NovelToon NovelToon
Misi Harian

Misi Harian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: BlackRoby

[Apakah anda ingin sembuh dan mengangkat semua rasa sakit di tubuh anda?]

"Apa kau mampu melakukannya?"

[Sistem bisa melakukannya. tapi anda harus menerima persyaratan dari Sistem.]

"Apa persyaratan yang harus ku penuhi?"

[Jadilah seorang Host!]

Demi mengangkat rasa sakit yang di alami Damar pasca kecelakaan, pria yang saat itu masih berusia 11 tahun membuat sebuah pilihan yang sangat serius. yaitu mempercayai Sistem yang muncul bagaikan halusinasi.

Dengan Sistem di dalam tubuh Damar, bagaimana dia akan tumbuh Dewasa?

Tertarik? Gas langsung baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackRoby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengingat

[Mendapatkan informasi dari seorang penduduk Toramin, konten telah di tambahkan ke dalam Map.]

Karena sebelumnya Damar bertanya tentang sebuah toko, muncul tulisan toko pada sebuah bangunan yang tergambar dalam Map, dan toko yang di maksud letaknya sangat sesuai dengan yang di katakan Bibi Sumidah.

“Setiap kali aku mendapatkan pengalaman, maka secara otomatis Sistem akan merekam semua itu. Ini memang membantuku untuk mencari dengan lebih mudah, tapi apakah aku harus benar-benar ke sana?”

‘Kling!’ lonceng berbunyi ketika Damar mendorong pintu, dari dalam seseorang menyambutnya.

“Selamat datang!”

Damar benar-benar memasuki toko yang di katakan Bibi Sumidah. Bangunannya menggunakan Kayu yang sudah tua, sama seperti rumah-rumah Toramin pada umumnya, bahkan sama dengan rumah yang Damar tinggali sekarang.

“Yang membedakan toko dengan rumah biasa mungkin bagian depannya,” pikir Damar sambil melihat-lihat bagian yang dia maksud.

Biasanya ketika baru masuk ke dalam rumah maka yang akan di lihat adalah ruang tamu, tapi saat ini Damar melihat barang dagangan yang di tata rapi pada rak, anak muda itu juga melihat sebuah Counter Desk tempat penjual melayani pelanggannya.

“Anak muda, apa yang kamu cari?”

Damar menyeringai kaku karena kebingungan.

“Aku tidak punya uang, bagaimana aku akan mencari sesuatu di tempat ini. Tujuanku kemari hanya untuk mengobrol agar bisa memenuhi tugas dari Sistem. Tapi tidak enak juga kalau tidak membeli, apa yang harus ku lakukan?”

“Benar, ada cara itu!”

Tips tidak perlu membeli untuk menghindari tak enak hati dari Damar, cukup tanyakan saja apa yang tidak di lihat di dalam toko.

“Em..., Paman, apa di sini ada permen?” tanya Damar.

“Ah..., sayang sekali aku tidak menjual sesuatu seperti itu. Seperti yang anak muda lihat, di sini hanya ada sembako, bumbu dapur dan minyak saja.”

“Emm.., apa boleh buat kalau begitu,” sahut Damar menunjukkan wajah yang agak kecewa, padahal dalam hatinya...,

“Yes! Trik kecil ini berhasil.”

“Kalau begitu saya permisi, Paman.”

Damar segera berbalik untuk pergi, dan Paman penjaga toko memanggilnya.

“Eh..., tunggu tunggu!”

“Duhh, kayaknya aku gak bisa pergi sebelum membeli sesuatu dari tempat ini,” pikir Damar.

Anak muda itu berbalik ke arah si penjaga toko sambil tertunduk.

“Apa kamu orang yang pindah dari kota?”

“Be-benar Paman.”

“Namamu siapa?”

“Damar.”

“Nak Damar, ya. Kemari!”

Karena bingung Damar hanya bisa celingak-celinguk kiri kanan, kemudian anak muda itu melangkah dengan ragu ke arah Counter Desk milik penjaga toko.

Penjaga toko mengambil sebuah kue kukus yang masih hangat terletak di sampingnya, kemudian meminta Damar untuk menengadahkan tangan.

“Mana tanganmu?”

Dengan agar berat hati Damar melakukannya, lalu sebuah kue kukus mendarat di tangan Damar.

“Kan, dia pasti akan membuat aku mengeluarkan uang juga. Haa..., sial sial,” ucap Damar dalam hatinya.

“Apa satu tidak cukup?”

“Ah! Tidak Paman, sebenarnya saya sama sekali tidak berniat membeli ini.”

“Nak Damar, aku juga tidak berniat menjualnya, kue kukus ini aku berikan padamu cuma-cuma.”

“Apa kau tidak menyukainya?” tutur sang penjaga toko.

“Bukan Paman, saya suka kue kukus ini. Kalau begitu terimakasih.”

Merasakan kelembutan dan kehangatan dari kue kukus yang dia pegang, Damar berkecil hati karena telah berburuk sangka pada si Penjaga toko. Damar berpikir kalau orang tua di hadapannya itu adalah seorang pria licik, tapi kenyataannya dia hanya pria yang ramah.

“Namaku Toto, kalau Nak Damar berjumpa denganku di jalan, jangan ragu untuk menyapa.”

