Kanaya Cempaka, seorang gadis yang sering menjadi target buli dan selalu dihina parasnya yang tidak cantik, culun, hitam, penuh jerawat dan jangan lupa kacamata tebal yang dipakainya menambah kesan kejelekan Kanaya yang hakiki.
Jonathan Dharsono, pria tampan yang sangat membenci Kanaya. Hampir setiap hari Jonathan menghina dan membuli Kanaya dengan kejamnya.
Akibat hinaan dan bullyan yang diterima Kanaya, membuat Kanaya bertekad untuk merubah takdirnya dengan cara merubah penampilannya.
Bagaimanakah reaksi Jonathan saat bertemu kembali dengan Kanaya yang sudah berubah menjadi sangat cantik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah Cantik
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Waktu pun berjalan dengan begitu sangat cepat, hari demi hari Kanaya berusaha merawat tubuhnya dengan dibantu oleh Bibinya. Setiap minggu, Bibinya rutin membawa Kanaya ke Dokter kecantikan dan Dokter mata juga tidak lupa di rumah pun Kanaya rajin merawat diri dengan luluran dan berbagai cara yang diberikan oleh Dokter kecantikannya.
Kanaya berdiri di depan cermin besar yang ada di kamarnya, senyumannya mengembang akhirnya setelah sekian lama Kanaya berusaha merubah penampilannya, saat ini hasilnya sangat memuaskan.
Kanaya tampil dengan sangat cantik, wajahnya berubah menjadi putih dan mulus tidak ada jerawat sama sekali karena Bibinya memberikan perawatan yang sangat luar biasa sehingga bekas jerawatnya pun sudah tidak terlihat lagi.
Rambutnya yang awalnya panjang melebihi pinggang sudah dia potong sampai sebatas punggung, pakaiannya pun sudah dia rubah yang awalnya dia memakai rok hitam sebatas betis dan kemeja putih lengan panjang yang dia kancingkan sampai leher sekarang sudah tidak lagi. Kanaya memakai rok sebatas lutut, dengan kemeja putih lengan pendek yang ketat membuat lekuk tubuh Kanaya yang memang sudah bagus dari sananya tercetak jelas.
Dan yang terpenting, kacamata tebal yang selama ini dia pakai sudah tidak ada lagi Kanaya berubah menjadi wanita cantik yang sangat mempesona.
"Sempurna, kita lihat bagaimana reaksi orang-orang melihat penampilanku yang sekarang," gumam Kanaya.
Kanaya segera mengambil tas dan sepatu heelsnya kemudian segera turun ke bawah untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi semuanya!" sapa Kanaya.
Sisi yang sedang memegang sendok pun langsung menganga melihat penampilan Kanaya, bahkan saat ini sendoknya pun sampai terjatuh. Sementara itu Wati dan Sopandi hanya tersenyum senang melihat penampilan Kanaya yang berubah menjadi sangat cantik itu.
"Wow, perfect kamu cantik sekali Aya."
"Terima kasih Mang, ini semua berkat Bibi kalau tidak ada Bibi Aya tidak mungkin bisa menjadi seperti ini. Terima kasih Bi, Aya berhutang banyak kepada Bibi."
"Sama-sama, kamu jangan bicara seperti itu kamu itu keponakan Bibi satu-satunya jadi kalau kamu butuh apa pun jangan sungkan-sungkan bilang sama Bibi ataupun Mamang kamu," seru Wati.
"Baik Bi."
"Gila, kenapa si buruk rupa bisa berubah menjadi secantik itu? kalau begini, kecantikanku juga kalah sama dia," batin Sisi.
Seperti biasa, Kanaya berangkat ke Pabrik menggunakan bus banyak pasang mata yang melihat kagum ke arah Kanaya dan itu membuat Kanaya semakin percaya diri.
Sesampainya di Pabrik, semua karyawan melongo dan semua mata tertuju kepada Kanaya.
"Puri, bukannya itu si Kanaya kok dia bisa berubah cantik seperti itu?" seru Susi.
"Gila, kok dia bisa bening banget ya," sahut Puri.
Kanaya hanya menyunggingkan senyuman sinisnya, Dia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang tiba-tiba memujanya karena yang Kanaya ingat tatapan yang saat ini memujanya, dulu begitu membencinya dan dengan kejamnya menghina dan mengejek Kanaya.
Kanaya menuju tempat kerjanya, tiba-tiba sekelompok orang menghampiri Kanaya dan langsung berubah menjadi baik dengan memuji kecantikan Kanaya tapi sayang hati Kanaya sudah beku, dia tidak akan terpengaruh dengan penjilat-penjilat yang berada di sekelilingnya.
"Ya ampun Kanaya, kamu Kanaya kan? cantik banget," seru Alin.
