Ras Phoenix adalah ras yang paling Agung di antara Klan Burung lainnya, sampai akhirnya sebuah bencana menimpa Klan Phoenix yang menyebabkan ras mereka punah sepenuhnya.
Tuan Muda Klan Phoenix dalam keadaan putus asa memberikan bakatnya dan kekuatannya kepada seorang pemuda lemah dari Klan Siluman, Chen Fei.
Chen Fei yang semula sakit sakitan dan dianggap pecundang oleh keluarganya , berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya dan mengungkapkan semua kebenaran.
Tapi, ternyata dia dihadapkan dengan sebuah misi yang tidak akan pernah dia bayangkan sebelumnya, yaitu.... MENYELAMATKAN DUNIA?!
Akankah Chen Fei berhasil menjalankan misinya?
Yuk ikuti kisah Chen Fei ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 - Dukungan
Klan Gu langsung mengangkat senjata mereka dan mengacungkannya kepada pasukan Klan Chen yang dipimpin oleh Chen Ji.
"Baik, dengan begitu maka aku akan menganggap bahwa Klan Chen ingin bertarung sampai mati , bukan ? Jika begitu maka lebih baik langkahi dulu mayatku baru menerobos dan menggeledah kediaman Gu !" Seru Gu Fang.
Gu Fang dan Chen Ji mulai bertarung satu sama lain, mereka menampakkan wujud asli mereka, satu adalah seekor katak bermata tiga sementara yang lain adalah seekor Gagak Bermata Perak.
"Karena kalian semua dari Klan Gu tidak mampu untuk mengukur kemampuan kalian sendiri maka izinkan aku, Chen Ji untuk memberikan pelajaran kepada kalian !" Seru Chen Ji dengan penuh kemarahan.
Gu Fang dan Chen Ji sama sama melayang di udara dan beradu dengan cakar yang ada di tangan mereka. Ketika kedua cakar beradu maka terdengar suara pertarungan yang sangat sengit.
Secara status dan kekuatan maka Klan Gu masih sangat jauh dibawah Klan Chen, entah apa yang membuat Klan Gu berani secara terang terangan untuk menentang Klan Chen.
Biasanya mereka hanya akan diam saja dan menerima apabila menerima penindasan dari Chen Ji, siapa yang menyangka bahwa mereka akan berani untuk menantang Chen Ji hari ini.
Hal ini membuat Chen Ji semakin merasa bahwa apa yang terjadi memang benar dan Chen Fei benar benar dibawa oleh Klan Gu.
"Cakaran Gagak Perak !"Raung Chen Ji dan ingin segera mengakhiri pertempuran agar dia bisa segera mencari sumber datanya, yaitu Chen Fei.
Tapi, siapa yang menyangka bahwa serangan Chen Ji dipantulkan melalui sesuatu dan menyerang dirinya sendiri. Chen Ji yang ingin menghindar juga agak terlambat sehingga tangan kirinya terluka sangat parah sekali.
Darah mengalir dengan deras dari tubuh Chen Ji yang membuatnya mendesis kesakitan, lalu barulah Chen Ji bisa melihat seorang pemuda dengan sebuah cambuk sedang berdiri di samping Gu Fang.
"Jing Xi ? Klan Jing berani untuk ikut campur dalam masalahku ? Berani beraninya kalian !" Teriak Chen Ji dengan murka.
"Nona pertama Klan Gu akan menjadi selirku, bagaimana mungkin aku diam saja ketika melihat keluarga calon istriku dimusnahkan olehmu ?" Tanya pemuda yang dipanggil Jing Xi itu.
Klan Jing adalah salah satu Klan Siluman terkuat di tempat ini, mereka adalah Siluman Rubah Ekor Biru. Awalnya mereka berbagi garis keturunan yang sama dengan Klan Rubah Ekor Sembilan yang merupakan salah satu dari enam Klan Hewan Spiritual kuno.
Tetapi, salah satu leluhur Klan Rubah Ekor Biru melakukan kesalahan sehingga dibuang dan dikutuk sehingga setiap keturunannya tidak akan bisa menumbuhkan sembilan ekor.
Semua orang tahu bahwa Klan Rubah Ekor Biru sudah lama memimpin tempat ini, pantas saja Klan Gu berani untuk begitu terang terangan menentang Klan Chen.
"Baik.... ternyata kalian semua telah bersekongkol. Lihat saja bagaimana aku akan membalaskan dendam hari ini !" Seru Chen Ji lalu menarik mundur pasukannya dari Klan Gu.
Bahkan jika dia masih ingin menyerang, tetapi dia sama sekali bukan tandingan Jing Xi dari segi apapun. Semakin membayangkan hal ini semakin dia benci karena dia telah kehilangan Chen Fei.
