NovelToon NovelToon
Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Win

Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!

Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.

Apa yang terjadi dengan wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7. Pengadilan

"Oi, Ga! Kok malah bengong sih!" Elena memukul pelan bahu Ryuga yang masih melamun.

"Aku cuma lagi bayangin kamu makan sampai meletus itu perut gara-gara harganya mahal. Hahaha..." ledek Ryuga sambil tertawa.

Elena hanya diam dengan memasang wajah kesal. Tak lama kemudian wajahnya kembali berseri, melihat makanan di meja yang semuanya adalah makanan yang sangat di sukai olehnya.

"Selamat makan!" ucapnya lalu memasukkan makanan ke dalam mulut.

Ryuga menatap wanita di depannya sambil tersenyum, dia tidak menyentuh sedikit pun makanan di atas meja. Elena menjadi penasaran, dia lalu bertanya.

"Kamu kok nggak makan?"

"Aku udah kenyang, tadi udah makan di kantor." jawabnya berbohong.

"Aku kan nggak suka makanan Jepang. Aku bawa kamu ke sini, karena aku tau, kamu paling suka makanan di sini." benak Ryuga.

Selesai menghabiskan semua makanan, Elena duduk dengan bersandar di kursi sambil mengeluh.

"Duh... Kenyang banget, mau mati rasanya!"

"Hushhh! Kamu jangan suka ucapin kata-kata seperti itu. Aku nggak suka!" ucap Ryuga dengan wajah kesal.

"Iya, iya, aku kan cuma ngomong. Lagian siapa yang mau mati gara-gara kekenyangan?" jawab Elena sambil mengomel.

"Yuk pulang!" ajak Ryuga setelah membayar tagihan.

Malam itu, Ryuga tidur dengan perut keroncongan karena dia belum makan sejak siang tadi.

Hari Berikutnya

Ryuga mendapat telepon dari kantor polisi.

“Selamat pagi, Pak Ryuga! Kami hanya ingin menginformasikan bahwa benar Bapak Steven berusaha melarikan diri ke luar negeri, sekarang pelaku sudah kami amankan untuk ditindak lanjuti. Terima kasih atas kerja samanya Pak Ryuga.” kata polisi tersebut.

"Terima kasih juga Pak untuk kerja kerasnya, hari ini kami akan memproses sidang untuk Steven agar dilakukan secepatnya. Saya akan segera menghubungi jaksa penuntutp.” jawab Ryuga dan telepon pun di tutup.

“Pagi, Len!” sapa Ryuga yang sedang duduk di meja makan sambil memakan bubur yang telah dia beli. Kelaparan sejak malam membuatnya sulit tidur, dia bangun pagi-pagi untuk mencari makanan yang bisa digunakan untuk mengisi perutnya yang terus berbunyi.

"Pagi...” sahut Elena, dia lalu ikut bergabung di meja makan.

Ryuga menyodorkan semangkuk bubur yang telah dia siapkan untuk Elena. Tanpa basa basi, Elena langsung mengambil sendok di atas meja dan mulai menikmati buburnya.

“Harii ini kita jadi ke pengadilan, Ga?” tanya Elena.

“Jadi dong, kalau tidak nanti Steven berusaha kabur lagi. Jadi lebih baik secepatnya kita selesaikan urusan ini” jawab Ryuga.

Elena hanya mengangguk-angguk sambil memakan buburnya. Beberapa saat kemudian, Elena baru tersadar dan bertanya.

“Kamu bilang apa tadi? Steven kabur? Kok bisa?” tanya Elena bertubi-tubi.

“Ya bisa dong Len, kan dia berbuat salah, dia pasti takut dihukum! Apalagi kalau kasusnya sudah sampai ke pihak pengadilan." balas Ryuga sambil menceritakan kejadian tadi pagi.

"Si kempret itu, baru kemarin dia asik-asik tidurin anak perempuan orang. Eh malah kabur pagi harinya! Dasar laki-laki busuk, untung aku belum nikah sama dia. Bisa sial tujuh keturunan nanti!" Elena mengomel dalam hati.

Selesai makan, keduanya bersiap-siap untuk berangkat kr pengadilan.

“Uda siap Len? Yuk berangkat!” ajak Ryuga ketika melihat Elena keluar dari kamar.

"Yuk!” sahut Elena.

Perjalanan ke pengadilan cukup jauh, 45 menit di tempuh untuk tiba di sana. Elena tertidur di dalam mobil, sementara Ryuga masih fokus menyetir.

"Bangun, Len!" panggil Ryuga ketika mereka sudah tiba.

Elena perlahan membuka matanya, dia mengucek-ngucek matanya yang terasa sedikit silau karena sinar matahari.

"Yuk, kita udah sampai!" ucap Ryuga.

Keduanya masuk ke gedung pengadilan, Steven sudah berada di sana, dia duduk di kursi terdakwa.

Tak lama kemudian, sidang pun di mulai. Steven membantah atas tuduhan telah melakukan tindakan kekerasan terhadap Elena.

“Saya tidak pernah melakukan kekerasan terhadap dia, saya tidak pernah mendorong Elena. Dia terjatuh sendiri, bukan salah saya!” ucap Steven berusaha membela diri.