“Saya akan ingat itu. Emm... Paman Toto, bolehkah saya bertanya?”

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Di Toramin, apakah ada tempat di mana orang-orang sering berkumpul?” tanya Damar.

Anak muda itu berpikir untuk menyelesaikan persyaratan nomor dua dalam sekali jalan. Toto mencubit dagunya sendiri sembari berpikir, kemudian dia pun menjawab.

“Orang-orang Toramin jarang sekali berkumpul, karena di sini memang daerah yang sepi. Tapi kalau Nak Damar ingin mencari tempat yang terdapat banyak orang, ku rasa Nak Damar perlu pergi ke Lapangan.”

“Paman Toto, bisakah anda memberitahu di mana letak tempat itu?”

“Emm... Ini akan menjadi penjelasan yang cukup panjang, Nak Damar harus menyimaknya dengan baik.”

Damar mengangguk menatap Toto begitu serius. Tapi dalam hati anak muda ini tentu menyepelekan apa yang akan di katakan oleh Toto, karena Damar berpikir...

“Sesulit apapun Paman Toto memberitahu letak Lapangan itu, Sistem akan mengingatnya dengan baik.”

Toto pun memulai penjelasannya.

“Setelah keluar dari tokoku, berjalanlah ke kanan, kau lurus saja nanti akan bertemu dengan jalan bercabang tiga, pilih tengah. Setelah kau berjalan cukup jauh kau akan bertemu jalan yang memiliki dua cabang, pilih kiri.”

“Ada jembatan kayu kecil di jalan bercabang ke dua yang kau lewati, ingat itu. Jika kau menemuinya maka kau sudah benar-benar mengikuti arahanku. Karena ini sebuah pedesaan, wajar sekali kalau banyak jalan bercabang.”

“Di jalan bercabang berikutnya, kau cukup ikuti jalan yang ada pohon kelapanya. Jika kau tetap mengikuti jalan itu, seharusnya kau sudah tiba di lapangan. Kau mengingatnya?”

Damar menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

“Tentu saja aku tidak ingat, apa Paman Toto tidak ada niat membingungkan orang?” kata Damar dalam hati.

“Terimakasih Paman, kalau begitu saya permisi.”

Damar keluar dari Toko Toto, sang penjaga toko hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Pantas saja orang kota, dia cukup pintar di usianya yang masih muda,” kata Toto.

[Kandidat telah berhasil berinteraksi dengan penduduk ke dua. Jangan terlalu percaya diri, perjalanan anda masih panjang.]

[Berinteraksi dengan Penduduk Toramin : (2/10)]

“Sip! Aku membuat kemajuan pada Questnya.”

“Sekarang aku harus pergi ke lapangan, Sistem harusnya merekam apa yang di katakan oleh Paman Toto, tapi kenapa tidak ada pemberitahuan apapun di layar?” ucap Damar sambil mengusap layar Sistem memeriksa apakah ada yang terlewat.

“Sistem, bisakah kau menunjukkan arah Lapangan yang di bicarakan oleh Paman Toto?”

[Apakah Kandidat mengingatnya?]

“Tidak.”

[Lalu tanyakan kembali.]

“Apa?! Kau bahkan tidak bisa bersikap sedikit memanjakanku!”

“Dasar Sistem sialan!”

1
Elok Fauziah
Udah nggak lanjut lagi kah ini cerita?
Elok Fauziah
Sudah ku duga kalau ibu Damar pasti hamil /Blush//Slight/
Elok Fauziah
Keren juga, secara nggak langsung sistem mengajari Damar untuk bisa berinteraksi dan berani bertindak sesuatu yang positif
Elok Fauziah
Yang sabar /Chuckle//Chuckle/
Hehe😁
min, kapan up lagi?
Zafrullah Effendy
makin mantap thor.....
BlackRoby: Thanks buat Supportnya Bang Zaf
total 1 replies
OFI 00
mantap
Aisyah Suyuti
menarik
Rodhy Alfany Putra
up nya Thor,,
OKIA.R
gassssss thorrrr
BlackRoby: Gas!!!!🥶
total 1 replies
زيتون مامة
tq thor, smgt updatenya
BlackRoby: 2 lagi hari ini, Thanks buat semangatnya😁
total 1 replies
زيتون مامة
author bila nak update lagi?
BlackRoby: Sekarang. kebetulan langsung dua Bab, sabar ya masih di review😅
total 1 replies
ifaya
akhirnya author muncul jua
ifaya
segelas kopi penyemangat untuk author
BlackRoby: Thanks Kak Ifaya, maaf masih belum bisa up karena kondisi tubuh kurang sehat
total 1 replies
ifaya
tak bawain hadiah buatmu thor
ifaya
thank you very much author
yuce
karena mcnya maaih bocil ditest dulu paa umur 18 thun baru deh sistem menyatu dengannya. bocil pemalaa dan durhaka jqdi beeubah jadi anak hebat.
yuce
kali mc sostemnya anak kecil bukan pria dewasa mantap nih biar gak jadi anak pemalas.
yuce
sakitnta pasti gak ketulungan cuy.
yuce
sianak durhaka sadar juga walau lwat sistem.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!