NovelToon NovelToon
Istri Untuk Andra

Istri Untuk Andra

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:917.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Hanya sepenggal kisah tentang Andra dan Rhania, tidak ada yang spesial. Kisah sederhana dari pria humoris dan wanitanya.

Tidak disarankan untuk dibaca, risiko kalau sakit mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah.

Alex melaju dengan kecepatan sedang, meski Andra telah meminta untuk lebih cepat pria itu tak jua mengerti. Menjalani peran sebagai pimpinan barulah Andra tahu rasanya menjadi Raka kala ia berulah dahulu.

"Alex, bagaimana dengan wanita yang kau jaga tadi malam?" Andra sejenak mengingat wanita yang pernah ia khawatiran kemarin.

"Kondisinya masih sama, mungkin butuh beberapa hari agar kondisinya membaik," jelas Alex sesuai dengan apa yang ia dapatkan dari dokter.

"Jaga dia, Lex." Perkataan Andra cukup membuat Alex tercengang, pasalnya bahkan mengenal namanya saja tidak.

"Iya, akan aku lakukan." Alex mengangguk patuh, hanya menjaga, tak lebih. Itu cukup mudah untuk dilakukan, bahkan tanpa Andra mungkin ia akan melakukannya.

"Selamat jalan, semoga inginmu terkabulkan." Alex menepuh bahu Andra, keduanya memang tak terlalu bersekat bak atasan dan bawahan pada umumnya.

"Terima kasih, beberapa hari lagi mentalmu harus dilatih lebih keras, dan juga perbanyak sabar. Mengert?!" Andra terkekeh, salam perpisahan sekaligus ancaman yang ia utarakan untuk Alex cukup membuat raut wajah Alex berubah drastis.

"Iya, aku mengerti." Alex terbahak, mengingat betapa menyebalkannya Raka jika bersamanya.

_*******_

Pulang, rumah tujuan utamanya. Rhania yang ingin ia gapai nantinya, begitulah tekad Andra. Pria bermata sipit itu akan mencari sang pujaan dengan caranya sendiri. Tanpa arah, ia yakin Rhania akan segera bersamanya.

Dengan penampilan yang tak begitu mencolok, Andra tetap menjadi pusat perhatian. Wajah tampan dan senyum manis yang kerap ia perlihatkan membuat siapa saja merasakan kehangatan dari sosok pria itu.

Tak ada sambutan istimewa dari keluarganya, hanya ada Raka dan Randy di sana. Menunggu sang Kakak dengan wajah datarnya. Masih sama, tampan dan menyebalkan. Begitulah Andra menilai Raka selama ini, dengan status jelas sebagai kakak, Andra begitu mencintai Raka layaknya Wijaya.

"Welcome, Bang!!" Randy yang dulunya begitu kesal dengan kehadiran Andra setiap waktu, kini berbalik. Pria yang berkarir sebagai aktor muda itu membentangkan tangan menyambut kepulangan Andra.

"Hai!! Keren juga kau," ujar Andra memperhatikan pendampilan Randy yang semakin dewasa dan terlihat begitu tampan.

"Iya dong, Abang apa kabar?" Randy begitu antusias dengan kepulangan Andra, tidak berjumpa beberapa tahun membuat jiwa kekanak-kanakan Randy hilang begitu saja di mata Andra.

"Berapa lama lagi kalian akan berdiri di sana?" Tentu saja pertanyaan itu dari Raka, sang adik yang sedari tadi menatap keduanya tak begitu selera.

"Emosian lo, Ka." Andra mencebik, tak peduli dengan wajah Raka yang tak dapat di kondisikan.

Randy yang memang lebih lihai berselancar di media sosial tentulah mengabadikan momen ini sebagai bahan postingan sekaligus menyapa para penggemarnya. "Lagi, Bang!!" Sudah hampir 5 kali Andra mengganti ekspresinya demi menuruti keinginan Randy.

"Astaga, Gian menungguku kalian mengerti!!" sentak Raka membuat Randy tak mampu berkutik, menurut dan menyimpan ponseslnya adalah pilihan terbaik saat ini.

"Santai, Ka, ayo cepat. Gue juga rindu sama Gian," ujar Andra merangkul pundak Randy yang kini tengah tebar pesona lantaran beberapa wanita mengetahui keberadaan dirinya tengah berusaha mengambil fotonya.

"Bisa-bisanya laki-laki sepertimu di sukai banyak wanita." Andra menggeleng, menatap sikap Randy yang begitu dijaga di depan penggemarnya membuat Andra tak mampu menahan tawanya.

"Tentu saja, ketampananku cukup untuk menjadi alasan mereka meyukaiku. Iya kan, Bang?" Randy menaikkan alisnya, bahkan Raka yang sedari dulu Andra anggap sebagai pria yang kerap membanggakan ketampanannya seakan kalah dengan adanya Randy.

"Terserah kau saja, ayo masuk." Andra mendahului Randy, mengingat Raka sedari tadi menatapnya begitu tajam.

"Jakardah, apa kabar?!!" Andra berteriak cukup keras, sebagai manusia normal tentu Raka akan malu dengan sikap Andra.

"Ays!! Diem lo, Ndra." Baru saja beberapa menit bertemu, Raka sudah mengeluarkan tanda-tanda permusuhan kedepannya.

"Astaga, Ka, gue baru dateng loh. Udah maen bentak aja," ujar Andra tak terima, perlakuan Raka yang sedari dahulu tak mengenal norma kesopanan masih saja begitu nyata.

"Lo bikin gue malu gila." Raka mulai melajukan mobil, niat hati hendak pergi ke kantor hilang sudah lantaran Wijaya memintanya menjemput Andra.

Obrolan ringan antara Andra dan Randy cukup menganggu Raka, entah sejak kapan ia menurut begitu saja kala Andra memintanya mengurangi kecepatan. Apa karena sudah lama tak bertemu yang membuatnya patuh begitu saja pada Andra.

Sepajang perjalanan hanya Raka yang tak banyak bicara, seakan pembicaraan keuda pria itu tak ada habisnya. Andra tak segan menanyakan banyak hal pada Aktor yang kini tengah daun. Karir, asmara bahkan penghasilanpun Andra kulik hingga Randy kehabisan kata-kata.

"Abang ngalahin wartawan lama-lama," celetuk Randy terkekeh, hangatnya Andra masih saja sama.

Bila ia ingat beberapa tahun lalu, betapa ia kesalnya dengan kehadiran Andra ke rumahnya. Namun, kali ini ia merasa Andra benar pria yang bisa ia anggap sebagai siapa saja dalam hidupnya.

"Oh iya, Abang cewek disana cantik-cantik kan?" Randy menautkan alisnya, tidak ada alasan mengapa ia menanyakan hal itu pada Andra. Hanya saja, pertanyaan lumrah itu memang kerap Randy utarakan pada siapa saja yang tinggal di luar negeri.

"Tentu saja, dan begitu seksi, Ran." Andra tertawa ringan, tak dapat ia pungkiri Randy memang telah cukup dewasa. Wajar saja jika ia menanyakan hal itu, pikir Andra.

"Benarkah? Wah, apa Abang dapat salah satunya?" tanya Randy menatap manik hitam Andra curiga, dugaan bahwa Andra terpengaruh pergaulan dan budaya barat masih membekas di hati Randy.

"Tidak, ada hati yang sedang aku jaga, Ran."

Andra meletakkan telapak tangannya di dada, mengingat nama Rhania begitu dalam. Cintanya benar tak terukur, bahkan untuk menatap wanita lain yang kerap menggoda layaknya Bianca, ia tak berselera.

"Hahaha!! Hati? Siapa, Bang?" Randy yang memang tak pernah mengetahui kisah cinta sesaat di masa lalu Andra mengerutkan dahi.

"Rhania," jawab Andra singkat, menatap sekilas Randy yang duduk di sampingnya.

Mendengar nama Rhania, seketika Randy merubah posisi duduknya. Jika sedari tadi ia begitu antusias menghadap Andra, kini ia mengalihkan pandangan keluar. Menatap gedung-gendung tinggi menjulang di luar sana.

"Kak Nia?" Sesaat setelah keduanya terdiam Randy kembali bertanya namun tidak begitu antusias seperti sebelumnya.

"Hm, ada apa denganmu?" tanya Andra menatap Randy curiga, mengapa secepat itu garis wajah Randy berubah. Berbagai prasangka hinggap di benak Andra, apa mungkin jika Randy benar-benar menyukai Rhania seperti yang pernah Raka sampaikan dahulu.

"Tidak ada, Bang," jawab Randy singkat, ia lupa seharusnya tetap bersikap biasa saja. Terlebih jika ini di depan Andra dan Raka secara bersamaan, sungguh dia tidak sengaja.

1
bibi
naah ini nii
bibi
next
bibi
🤣
SNN 💠
👍🏻
Anonim
Seruuuuuuu
Singkat tapi jelas
Akhirnya abang giant bakal punya spp ni
my_dear_Budiarti
berakit rakit ke hulu
berenang ke tepian,,,
remuk badan dahulu
baru bisa jadian..../Joyful/
Juan Sastra
kisah tersingkat tapi lucu juga
Juan Sastra
ow ow oww saatnya andra sang pahlawan hati maju
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Belajar sm ustadz siapa Ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Apes bgt nasibmu ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
dasar Randy sableng😂😂😂😂😂
Halimah
jempol kudanil/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
banyak adegan yg diulang2 bikin kesel aja....
Desy Puspita: ini novel isinya memang acak-acakan, kalau kesel gausah baca, salah sendiri diteruskan
total 1 replies
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
kok balik lagi episodenya? /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!