Arthur di panggil ke dunia misterius bersama teman-teman sekelasnya.
Di dunia misterius Job adalah segalanya.
Dan Arthur memiliki Skill yang dapat mencopy semua Job milik teman-teman sekelasnya.
Ikuti petualangan Arthur dan teman-teman sekelasnya di dunia misterius
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Serangan Goblin
"Jika begitu, aku akan makan dulu." Kata Deni.
"Kamu bisa makan." Balas Arthur.
Melihat Deni yang makan Arthur bergumam. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 20 Next Level Membutuhkan 21 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 28
Agility : 28
Vitality : 27
Stamina : 27
Magic : 30
Poin : 0
Poin Skill : 0
Skill : Observation (S) Copy (C) Tehnik Pedang (C) Sihir Penyembuh (D)
"Jobku berubah menjadi Swordsman." Gumam Arthur melihat statusnya.
"Arthur level berapa kamu sekarang." Deni melihat Arthur.
"Bukankah kamu punya skill Observation. Jadi kamu bisa melihat statusku." Balas Arthur.
"Skill Observationku hanya bisa digunakan untuk melihat informasi mahluk hidup yang lebih lemah dariku. Dan aku tidak bisa melihat statusmu. Jadi levelmu lebih tinggi dariku." Deni melihat Arthur.
"Oohh." Arthur terkejut dengan jawaban Deni.
"Saat ini aku level 10." Kata Arthur.
"Arthur bagaimana caramu level up dengan cepat. Bukankah kamu tidak memiliki job." Deni terkejut saat mendengar Arthur mencapai level 10.
"Baru-baru ini aku membunuh goblin. Yang memberiku banyak exp untuk level up." Kata Arthur.
"Sial, kamu membunuh goblin." Deni terkejut.
"Benar, aku membunuh goblin." Arthur mengangguk.
"Kamu luar biasa. Bahkan aku dan semua teman sekelas kita hanya bisa membunuh slime." Kata Deni melihat Arthur.
"Apa Slime di dunia ini adalah monster jelly." Arthur bertanya kepada Deni.
"Benar, Slime adalah monster jelly." Deni mengangguk.
"Berapa banyak exp yang kamu dapatkan dari membunuh slime." Tanya Arthur.
"1 Exp." Jawab Deni.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Deni telah selesai makan. "Arthur apa kamu tidak ingin bertemu dengan Bu Erika. Bu Erika sepertinya mengkhawatirkan dirimu." Kata Deni melihat Arthur.
"Tidak, katakan saja pada Bu Erika bahwa aku baik-baik saja." Balas Arthur.
"Baiklah." Deni mengangguk.
Arthur dan Deni kemudian keluar dari restoran. "Deni jangan katakan kepada siapapun bahwa aku sudah level 10." Arthur melihat Deni.
"Baiklah." Balas Deni.
"Jaga dirimu Arthur." Kata Deni mengulurkan tangannya.
"Kamu juga jaga dirimu." Balas Arthur menjabat tangan Deni.
Beberapa menit kemudian Arthur telah Kembali ke gereja. "Arthur apa kamu sudah membeli pedang." Kata Lily melihat Arthur.
"Aku sudah membeli pedang." Kata Arthur menunjukan pedang yang dia beli.
"Baiklah, ayo kita makan. Suster Elvie sudah membuatkan kita makanan." Lily tersenyum kepada Arthur.
"Baik." Arthur mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur, Lily dan Elvie telah selesai makan. "Suster Lily kapan kita akan kembali ke desa." Arthur bertanya kepada Lily.
"Kita akan kembali ke desa besok." Jawab Lily.
"Oke." Balas Arthur.
Malam hari. Saat ini Arthur sedang duduk di luar gereja. "Arthur." Kata Lily duduk di samping Arthur.
"Arthur bisakah kamu cerita. Seperti apa dunia tempat tinggalmu berasal." Lily melihat Arthur. Arthur melihat langit malam dan mulai bercerita.
"Aku tidak menyangka di duniamu hanya ada ras manusia." Kata Lily mendengar cerita Arthur.
"Arthur ayo masuk ke dalam." Kata Lily melihat Arthur.
"Baik suster." Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam gereja bersama Lily.
Keesokan harinya Arthur dan Lily berada di luar gereja. "Suster Elvie jika kamu memiliki waktu luang, datanglah ke desaku." Lily tersenyum kepada Elvie.
"Baik. Aku akan mengunjungimu dan Arthur saat memiliki waktu luang." Elvie tersenyum.
"Arthur." Saat hendak masuk ke dalam kereta, Arthur mendengar suara teriakan.
"Bu Erika." Kata Arthur melihat wanita berkulit putih berambut hitam pendek yang memakai kacamata berlari ke arahnya.
"Arthur mengapa kamu tidak mengunjungi ibu, jika kamu kembali ke kota." Kata Erika melihat Arthur. Arthur hanya tersenyum tidak bisa menjawab pertanyaan Erika.
Melihat Arthur yang tidak menjawab pertanyaannya Erika berkata. "Aku dengar dari Deni kamu baru-baru ini membunuh goblin."
"Benar bu, aku membunuh goblin yang menyerang desa." Balas Arthur.
"Aahhh." Erika terkejut mendengar goblin yang menyerang desa. "Apakah goblin yang menyerang desa sangat banyak." Erika bertanya kepada Arthur.
"Tidak, hanya 1 goblin yang menyerang desa." Jawab Arthur.
"Baiklah bu, aku akan kembali ke desa." Kata Arthur melihat Erika.
"Arthur jika kamu kembali lagi ke kota. Kunjungilah ibu dan teman-teman sekelasmu." Kata Erika melihat Arthur.
"Baik bu." Arthur tersenyum kemudian masuk ke dalam kereta kuda.
"Ayo berangkat." Kata Arthur melihat supir kereta.
"Baik." Supir kereta mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Ngiiikk." Kuda mulai berjalan.
"Apakah dia guru yang kamu ceritakan." Lily melihat Arthur
"Benar suster dia guru kelasku." Arthur mengangguk.
"Sepertinya guru kelasmu menyukaimu Arthur." Lily tersenyum.
"Dia hanya mengkhawatirkan diriku. Karena aku tidak memiliki job." Balas Arthur.
"Jangan bersedih Arthur. Banyak orang yang tidak memiliki job sama sepertimu." Lily tersenyum.
"Saya tahu suster." Arthur tersenyum.
Sore hari. Arthur melihat kereta kuda tiba-tiba berhenti. "Kita sudah sampai." Kata supir kereta. Arthur keluar dari kereta dan memberikan 10 coin emas kepada supir kereta.
"Terimakasih tuan muda." Supir kereta tersenyum saat Arthur memberinya 10 coin emas.
"Arthur, suster Lily." Arthur melihat Rosmila berjalan ke arahnya.
"Kepala desa." Kata Lily saat melihat Rosmila.
"Ayo ke rumahku. Aku sudah memasak beberapa makanan. Aku tahu kalian berdua pasti lapar." Rosmila tersenyum kepada Arthur dan Lily.
Arthur dan Lily saling melihat kemudian tersenyum. "Baik kepala desa." Kata Arthur dan Lily secara bersamaan.
Saat ini di tempat lain. Beberapa goblin masuk ke dalam gua. "Waaa." Semua Goblin berteriak saat melihat puluhan bayi goblin yang mati terbunuh.
"Waaa." Salah satu goblin berteriak dan mengangkat pedang. "Waaa." Semua goblin berteriak dan mengangkat pedang.
Saat ini Arthur yang sedang makan di rumah Rosmila Bersama Lily mendengar suara teriak. "Aahhh. Goblin."
"Goblin." Arthur mengambil pedangnya dan berjalan keluar dari rumah Rosmila.
"Sepertinya goblin yang aku bunuh beberapa hari lalu. Adalah goblin yang belum dewasa." Kata Arthur melihat 10 goblin dengan tinggi 150 cm.
"Tolong." Arthur melihat Calisa sedang di kejar goblin.
"Calisa." Kata Arthur berlari ke arah goblin yang mengejar Calisa.
"Mati kau goblin jelek." Kata Arthur mengayunkan pedangnya. "Slaaash." Tubuh Goblin terbelah menjadi dua.
"Pedang ini sangat tajam." Kata Arthur melihat goblin yang terbelah menjadi dua setelah terkena tebasannya.
"Terimakasih Arthur." Kata Calisa melihat Arthur menyelamatkannya.
"Waaa." 9 goblin berteriak melihat Arthur membunuh salah satu teman mereka.
"Pergilah dari sini." Kata Arthur melihat Calisa.
"Baik." Calisa mengangguk kemudian berlari menjauh dari Arthur.
"Kalian ingin maju satu persatu atau 9 sekaligus." Kata Arthur melihat 9 goblin.
"Waaa." 9 Goblin berteriak dan berlari ke arah Arthur.
"Sepertinya kalian para goblin suka bertarung bersama." Kata Arthur melihat 9 goblin berlari ke arahnya.
"Slaaash." Arthur menebas salah satu goblin. "Buuugh." Tubuh goblin terpotong menjadi dua.
"Waaa." Salah satu Goblin berteriak dan menyerang Arthur. "Tiiing!!" Arthur menahan serangan goblin.
"Matilah." Kata Arthur mengayunkan pedangnya. "Slaaash." "Buuugh." Kepala goblin terpotong dan menggelinding ke tanah.
"Waaa." 7 goblin berteriak dan menyerang Arthur dari segala arah.
"Slaaash." Arthur memotong tubuh goblin menjadi dua. "Tiiing!!" "Slaaash." "Aahhh." Arthur berteriak saat salah satu goblin menebas punggungnya.
"Mati kau goblin berengsek." Arthur mengutuk kemudian memotong kepala goblin yang menyerangnya. "Slaaash." "Buuugh." Kepala goblin terpotong dan menggelinding ke tanah.
~ Beri Like jika kalian menyukai cerita ini ~
nilai plus-nya dia bisa di bilang sat set dalam hal lain
😀😀😀
bukannya MC yang membuat kesalahan 🗿 malah orang lain yg minta maaf
gw penasaran sama sifat Thor ni novel apa sama dengan sifat si MC