NovelToon NovelToon
Menikahi Wanita Ternoda

Menikahi Wanita Ternoda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / Romansa / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Di suatu malam yang kelam, pria bernama Fierce De Lance Tanson mendapati dosennya diperkosa. Wanita muda itu meringkuk sambil menangis, sementara pelaku telah kabur.

Karena perasaan cinta yang sudah cukup lama terpendam, Fierce membawa sang dosen ke rumah sakit dan berjanji akan bertanggung jawab.

Akan tetapi niat baik tak selalu membuahkan hasil. Tawaran Fierce ditolak mentah-mentah oleh wanita bernama Yuna, karena merasa tak pantas bersanding dengan muridnya itu. Terlebih Fierce masih sangat muda, masa depannya masih sangat panjang.

Namun, siapa sangka? Yuna harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya dinyatakan hamil. Hingga akhirnya dia bersedia menerima lamaran Fierce.

Bagaimana kehidupan pernikahan mereka? Akankah berjalan mulus, sementara di hati Yuna hanya ada perasaan bersalah? Dan apa yang akan terjadi ketika identitas si bayi terkuak?

Jangan lupa follow Ig @nitamelia05

Salam anu👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Menerima Pekerjaan

Setelah menyelesaikan masalah jam kuliahnya yang berpindah. Fierce langsung memutuskan untuk meninggalkan kampus, tetapi pada saat itu Elvan masih terus membuntutinya.

Pemuda itu berlari ke arah Fierce seraya memanggil nama sang sahabat. "Fierce, tunggu!"

Sontak saja Fierce menoleh dan mendapati Elvan yang terengah-engah. "Kamu ini mau ke mana lagi sih, Fierce?! Kelas sudah hampir dimulai!" cetus Elvan dengan keningnya yang berkerut, merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh pemuda itu.

"Aku harus pergi, Van. Mulai sekarang jam kuliahku pindah, nanti sore aku baru datang lagi ke sini," jawab Fierce apa adanya. Namun, dia tidak mengatakan alasan mengapa dia melakukan itu semua, karena dia sudah berjanji pada Yuna untuk merahasiakannya.

Elvan langsung melongo mendengar jawaban Fierce. "Apa aku tidak salah dengar? Memangnya kenapa? Kamu ada masalah?"

"Tidak ada," balas Fierce dengan singkat, tetapi terasa sangat aneh di telinga Elvan. Pemuda itu ingin menanyakan lebih detail, tetapi lagi-lagi gagal karena dosen yang mengajar di kelasnya sudah datang.

"Ck, ya sudah nanti hubungi aku kalau ada apa-apa," ujar Elvan pasrah, Fierce menganggukkan kepala, lalu menepuk bahu Elvan sekilas.

Elvan berlari meninggalkan Fierce, sementara pemuda itu hanya menatap dalam diam. Ini semua adalah bentuk keputusannya, dan dia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan pernah menyesal.

"Aku akan membahagiakan Kak Yuna, dengan cara apapun," gumam Fierce, lalu berputar haluan untuk meninggalkan halaman kampus.

Dia langsung pergi ke perusahaan kakaknya untuk menerima pekerjaan. Tidak peduli jika dia harus mempertaruhkan seluruh waktunya, yang jelas dia akan berusaha untuk menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk keluarga kecilnya.

Kini masa depannya adalah Yuna. Dia tidak bisa memikirkan dirinya sendiri, karena sudah ada tanggung jawab yang dia genggam dalam tangannya.

Setibanya di gedung Tan Group, Fierce langsung melangkah ke meja resepsionis. Karena dia juga dikenal sebagai pewaris keluarga, semua karyawan pun segan padanya. Bahkan dia langsung dipersilahkan untuk naik ke ruangan Aneeq, tanpa harus menunggu izin dari sang kakak.

Tok Tok Tok ...

"Masuk!" Perintah itu langsung terdengar di telinga Fierce, ketika tangannya berhenti mengetuk pintu.

Benda persegi panjang itu terbuka, membuat kedua orang yang ada di dalam sana sama-sama melayangkan pandangan ke arah Fierce.

"Kamu sudah mengurus semuanya?" tanya Aneeq to the point. Kebetulan dia sedang menandatangani beberapa berkas, jadi dia masih setia duduk di kursi kebesarannya.

Fierce langsung tersenyum penuh semangat, menyambut pekerjaan baru yang akan dia terima. "Sudah, Kak. Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku memutuskan untuk langsung bekerja."

Melihat Fierce yang begitu antusias, Aneeq merasa sedikit tersentil. Di waktu semuda ini, Fierce sudah harus bersikap dewasa, demi mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ya, meskipun kelakuan Fierce tidak bisa dibenarkan. Namun, usaha Fierce untuk membahagiakan istri dan anaknya patut diacungi jempol.

Aneeq bangkit dari kursinya, sementara Caka — asisten sekaligus kakak ipar Fierce, hanya diam dan ikut memperhatikan pemuda tampan itu.

"Kamu akan bergabung dengan divisi pemasaran. Jadi, terkadang pekerjaanmu tidak hanya ada di perusahaan. Dan karena kamu baru, kamu diwajibkan untuk memakai seragam hitam putih," jelas Aneeq dengan gamblang.

Fierce langsung menganggukkan kepala, paham dengan apa yang disampaikan oleh sang kakak.

"Ayo turun, aku akan memperkenalkanmu dengan kepala divisi," ajak Aneeq seraya melangkah keluar, ketika melewati meja Caka, dia melirik sekilas, hingga pria empat anak itu menghela nafas. Karena Caka ikut merasa prihatin dengan nasib Fierce.

