah dan bunda kepadaku dan bukanya memberi saran mereka bilang bahwa segala keputusan itu tergantung dengan diriku sendiri ah sudahlah mau bagaimana pun mereka tetap temanku
"Ck bengong mulu kenapa sih Sal? masih mikirin perjodohan itu?"
Tanya Sandra
"Iyah lah san keputusan yang aku ambil nanti bakal berdampak seumur hidup"
"Udah terima ajah deh Sal"
Ujar Nesa yang tiba tiba datang sambil menyeruput minuman buble tea kegemaranya
"Paan sih lo dateng dateng sok asik!"
Balas Sandra
"Yaudah sih kalem gausah ngeggas"
Lagi lagi seorang Vanesha kalah telak dengan seorang Cassandra
"Tapi bener sih sal apa susahnya lo ketemuan dulu sama yang dijodohin bokap lo itu"
Ucap Sandra
Hanya helaan nafas berat yang mewakili salwa sekarang
Aisyah hanya diam mendengarkan perdebatan ketiga sahabatya itu sebenarnya dia bisa saja membujuk Salwa untuk menerima perjodohanya itu namun karna dia pun dijodohkan dan malah pergi ke jakarta untuk menunda perjodohanya dengan seorang yang sama sekali tak ia sukai yang terpaut umur cukup jauh denganya ia hanya meminta waktu untuk menundanya sejenak dengan alasan ingin menikmati masa mudanya padahal jauh dalam lubuk hatinya ia pun ingin segera menikah dengan orang yang dicintanya sejak lama secara diam diam itu tapi allah masih belum mengizinkanya lewat perantara abi nya yang belum memberi restu dengan lelaki itu, maka dari itulah ia hanya bisa menjadi pendengar yang baik sekarang ini
"Masih belum move on sama hanum apa gimana sih Sal?"
Tanya Sandra yang berhasil membuat Salwa yang tadinya menunduk menegakan kepalanya
"Kenapa sih semua masalah dalam hidup gua selalu lo kaitin sama Hanum pliss deh gua lagi berusaha ngelupain dia San"
Ucap Salwa lugas
"Rasain lo kena marah kan makanya kalau ga bisa ngasih saran diem tuh mulut"
Ujar Nesa
"Dih paan sih lo"
ucao Sandra menjulurkan lidah nya
"Aku mau pamit pulang duluan yah Assalamualaikum"
Ucap aisyah
"Waalaikumsalam, tumben buru buru Syah ada urusan penting?" Tanya Salwa bingung karna pamit Aisyah yang mendadak tersebut
"Gapapa lagi pengen ketemu ama abi umi di Bandung ajah jadi harus pulang duluan deh" Jawabnya sambil menunjukan lengkungan lebar di bibir
"Oh yaudah hati hati di jalan Syah"
"Gua geh mau balik lah"
Ucap Nesa
"Kenapa kangen ama emak bapak lo"
Jawab Sandra sambil terkekeh
Vanesha hanya tersenyum getir saat mendengar gurauan sandra, dia sering seperti itu saat membicarakan tentang keluarganya nesa akan menjadi orang yang sangat penutup saat ditanya dimana keluarganya itu
Salwa menyenggol lengan Sandra agar berhenti tertawa karna terlihat di raut wajah Nesa tak nyaman akan hal itu
"Eh maaf Nes gua ga bermaksud menyinggung privasi lo"
"Gpp"
Lalu Nesa pergi berlalu begitu saja
"Lo sih San kalau bercanda tuh harus ada batesanya dahlah gua pamit balik juga San Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
...