Seandainya dia mendapatkan Darah Seribu Racun, pasti dia bisa membunuh Jing Xi dan menjadi pemuda paling berbakat dari Klan Siluman !
"Lebih baik kamu pikirkan dengan baik, sampai kapanpun seekor gagak seperti kalian tidak akan bisa melawan Klan Rubah Ekor Biru kami. " Ucap Jing Xi memberikan peringatan sekali lagi agar Chen Ji tidak berani untuk berpikir macam macam lagi pada Klan Gu.
Sementara Jing Xi tidak tahu bahwa dengan perkataannya telah membuat Chen Ji menjadi semakin yakin bahwa Chen Fei telah dibawa oleh Klan Gu.
Disisi lain, Chen Fei berjalan keluar dari Desa tempat Nenek Liu tinggal untuk mengambil air di sumur belakang Desa.
Dia tidak mengetahui semua hal yang terjadi saat ini, hanya saja dia bisa membayangkan sedikit banyaknya tindakan yang akan diambil Klan Chen ketika kehilangan sumber daya berharga seperti dirinya.
"Chen Ji, selamat atas kecemasanmu. Aku pasti akan memberikanmu selamat secara langsung. "Gumam Chen Fei terkikik.
Chen Fei sendiri tidak hanya mengambil air melainkan dia diam diam pergi ke kota hanya mengandalkan sebuah peta sederhana yang digambar oleh Nenek Liu kepadanya.
Ketika dia sampai di kota, dia bisa mendengar semua kejadian yang baru saja terjadi ini dan dia duduk di sebuah kedai teh yang sedang sangat ramai dengan perbincangan ini.
"Tuan muda Klan Chen ini, semula sangat pemberani ketika melawan Klan Gu dan berkata kata dengan sangat sombong. Siapa yang menyangka bahwa ketika Tuan Muda Klan Jing datang, dia akan langsung lari terbirit birit. " Ucap seorang pria paruh baya.
Chen Fei memesan tehnya dan menghirupnya secara perlahan lalu mendengarkan setiap kata kata kutukan dari orang orang untuk Chen Fei. Salahkan saja dirinya sendiri karena telah mengganggu semua orang di dalam kota.
"Kakak, apakah yang kamu maksud ini adalah Chen Ji ?" Tanya Chen Fei.
"Memangnya ada Tuan Muda yang mana lagi dari Klan Chen ? Tuan Muda Pertama ? Dia adalah sampah yang tidak diketahui hidup matinya. " Ejek pria paruh baya itu.
"Benar sekali, aku juga mendengarnya seperti itu. Apakah aku bisa meminta bantuan kakak untuk membantu mengarahkanku ke Klan Chen ?" Tanya Chen Fei.
"Tentu saja, dari sini kamu hanya perlu berjalan lurus dan ketika bertemu dengan persimpangan maka kamu bisa berjalan ke kanan. Pada saat itu maka tidak akan sulit bagimu untuk menemukan Klan Chen. " Jawab pria paruh baya itu.
"Baik, terima kasih banyak !"Balas Chen Fei dengan tulus.
Chen Fei meninggalkan beberapa koin tembaga yang diberikan Nenek Liu kepadanya untuk membayar teh lalu berlari mengikuti jalan yang diberikan oleh pria paruh baya tadi.
Chen Fei berjalan secara sembunyi sembunyi lalu akhirnya bisa melihat Klan Chen yang megah tapi dipenuhi dengan kebusukan, melihat bangunan ini membuat Chen Fei di penuhi dengan kebencian yang mengakar di dalam hatinya.
Chen Fei masuk ke dalam lorong disebelah Klan Chen lalu melihat bahwa ada dua orang Klan Chen yang sedang berpatroli dengan santai.
Tubuh Chen Fei sangat ringan sehingga mudah baginya untuk menggunakan kekuatannya agar bisa melompat dan dia mendarat tepat di belakang kedua orang itu lalu mencekik leher mereka.
Kedua orang itu meronta ronta tetapi tak ada satupun suara yang bisa dikeluarkan dari tenggorokan mereka, bahkan terdengar suara tulang yang hancur sebelum akhirnya keduanya menghembuskan nafas terakhir dengan tulang leher yang patah.
Chen Fei menjatuhkan keduanya lalu berjongkok dan mengambil uang pada tubuh mereka dengan penuh raut bahagia.
"Bukankah dengan begini aku bisa makan sepuasnya ?"Tanya Chen Fei tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Tapi, dua orang saja tidak mampu untuk memadamkan sebagian api kemarahannya. Dia ingin Klan Chen hidup dihantui ketakutan dan merasa cemas setiap saat dengan kedatangannya.
...----------------...
Jangan lupa like, komen, dan vote ya 😊
ceritanya bagus and alur jelas