Raihan dan Syakilla menikah karena perjodohan. Demi mewujudkan amanah orang tua Syakilla yang menitipkan anaknya kepada orang tua Raihan. Padahal saat itu Raihan sudah memiliki kekasih yang bernama Syila.
Raihan tak pernah menjalankan tugasnya sebagai seorang suami yang baik, Raihan kerap membuat Syakilla menangis dengan menyakit hatinya.
Bagaimana kisah rumah tangga mereka dengan adanya orang ketiga di tengah-tengah mereka? Jalan apa yang Syakilla tempuh? Bertahan dengan suami yang tak pernah mencintainya ataukah lebih memilih berpisah dan mencari kebahagiaan sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Syakilla ke Kantor Raihan
"Makasih ya untuk kejutannya, aku suka," ujar Raihan sambil menikmati makanannya.
"Ternyata kamu pintar memasak ya? Masakan kamu enak," puji Raihan. Tentu saja membuat Syakilla merasa senang. Karena rencananya berhasil untuk menarik perhatian suaminya. Dia tak tahu kalau suami, diam-diam menjalin hubungan dengan wanita lain.
"Kamu cantik, berpakaian seperti ini. Aku sampai pangling tadi melihatnya. Karena kamu selama ini selalu berpakaian tertutup," puji Raihan lagi, membuat wajah Syakilla merah merona, karena mendapatkan pujian dari suaminya.
Sayangnya apa yang diucapkan Raihan tidak tulus, meskipun dia mengakui kalau semua itu benar. Rasa cintanya Raihan kepada Syila begitu besar, hingga dia mengabaikan bidadari di hadapannya.
"La, aku ke kamar dulu ya mau istirahat. Terima kasih untuk semuanya," ucap Raihan dengan cueknya membuat Syakilla melongo.
Hatinya begitu sakit. Suaminya membawanya ke puncak tertinggi, dan kini menghempaskannya begitu saja. Dia kira, suaminya benar-benar akan berubah. Ternyata apa yang dia lakukan, tak dapat merubah sikap dingin suaminya.
Syakilla langsung memasuki kamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang, meluapkan kesedihannya.
"Ya Allah, kapan aku bisa mendapatkan kebahagiaan? Mendapatkan cinta suamiku? Sampai kapan aku harus menjalankan pernikahan seperti ini?" Syakilla tak mampu membendung perasaannya. Hingga akhirnya dia tertidur pulas, karena kecapean menangis.
Sedangkan Raihan, ternyata dia tak benar-benar tidur di kamar. Dirinya justru merasa gelisah, ada perasaan kasihan di benaknya. Namun, dia pun sudah berjanji kepada kekasihnya. Diam-diam dia menuruni anak tangga dan menguping di balik pintu.
"Sepertinya dia tidur," gumam Raihan.
Raihan membuka pintu kamar Syakilla secara perlahan, dan langsung di perlihatkan pemandangan yang indah. Gaun yang dikenakan Syakilla tersingkap, hingga menunjukkan paha putih mulusnya. Membuat milik Raihan bereaksi. Hingga akhirnya dia cepat-cepat keluar dari kamar Syakilla kembali ke kamarnya.
"Tahan Raihan!"
"Dia itu istri sah kamu, kamu halal menyentuhnya kapanpun kamu mau. Lagi pula Syila juga tak akan tahu, kalau kamu menyentuh Syakilla."
Raihan menjadi stres sendiri. Perang batin dan pikirannya, membuat dirinya tersiksa.
"Mengapa aku seperti ini? Aku tak boleh jatuh cinta kepadanya," ucap Raihan.
Hingga akhirnya dia mengambil ponselnya dan berniat menghubungi Syila. Berharap bisa membantu menghilangkan kegalauannya saat ini.
"Emm, kenapa?" ucap Syila malas.
"Aku kangen sama kamu," ucap Raihan.
"Yang, ini sudah malam. Aku ngantuk. Besok saja ya, kita 'kan besok bertemu," sahut Syila. Hingga akhirnya Raihan mengakhiri panggilan dengan Syila.
