~ Seorang Ahli kimia abad 21 bernama Aurora dengan kecerdasannya dapat meracik berbagai macam obat medis maupun tradisional, membuatnya merasakan kesuksesan diusia muda, namun orang-orang disekitarnya merasa iri dengan kesuksesannya itu, begitupun dengan ibu dan saudara tirinya yang selalu berusaha menghancurkan hidup Aurora bagaimanapun caranya, namun usahanya tidak pernah berhasil, hingga pada suatu ketika sebuah tragedi menimpanya, membuat rohnya melewati lorong waktu ke abad 14 ke zaman Dinasti Ming.
Aurora yang dinyatakan meninggal dunia kembali dihidupkan di zaman yang berbeda di masa lampau, rohnya memasuki tubuh seorang permaisuri buruk rupa yang diasingkan pangeran Dinasti Ming yang juga seorang pangeran kutukan.
Bagaimanakah kisahnya menjalani kehidupan keduanya? Adakah cara untuknya kembali ke zamannya? Atau mungkin ia akan menetap disana hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Rombongan Fangyin memasuki istana, Tabib Li kembali ke kamarnya sementara Lin Lin menjadi pelayan setia Fangyin, Fangyin melihat ke setiap sudut istana yang terlihat mewah.
tidak buruk, disini terlihat bagus, huft andai saja aku punya ponsel pasti aku akan memotret ini semua dan ku upload di sosmed hehe
Fangyin yang berjalan menuju ruangannya berpapasan dengan rombongan pangeran Dong Ming, semua pelayan dibelakang Fangyin menunduk memberi hormat sementara Fangyin masih asik menikmati setiap sudut istana tanpa menyadari keberadaan pangeran Dong Ming.
"Apa kau tidak punya sopan santun? " ucap Dong Ming yang berhenti disebelah Fangyin, Fangyin yang tersadar menolehkan wajahnya melihat ke sampingnya
Kenapa lelaki bertopeng ada disini atau jangan jangan….. ? Batin Fangyin
Lin Lin yang merasa takut nonanya dihukum akhirnya berbisik ditelinga Fangyin
"Nona, dia pangeran Dong Ming, beri salam ku mohon"
"Oh, maaf yang mulia aku tidak melihatmu tadi" dengan acuh Fangyin langsung pergi meninggalkan Dong ming membuat Dong ming mengepalkan tangannya.
Kenapa dia jadi kurang ajar seperti itu! Batin Dong ming
Setelah menelusuri setiap sudut Istana akhirnya Fangyin kembali ke ruangannya untuk beristirahat, ia memerintahkan pelayan agar meninggalkannya dengan Lin Lin
"Haaa lelah sekali" Fangyin langsung menjatuhkan tubuhnya, merentangkan tangan dan kakinya di ranjang
"Nona apa mau ku pijat?" tanya Lin Lin
"memangnya kau tidak lelah Lin'er?"
"Tidak" Lin Lin langsung meraih kaki Fangyin dan memijatnya, Fangyin yang merasa nyaman dan lelah akhirnya tertidur, setelah selesai Lin Lin membalutkan selimut padanya.
Nona ku harap kau mau merubah sikapmu itu, aku takut kau terkena masalah disini. Batin Lin Lin yang memperhatikan Fangyin yang terlelap
.
.
.
.
***
.
.
.
.
Jam makan malam telah tiba seluruh anggota keluarga kerajaan berkumpul untuk makan bersama, Fangyin yang merasa enggan datang akhirnya datang dengan terlambat, ia masih belum mau membuka cadarnya itu, semua orang menatap kedatangannya, tidak ada yang menyukainya kecuali Ibu Suri yang selalu tersenyum padanya.
Cih membuat malas saja melihat wajah wajah mereka ini
"Kemarilah nak" Ibu Suri memerintahkan Fangyin untuk duduk di depan Dong Ming dan Selir Agung, terlihat tatapan tidak suka yang muncul di matanya ketika Fangyin mendudukkan tubuhnya
Mereka memulai perjamuannya, Yi Jiang yang ingin membuat Fangyin Cemburu mendekatkan tubuhnya kesamping Dong Ming, menyuapinya makanan, namun Fangyin mengabaikan mereka, sementara Dong ming tak melepaskan tatapannya pada permaisurinya itu
Aneh sekali biasanya dia akan mencari perhatianku ketika makan, tapi bahkan saat ini dia tidak memandangku sama sekali. Batin pangeran Dong ming
Fangyin yang merasa jengkel dan risih dengan pemandangan di depannya pamit untuk kembali ke kamarnya
"Ibu, sepertinya aku akan melanjutkan makan di kamarku saja"
"Kenapa nak?" tanya Ibu Suri memegang tangan Fangyin
"Aku hanya merasa lelah saja, permisi... "
Mereka semua itu pandai berdrama ya, apalagi si nenek lampir itu, menjijikan!