Di dalam perjalanan pikiran Salwa terus menerus berlarut dalam perjodohan itu
Apa gua terima perjodohanya ajah yah biar ga ngecewain bunda sama ayah
Ah tapi gua ga mau ngorbanin sisa hidup gua sama orang yang ga gua cintai sama sekali cih gua bingung
Hanum? andai dulu aku menikah denganya mungkin aku tak akan pusing dengan perjodohan yang diberikan ayah dan bunda mungkin aku tengah bahagia bersama Hanum tapi sekarang? Dewinta lah yang ada diposisi itu mau se ikhlas bagaimanapun tetap saja ada rasa tak rela melepas Hanum dengan sahabatku itu ingin aku menceritakan pada seisi dunia ingin rasanya aku menjerit pada sang semesta bahwa ujian yang ku alami yang ku jalani ini sangat meyakiti relung hatiku menggores secara perlahan namun pasti
"Astagfirullah"
Gumamku dalam hati sambil mengusap wajahku
Maafkan hambamu ini ya Rabb karna telah berandai andai dengan seseorang yang tidak seharusnya dipikirkan kembali maaf kan hambamu ini ya Rabb karna tak bisa menerima semua ketetapan yang engkau berikan maafkan ya Allah maafkan hambamu ini
Air mata itu perlahan menetes semakin derasnya karna apa yang ia lakukan, salwa tersadar bahwa semua yang terjadi tak lain tak bukan karna kesalahanya bukan? kesalahanya karna dengan beraninya tidak memprioritaskan hatinya kepada Rabb nya, salah karna dulu hatinya hanya dipenuhi dengan besarnya cinta kepada orang yang hakikatnya belum pasti dan yang sekarang dijalani hanya konsekuensi dari sang Illahi namun Salwa pun tahu bahwa Allah menulis kisah yang menyakitkan untuknya bukanlah tanpa alasan pasti ada hal baik setelah itu yang tak akan pernah diduga karna sejatinya sabar memang bukanlah hal mudah namum pasti balasan setelahnya akan indah
...
Bissmillah
Aku mencari ayah dan bunda kesekelilimg rumah namun entah dimana keberadaan mereka
"A, bunda sama ayah dimana?"
Tanyaku pada Aigam yang tengah asyik berenang
•Visual cast Arbaigam Abidhar Alamsyah (Aa Igam)
alis nya uwu syekali😍
"Tadi aku liat ada di teras belakang rumah kak"
ucapnya lalu kembali sibuk dengan berenganya
Dan benar saja mereka tengah berbincang bincang sambil menikmati senja di teras belakang
"Al cari kemana mana tau nya bunda sama ayah ada di sini"
Ucap Salwa kemudian mendudukan tubuhnya disamping ayah dan bundanya
"Mau ngapain kamu cari ayah sama bunda kangen apa rindu"
tanya ayah sambil menunjukan senyum mengejek khas nya
"Itu adalah dua kata yang bermakna sama yah"
Ucapku sambil terkekeh
"Mau ngomong apa?"
tanya bunda sambil mengusap usap hijabku
Entahlah sebenarnya aku tak siap akan jawabanku untuk menerima perjodohan ini atau tidak tapi mau bagaimana lagi aku tak bisa membuat ayah dan bunda menunggu
"Emm ini tentang perjodohan yang ayah dan bunda tawarkan untuk Al jadi Al minta untuk bertemu sama dia yang dijodohkan oleh ayah dan bunda boleh ga? Insaalllah setelah bertemu Al akan memutuskan akan menerima nya atau tidak"
"Tentu sayang ayah dan bunda ga pernah memaksakanmu untuk terburu buru membuat keputusan itu"
Ucap Ayah
"Iyah sayang bunda dan ayah ngasih kamu banyak waktu untuk mikirin semuanya dan jangan sampai keputusan yang diambilmu itu karna tergesa gesa"
Timpal bunda
"Al udah mikirin semuanya bun, yah dan Al ga akan ngambil keputusan itu dengan cara yang gegabah"
"Baiklah kalau begitu nanti ayah akan atur pertemuan kalian"
Ujar Ayah
Salwa hanya mengangguk mengiyakan
♡♡♡
Assalamualaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan yang kalian berikan sangat berarti untuk author terimakasih
ceritanya bagus kok😊