Raihan mencoba memejamkan matanya. Namun, kenangan kebersamaan dirinya tadi dengan Syakilla menari dipikirannya. Senyum manis Syakilla masih terasa, saat Syakilla menyambutnya dan saat dirinya memuji Syakilla. Rasa kantuk akhirnya menyerang dirinya, hingga akhirnya dia tertidur pulas.
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 WIB, Syakilla terbangun dan berniat untuk Sholat tahajud. Hanya Allah tempat Syakilla mengadu.
"Ya Allah tunjukkan jalan yang terbaik untukku. Jika dia bukan jodohku, maka jauhkan dia dari hidupku. Namun, jika dia memang jodohku. Aku mohon bukakan pintu hatinya untuk mencintai aku," doa yang Syakilla panjatkan di keheningan malam.
Syakilla berusaha untuk kuat menjalani pernikahannya. Berharap Raihan akan berubah. Dia tak putus asa, dia berniat akan mendatangi kantor Raihan untuk membawakan makanan untuk Raihan. Syakilla ingin makan siang bersama suaminya.
Lantunan ayat Al-Quran terdengar merdu. Suara Syakilla begitu indah di dengar, tetapi tak membuat sang suami membuka matanya. Seharusnya Raihan bersyukur mendapatkan seorang istri yang kelak akan menjadi bidadari syurga. Memiliki tutur kata lembut dan berpendidikan. Demi mengabdikan dirinya kepada sang suami, dia rela menjadi ibu rumah tangga.
Makanan sudah tertata rapih di meja makan, tetapi Raihan tak juga turun keluar dari kamarnya. Hingga akhirnya Syakilla berniat membangunkan suaminya. Syakilla menaiki anak tangga menuju kamar suaminya.
"Mas, kamu tak kerja? Ini sudah siang, nanti kamu terlambat. Bangun Mas!" ucap Syakilla sambil mengetuk pintu kamar suaminya.
Hubungan suami istri macam apakah ini? Tidur di kamar yang berbeda, dan sampai saat ini Raihan belum juga menyentuh Syakilla.
"Tak biasanya Mas Raihan seperti ini," Syakilla bermonolog sendiri. Syakilla memilih mengabaikan perasaannya, bersikap tak ada yang terjadi padanya malam tadi. Dia memilih menghapus air mata di wajahnya.
Ketukan Syakilla semakin keras, karena Raihan tak juga bangun. Syakilla tak pantang menyerah, dia tetap membangunkan suaminya. Hingga akhirnya perlahan Raihan membuka matanya dan beranjak turun dari ranjang untuk membuka pintu kamarnya.
"Mas, Mas memangnya tak kerja?" tanya Syakilla saat Raihan membuka pintu kamarnya.
"Iya, aku kerja. Ya sudah, aku mandi dulu ya. Tolong kamu siapkan pakaian aku ya," ujar Raihan. Dia mempersilahkan Syakilla masuk ke kamarnya.
Raihan memilih langsung mandi, dan Syakilla tampak merapihkan tempat tidur dan juga menyiapkan pakaian Raihan. Raihan keluar dari kamar mandi, baru selesai mandi.
"Luar biasa wanita ini, dalam sekejap kamarku jadi rapi banget," tanpa sadar Raihan memuji Syakilla dalam hati.
"Mas," ucapan Syakilla terhenti dan dia langsung menutup matanya, karena Raihan dengan cueknya saat itu baru mengenakan penutup miliknya. Sedangkan Raihan dalam hati justru tertawa geli. Berhasil membuat Syakilla merasa malu.
"Mas, aku turun ya!" ujar Syakilla dan langsung pergi meninggalkan Raihan yang tersenyum puas.
Syakilla sudah menunggu Raihan di meja makan, tak lama kemudian Raihan turun menyusul Syakilla. Dia sudah terlihat rapih, dan tinggal sarapan pagi.
Syakilla merasa senang, karena akhirnya Raihan mau masakan dirinya. Paling tidak, Raihan sudah mau makan masakan dia, Syakilla yakin setelah itu Raihan akan membuka hatinya.
"Aku berangkat dulu ya," ucap Raihan.
Syakilla langsung menyambar tangan Raihandan mencium tangan suaminya.
"Selamat kerja ya Sayang, semoga pekerjaannya lancar," ucap Syakilla dan Raihan hanya menganggukkan kepalanya. Syakilla mengantarkan suaminya sampai suaminya pergi meninggalkan rumah.
Setelah suaminya pergi, Syakilla memilih untuk masak makanan yang akan dia bawa ke kantor suaminya. Dia begitu semangat, semoga apa yang dia lakukan bisa membuka hati suaminya.
"Selesai. Aku tinggal mandi dan berhias. Setelah itu langsung deh ke kantor Mas Raihan. Pasti dia senang, aku datang," ucap Syakilla dengan wajah yang berbinar-binar.
Kini Syakilla sudah dalam perjalanan menuju kantor Raihan dengan menggunakan taksi online. Saat ini Syila sedang berada di ruangan kerja Raihan, asyik bercumbu mesra. Syakilla baru saja sampai di perusahaan Raihan.
"Permisi Mba, Pak Raihannya ada?" tanya Syakilla ramah.
"Ada Bu, di ruangannya. Mari Bu, saya antar," ucap sang resepsionis.
Suara ketukan pintu menghentikan aktivitas mereka. Syila langsung merapihkan pakaiannya dan membuka pintu ruangan Raihan. Alangkah terkejutnya dia, saat melihat Syakilla berada di hadapannya. Syila menunjukkan wajah tak suka, terlebih Syakilla menatap Syila dengan tatapan tak suka.
"Kok kamu kesini enggak ngomong dulu sama aku?" ucap Raihan membuka omongan. Dia tampak kikuk, karena Syila tak keluar dari ruangan. Berpura-pura membolak-balikan berkas dan duduk di sofa.
"Memangnya perlu ya, seorang istri datang ke kantor suaminya bilang dulu?" tanya Syakilla balik.
"Oh ya Mba, kamu sekretaris suami saya ya?" tanya Syakilla dan Syila mengiyakan. Sejak tadi Syakilla datang, entah mengapa dia memiliki perasaan tak enak.
"Besok-besok tolong kamu rubah penampilannya ya! Jangan buat suami saya berzina, karena melihat penampilan kamu. Lagi pula rasanya tak pantas berpenampilan seperti itu di kantor," ucap Syakilla tegas membuat Syila mengepalkan tangannya merasa geram.
"Ini kantor aku, tak sepantasnya kamu mengaturnya! Aku tak masalah selama ini Syila berpenampilan seperti itu," sahut Raihan berniat membela kekasihnya.
"Iya aku tahu, ini memang kantor kamu. Tapi kamu harus ingat, perusahaan ini masih menjadi milik Papa Abi. Sewaktu-waktu dia bisa saja menarik paksa dari kamu. Aku tahu, dia tak suka wanita model begitu. Meskipun dia seorang sekretaris. Lagi pula, kamu justru malah suka. Tapi ingat, kamu itu sudah menikah dengan aku! Jadi aku berhak menentukan wanita yang pantas menjadi sekretaris kamu," sahut Syakilla lembut tetapi penuh penekanan. Hingga akhirnya Syila memutuskan untuk pergi dari ruangan. Dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Abaikan perasaan Raihan...biar dia merasakan akibat perbuatannya selama ini terhadap killa...
hayyuk thor..lanjut...
okay...lanjut thor....
begitu juga perasaan killa saat kau menolaknya dulu.. impas yaaa..
ga sabar mau lihat dimas menikah sama killa..
menjemput bahagia tdk harus kembali bersama mantan...apalagi mantan yg suka selingkuh dan celap celup.. menjijikkan...
puas aku thor...jngn kasih Raihan balikan sama killa thor...
thor..bikin raihan menderita sampai pembaca puas ya...please../Pray/
selingkuh itu sprti penyakit yg ga ada obat..
dasar lelaki bejat ga tau malu...
biar makin panas tuh si mantan...jngn ada kata balikqn sama mqntan ya thor...ga rela killa mendeeita lagi dan lagi...biar killa bahagia sama dimas aja...