Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 7
PEMATANG SAWAH , DEKAT PENGUNGSIAN
Saat tak mendapati Bagas di tenda darurat , Adhi langsung menuju tempat kemarin .
"Sudah lama kau disini , apa nyamuk-nyamuk ini tak lapar ?" tanya Adhi karena Bagas bersandar di pohon tersebut hanya dengan kaos lengan pendek .
"Mungkin darah ku haram bagi mereka !" sahut Bagas yang sebenarnya dikerubuti nyamuk namun tak ia hiraukan .
"Memang kamu orang yang jujur Gas ! , tadi siang ku kira kamu hanya mengalihkan perhatian ."
"Aku bukan tipe seperti itu , sebenarnya kata-katamu tadi siang memang benar ,Dhi !"
"Bagaimana bisa setia kalau dengan cewek sendiri gak percayaan ," Adhi malah menyudutkannya . Bagas bangun "Bukan tak percaya tapi aku takut perasaan ini sudah kadaluarsa ."
"Ya aku paham itu , seorang kekasih yang sudah lama tak bertemu dan saling mengirim kabar pastilah memiliki ketakutan seperti itu ." Adhi bisa memahami masalah rekannya .
"Saranku tetap sama , telpon Siwi !."
"Itu satu-satunya cara agar sebagian rindu itu berkurang dan kamu bisa memastikan apakah perasaan yang kau janjikan tetap sama !"
Memang apa yang dikatakan Adhi sangat masuk akal , tetapi Bagas masih belum mau melakukannya . "Aku juga berfikir seperti itu , tapi bukan sekarang !" ujar Bagas menolak .
"Tunggu apa lagi ?, menunggu Siwi benar-benar melupakan mu , jangan bodoh !"
"Ini ponsel mu , cepat hubungi dia dan pastikan dia masih menjaganya !" Adhi menyerahkan ponsel Bagas yang sengaja ia bawa .
Kembali Bagas menolaknya dan memasukkan ponselnya ke dalam saku .
Tutt..Tutut..Tut....
Ponselnya berdering nada panggilan dari Rian semakin keras .
Note : kasih like dulu ya sebelum lanjutin bacanya...
"Angkatlah !, mungkin itu dari Siwi ," dengan malas Bagas melihat siapa yang menelponnya . "Bukan , ini temanku ." Balas Bagas lalu mengangkatnya ,
"Hallo , Gas !" sapa Rian sesat setelah tersambung .
"Iya halo , tumben nelpon malam-malam !" sahut Bagas , "Aku tau sepanjang hari kamu sibuk jadi jam segini aku baru nelpon ." Bohong Rian ,
Rian mengaktifkan loud speaker agar Siwi juga mendengarnya , "Oh iya , aku agak penasaran nih sama hubungan mu dengan Siwi !" ujar Rian kembali dengan bisikan dari Siwi .
"Penasaran tentang apa ?, kamu pastilah sudah tau semuanya !" sejak awal pacaran Rian memang jadi tempat Bagas cerita jadi tak ada rahasia lagi .
"Apa kamu masih suka dengan dia ?, kemarin aku dengar sudah lebih setahun kamu nggak mengubunginya ?" tanya Rian lagi dengan panduan Siwi .
Rian hanyalah alat untuk menyuarakan pertanyaan Siwi , semua yang ia katakan di telpon dipandu oleh Siwi .
"Ya masih !, aku ragu jika hendak menghubunginya lagi ." Bagas tak menyembunyikan satu katapun . "Kenapa masih ragu , aku yakin dia sangat menunggu kau menghubunginya."
Samar-samar selain suara Rian , Bagas juga mendengar suara bisikan wanita . "Kamu lagi dimana sih , aku dengar ada wanita yang berbisik padamu ?" ganti Bagas bertanya .
"Aku lagi jalan sama pacarku , itu suara pacarku !" Rian terdengar bingung dan gugup menjawabnya . Bagas percaya meski suara itu tak asing di telinganya ,
"Ya sudah kalau cuma mau tanya tentang itu , aku masih ada tugas !" pungkas Bagas mengakhiri panggilan tersebut . "Makasih bantuannya.." suara samar dari wanita yang sama .
Note : bagi yang belum atau lupa ninggalin like , silahkan di klik jempol dulu..., biar makin mantap kasih komen , rate 5 , dan vote yah..
author akan usahakan up tiap hari , jadi tolong tetap kasih dukungannya agar tujuan kita tercapai , thx 😄...
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih