NovelToon NovelToon
Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Status: tamat
Genre:Cerai / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: orang jelek

SUDAH SELESAI DI REVISI!!


Dan ada perubahan alur nya. Jika tidak keberatan mohon baca ulang, tidak juga tidak apa apa si hee



Namaku Maya, Aku adalah seorang pembantu dari keluarga Rian mahesa wiratmaja. Aku terpkasa menikah dengan seseorang yang tidak menginginkan ku, setiap hari aku menjalani kehidupan dengan kesedihan serta air mata.

Ya di rumah mewah nan megah ini lah aku meratapi nasib ku. nasib yang membuat ku harus bertahan hidup demi mempertahkan nasib bayi yang aku kandung. Mas Rian dia suamiku yang sama sekali tak pernah menganggap ku ada, Aku hanya bisa berdo'a setiap hari kepada Allah. agar Allah memberikan hidayah kepada mas Rian, agar dia bisa menerimaku sebagay istrinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orang jelek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

Sesampainya mereka di Rumah Sakit. Rian dan Maya turun dari mobil dan menuju masuk, sebelum nya mereka melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum menemui Dokter Kandungan. Tak lama mereka menuju ruangan USG dan mereka melakukan hal tersebut saat USG bayi yang ada dalam kandungan Maya menampilkan hidung mancung.

Maya dan Rian fokus melihat anak nya yg sedang di USG , Maya terharu melihat perkembangan bayinya hingga menetes kan air mata begitupun dengan Rian ia terlihat antusias sekali saat melihat pergerakan sang bayi tanpa dia sadari.

"Bayi nya sangat aktif Buk." ucap sang Dokter,

lalu melanjutkan lagi pekerjanya menyusuri perut Maya.

"O. ya. Dok, kira -kira tanggal berapa Saya akan melahirkan?" tanya Maya. Rian tak menghiraukan ia masih fokus dengan bayinya hingga menampilkan sepercik senyum di sudut bibirnya.

"Dari hasil pemeriksaan. Anda akan melahirkan sekitar 2minggu lagi. Buk, maka dari itu Ibu harus segera memepersiapkan semua persalinan Ibu ya." ucap dokter dan tersenyum ramah.

USG pun telah selesai. Maya dan Rian menuggu hasil tersebut,

tak butuh waktu lama hasilnya pun sudah jadi. Maya menerima isi amplop yang berwarna coklat besar lalu membawa nya.

Rian berjalan terlebih dahulu meninggalkan Maya. Maya melihat kesal kepada suaminya,

"Cih..! apa - apaan dianinggalin Ibu hamil,"

gumam nya, " Dasar aneh! Tadi baik sekarang begitu lagi, kita harus sabar nak menghadapi sikap Ayah mu, bantu Ibu untuk tetap kuat ya." ucap Maya sambil memegangi perutnya yg sudah membusung..

Semenjak Hamil untung Maya tidak mengidam yang aneh - aneh. Tida seperti para Ibu- ibu umunya. Ia terus berjalan di belakang Rian yang begitu cepat melangkah hingga Maya tak bisa mengimabngi gerak jalan nya.

Di lobi Maya dan Rian menunggu supir. Keheningan pun tercipta sampai supir telah sampai menghampiri majikan nya, sementara Rian ia membuka pintu kemudi sendiri dan Maya di bukakan oleh supir.

"Tidak usah repot -repot Pak." ucap Maya,

Supir hanya menganggukkan kepalanya.Ia kembali ke bangku pengemudi dan mobil mulai meninggalkan Rumah Sakit.

Saat dalam perjalanan Maya membuka amplop coklat besar itu senyumnya mulai mengembang saat sudah membuka amplop tersebut,

"Catiik sekali kamu Nak. " ucap Maya dengan sumringah, Rian lagi lagi menghiraukan Maya sama sekali tak melihat ke arah Maya atau menampilkan reaksi. Ia hanya menatap lurus dengan fikiranya yang entah ada di mana

sehingga Maya mengagetkan nya yg asik melalun.

"Mas.. ko melalun? " tanya Maya

Rian hanya menoleh ke arah Maya dan kembali menatap lurus kedepan.

"Astagfirullah.." batin Maya,

Dalam perjalanan mereka hanya diam tanpa kata. Hingga akhirnya mobil sampai di rumah mereka turun. Lagi lagi Rian meninggalkan Maya yang baru turun dari mobil. Maya hanya melihat punggung lelaki itu lekat sampai lelaki itu hilang dari pandangan Maya. Setelah Rian tak terlihat barulah Maya berjalan masuk dan di sambut Bibik.

"Nyonya, sudah pulang." sapa Bibik tersenyum.

"Nyonya? " jawab Maya mengulang perkataan Bibik . "Aduh Bik, jangan aneh -aneh deh manggilnya," ucap Maya protes.

"lho, kenapa memangnya? " tanya Bibik bingung. "Kan sudah sewajarnya saya memanggil begitu Nyonya," jawab Bibik,

"Panggil Maya ajah Bik,lagian Maya tidak nyaman harus di panggil seperti itu." pinta Maya.

"Sangat tidak pantas Nyonya. " elak bibik "

Oh iya. Nyonya bagai mana hasil USG nya dan apa jenis kelamin jabang bayinya? " tanya Bibik antusias mereka pun berjalan ke ruang tamu.

