Sebuah keluarga yang begitu kejam, mengadopsi seorang anak perempuan untuk mengantikan putri tunggal mereka yang di ramal oleh peramal jahat akan mati pada umur nya yang ke delapan belas tahun.
Untuk menghindari kutukan tersebut mereka pun mengadopsi seorang anak perempuan yang lahir di tahun yang sama bulan yang sama dan tanggal yang sama agar putri mereka bisa menghindari kutukan tersebut sesuai ucapan sang peramal.
"Ayah aku mohon, jangan kirim kan aku ke tempat itu,aku takut,aku mohon ayah."Ucap Selina sambil menangis memegang erat kaki sang ayah.
"Menyingkir lah dari kaki ayah ku!"Ucap wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah mendorong Selina untuk menjauh dari kaki peria yang mereka pangil ayah itu.
Buat yang penasaran sama ceritanya Ayuk ikuti terus setiap episode dari kisah "Kesayangan Tuan Muda Kejam."
Terima kasih banyak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode #07
"Ayo semuanya keluar dari sini,Milan ganti pakaian mu dan temui kami di ruang tengah."Ucap papa Hartono merasa ada yang tidak beres.
Milan pun mengangguk kan kepala nya mengerti akan apa yang di ucapkan oleh sang papa.
Setengah jam berlalu kini mereka semua berkumpul di ruangan tengah rumah mereka.
Bukan hanya mereka bertiga tetapi seluruh pembantu dan juga penjaga di rumah itu di kumpul kan untuk di tanya.
"Mengapa ini bisa terjadi?Apa ada penyusup yang masuk secara diam-diam dan mencoba meneror keluarga Hartono?"Ucap papa Hartono menatap satu persatu pelayan dan penjaga di rumah nya.
"Kami tidak tau tuan, seharian ini kami terus berada di dalam rumah dan tidak ada tanda-tanda orang asing atau penyusup yang masuk."Jawab salah satu pelayan.
"Benar tuan, selama berjaga-jaga kami juga tidak melihat bada orang masuk ke aula rumah ini."Jawab penjaga rumah keluarga Hartono.
"Masa iya tidak ada?"Ucap papa Hartono tidak percaya.
"Benar tuan semuanya teratur seperti biasa dan tidak ada hal aneh yang terjadi."Jawab pelayan lain nya.
"Yasudah bubar saja."Jawab papa Hartono yang merasa percuma menanyakan hal itu kepada pelayan dan penjaga itu.
"Baik tuan."Ucap mereka yang kemudian bubar dari ruang tengah tersebut.
"Apa mungkin Selina?"Ucap mama Helen angkat bicara.
"Ma apa-apaan sih, tidak usah bahas dia lagi, dia mungkin sudah mati di tempat itu."Jawab Milan dengan wajah yang masih pucat.
"Justru karena dia sudah mati dia baru bisa datang ke sini, benar itu pasti Selina mama yakin itu Selina dia sudah menjadi hantu."Ucap mama Helen mulai panik.
"Terus kenapa kalau dia balik? Saat hidup juga dia tidak berguna, udah mati juga berani menghantui keluarga Hartono."Ucap papa Hartono kesal dengan omongan istri nya.
"Tapi mas."Ucap mama Helen terhenti.
"Sudah lah, buat apa kita takut dengan hantu."Ucap papa Hartono sombong.
"Pa, kalau setiap hari terjadi hal seperti ini bagaimana? Apa sebaiknya kita panggil para normal saja untuk mengembalikan aruah Selina ke neraka?"Ucap Milan.
"Milan, sudah lah, dia sudah jadi aruah saja mengapa kau masih mau menganggu aruah nya, apakah itu tidak terlalu kejam?"Ucap mama Helen kepada Milan.
"Kau selalu bersikap baik dan kalem, untuk saja Milan tidak bersifat sama seperti mu, membuat aku semakin naik darah saja."Ucap papa Hartono marah.
Sementara itu Milan tersenyum puas karena papa nya selalu membela nya.
"Milan, tenang saja, nanti biar papa yang akan menghubungi para normal nya."Ucap papa Hartono yang kemudian berjalan pergi meninggalkan ruang tengah tersebut.
"Makasih pa."Jawab Milan sambil tersenyum.
"Mau bikin aku takut? Jangan mimpi, Selin-selin, mau hidup atau mati kau tetap jauh di bawah ku."Batin Milan mengebu-gebu.
