Hamil di usia 16 tahun, karena diperkosa oleh seorang pria berusia 30 tahun. Membuat Mera terpuruk, hidupnya hancur berantakan dan ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung setelah mengetahui anaknya hamil. Sedangkan ibunya bunuh diri, sebab tak sanggup mendengar gunjingan tetangga.
Tak berhenti di situ. Mera depresi selama hamil dan berniat membunuh anaknya yang baru lahir. Vano adalah ayah dari anak yang Mera kandung, dia menyesali perbuatannya dan meninggal karena overdosis meminum obat penenang.
Setelah melahirkan Mikayla, Mera meninggalkan bayi itu di rumah Vano.
Dia mengira hari itu adalah akhir segalanya. Ternyata salah, tujuh tahun kemudian, takdir memintanya kembali untuk bertemu dengan anaknya yang membutuhkan transplantasi sumsum tulang belakang miliknya.
Arga Aditama (adik kandung Vano) memaksa Mera kembali dengan cara menculik wanita itu. Memaksanya agar mau bertemu dengan Mikayla.
"Mama! Mama! Jangan tinggalkan Mika lagi. Mika janji akan jadi anak baik!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mika Bukan Anak Jahat
Waktu berjalan cepat. Tak terasa sudah dua Minggu Mikayla dirawat inap. Perkembangan pemulihan gadis belia itu sangat pesat. Dia sudah sehat seperti anak seusianya. Senyuman cerah terbingkai di wajah cantiknya tatkala sang ibu mengepang rambutnya.
Hari ini merupakan hari kepulangan Mika. Dia tidak sabar untuk menghabiskan waktunya bersama sang ibunda di rumah.
"Sudah selesai," ujar Mera seraya menampilkan senyuman hambar. Dia masih belum bisa tersenyum tulus untuk Mikayla.
Mera masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Saat ini dia sedang berusaha menerima kehadiran Mikayla.
Gadis kecil itu tersenyum cerah. Dia berlari menuju sofa panjang yang terletak di pojok ruangan. Lalu naik ke atas guna bisa bercermin.
"Hore, akhirnya rambut Mika dikepang Mama. Mika suka! Mika suka sekali!" Gadis kecil itu tertawa lepas. Dia bertepuk tangan saling bahagianya. Lalu kembali turun dan berlari ke arah sang ibu. Dia menarik tangan Mera agar menurunkan wajah.
Lalu dikecupnya pipi Mera dengan lembut. Membuat rasa hangat mengalir dalam hati wanita itu.
Aneh sekali, rasa hangat itu membuat suasana hati Mera membaik. Tanpa sadar dia tersenyum manis. Sangat manis, sampai dua lesung pipinya tampak. Semburat merah juga timbul ke permukaan pipi.
"Terima kasih, Mama. Mika senang sekali akhirnya bisa peluk dan cium Mama." Gadis kecil itu menatap sang ibu dengan sorot berbinar terang. Banyak harapan indah dari dalam matanya.
Mera mengelus pipi gembul putrinya. "Cantik," puji Mera tulus membuat gadis kecil itu salah tingkah. Dia memilih memeluk pinggang sang ibu.
Pintu ruangan terbuka menampilkan Arga yang sudah rapi dengan setelan kantornya.
Pria itu baru pulang dari kantor. Sengaja ke rumah sakit untuk menjemput putrinya. Sedangkan Damar dan Sri menunggu di rumah seraya menyiapkan pesta kecil-kecil menyambut kepulangan cucu tersayang mereka.
"Assalamualaikum." Arga memberi salam membuat Mika melepaskan pelukannya. Lalu berbalik menatap sang ayah.
"Wa'alaikumussalam, Papa." Gadis itu berlari ke arah sang ayah lalu merentangkan tangannya minta digendong.
Dengan senang hati Arga menggendong putri kecilnya. Ciuman hangat ia berikan untuk pipi putrinya.
"Tuan putri papa sudah siap untuk pulang?" tanya Arga dengan nada semangat.
"Sudah, dong. Coba lihat ini rambut Mika dikepang sama mama. Cantik, 'kan? Kayak princess!" Mikayla memamerkan rambut indahnya hasil seni tangan Mera.
Ada rasa bangga dari raut wajah Mikayla, seolah mengatakan; Mama hebat sekali.
Arga tersenyum cerah. Dia menanggapi ucapan sang anak dengan raut wajah bahagia.
"Tentu saja cantik. Karena Mika putri papa." Pria itu menggesekkan hidungnya dengan hidung kecil Mikayla membuat bocah cantik itu tertawa cekikikan.
Tentu saja interaksi mereka tak luput dari perhatian Mera. Ternyata sang anak begitu dimanjakan oleh tuan muda kedua keluarga Aditama. Tak hanya itu saja, Sri dan Damar juga tampak sangat menyayangi Mikayla.
"Setidaknya mereka menyayanginya. Meski sangat membenciku di masa lalu," gumam Mera pelan.
*
*
Perjalanan pulang kali ini terasa menyenangkan. Banyak cerita Mika tentang sekolahnya. Dia menceritakan hari-harinya pada Mera dengan penuh semangat.
Mera hanya diam saja dengan sesekali tersenyum kecil. Dia terlalu bingung harus membalas apa. Maklum saja Mera anak tunggal dan dia menjadi ibu di usia yang sangat muda.
Bayangkan saja, di usia yang belum genap 16 tahun dia hamil dan melahirkan saat usianya hampir 17 tahun. Mental dan fisiknya masih belum siap menjadi seorang ibu.
Semuanya terlalu dini untuk anak remaja yang masih suka bermain itu.
"Mama, besok jangan lupa siapin bekal makan siang buat Mika, ya. Karena besok Mika mau sekolah! Mika gak sabar mau cerita sama temen-temen kalau Mika udah sembuh dan gak sakit-sakitan lagi. Mika udah bisa lari kenceng dan Mika juga udah punya Mama."
Bocah kecil itu kembali memeluk erat ibunya seolah tak ingin jauh. Arga yang mendengarnya mengernyit heran.
"Sayang, besok Mika masih libur. Lusa baru sekolah," sanggah Arga karena memang besok dia ingin sang anak beristirahat di rumah.
Mikayla menggelengkan kepalanya cepat. Dia menggoyangkan jari telunjuknya.
"No, no, Papa. Mika gak mau libur lagi. Mika mau sekolah besok pagi, titik! Gak pakai koma!" tegas bocah kecil itu tak ingin dibantah membuat Arga menggaruk keningnya yang tak gatal.
Mera memutar bola matanya malas. Karakter keluarga Aditama yang tak ingin dibantah menurun ke Mikayla. Masih kecil sudah keras kepala.
"Kamu sangat mirip dengan pria itu," ujar Mera dingin membuat suasana hangat berubah menjadi canggung.
Mikayla menelan ludahnya susah payah tatkala melihat raut wajah sang ibu berubah dingin.
Apa dia salah berbicara?
"Pria itu siapa, Ma?" tanya Mika penasaran.
"Pria jahat," balas Mera datar membuat hati Mikayla sedih.
"Tapi, Mika bukan anak jahat." Lirih Mikayla pelan menahan rasa sesak dalam dada.
*
*
Mumpung lagi senggang, author boom update hehe. Terima kasih banyak buat yang sudah like dan komentar. Semoga mudah rezekinya 🤗🤗🌹🌹🥰❤️
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
beda dari yang beda🤣
karena saya lama hilang dari peredaran jadi baru ketemu.
dulu terakhir baca cerita 'tiba² istriku berubah'
walopun bukan adik kembar cowok cewek, tapi tetap disyukuri saja..
sapa tau mama Mera masih mau hamil lg dan dikasih adik cowok..
syukurlah akhirnya happy ending, semua saling memaafkan dan hidup rukun..
makasih banyak kak sudah membuat kisah yg inspiratif..
mengangkat tema yg memang banyak berkembang di masyarakat..
semoga bisa bermanfaat bagi para reader semuanya..
sepertinya ini novel terakhir kakak yg bisa kubaca..
sudah habis dibaca maraton kecuali yg belum tamat..
semoga masih mau berkarya di sini lg suatu saat..
anyway, semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat untuk menghasilkan karya2 lainnya yg gak kalah luar biasanya..
semoga sukses selalu baik di dunia halu maupun dunia nyata.. 💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕
barokallah.. 🤲🏻