"Alhamdulillah Bik, hasilnya memuaskan sekali.." jawab Maya dengan raut wajah bahagia, "Jenis kelaminya Perempuan kata Dokternya, Maya senang sekali Bik" lanjut Maya sembari mengenggam tangan Bibik girang, begitu terpencar kebahagian di wajah majikannya. Sehingga Bibik menampilkan wajah sedih ketika melihat wajah penuh bahagia itu. Maya menyadari perubahan dari wajah Bik Sari.

"Bibik...kenapa? " tanya Maya.

"Bibik bahagia melihat Nyonya bahagia, " jawab nya. "Tapi Bibik juga sedih melihat Nyonya sedih apa lagi kala Tuan memperlakukan Nyonya tidak baik." wajah Bibik di tekuk terlihat jelas raut wajah nya yang sudah berkerut..

"Aduh.. Bibik. jangan sedih Maya tidak apa- apa ko." jawab Maya seraya menghibur

Bibik dan tersenyum, "Udah ya Bik, jangan sedih lagi, Maya 2 minggu lagi akan lahiran Bik" ucap Maya antusias

"Alhamdulillah, semoga Nonya dan bayi Nyonya selamat dua -duanya kala lahiran nanti aamiin" ucap Bibik, Maya pun ikut menengadahkan tangan nya ke atas dan bilang Amin. keduanya tersenyum saat mereka mengucap secara bersamaan.

Tanpa mereka sadari ternyata Rian mendengar obrolan mereka di balik dinding.

Setelah Rian mendengar obrolan mereka Rian buru- buru pergi menuju kamar nya.

Saat sudah di kamar Rian membaringkan tubuhnya di kasur yang begitu empuk dan besar. Iabmenatap langit- langit kamarnya entah apa yang tengah ia fikirkan..

"Maaf Maya aku harus melakukan itu padamu!

Aku memang tidak mencintai mu dan belum bisa menerima mu sebagai Istriku, tapi aku harap setelah kamu melahirkan anakku sebaiknya kamu pergi saja dari rumah ku. Aku tidak mau kalau anakku mempunyai Ibu seperti mu, setelah kamu pergi! Aku akan mencarikan Ibu pengganti untuk Putriku. Aku akan menikah dengan perempuan yang aku cintai dan yang mau merawat Putriku seperti Putrinya sendiri" Batin Rian.

--

---

🌷🌷🌷🌷🌷

Malam hari mereka sedang melakukan makan malam. Seperti biasa suasana keheningan selalu datang saat mereka berada di meja makan hingga akhirnya Rian membuka percakapan.

"Ehemm... " Rian berdehem dan melihat ke arah Maya, sontak membuat Maya menoleh ke arahnya, " Begini Maya.. Aku sudah pernah katakan bukan Padamu, "ucap nya.

Maya tidak mengerti dengan ucapan Rian.

"Kenapa Mas? " jawab Maya."

"Aku... " ucapnya menggantung dan membuat Maya penasaran. "Aku mau kamu pergi dari rumah ku saat sudah melahirkan ankku." ucap Rian tanpa memikirkan perasaan Maya. Jantung maya berdegup kencang. Tubuhnya gemetar dan matanya yang sudah mulai berkaca -kaca,

saat mendengar perkataan suaminya.

"Mas... " ucap Maya dengan suara bergetar.

"Maya kira, ucapan mas waktu itu hanya amarah mas sesaat saja, tapi Mas benar- benar ingin Maya pergi dan mas juga mau memisahkan Maya dengan Putri Maya." ucap Maya yang tak kuasa menahan air matanya, Maya menangis setelah mengatakan itu,

"Katakan Mas.Apa alasannya Mas ingin Maya pergi dari sini?" tanya Maya lagi.

"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu," ucap Rian. " Yang aku mau kamu harus pergi dari rumah ini setelah melahirkan."

"Maya akan pergi, bersama anak Maya! Tapi sebelum itu? Mas ceraikan dulu Maya," ucap Maya dengan isak tangis nya,

"Aku akan menalak kamu, tapi kamu tidak boleh membawa anakku" jelas Rian dan beralalu meninggalkan Maya yang menangis tersendu..

1
Nurjana Bakir
kebur aja sebekun kahirin
Nofi Aldi
ceritanya banyak ngolor ngidulnya.bikin yg ringkas donk.
Nofi Aldi
jgn bentar bentar putus kasi yg panjang donk ceritanya thor
Nofi Aldi
hoooh tenaaan
Nofi Aldi
jangan macam macam thor
Nofi Aldi
hoo oh tenaaaan
Nofi Aldi
lanjutlanjutin donk
Nofi Aldi
lanjut
Nofi Aldi
sialan Lo thor
Nofi Aldi
teruskan
Nofi Aldi
akting nya keterlaluan
Nofi Aldi
lanjut coy
Nofi Aldi
kembalilah maya
Nofi Aldi
ngawur ceritanya
Nofi Aldi
baru dua baris baca
Nofi Aldi
diancuk
Nofi Aldi
brensek
Nofi Aldi
cerita kacau
Nofi Aldi
balas dendam
Nofi Aldi
e e e kunyuk baru baca sedikit tau dah habis aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!