"Jka benar anda tidak bersalah, kenapa anda berusaha untuk kabur ke luar negeri? Saya juga punya bukti kalau tersangka meninggalkan klien saya yang sudah mengalami pendarahan parah di kepalanya.” ucap jaksa penuntut.

Bukti rekaman video di serahkan kepada pihak pengadilan, video itu di putar dan di pertontonkan di depan sidang.

“Hanya dengan video itu kan tidak bisa membuktikan kalau saya yang mendorong Elena." bantah Steven.

"Kami masih memiliki saksi mata!" kata jaksa penuntut. “Boleh saya panggilkan saksi saya?” tanyanya kepada hakim.

“Silahkan!” ucap Hakim mengizinkan.

Ternyata orang yang menjadi saksi mata dari kasus ini adalah Angel.

"Silahkan anda ceritakan kejadian yang anda lihat, Nona Angel!" pinta hakim.

Angel menceritakan semua kejadian secara lengkap, tangan dan kakinya sedikit gemetaran. Suaranya bahkan ikut bergetar.

Setelah selesai menceritakan kejadian yang dia lihat, Angel di beri beberapa pertanyaan oleh pengacara Steven.

"Nona Angel, jika anda berada di lokasi kejadian. Bukankah anda juga tau saat itu Nona Elena terluka?"

Angel mengangguk, "Iya saya tau!" jawabnya ragu-ragu.

"Lalu kenapa anda tidak menolong Nona Elena saat itu juga?" tanya Pengacara lagi.

Angel terdiam, tubuhnya semakin gemetaran karena takut dia akan menjadi pelaku juga atas kasus Elena.

"Saya, saya di ancam oleh Steven!" jawabnya berbohong setelah memutar otak.

"Dasar cewek sialan!" jerit Steven yang merasa marah dengan pengakuan Angel.

Karena Steven bersikap kasar, Angel di perbolehkan meninggalkan ruangan. Setelah mempertimbangkan kesaksian dari Angel dan bukti rekaman video, Steven di hukum 5 tahun penjara.

Elena diam saja, dia menatap Steven di depannya, laki-laki yang terasa asing bagi dirinya. "5 tahun berpacaran, ternyata aku sama sekali tidak mengenalnya!" benak Elena.

"Len, hari ini mau makan apa?” tanya Ryuga ketika dalam perjalanan pulang.

"Hari ini aku masak di rumah aja” jawab Elena.

"Kalau begitu, kita ke supermarket belanja aja dulu.” ajak Ryuga.

Elena langsung menatap laki-laki di sampingnya, "Kamu lupa kalau di kulkas kamu sudah banyak barang?” tanya Elena.

“Emmm... Mungkin, ada bahan yang masih kurang!” jawab Ryuga beralasan.

“Sudah pulang aja sekarang, biar aku bisa cepat cepat masak!”. perintah Elena.

"Baik, Nyonya!" jawab Ryuga.

Ryuga sebenarnya tau jika suasana hati Elena sedang buruk. Dia hanya ingin mengajak Elena berbelanja untuk membuat hatinya sedikit lebih bahagia.

Elena kini berada di dapur, dia mencuci sayur-sayuran yang akan di gunakan untuk memasak. Namun setelah 30 menit, dia masih berdiri di tempat sambil menggosok buah paprika di bawah guyuran air keran.

Sementara Ryuga hanya berdiri menatapnya dari pintu masuk, "Kamu mau sampai kapan nyuci paprikanya?" benak Ryuga.

Krena sudah tidak tahan melihatnya lagi, Ryuga mematikan keran air, dia lalu menarik tangan Elena dan berjalan keluar. Ryuga mendudukkan Elena di atas kursi sofa yang berada di ruang tamu.

"Kalau kamu mau, kamu boleh nangis sepuasnya. Jangan diam aja kayak orang bodoh!" ucap Ryuga sambil menatap kedua bola mata Elena yang sudah berkaca-kaca.

^^^BERSAMBUNG...^^^

1
Ney Maniez
mata mu trnodai😲😲🙄🙄
Ney Maniez
💪💪ga
Ney Maniez
lambattt ahhh,,,
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗
Ney Maniez
kok aku geregetn y pngn ngarungin Steven trus anyutin deh 🤭🤭
Ney Maniez
😲😲😲😲
Ney Maniez
kode-kode 🤭🤭
Ney Maniez
ayo ryu nikahin💪💪🤭
Ney Maniez
ryu💪💪
Ney Maniez
atuhh mending sahabat nya lah dr pd cwonya baj*ngn🤭💪💪
Ney Maniez
baru baca langsung ngenes🥺🥺
Ney Maniez
mampir🙏🤗
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
kapan up s 2 nya ka ?
Aze_reen"
lanjut kk S2.. ditunggu yah
Win
Akan di lanjutkan kembali di season 2 jika banyak permintaan dari pembaca. Terima kasih❤❤
Cycle
oke
Hi No
Tolong dilanjutkan
Sugito S
dan aku pun penasaran
Lian
penulisannya rapi, mudah dibaca, gampang di pahami.
Hendy Wijaya
lanjutnya kpn ini?
Win Nie
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!