"Iya Bu."
"Luar biasa, pasti kamu sudah mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan perawatan sampai seperti ini."
Kanaya hanya tersenyum tanpa berniat menjawab ucapan Alin yang merupakan supervisornya itu.
Alin pun pergi meninggalkan Kanaya, sekarang giliran Puri dan Susi yang menghampiri Kanaya.
"Aku curiga, pasti kamu selingkuhannya Pak Sopandi ya dan kamu meminta uang banyak untuk merubah penampilanmu supaya menjadi cantik seperti ini," sindir Puri.
"Astaga, demi tampil cantik kamu rela menjadi selingkuhan Pak Sopandi sungguh mengerikan," sambung Susi.
Kanaya hanya diam saja, dia tidak berniat membalas ucapan kedua orang itu tapi kalau mereka berani main fisik lagi, baru Kanaya tidak akan tinggal diam. Tapi kedua orang itu tidak berani bicara lagi, hingga waktu istirahat pun tiba.
Seperti biasa, Kanaya mengantri makanan tapi kali ini ada yang aneh semua karyawan pria berlomba-lomba menawari Kanaya untuk mengambilkan makanan tapi Kanaya menolaknya bahkan saat Kanaya sedang mencari kursi kosong pun banyak orang yang menawarinya untuk duduk bersama.
Kanaya hanya tersenyum sinis tanpa menghiraukan semuanya. Disaat Kanaya baru saja memasukan makanannya ke dalam mulut, tiba-tiba seorang pria menghampiri Kanaya dan memberikan setangkai bunga kepada Kanaya.
"Kanaya, ini bunga untukmu," seru pria yang bernama Kemal itu.
Kanaya mendongakan kepalanya dan menatap wajah manis pria itu. Kemal tersenyum kepada Kanaya berharap Kanaya akan menerimanya, Kanaya pun berdiri dan langsung mengambil bunga itu. Kemal sangat bahagia, begitu pun dengan semua karyawan yang terdengar bersorak-sorai.
Kanaya kembali tersenyum sinis dan dengan cepat menjatuhkan bunga itu kemudian Kanaya menginjaknya membuat Kemal dan semua orang terkejut.
"Kalian itu tidak lebih dari seorang penjilat, disaat wajah aku jelek kalian menghina dan mengejekku dengan seenaknya tanpa perasaan dan belas kasihan, tapi sekarang setelah aku berubah menjadi cantik kalian berlomba-lomba mendekatiku kelakuan kalian sungguh sangat menjijikan," seru Kanaya.
Kanaya segera pergi meninggalkan kantin, Kanaya muak melihat orang-orang yang sok perhatian kepadanya.
Tiba-tiba langkah Kanaya terhenti karena Puri menahan lengan Kanaya.
"Sombong sekali kamu, mentang-mentang sudah cantik."
Kanaya menghempaskan tangannya. "Memangnya kenapa kalau aku sombong, masalah buatmu?" sinis Kanaya.
"Kamu, sudah berani sekarang sama aku!" bentak Puri.
"Memangnya kamu siapa? aku dan kamu sama-sama hanya seorang karyawan jadi ga ada alasan buat aku takut sama kamu."
"Kurang ajar."
Puri melayangkan tangannya hendak menampar Kanaya tapi dengan cepat Kanaya menahan tangan Puri dan mencengkramnya dengan kuat.
"Dulu boleh saja aku diam dengan semua perlakuanmu tapi sekarang jangan harap aku bakalan diam, Kanaya yang buruk rupa sudah mati dan sekarang yang ada hanyalah Kanaya cantik yang akan siap melawan siapapun yang berani menghina dan mengejekku," sahut Kanaya.
Kanaya menghempaskan tangan Puri dan setelah itu Kanaya segera pergi meninggalkan Puri dan Susi yang terlihat melongo dengan sikap Kanaya yang berubah menjadi bringas.
"Kurang ajar, berani sekali dia melawanku awas saja aku akan membalasnya," gumam Puri.
Saat ini Kanaya memang berubah menjadi Kanaya yang pemberani, sebenarnya hati Kanaya tidak mau melakukan semua ini tapi rasa benci dan dendam yang semakin menggunung mengharuskan Kanaya menjadi pribadi yang bertolak belakang dengan kepribadiannya.
Penghinaan yang terus-menerus lambat laun mengikis sifat asli Kanaya, keadaan sudah membuat Kanaya terpaksa menjadi orang kejam dan itu akan terus Kanaya pertahankan supaya tidak ada lagi orang yang berani meremehkannya.
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
andaikan ibunya Kanaya tau ramuan herbal misal daun beluntas untuk ngilangin bau bdan setidaknya gak parah - parah amat , biasanya di desa ada tanaman itu