"Kamu tidak masalah 'kan, Fierce?" tanya Aneeq disela-sela langkahnya. Sesungguhnya dia merasa tak tega, mengingat posisi yang diambil Fierce hanyalah karyawan biasa.

"Tidak apa-apa lah, Kak. Kan aku juga masih baru, aku belum terlalu mengerti tentang perusahaan. Mungkin dari pekerjaan yang kecil ini, aku bisa banyak belajar. Dan kelak, Kakak bisa mengandalkan aku," jawab Fierce, dia selalu menunjukkan wajah sumringah. Agar semua orang percaya, bahwa dia bahagia menjalani kehidupannya yang sekarang. Terlebih ada Yuna di sampingnya.

"Baiklah, Kakak percaya bahwa kamu bisa melakukan pekerjaanmu dengan baik," timpal Aneeq, dia merangkul bahu adiknya hingga mereka berjalan beriringan.

Mereka memasuki lift, dan turun ke lantai lima, tempat di mana divisi pemasaran berkumpul. Di sana Aneeq memperkenalkan Bagas, sebagai ketua divisi dan orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan Fierce.

"Panggil saja Fierce, Pak. Saya adalah anak buah anda," ujar Fierce seraya menjabat tangan Bagas. Sebenarnya Bagas merasa segan, tetapi karena Fierce yang meminta, dia pun akhirnya menganggukkan kepala.

"Baik, Fierce. Hari ini kamu sudah bisa bergabung dengan divisi kami. Untuk seragam kamu bisa menyusul, jadi santai saja," balas Bagas sambil tersenyum ramah.

Lantas setelah itu, Aneeq pamit untuk kembali ke ruangannya, dia meninggalkan sang adik dengan sebuah pesan singkat. "Bekerjalah dengan hati dan jangan takut salah."

Fierce mengangguk, selama bekerja dia akan terus mengingat pesan sang kakak. Benar apa kata Aneeq, jika kita bekerja dengan hati, maka pekerjaan seberat apapun, akan terasa jauh lebih ringan. Terlebih ketika kita belajar dari kesalahan, maka sebelum memutuskan sesuatu kita akan jauh lebih hati-hati.

Hingga tak terasa waktu makan siang telah tiba. Namun, bukannya lantas mengisi perutnya yang sudah keroncongan, Fierce lebih memilih untuk menelpon sang istri yang berada di rumah sendirian.

"Halo, Kak," sapa Fierce ketika Yuna sudah menerima panggilannya.

"Iya, Fierce, ada apa?" balas Yuna dengan suara serak, menunjukkan bahwa dia baru saja bangun tidur. Tidak memiliki pekerjaan lain, membuat wanita hamil itu memilih untuk terus bermalas-malasan di atas ranjang.

"Apa Kakak sudah makan siang? Bagaimana dengan Baby? Apakah dia membuat Kakak repot?" tanya Fierce perhatian.

Otak Yuna yang semula belum bisa bekerja dengan baik, langsung merasa seperti disengat oleh sesuatu. Dia terus terdiam dengan pertanyaan Fierce yang terngiang-ngiang di kepalanya.

"Kak Yuna, apa Kakak baik-baik saja? Apakah ada sesuatu yang terjadi? Bicaralah, Kak," tanya Fierce bertubi-tubi karena selalu merasa cemas, ketika Yuna tiba-tiba terdiam.

"Ah tidak, Fierce. Aku baru saja bangun, jadi kepalaku sedikit pusing," balas Yuna, padahal sudut hatinya terus merasa diiris ketika Fierce memberikan perhatian lebih padanya.

"Baiklah kalau begitu, Kakak mau makan apa? Nanti biar aku pesankan."

Lagi-lagi lidah Yuna terasa kelu, karena dia sendiri bingung ingin memakan apa.

"Kakak pasti bingung ya? Ya sudah, Kakak pikirkan dulu saja, kalau sudah ketemu, Kakak langsung kirim pesan padaku ya. Sekarang aku harus makan siang dengan cepat, karena aku sudah mulai bekerja. Dah, Kak Yuna ...."

Fierce mematikan panggilan secara sepihak, karena waktu istirahatnya sudah semakin terbuang. Sementara Yuna, hanya mampu termangu di tempatnya.

1
ayu cantik
suka
Wisnu Mahendra
daddynya masih idup, trus kenapa aneeq selalu disebut sebagai pengganti daddy?
Wisnu Mahendra
kok selalu dobilang aneeq pengganti ayah? trus ken itu siapa?
Wisnu Mahendra
gimana penyebutan fierce? fier? fiers? firs? buat nama kok susah
Usmi Usmi
kayak Nya si Adam ini yg perkosa
Mira Hastati
bagus
uhuuyyyyyy
zuuuuhhhh lembek dunk 😂😂
uhuuyyyyyy
aq ikutan dag dig dug jedeeerrr
uhuuyyyyyy
wajah e kyk kakak tirinya...si adam
uhuuyyyyyy
yeee wong edan sintia kuwi...
Hasanah Purwokerto
Padshal aku udah baca sampai tamat,,ini cm ngulang baca karena kangen keluarga tan..
tp ttp aja mewek...😭😭😭😭😭
Ratu Anu👑: peyuk 🤗🤗🤗
total 1 replies
Hasanah Purwokerto
Luar biasa
Al Fatih
keren,, bagus ceritanya,, alurnya menarik dan ga bikin bosen. Makasih kaka othor utk karyanya
Imang Tiah
Luar biasa
Evi Nopianti
bagus banget Thor ceritanya
Anonymous
Luar biasa
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
bikin iri Aneqq
Rita
😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
bagus perlu digituin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!