Sementara itu di sisi lain Selina sedang asik makan sate panggang di sebuah restoran.
"Senang sekali rasanya aku kembali bisa makan sate panggang pedas di restoran ini, setelah sekian lama aku di buang di tempat menjijikkan itu."Batin Selina sambil terus melahap sate yang ia pegang.
Kini Selina sudah tidak memiliki identitas atau KTP, karena setelah dia di buang ke tempat terpencil tersebut semua identitas nya telah di hapus oleh keluarga Hartono.
"Setelah ini aku harus memikirkan bagaimana cara nya bertahan hidup Tampa kartu tanda penduduk, jika ada orang yang tau aku akan kembali di buang ke sana, aku juga tidak bisa lama-lama berlindung kepada Melvin karena jika dia tau aku pura-pura gila dia pasti akan menembak ku."Batin Selina mulai terpikir tentang kartu tanda penduduk nya di kota tersebut.
Selina pun mulai memutar otak untuk mencari ide.
Dan pada akhirnya ia teringat akan membuat identitas palsu untuk sementara.
"Benar,aku akan membuat identitas palsu untuk sementara."Batin Selina merasa lega.
Ia pun kembali melanjutkan makan nya dengan lahap.
"Hey lihat lah bukan kah itu Milan dari keluarga Hartono? Dia ada di tv."Ucap salah satu pelanggan di restoran tersebut menujuk tv yang berada di dinding restoran.
Sontak Selina pun menoleh dan mengamati tv tersebut dari jarak jauh.
Terlihat beberapa wartawan yang sedang mengintrogasi Milan di tv itu.
"Milan kau cukup baik, terima kasih telah membantu untuk acara amal anak-anak yatim."Ucap beberapa wartawan yang mengerumuni Milan.
"Jangan terlalu memuji ku, aku hanya melakukan sedikit kebaikan, dan sebenarnya bukan hanya aku yang menyumbang, perusahaan Leo juga begitu."Ucap Milan berpura-pura kalem dan tak mau di puji oleh wartawan.
"Nona Milan benar-benar rendah hati ya, oh iya dengar-dengar nona Milan juga kuliah di universitas tinggi dan mengambil jurusan designer ya dan sudah bersiap untuk mengeluarkan merek baju sendiri?"Ucap wartawan itu kembali bertanya.
"Hmm, iya itu benar sekali tapi aku harus tetap rendah hati dan pelan-pelan melangkah maju karena tidak ingin terlalu terburu-buru dalam urusan dan untuk Sekarang aku harus fokus belajar dan membantu orang sekitar terlebih dahulu."Ucap Milan menampilkan sisi baik nya di depan kamera.
"Benar-benar seperti ratu kebaikan, dan ada satu pertanyaan lagi nona Milan apakah benar jika di kampus mu banyak sekali laki-laki yang mengejar-ngejar mu? Dan belakangan ini publik melihat nona Milan begitu dekat dengan tuan Leo apa kalian berpacaran?"Tanya wartawan itu sekali lagi.
Milan terlihat bahagia di kelilingi banyak wartawan dan menampilkan kebaikan palsu nya di media sosial.
"Ah tidak-tidak, aku dan Leo hanya berteman saja, aku harap kalian tidak salah menulis berita atau pengacara ku yang akan menjelaskan nya."Jawab Milan sambil tersenyum.
Milan tidak mau orang tau tentang hubungan dengan Leo karena jika orang tau ia akan sulit untuk mendapatkan Melvin.
"Wah nona Milan sangat imut ketika tersenyum."Sorak para wartawan yang bodoh itu.
Sementara itu Selina yang menonton hanya bisa merasa mual dan hampir memuntahkan makanan dari dalam mulutnya.
"Seperti nya sudah dua tahun berlalu Milan dan Hartono sudah semakin jago bersandiwara."Batin selin sambil tersenyum miring.
Selina pun kembali melanjutkan makan nya, tanpa ia sadari ada dua orang laki-laki yang mengamati nya dari bangku sebelah.
"Hey lihat lah wanita itu, dia sangat cantik."Ucap laki-laki satu nya.
"Benar, tapi jago makan ya."Ucap laki-laki satunya sambil terkekeh.
"Tapi dia sangat menarik bukan?"Ucap laki-laki tersebut berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri meja Selina.
Bersambung ....
selamat sell dede debay ny pasti tampan ke ayhnya 🤗😍
makasih Thor ceritanya bagus 👍👌🙏