Yi Jiang yang melihat kepergian Fangyin mengartikannya sebagai rasa cemburu Xiao Yu melihat kedekatannya dengan Dong Ming
Aku akan merebut gelar permaisuri itu darimu Xiao Yu, dan kau juga tidak akan mendapatkan pangeran! Umpat Yi Jiang
Fangyin yang sudah sampai di kamarnya merasa bosan hingga membuatnya berjalan jalan di dalam kamarnya
"Lin'er aku bosan sekali disini aku ingin keluar!" Fangyin tak hentinya berjalan bolak-balik karna merasa bosan
"Maaf nona, tapi disini nona tidak bisa keluar seenaknya"
"ah sudahlah kau tenang saja, kau bilang di belakang istana ada danau bukan? Aku akan kesana sendiri"
"Jangan nona, aku akan terkena masalah"
"Kau tenang saja, aman ko tidak akan ada yang tau, aku akan mengganti bajuku"
Fangyin lalu mengganti bajunya ia mengambil pedangnya berniat untuk melatih kemampuannya itu, ia pergi mengendap-endap menaiki pohon agar tidak diketahui penjaga
"Huft Akhirnya sampai juga,..." Fangyin akhirnya mengayunkan pedangnya, mengingat setiap gerakan yang ia pelajari, taburan bintang di gelapnya malam mengiringi setiap gerakannya, hembusan angin menerpa tubuhnya, hingga tanpa ia sadari seseorang yang menutupi wajahnya mendekatinya dan menahan pedangnya.
Trang
mereka berdua saling melawan tapi tidak menyakiti satu sama lain, hingga ayunan pedang dari seseorang itu membuat cadar Fangyin terlepas dan memperlihatkan kecantikan alaminya, rambutnya terurai diterpa angin.
"Siapa kau!!" Fangyin menghentikan serangannya meletakkan pedangnya di leher lelaki itu, Lelaki itu hanya terpana melihat kecantikan Fangyin.
Deg deg
Kenapa jantungku berdetak seperti ini. Batin lelaki itu
"Kenapa kau berada disini?" Tanya lelaki itu
"Kau tidak lihat aku sedang berlatih pedang! Mengganggu saja, apa kau penjahat hah?"
"Jaga ucapanmu itu nona, aku bukan penjahat, aku hanya pengawal bayangan yang menjaga setiap sudut istana" (Padahal mah dia pangeran Dong Ming yang kala itu sedang berjalan, namun tak sengaja melihat seseorang yang sedang berlatih pedang dan dia kepo pngn liat 😂 modusnya masuk akal juga haha)
"Oh, hanya pengawal....pergilah!, aku Permaisuri Xiao Yu tidak ingin diganggu"
Sialan dia mengusirku. Umpatnya
"Baiklah nona" Akhirnya Dong Ming pergi meninggalkan Fangyin namun tatapannya tidak beralih dari wajah Fangyin, tak lama kemudian Pangeran Zou Ming datang ke Danau yang sama dan juga melihat keberadaan Fangyin
"Siapa kau dan sedang apa kau disini" Fangyin yang terduduk di tepi danau membalikkan badannya melihat ke arah suara yang memanggilnya, namun ia terkejut melihat keberadaan Pangeran Zou Ming, begitupun Pangeran Zou Ming yang terkejut melihat Fangyin yang tidak memakai cadarnya, memperlihatkan kecantikan alami wajahnya
"Pangeran Zou Ming….." Kenapa dia datang kesini sih!
Zou Ming menghampirinya duduk disebelahnya
"Siapa kau, apa kau penjahat? Aku akan membawamu ke istana"
"Tunggu, tunggu a, aku….bukan penjahat,...aku Permaisuri Xiao Yu, kau jangan khawatir pangeran, kau boleh meninggalkanku"
Benarkah dia Xiao Yu, kenapa sekarang wajahnya berubah menjadi cantik?
"Benarkah? Ku pikir permaisuri…"
"Buruk rupa maksudmu!!" Fangyin memotong pembicaraan Zou ming "Aku sudah sembuh, hanya saja aku tidak ingin orang lain mengetahuinya"
"Apakah kau tidak berbohong?" Tanya Pangeran Zou, namun dari kejauhan terdengar suara yang memanggil Fangyin
"Nona, nona, dimana kau,... kembalilah ke Istana sebelum ada yang meli… "
Lin lin tersadar ketika melihat Pangeran Zou Ming di hadapannya ia tidak melanjutkan kata-katanya
"Hormat hamba yang mulia, maaf hamba tidak bisa menjaga permaisuri" Lin Lin langsung menunduk
Jadi benar dia Xiao Yu, tidak bisa dipercaya dia sudah berubah ternyata. Batin Zou ming
"Kau ini berlebihan Lin Lin, aku hanya berlatih pedang saja"
"Sepertinya penjagaan di Istana ini kurang ketat ya, hingga permaisuri saja bisa melarikan diri" Ucap Zou Ming yang menarik salah satu sudut bibirnya
"Hey aku tidak kabur! Enak saja kalau bicara!!" bantah Fangyin
"Istirahatlah permaisuri, sebelum ada yang melihatmu lagi" Zou Ming langsung pergi meninggalkan Fangyin dan Lin Lin.
"Ayo Lin'er.. "
Sementara di sisi lain Dong Ming merasa bingung dengan perasaannya ketika bertemu dengan permaisurinya, ia merasa sakit ketika Permaisurinya memperlakukannya dengan dingin
Ada apa denganku? Kenapa aku merasa sakit ketika dia bersikap seperti itu padaku, bukankah aku membencinya?? Batin Pangeran Dong Ming
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih utk yang sudah membaca 🙏😊